
Dalam perjalanan pulang, ponsel Devano terus saja berbunyi. Hal itu membuat Raina yang sedang tertidur lelap terbangun.
"Dev, siapa sih yang terus menelpon? Raina ngantuk ihh, angkat dulu aja telponnya." Devano pun menepikan mobilnya untuk mengangkat telepon.
Baby Fana is calling
"iya, halo Fana ada apa? Abang lagi di jalan nih, lagi nyetir mobil." ucap Devano.
"Abang cepat balik yaa, Fana lagi di rumah bang Dev nih!!" Ucap seseorang di seberang sana.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Devano mematikan sambungan teleponnya lalu melanjutkan perjalanan mereka.
Di tengah perjalanan, Raina mengeluh perutnya sakit. Hal itu jelas membuat Devano panik, namun ternyata oh ternyata sakit perutnya Raina karena merasa lapar. Huhh Raina ini sangat suka bikin orang spott jantung ya.
"Ayo Dev, Raina udah sangat lapar." ucap Raina tak sabaran saat mereka sudah berada di sebuah kedai makan yang cukup terkenal.
Dengan semangat nya gadis itu memesan semua hidangan yang diinginkannya, Devano bahkan di buat takjub melihat porsi makan gadis itu.
"Itu makanan mau kamu habisin semuanya?" Raina menatap Devano dengan mata yang membola lucu, gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Lantas, kenapa pesanannya melebihi kapasitas sayang?" Tanya Devano lagi.
"Tentu saja ini juga untuk Dev, seharian ini Dev selalu nemenin Raina. Jadi, Raina pesenin makanan juga buat Dev supaya lebih semangat lagi nemenin Raina heheh," Jawab Raina.
Setelah menunggu lama, makanan yang mereka pesan pun datang dan Raina dengan lahap memakannya. Sepertinya gadis nakal itu sudah sangat lapar sekarang.
Devano pamit ke toilet, meninggalkan Raina yang masih sibuk memakan makanannya dengan tenang. Namun, ketenangan gadis itu harus kembali terganggu dengan kedatangan tiga gadis remaja yang menghampiri meja yang di tempatinya dengan wajah angkuh dan sombong.
"Hehh!! Lo Raina yang udah bikin sepupu gue Nandini malu di depan para warga tadi kan?!" Ucap seorang gadis yang ternyata adalah Lisa, sepupu dari Nandini dan Reza.
__ADS_1
Bukan namanya Raina jika meladeni orang asing, ingatkan Raina itu diam-diam menghanyutkan. Seperti sekarang ini, gadis itu masih saja asik mengunyah makanannya mengabaikan 3 gadis orang gadis yang sedang menatapnya tajam.
"Lo budek ya?!!" Teriak Lisa yang mulai emosi karena diabaikan Raina. Sementara Raina? Gadis itu membersihkan sisa-sisa makanan yang berada di sekitar mulutnya dengan anggun, seolah-olah Lisa dan kedua temannya hanya lah pajangan.
"Kalian siapa sih? Raina ndak merasa kenal sama kalian."
"Berani ya lo ngejawab? Lo harus dapat hukuman karena udah buat Nandini dan om Bram malu!" Lanjut Lisa lagi, Raina tetap mengabaikan mereka.
Bahkan, tanpa sepengetahuan ketiganya, Raina menaburkan segenggam bubuk putih ke dalam makanan dan minuman milik Devano. Gadis itu tersenyum menyeringai,
"kakak-kakak cantik tapi lebih-lebih cantikan Raina pasti haus dan lapar, dari pada ngoceh mulu ndak ada faedahnya mending makan dulu yukk." ucap Raina sambil tersenyum manis, tanpa rasa curiga dan malu sedikitpun mereka memakan makanan yang berada di meja itu. Itu kan makanan milik Devano, tohh tidak rugi memakan bekas orang ganteng🤣
Raina tersenyum lebar saat mereka mulai memakan makanan yang seharusnya milik Devano, sendok dan peralatan lainnya sudah di ganti Raina dengan yang baru.
"uwekkk, makanan apaan nih asin banget sihh." Laura teman dari Lisa memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke mulutnya.
"Hahaha, enak ya makanannya?? Raina padahal belum pernah nyobain lohh." Raina tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi menyedihkan ketiga gadis itu.
"Awas aja ya lo, lihat aja nanti gue bakal balas dendam sama lo!!" Ancam Lisa sebelum pergi meninggalkan Raina yang hanya' menghiraukan perkataannya.
Sedari jauh, Devano sudah melihat apa saja yang di lakukan gadisnya. Pria itu juga bahkan terheran-heran, orang suruhan nya selalu memberikan informasi yang akurat tentang Raina tapi soal garam yang selalu berada di saku gadis itu membuat Devano terheran-heran.
"Sayang, apa kamu sudah puas bermain-mainnya hemm?" Tanya Devano menghampiri gadisnya.
"Huhh, huhh, Dev nafas Raina sesak karena terlalu banyakh tertawah huhh huhh." Jawab Raina dengan nafas yang sedikit terengah-engah.
"Ayo aku gendong aja yaa, kita harus segera pulang sekarang." Karena kasihan melihat Raina yang susah nafas pria itu pun memutuskan untuk menggendong Raina.
"Dev, maafin Raina yaa. Tadi makanannya sudah Raina kasih bubuk garam yang banyak terus ngerjain kakak-kakak yang tadi, abis nya mereka pengen jahatin Raina." Adu Raina,
__ADS_1
"Iya, gak apa-apa sayang. Aku udah lihat semuanya tadi,." Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.
"Dev, Raina mau tanya dehh." Ucap Raina tiba-tiba, hal itu membuat Devano mengernyitkan dahinya bingung.
Wajah Raina berubah serius, hal itu membuat Devano semakin bingung dengan perubahan Raina yang tiba-tiba. Apa ini ada hubungannya dengan kunjungan mereka di Desa? Atau kah ada hubungannya dengan ketiga gadis yang melabraknya? seperti itulah pemikiran Devano saat ini.
"Kenapa Dev ndak bertanya lebih jauh soal kejujuran Raina kemarin?" Tanya Raina.
Devano terkejut mendengar pertanyaan Raina, kenapa gadis itu tiba-tiba menanyakan itu?
"Ehh? Soal itu yaa, sebenar nya aku udah tau semuanya sayang. Soal kembaran kamu, masa lalu kamu sampai apa aja yang sering kamu lakuin kalau di luar pengawasan keluarga dan kedua pelayan kamu." Jawab Devano dengan jujur, Raina tentu saja kaget mendengarnya.
"Jadi, Dev udah tau semuanya sebelum Raina ceritain?" Tanya Raina dengan wajah yang terkejut, Devano hanya menganggukkan kepala di sela-sela menyetirnya.
"Dev pasti kecewa banget ya sama Raina, pasti itu juga alasan kenapa Dev ninggalin Raina kemarin." Ucap Raina, terlihat kesedihan di raut wajah gadis itu.
Devano menepikan mobilnya, menatap Raina dengan tatapan penuh kasih sayang. Devano bersedia menerima Raina, entah itu kelebihan dan kekurangannya.
"Heyy, kenapa mukanya jadi sedih gitu sih humm? Aku gak marah sayang, aku juga gak kecewa sama kamu. Sayang, dengerin aku. Aku tau sangat tidak mudah untuk kamu menanggung semua beban ini, apalagi kedua orang tua kamu sama sekali tidak tahu mengenai Rachel. Kamu pasti punya beban tersendiri, bagaimana kalau mereka tau tentang fakta ini."
"Raina, aku akan selalu ada di samping kamu apapun yang terjadi. Kamu mau tau kenapa aku gak pernah jujur kalo tau semua rahasia kamu dan sandiwara kamu?" lanjut Devano bertanya pada Raina, gadis itu menggelengkan kepala nya dengan polos.
"Aku gak mau kalo kamu tau aku mengetahui semuanya, nantinya kamu akan bersikap menjauh dari aku. Aku tau kamu sayang, kamu sama sekali memendam semua masalah kamu sendiri. Aku mau kamu terus bersikap ceria apapun nanti yang terjadi, kamu harus janji sama aku." Raina sangat terharu mendengar perkataan Raina, gadis itu merasa sangat beruntung bisa mendapat pasangan yang sangat pengertian dan menerima dirinya apa adanya.
"Terimakasih Dev, Raina sayang sama Dev." Raina memeluk Devano yang tengah tersenyum lembut padanya.
******
Kedepannya bakalan jarang up nihh, jangan kangen Raina yaa🥺
__ADS_1
Jangan lupa, vote, komen, like serta kritik dan juga sarannya ya😘
See u next time🤗