Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
80


__ADS_3

Sejak pertemuannya dengan Vika, Raina enggan untuk pulang. Gadis nakal itu ngotot ingin bersama Vika kemana pun gadis itu pergi. Hal itu sungguh membuat Devano frustasi.


"Sayang, ayo kita pulang." Devano menatap Raina yang sedari tadi terus saja bersandar di bahu Vika.


"Udah, lo pulang aja sana. Lagian gue juga gak bakalan culik nih anak, orang segede gaban gini." sahut Vika.


Beberapa mobil mewah memasuki pelataran rumah keluarga Vika. Bima dan Dewi keluar dari salah satu mobil mewah itu. Mereka terdiam saat melihat putri mereka sedang bersender di bahu seorang gadis yang memiliki wajah mirip seperti Raina.


"Pa, apa Mama sedang bermimpi? Apa ini? Kenapa dia begitu mirip dengan putri kita?" Dewi menatap Vika dengan begitu intens, hatinya menghangat saat menatap gadis itu.


"Mungkin memang sudah saatnya kalian tau, kami sudah cukup senang bisa merawat Vika hingga dewasa. Maafkan kami Dewi, Bima, tidak ada maksud untuk memisahkan kalian. Kami begitu terpukul saat kehilangan putri kami, dan ketika melihat Vika yang kala itu sedang kritis aku langsung jatuh cinta padanya."


"Rika? Ryan? Jadi selama ini, kalian berbohong pada kami? Kalian tega memisahkan kami dari anak kami sendiri?!"


Dewi dan Rika adalah sahabat dekat dulunya. Namun saat tamat dari bangku SMA, mereka pun berpisah dengan jalan berbeda. Dewi yang memutuskan bekerja untuk menyambung hidup demi terbebas dari rasa bersalahnya pada saudaranya hingga bertemu dan menikah dengan Bima, sedangkan Rika memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi kemudian memutuskan menikah dengan Ryan yang kini menjadi suaminya.


Dewi sama sekali tidak percaya, sahabatnya tega memisahkan dirinya dengan anaknya. 9 tahun, itu bukan waktu yang singkat hingga membuat mereka bisa bertahan dari rasa bersalah hingga sekarang.


"Maafkan kami Dewi, saat itu kami menemukan Vika tergeletak begitu saja di pinggir jalan. Kami yang baru saja kehilangan Vika anak kandung kami tanpa berpikir mengklaimnya sebagai anak kami. Maafkan aku Dewi, aku mohon jangan pisahkan aku dari Vika. Aku sudah menganggapnya seperti putri kandungku sendiri, apa jadinya hidupku tanpa Vika, Dewi hiks, hiks, aku mohon jangan pisahkan kami."


"Rika, aku tidak masalah jika memang kamu menganggap Rachel sebagai putrimu. Tapi apa kamu pernah berpikir bagaimana nasib putriku saat mengetahui kematian palsu saudari kembarnya?! Putriku depresi Rika, semua itu mengganggu mentalnya! Setiap detik, menit, jam, dan waktu Raina ku selalu merasa bersalah! Apa kamu tidak pernah tau bagaimana kami berusaha menenangkan Raina dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja?! Kamu tau Rika, karena kamu juga berperan penting disana! Kamu yang selalu menghibur aku saat aku terpukul dengan keadaan Raina," ucap Dewi, wanita yang masih terlihat cantik di usia nya yang sudah tak lagi muda itu begitu sangat kecewa saat mengetahui bahwa selama ini sahabatnya sendiri yang menyembunyikan putrinya hingga Raina depresi.


"Sudahlah Ma, yang terpenting sekarang kita tau bahwa putri kita masih hidup. Kamu lihat, Raina begitu bahagia bisa bertemu Rachel lagi."


"Aku benar-benar minta maaf Dewi, kamu mau kan maafin aku?" Rika menatap Dewi dengan tatapan penuh rasa bersalah. Rika juga terpaksa melakukan itu, apalagi putranya yang masih trauma akibat kepergian adik kesayangannya. Sejak mereka menemukan Rachel, kondisi Andy berangsur membaik. Anaknya itu bahkan menyebut Rachel sebagai Vika.


Flashback


Kala itu, Rika dan Ryan baru saja pulang dari pemakaman putri mereka yaitu Vika. Vika meninggal akibat kecelakaan dan leukeimia yang di deritanya sejak berumur 7 tahun. Mereka sengaja langsung menguburkan jasad putri mereka agar tidak menimbulkan curiga pada Andy. Apalagi sejak mengetahui adiknya kecelakaan, Andy tidak ingin makan ataupun minum. Andy bahkan sering kali teriak-teriak histeris saat mengingat kecelakaan yang menimpa Vika.


"Pa, bagaimana cara kita menjelaskan pada Andy? Dia begitu terpukul semalam saat tau adiknya kecelakaan, bagaimana kita bisa jujur? Hiks, hiks, Vika sudah tidak ada Pa hiks, dia udah pergi ninggalin kita untuk selamanya hiks, hiks," ucap Rika pada suaminya, Ryan.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus jujur Ma, kita tidak bisa terus berbohong pada Andy. Kita juga harus membawanya ke psikiater." jawab Ryan, sambil terus fokus mengendarai mobilnya.


Ckitt


"Ada apa Pa? Kenapa di rem mendadak sih?"


"Maaf Ma, di depan ada mobil yang buang mayat. Bisa gawat kalo dia lihat kita, tunggu sampai mobilnya pergi Ma,"


Benar saja sekitar jarak 200 meter ada mobil jeep yang membuang tubuh lunglai seorang anak perempuan. Setelah mobil itu pergi, Ryan pun kembali menjalankan mobilnya dan menghampiri anak perempuan itu. Yang ternyata adalah Rachel kecil, tubuhnya dipenuhi luka-luka bekas cambukan dan lebam.


"Pa!! Dia masih hidup Pa, ayo kita bawa ke rumah sakit."


Dengan segera Ryan dan Rika pun membawa tubuh mungil Rachel ke rumah sakit terdekat.


Setelah mobil mereka pergi, tak lama dari itu sebuah mobil kembali membuang mayat gadis kecil yang tubuhnya sama halnya dengan Rachel penuh luka lebam dan bekas cambukan hingga wajahnya sudah tidak bisa di kenali lagi.


Rika dan Ryan yang tidak mengetahui bahwa Rachel adalah salah satu putri kembar Dewi pun memutuskan untuk mengangkat Rachel sebagai putri mereka dan mengganti namanya menjadi Vika Aurelya Samudera. Saat sudah mengetahui siapa Vika adalah Rachel, Rika tidak kuasa untuk jujur apalagi melihat kebahagiaan di wajah Andy sejak kedatangan Vika.


Waktu berjalan dengan begitu cepat, Vika atau Rachel pun kini sudah kembali bersama keluarga nya. Rika juga sudah ikhlas jika Rachel memilih kembali bersama keluarganya, yang terpenting Rachel akan sering mengunjungi mereka. Dewi dan Bima sangat senang akhirnya bisa bertemu dan memeluk anak yang sejak lahir tidak pernah mereka sentuh. Sebuah pertemuan tak terduga telah menyatukan mereka, sedangkan Fana pria itu sejak pertemuan pertama sudah merasa akrab dengan Rika pun tak segan-segan datang kesana untuk meminta makan. Rika yang awalnya sangat kesal dengan tingkah Fana pun kini begitu memanjakan pria manja itu sampai Andy merasa cemburu.


Semuanya berjalan baik-baik saja, Tamara dan kakaknya Fabian pun sudah mendapat pelajaran dari ayah mereka. Sedangkan Rachel kini tengah menjalin kasih dengan seorang pria pilihan Bima. Pria itu awalnya akan di jodohkan dengan Raina, namun karena gadis nakal itu sudah memiliki Devano maka perjodohan itu di batalkan. Rachel yang memiliki sifat judes dan anggun awalnya menolak, namun sikap Alvin sang calon tunangan yang dingin dan irit bicara membuat Rachel menjadi tertantang untuk menaklukkan hati Alvin.


"Huaaa, kak Rachel!! Raina mau susu, bukan yakult!!" teriakan Raina menggema di seluruh penjuru rumah.


"Santai aja gak usah bacot lo! Teriak mulu kerjanya, masih pagi juga!" balas Rachel yang tak kalah toa nya.


"Lagian sama aja, sama-sama susu! Buruan minum, gak usah protes mulu dehh." lanjut Rachel yang masih sibuk menyisir rambutnya, gadis itu hendak pergi ke kampus. Sedangkan Raina meskipun mulutnya terus protes, tapi tetap saja meminum apa saja yang disiapkan Rachel untuknya.


"Sayangi ususmu, minum yakult tiap hari." sahut Fana yang baru saja datang sambil mengeringkan kepalanya yang basah dengan handuk.


"Diem lo!!"

__ADS_1


"Hiks, jahat banget sih kalian sama Fana yang imut-imut ini. Fana aduin ke Bang Dev dan Tante Rika loh yaa,"


"Apa hak kamu ngadu ke casu nya Raina?!"


"Apa hak lo ngadu ke emak gue?!"


"Hiks, jahat kalian bisanya cuma main borongan doang! Awas yaa kalo Fana juga temu kembaran yang hilang, Fana balik borongin kalian!"


Seperti itu lah suasana di rumah saat pagi hari, Raina yang selalu minta di buatkan susu oleh Rachel, dan Fana yang terus saja ikut campur di tengah perdebatan gadis kembar itu. Dan akibatnya, Fana sendiri lah yang kalah dalam perdebatan. Dua lawan satu, tentu saja Fana kalah.


Fana memang masih tinggal di rumah keluarga Aryasetya, dengan alasan ingin menikmati kue-kue buatan tangan Rika yang hampir setiap hari di antarkan khusus untuk Rachel dan Raina. Sedangkan Devano, sejak kembalinya Rachel dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya.


Raina dan Rachel turun bersama menuju meja makan, diikuti Fana yang masih saja ngambek karena perbuatan kedua gadis kembar itu.


"Selamat pagi semua," sapa Raina dan Rachel bersamaan, lalu duduk di kursi masing-masing.


"Selamat pagi twins," jawab Dewi, Bima dan Revan.


"Mbak Saras, dimana Tommy dan Kitty? Mereka udah makan kan? Kemarin kayaknya Kitty sakit perut deh, masa dia pup terus. Mbak salah kasih makan yaa?" tanya Raina pada Saras yang hendak menyiapkan makanan untuknya.


"Tommy dan Kitty sedang bermain bersama Mayang di ruangan nya nona, sedangkan yang memberi Kitty makan kemarin itu tuan Fana." jawab Saras.


Raina melotot mendengar jawaban dari Saras, lalu beralih menatap Fana yang asik makan roti bakar seolah dirinya tidak bersalah apapun.


"Huft, baiklah sebentar lagi dokter hewan nya datang. Setelah datang, suruh juga dokternya suntik Fana biar dia tau yang mana makanan kucing, sama makanan ikan." ucap Raina, membuat semuanya tertawa sedangkan Fana mendelik tak suka.


"Idihh, kakak ipar kalo ngomong emang yaa."


"Kenapa??"


"Suka bener,"

__ADS_1


__ADS_2