
"Oke, aku setuju! mau mulai dari mana Tuan?" Hera mulai menggerayangi dada laki-laki tersebut.
Mulanya laki-laki itu menikmati setiap sentuhan dari Hera, namun lama-lama dia berdiri dan mendorong Hera secara kasar di atas tempat tidur! membuat Hera sedikit terkesiap.
"Anda harus melayani saya apapun yang saya inginkan!" ucapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Hera menarik kedua sudut bibirnya seraya berkata. "Oh tentu. Aku akan melayani mu dengan baik dan aku ingin menawarkan seseorang padamu."
"Barang, bareng apa?" pria asing itu mengerutkan keningnya.
"Iya barang baru, tentunya dia masih disegel belum pernah buka kunci. Mungkin Tuan berminat tentunya dengan harga yang sangat fantastis," ungkapnya Hera tanpa ragu.
"Oh ya? apakah dia belum pernah melakukan hal itu?" tanya orang tersebut.
"Aku jamin Tuan, dia benar-benar masih punya segalanya. jangankan memberikan kuncinya kepada seseorang, Tuan. Ciuman pun sepertinya dia belum pernah!" Hera sangat meyakinkan.
"Seperti itu kah? apakah dia belum dipegang oleh seseorang, sebagai maminya?" tanya kembali pria tersebut sembari terus melepaskan semua pakaian Hera.
"Be-belum, Tuan. Dia bekerja di butik dan a-aku sendiri yang memasukkannya, dan sekarang sepertinya di-dia sangat membutuhkan uang yang banyak untuk keluarganya di kampung," ucapan Hera kembali dengan suara yang terbata-bata karena nafas yang tersengal-sengal akibat permainan yang mulai berlangsung.
Karena di balik obrolan itu, Hera dan pria tersebut sedang main kuda-kudaan, si pria asing itu terus menusukan pedang panjangnya ke gua kecil sejuta nikmat itu.
"Hem ... berapa ingin kau jual?" tanyanya dengan suara berat.
"Aku ingin menjualnya 800 juta dalam jangka waktu 3 jam atau sampai 1 malam lah. Dan sisanya 300 juta kau berikan padanya, menjadi total 1,1 M." Hera menyebutkan nominal yang harus dibayar dimuka dan di belakangnya.
"Ach ... akan saya pi ... pikirkan Nona, namun untuk saat ini selesaikan saja dulu yang satu ini!" suara berat laki-laki itu agak terbata-bata.
Sembari terus menggoyangkan pinggulnya. Bergoyang ase-rehe dengan semangat nya, padahal tidak ada musik tapi kenapa dua orang itu bergoyang hebat ya?
__ADS_1
Bahkan tempat tidur pun ikut menari-nari juga, bernyanyi memuja neraka.
Setelah sekitar 2 jam mereka bermain kuda-kudaan dari samping, kanan-kiri, dari belakang dari depan! semuanya dicoba. sehingga keduanya bermandi kan air keringat yang mengalir deras ke kubangan neraka orang-orang yang suka bercinta.
Kemudian mereka berdua itu menyantap makanan yang baru saja mereka terima.
Hera menggunakan bathrobe dan si pria hanya mengenakan celana pendek super ketat. Sehingga menunjukkan apa yang dia miliki.
Gadis itu senyum-senyum di sela-sela makannya, karena dia melihat pemandangan milik si pria yang tetap hidup penuh gejolak.
"Gimana tuan apakah ... Tuan tertarik dengan tawaranku! aku bisa jamin kalau dia masih virgin. dan tidak akan pernah menyesal bila mendapatkannya." Hera seakan akan membujuk kalau pria itu harus menerima tawarannya.
"Akan saya pikirkan, gampang dan jangan dulu kau tawarkan dia pada yang lain. Karena saya berminat tapi bukan untuk saya, nanti saya akan hubungi kamu!" ucapnya pria itu yang bernama Dino.
"Oke siap, kalau begitu ... saya tidak akan menawarkan dia kepada orang lain, dan saya tunggu secepatnya karena dia sangat membutuhkan uang itu." Tambahnya Hera dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
"Iya, saya akan secepatnya mengobrolkan ini kepada seseorang! kalau memang gadis itu benar-benar masih virgin dan tidak tahu yang namanya bercinta! tapi bila Gadis itu tidak seperti yang kau bilang, bukan hanya uang yang harus kau kembalikan. Tapi kau juga harus menerima akibatnya!" ujar pria yang bernama Dino tersebut menatap tajam ke arah Hera.
^ang sontak membuat Hera merasa menciut, ketakutan dengan ancaman pria tersebut Yang sepertinya tidak main-main dengan ancamannya.
Selesai makan, pria tersebut langsung mengajak Hera kembali untuk bermain di atas tempat tidur.
"Busyet deh, ini orang kuat banget kali ya? apalagi dalam waktu yang panjang seperti yang dia katakan. Padahal dulu dia tidak seperti itu, cukup satu dua jam saja bermain dengan ku!" ucapnya Hera dalam hati.
Hera mengerahkan pandangannya ke arah pria yang bersiap melepaskan senjatanya kembali dan menenggelamkan nya di dalam lautan madu yang pekat.
Woow ... pekat? berarti tidak encer ya!
Hera benar-benar digenjot tidak mengenal waktu oleh pria yang bernama Dino itu. Si Dino benar-benar tidak pernah merasa capek untuk terus mengayuh becak yang sudah tampak kelelahan.
__ADS_1
Keduanya sudah nampak bermandikan dengan keringat yang bercucuran dan saling bertukaran.
Aneh ya orang mandi itu dengan air keran air, kolam atau air sumur. Tapi mereka malah bermandikan dengan keringat bisa gitu ya? he he he.
Sekitar pukul 00.00 Mereka pun tertidur karena sangat teramat kelelahan dengan permainan yang mereka lakukan. Dan kira-kira sekitar pukul 01.00 malam Hera terbangun! namun dinsampingnya sudah tidak ada pria tersebut.
Yang ada hanyalah beberapa gepokan uang yang terhitung sekitar 70 juta dan ada secarik kertas yang bertuliskan
Ini uang bayaranmu 70 juta cash dan soal tawaran itu jangan dulu kau tawarkan pada yang lain, Sebab saya akan segera menghubungimu secepatnya.
Tentunya bibir Hera terus mengembang indah. Dia merasa bahagia dan puas! dapat makanan enak, tidur di hotel berbintang 5 pula, capek sedikit tidak apalah yang penting uangnya pun besar. Jadi rasa capek yang dirasakan Hera terbayarkan sudah.
"Wow ... gimana nanti ya? bila aku dapat uang 800 juta ... aku akan membeli mobil. Lihat saja aku akan buktikan pada semua orang kalau aku bisa hidup enak!" gumamnya Hera sembari memeluk uangnya itu.
Lantas dia pun pulang dengan uang yang penuh di tas kecilnya itu. Beserta hati yang riang.
Hera pun kembali menaiki taksi dan memintanya untuk mengantarkan dia pulang ke apartemen soal laporan ke mommy nya biar besok saja, karena ini sudah terlalu malam. Bahkan bukan malam lagi tapi dini hari.
Tidak selang lama di perjalanan, Hera pun sudah tiba dan memasuki lobby apartemennya. Dia berjalan dengan sangat gontai hati yang tenang, bawa tas berisi uang yang lumayan. Apalagi sih yang harus dipikirkan?
Cery keluar dari liftnya dan mendekati pintu.apartemen. Di sana pastinya sudah sepi karena Sonia pun pasti sudah tidur karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 02.30.
Busyet dah ... kerja apa itu? Orang tidur dia bekerja, orang bekerja dia tidur. Ini mungkin yang dinamakan kerja dunia malam.
Cklek, menghidupkan saklar lampu yang mulanya mati. sehingga di dalam apartemen tersebut menjadi terang benerang, terlihat sangat sepi karena tidak adanya orang ....
...🌼---🌼...
Mohon dukungannya. Makasih.
__ADS_1