Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Tuyul


__ADS_3

Leo menyunggingkan bibirnya. Tersenyum senang melihat Sonia yang sedang tertidur pulas.


Kedua kakinya mendekati setelah menutup pintunya kembali. Lalu merangkak naik mendekati gadis yang sedang mengenakan piyama berbunga tersebut.


Leo semakin mendekati wanita yang tengah berbaring dengan tatapan yang meneliti dari ujung kepala sampai ujung kaki. Setelah dia mengibaskan selimutnya.


Kemudian Leo berbaring miring menghadap ke arah Sonia yang tidak merasakan ada pergerakan itu di tempat tidurnya.


"Tidur ... apa pingsan sih!"


Perlahan tangan Leo bergerak menyingkirkan anak rambut yang menghiasi kening Sonia lalu cuph ... kecupan hangat dan mesra mendarat di kening wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.


"Hem ... dipoles sedikit aja kamu tambah cantik. Baby mau bangun nggak? puaskan aku yang sedang menginginkan mu!" gumamnya Leo sembari menatap lekat pada wajah Sonia dengan tatapan yang mulai berkabut dengan hasrat laki-laki nya yang meronta.


Dengan perlahan, wajah Leo mendekati bibir Sonia yang ranum menantang sentuhan nakalnya. Dengan durasi yang lama dan menggairahkan. Tetapi Sonia tetap saja tidur pulas dan tidak merasakan sentuhannya.


Padahal tangan Leo sudah mulai bermain-main di atas perbukitan yang sudah tampak tanpa penghalang.


Namun ketika Leo sedang asyik, me-nye-sap kedua buah segar bergantian dengan penuh gairah. Tiba-tiba Sonia terbangun dan langsung memukul-mukul kan tangannya ke kepala Leo dengan cara membagi buta sembari ngoceh, marah-marah.


"Dasar tuyul nggak punya aturan lu, nggak sopan, kenapa kau mengambil susu ku. Emangnya ibumu nggak punya apa? masih mending gak ada giginya, lu sudah pada tua, gigi pun dah pada tajam masih juga menyusu. Mana nggak minta izin dulu lagi. Lu pikir saya ibumu yang bisa seenaknya kau minta susu. Dasar kurang ajar! lu tuyul nggak punya aturan.'' Cerocosnya Sonia sembari menggerak-gerakan tangan dan menjambak rambut Leo.


Yang langsung Leo menangkap tangan Sonia sembari berkata. "Baby ini aku, tuyul apaan? tuyul-tuyul, bukalah matamu dan lihat aku." pekiknya Leo sembari menepuk-nepuk pipi Sonia.


Kemudian Sonia pun terbangun dan membuka matanya, langsung melotot ke arah Leo yang walaupun dalam suasana remang tapi jelas terlihat wajah pria itu yang tampan berada dekat dengan wajahnya.


"Kau, bukan tuyul?" Sonia membelalakkan matanya dengan sangat sempurna, menajamkan pandangan ke arah Leo yang ternyata bukanlah tuyul yang barusan ada dalam bayangannya.

__ADS_1


"Tuyul-tuyul, enak saja! ini aku siapa lagi? kalau bukan suamimu ini!" kata Leo sambil masih memegangi kedua tangan Sonia.


"He he he ... aku pikir kau tuyul yang sedang menyesap susu ku. ach ..." jerit Sonia setelah mengalihkan pandangannya ka arah bagian tubuh dia yang terbuka.


"Kau ini kenapa sih? teriak-teriak sudah gila apa!" menghempaskan atau melepaskan tangan Sonia yang langsung menyilang di dadanya, menutupi apa saja yang barusan leo nikmati.


Sonia buru-buru menutupi area dadanya, berarti barusan yang menikmati bagian tubuhnya itu bukanlah tuyul. Tapi emang Leo. "A-aku, aku pikir tuyul yang sudah itu!"


"Emangnya ada tuyul yang setampan aku? tuyul itu tubuhnya boncel, kepalanya plontos. Wajahnya tua. Giginya tajam-tajam, Apa kau tidak melihat wajah ku setampan ini? tubuh ku tinggi dan kekar! disamakan dengan tuyul. Enak saja, kau sudah menghilangkan mood ku. Mood ku hancur sudah gara-gara kamu." Gerutu Leo sambil membaringkan dirinya di samping Sonia yang terus merapikan pakaiannya.


"Tapi kan, memang tadi aku sedang mimpi kalau ada tuyul yang sudah menghisap susu ku. Rasanya kencang sekali, lagian salah dirimu nggak permisi dulu. Minta izin dulu kek, ngomong dulu kek. Biar orang nggak terkejut." kini giliran Sonia yang menggerutu.


"Eeh, Nona ... gimana Saya mau ngomong? gimana saya minta izin? kamu itu nggak bangun-bangun! tidur apa pingsan sih!" Leo merubah kembali posisi baringnya menjadi miring lagi menghadap ke arah Sonia.


"He he he ... namanya juga orang tidur, orang tidur kan setengah mati. Emangnya orang tidur tahu apa yang dilakukan orang hidup?" belanya Sonia sembari mendudukkan dirinya seraya bersandar ke bahu tempat tidur.


Leo pun ikut duduk di samping Sonia. "Tapi jangan segitunya juga, sampai-sampai diapain aja nggak ngerasa."


"Anu-anu, anu apanya?" Leo malah balik bertanya.


"Em ... itu?" Sonia ragu-ragu tuk mengatakannya.


"Oh itu ... coba kau rasakan sendiri apakah ada yang beda?" tatapan Leo begitu lekat membuat Gadis itu merasa sangat gugup.


"Entah, aku nggak tahu!" Sonia menggelengkan kepala sembari mengalihkan pandangannya ke bawah dengan perasaan yang tidak menentu.


"Coba saja kau rasakan, kira-kira aku sudah atau belum anu kamu." suara Leo dengan lirik dengan nafas yang kembali terengah-engah. Meletakkan tangannya di atas paha Sonia.

__ADS_1


Sonia menggerakkan dua manik matanya melihat ke arah wajah Leo dan tangannya bergantian, dan tangan itu semakin lama semakin bergerak menyelusup ke bagian dalam menuju salah satu gua kecil yang ada di sebuah pulau.


Antara tubuh dan hati yang tidak sinkron, membuat Sonia dilema ingin menolak. Tapi mau.


Dibilang mau tapi tidak ingin, namun pada akhirnya dia cuman bisa terdiam dan menerima yang diberikan oleh Leo saat itu.


Hari sudah menjelang pagi dan mereka masih berkutat di dalam selimut. Dan Leo sudah berapa kali mencapai puncaknya begitupun dengan Sonia.


Keduanya sudah bermandikan dengan keringat yang bercucuran membasahi dan saling bertukar. Kini bibir mereka sedang bertaut, berselimut kabut gairah yang semakin membara. Semakin pagi gairah itu semakin menjadi.


Menjadikan semakin pagi semakin memanas saja ritualnya. Leo benar-benar dibuat candu dengan tubuh Sonia yang sudah tampak kelelahan itu.


Namun ketika terdengar alarm yang menunjukkan pukul 05.00 Leo mengakhirinya dan menjatuhkan dirinya di samping Sonia, yang mulai mengontrol nafasnya yang masih memburu.


Setelah beberapa saat kepala Leo naik kembali lalu mengecup kening Sonia seraya berucap. "Terima kasih baby, kau sudah membuatku puas. Sangat puas! dan jangan belikan tubuhmu pada yang lain, jika itu terjadi kau tak akan bisa membayangkan Bagaimana akibatnya."


Sonia terdiam dan mencerna Apa maksud dari Leo barusan. Kemudian Sonia berkata. "Aku capek." Menarik selimutnya sampai menutupi bagian tubuhnya yang menyisakan kepala saja.


Namun alangkah terkejutnya Sonia, ketika Leo menggulungkan tubuhnya dengan selimut itu dan membawanya ke kamar mandi tanpa memperhatikan dirinya yang teramat polos.


"Heh, kamu mau ngapain? aku mau dibawa ke mana?" teriaknya Sonia dengan bernada tinggi.


"Apa kau tidak melihat, saya membawa mu ke arah mana? Gak mungkin Saya mau membunuh mu dengan cara dilempar ke balkon, sedangkan dirimu saya bawa ke kamar mandi. Ada-ada saja!" jawabnya Leo dengan nada yang rendah saja.


"Tapi," ucapan Sonia terhenti ketika dirinya diturunkan di bawah shower yang langsung di nyalakan airnya, sehingga membasahi selimut yang membalut tubuhnya Sonia.


Mulut Sonia menganga melihat kelakuan dari Leo yang membuat selimutnya basah. "Kau sudah membuat selimutku basah." Sonia terlihat geram kepada Leo yang malah nyengir lalu dia sendiri maju, berdiri di bawah kucuran air shower yang hangat ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Terima kasih atas dukungannya ya.


__ADS_2