Takdir Cinta Raina (S1&S2)

Takdir Cinta Raina (S1&S2)
54


__ADS_3

"Ini apa?" tanya Raina, gadis itu meneliti tekstur yang di tunjuknya.


"Lembek, seperti bubur, Raina ndak suka bubur, apa yang ini enak?" lanjut gadis itu lagi.


Saat ini Raina sedang berada di dapur bersama kedua pelayannya. Raina ingin membuat cake untuk Devano, sedangkan Mayang dan Saras membuat bubur kacang hijau untuk Nona Mereka.


"Mbak Mayang, apa pernah merasakan kiss?" tanya Raina dengan wajah yang serius.


"Kiss? Permen kiss maksud Nona?"


"Bukan, oiya Raina lupa. Mbak Mayang kan jomblo, jadi mana tau kiss." Ucap Raina dengan perkataannya yang semulus jalan tol, membuat Mayang kesal dengan Nona nya itu.


"Huhh, Nona ini selalu membahas pasangan dan membuat Kami iri. Jika Nona sudah menikah dengan tuan Devano, Kami juga pasti akan mencari pasangan." Jawab Saras yang sedari tadi hanya menyimak.


"Baiklah, jangan lupa buat undang Raina ya nanti. Kue nya udah jadi, Raina mau minta kiss dulu sama Dev hihihi," Raina berlalu meninggalkan Mayang dan Saras yang masih diam melihat tingkah Nona Mereka.


"Saras, apa Kau tau apa itu kiss?"


"Kau ini, tentu saja kiss itu ya permen kiss! Memang nya apa lagi? Sudahlah, ayo cepat selesaikan ini."


Saat ini Devano sedang bersama Bima di ruangan kerja pria setengah paruh baya itu.


"Apa Kamu sudah merencanakan sesuatu untuk Mereka? Saya benar-benar bingung harus berbuat apa, Aku sudah menganggap nya seperti adik kandungku sendiri, tapi apa yang Dia lakukan? Dia bahkan berniat untuk menghancurkan kebahagiaan Raina, bagaimana jika Opa dan Oma Raina mengetahui semua kebenarannya? Mereka pasti akan merasa sangat kecewa."


Devano dan Bima sedang membahas langkah Mereka selanjutnya untuk menghukum perbuatan Hans dan Maria isterinya.


"Papa tenang aja, semuanya udah Aku urus. Papa tidak perlu ikut andil dalam masalah ini, Aku tau Papa pasti akan tidak tega jika harus menghukum Mereka."


"Terimakasih Nak, Saya memang tidak salah memilih Kamu sebagai pendamping hidup Raina." Kedua pria yang disayangi Raina itu melanjutkan obrolan Mereka, sedangkan di tempat lain Raina sedang bingung mencari keberadaan Devano.


"Mama, dimana Dev? Kok ndak ada di kamarnya? Dev udah pergi ya? Kok ndak kasih tau Raina dulu kalo mau pergi?" Tanya Raina pada Dewi yang sedang bersantai di ruang keluarga.


"Pertanyaan Kamu, banyak banget seperti rel kereta. Dev gak kemana-mana Sayang, Dia lagi sama Papa di ruang kerja. Kamu sini aja sama Mama yuk, temenin Mama." Jawab Dewi, Raina pun menurut.


"Mama mau cobain?" Raina menyodorkan beberapa potong kue buatannya pada Dewi.


"Wahh, apa ini buatan Kamu?"


"Iya, tapi Mama hanya boleh makan satu."


"Ya ampun Nak, ini Mama mu loh. Pelit banget, itu banyak kok Mama cuma di bolehin makan sepotong doang?"


"Ini buat Dev. Kalo Mama mau, nanti beli di Toko kue nya Raina yaa."


"Kamu suruh Mama beli?"


"Humm, uang Mama kan banyak. Nanti kalo Mama udah beli, Raina jadi untung hihihi."


Dewi melongo tak percaya mendengar perkataan Raina, putrinya itu semakin membuatnya tak habis pikir. Dari mana gadis itu jadi begitu perhitungan seperti ini, sejak pergi dari rumah Raina memiliki banyak perubahan. Dewi sangat senang dengan perubahan Raina, selagi itu baik Dewi tidak akan mempermasalahkan nya.


"Baiklah, terserah padamu." Mereka pun asik dengan dunia nya masing-masing. Raina sibuk bermain games di ponselnya dan Dewi yang kembali sibuk melihat cara gosip.

__ADS_1


"Raina?! Lo ,,, Lo udah pulang?" Ucap Shakira yang terkejut melihat keberadaan Raina.


"Gue pikir, Lo betah tinggal di luar sana. Kenapa gak jadi gembel aja Lo?!" Yuna dan Shakira baru saja datang sehabis berbelanja, Mereka hanya tau menghambur-hamburkan uang tanpa ada usaha. Mereka begitu terkejut melihat Raina, perkataan Shakira membuat Raina sedikit kesal.


Raina kesal karena kaget dengan kedatangan Yuna dan Shakira, games yang sedang di mainkannya jadi kalah.


"Ndak punya akhlak Kalian yaa, udah numpang nyolot lagi. Gara-gara Shakira, games Raina jadi kalah!!" Omel Raina, membuat fokus Dewi teralihkan.


Sedari tadi Dewi mendengar semuanya, bagaimana saat Shakira berkata tidak sopan pada Raina hingga kemarahan Raina karena games nya game over.


"Kenapa? Lo mau marah? Gue lebih senang saat Lo gak balik-balik lagi ke rumah ini, dan Gue bisa jadi satu-satunya putri yang menjadi kesayangan di rumah ini." Ucap Shakira menatap Raina dengan tatapan sinis.


Dewi sangat geram mendengar perkataan Shakira, saat ini Shakira dan Yuna belum menyadari keberadaan Dewi.


"Benar Sayang, tidak ada gunanya anak ini pulang. Karena sebentar lagi, Kamu akan menjadi putri di rumah ini, dan Mama akan menjadi nyonya nya." Ucap Yuna dengan begitu percaya diri.


"Hahahah,"


"Aduh, Raina ndak bisa berhenti ketawa ihh. Raina lagi males ngadepin Kalian, bentar ya Raina mau panggilin kak Rachel aja." Raina tertawa mendengar perkataan Yuna yang begitu sangat percaya diri, begitupun dengan Dewi yang sedang mati-matian menahan tawanya.


Raina memegang dadanya, dan menutup matanya sejenak membuat Dewi, Yuna dan Shakira bingung.


"Kak Rachel, Raina capek." Satu kalimat yang di ucapkan Raina, kemudian mata gadis itu mulai terbuka kembali.


Namun, tatapan Raina begitu sangat berbeda. Gadis itu terlihat begitu dingin dengan wajah datarnya, sangat berbeda dengan Raina yang selalu terlihat ceria. Ya, yang sekarang menguasai tubuh Raina adalah Rachel.


"Apa Kalian tidak bisa berhenti mengganggu Raina? Apa Kalian bosan hidup?!" Tanya Rachel dengan tatapan tajamnya pada Yuna dan Shakira.


"Huhh, menyusahkan. Jangan pernah ganggu Raina, jika Kalian masih sayang dengan nyawa. Gue gak akan lepasin Kalian, dan jangan pernah untuk berfikir nyingkirin Raina atau Gue yang akan turun tangan buat mengambil nyawa kalian!" Mendengar perkataan Rachel, membuat suasana menjadi tegang.


Yuna dan Shakira begitu takut melihat aura Raina yang begitu sangat berbeda. Mereka pun memutuskan untuk pergi dan meninggalkan Raina begitu saja.


Setelah kepergian Yuna dan Shakira, kesadaran Raina pun kembali.


"Sayang, apa yang terjadi? Kenapa aura Kamu bisa berbeda seperti tadi? Dan kenapa Kamu menyebut nama Rachel, Nak?" Tanya Dewi, namun Raina sangat pandai untuk berakting dan terpaksa membohongi Dewi.


"Tadi? Mama mungkin salah dengar, mana mungkin Raina nyebut nama kak Rachel. Lagian, Raina sengaja Ma supaya Mereka pergi. Raina kesel lihat Mereka." Jawab Raina dan Dewi mempercayai nya begitu saja.


"Ma, Raina mau ke kamar ya."


Setelah kepergian Raina, Devano pun datang dengan wajah lelah nya.


"Ma, lihat Raina gak?" Tanya Devano, pria itu mulai membiasakan dirinya memanggil kedua orang tua Mereka selayaknya Raina memanggil Mereka.


"Baru aja Dia pergi ke kamarnya, Kamu samperin gihh. Dia tadi juga nyariin Kamu," jawab Dewi, Devano pun berlalu menuju kamar Raina.


Setibanya di depan pintu kamar, Devano mendengar keributan yang terjadi.


"Lo ngapain sih kesini?! Kamar ini udah jadi kamar Gue! Lo tidur aja di jalanan, sama kayak Lo yang luluh lantah setelah di tinggalin Devano!"


"Ternyata nyali Kamu besar juga yaa, kali ini kak Rachel gak ambil alih tubuh Raina. Kamu nyari masalah yaa? Yang seharusnya tidur di jalanan itu Kamu, udah numpang tapi gak tau diri."

__ADS_1


Devano segera masuk setelah mendengar perdebatan antara Raina dan Shakira.


Sifat Raina berubah, gadis itu terlihat lebih dingin dari biasanya. Bukan Rachel yang menguasai nya, ini lah yang terjadi jika apapun yang menjadi milik nya di ambil seseorang. Terutama kamarnya, Raina sangat enggan meninggal kan kamar ini sedikitpun, dan kini Shakira mau merebutnya darinya? Raina tidak akan membiarkan nya begitu saja.


"Ingat kata-kata Gue, ini sifat Gue yang sebenarnya." Raina menggoreskan silet di lengan kiri Shakira membuat sang empu meringis menahan perih.


"Apa Lo masih berani punya niat buat rebut apa yang Gue punya? Gue bisa berbuat lebih nekat dari ini, sekarang pergi dari kamar Gue?!!" Lanjut Raina, membuat Shakira ketakutan dan segera pergi dari kamar Raina.


"Sayang, kendaliin amarah Kamu yaa. Kamu gak boleh nyakitin orang seperti itu," amarah Raina lenyap seketika saat Devano memeluknya dari belakang, gadis itu langsung tak sadarkan diri membuat Devano panik di buatnya.


"Raina ndak apa-apa Dev, Raina hanya lelah. Kak Rachel tadi ambil alih tubuh Raina, setelah itu Raina kembali debat sama Shakira. Dev tidak perlu khawatir yaa." Ucap Raina saat sadar dari pingsan nya.


"Jangan buat Aku khawatir Sayang, Aku gak akan maafin diri Aku sendiri kalau Kamu sampai kenapa-kenapa." Devano memeluk Raina dengan sangat erat membuat Raina merasa sedikit sesak.


"D-Dev! Raina sesak, ndak bisa napas!" Ucap Raina membuat Devano sadar dan melepaskan pelukannya.


"Maaf ya Sayang, ya udah Kamu istirahat aja dulu yaa. Aku mau buatin Kamu air jahe biar lebih fresh."


Devano pun berlalu dan menghilang di balik pintu membuat Raina mengerucutkan bibirnya karena kesal.


"Yahh, kan Raina mau minta kiss." Gumam Raina menatap punggung Devano dengan tatapan nanar.


Mayang dan Saras yang mendengar bahwa Raina pingsan pun memutuskan untuk menghampiri gadis itu di kamarnya.


"Nona, apa Nona tidak apa-apa?"


"Apa Nona baik-baik saja?"


Mereka menatap Raina yang tidak mendengarkan perkataan Mereka, Raina justru melamun.


"Nona!" Saras menepuk bahu Raina sedikit keras hingga gadis itu mengaduh.


"Raina mau kiss!!" Ucap Raina dengan nada cukup keras, Mayang dan Saras diam melihat wajah Nona Mereka yang terlihat sangat frustasi.


"Apa Nona mau kiss?" Tanya Mayang yang di jawab anggukan oleh Raina.


"Saras, cepat bawakan Nona kiss." Saras dengan segera keluar dari kamar Raina untuk melaksanakan perintah Mayang.


Tak lama kemudian, Devano datang dengan secangkir air jahe hangat untuk Raina.


"Nona, ini kiss nya!"


Raina menatap Saras dengan tatapan datar, ini kiss yang Mereka bawakan untuknya? Permen kiss dengan berbagai varian rasa, apa pelayannya itu memborong semua stok nya?


"Apa Mbak Saras mau membuat gigi Raina ini bolong-bolong?!" Ucap Raina dengan tatapan kesal, namun terlihat menggemaskan.


Devano tertawa melihat apa yang terjadi di depannya saat ini.


"Hahaha, sudah kalian keluar saja. Biar Raina saya yang urus."


Setelah kepergian Mayang dan Saras, Raina mendekatkan dirinya pada Devano.

__ADS_1


"Raina mau kiss,"


__ADS_2