
"Jadi intinya ... kalau lebih suka bunga bank ketimbang barang-barang yang bisa kau pakai di sini! jadi setiap uang yang aku berikan pada mu. Akan kau kirimkan pada keluarga mu kan? atau untuk investasi kedepannya dan itu sangat bagus! aku dukung itu," ucap Leo sambil menyentuh pipi Sonia.
"Syukurlah kalau kamu mengerti! Aku nggak berani juga untuk meminta. Karena tanpa dipinta pun ... pasti faham." Batinnya Sonia.
Perasaan Sonia sudah mulai tidak enak! dengan gerak-geriknya Leo yang seolah menginginkan dirinya di saat ini.
Kedua tangan Leo membingkai wajah Sonia dibelai nya pipi Sonia dengan sangat lembut dan ditatap sangat lekat. Lalu wajahnya mendekat, mendarat di bibir Sonia yang merah merona dengan perasaan yang dag-dig-dug tak menentu.
Leo menikmati bibir Sonia gerakan yang sangat lembut memberi ketenangan dan santai bagi Sonia.
Dengan jantung yang bertekuk sangat kencang dan tubuh pun gemetaran Sonia pun ikut menikmati sentuhan dari Leo.
Sesaat Leo menatap ke arah wajah Sonia dengan sangat dalam, lalu berkata. "Saya tidak suka bila ada banyak laki-laki memandang wajah mu, dan saya juga tidak suka bila ada laki-laki yang menjamah tubuh mu!"
Sonia hanya bisa membalas tatapan dari tanpa bisa menjawab dengan kata-kata. Dan dia hanya bisa merasa ngeri mengingat kejadian tadi.
Detik kemudian Leo kembali mencumbu wajahnya Sonia lalu turun ke leher yang tidak luput dari sentuhan liarnya di setiap inci permukaan leher tersebut. Lalu membuat tanda kepemilikan di sana yang menimbulkan sensasi yang aneh dan sangat menggairahkan bagi keduanya.
Nafas Sonia sangat memburu, bersahutan dengan suara nafas dari Leo yang seperti orang sedang berlari maraton.
Tangan Leo pun yang aktif mengeksplor setiap milik Sonia yang menjadi candu bagi seorang Leo, menjadikan dia tidak berdaya lagi dengan wanita-wanita lain. Palagi dengan wanita yang pernah dipakai sebelumnya.
Sonia benang sari bayi berkali-kali tenggorokannya terasa sangat kering, rasanya membutuhkan sebuah asupan yang menyegarkan. Di saat-saat tangan Leo menjamah dan bermain di puncak Himalaya yang lantas bermain dengan bibirnya di sana.
Apa yang leoa lakukan menuntut lebih dari sekedar itu. Sehingga Leo semakin menjelajah kemana-mana, bahkan sampai ke sebuah lembah madu yang sudah mulai berasa banjir kelebihan asupan.
Kini keduanya sudah polos dan entah dari kapan pakaiannya berjatuhan ke lantai hingga berserakan tidak beraturan.
Posisinya pun sudah siap untuk melakukan ritual yang menjadi favoritnya Leo dan Sonia pun sudah mulai menyukainya.
Hek!
Sonia menggigit bibirnya, ketika sesuatu mahluk astral milik Leo yang sebesar terong ungu masuk mengoyak miliknya. Maju mundur dan bergoyang terlalu senang dia mendapatkan madu dari sarangnya langsung.
Tangan Leo yang bertumpu sebagai penahan beban tubuhnya yang berada di atas Sonia dan berusaha menjadi kendali.
__ADS_1
"Och baby semakin hari kau semakin membuat ku kecanduan. Aku semakin suka dengan milik mu ini dan membuat ku tidak tertarik dengan yang lain baby." Racau Leo sambil terus bergoyang Poco-Poco.
"Mmmmhh ... uhhh ... ach akuboun mulai menyukainya." Sonia kebablasan bicara demikian sehingga dia segera menggigit bibirnya yang kelepasan bicara seperti itu.
"Kenapa Baby? aku suka bila kau pun menyukainya, jadi kamu juga menikmatinya. Bukan aku saja." Balas Leo dengan suara bergetar.
Sonia merangkul punggungnya Leo dengan sangat kuat, seakan tubuh mereka sangat menyatu. Dan tak ingin terpisahkan satu sama lainnya.
Leo menangkup mulut Sonia yang menganga. Mengeksplor dalamnya sampai dinding mulutnya.
Sonia memukul punggung Leo berkali-kali sebab dia merasa pengap dan kehabisan oksigen. Sangat kesulitan untuk bernafas sehingga Leo pun segera melepaskannya dan membiarkan Sonia menghirup udara sebanyak-banyaknya dari sekitar.
Dan Sonia tampak berusaha mengatur nafas nya yang begitu Terengah-terengah. Setelah Sonia terlihat santai ... Leo kembali setelah sejenak menjeda nya.
"Ooh ... aku tidak akan pernah melepaskan mu dan aku akan membuat mu selalu bahagia bersamaku." Leo berucap yang kadang suaranya timbul tenggelam.
"Ach ... aku ingin pipis! rasanya pengen pipis." De-sa-h Sonia sambil mendorong dada Leo. Bamun tubuhnya terasa sangat kaku lalu bergetar hebat.
Leo tidak peduli dengan permintaan Sonia, diamlah semakin mengatur ritme yang semakin cepat hingga akhirnya dia mengerang nikmat.
Membuat Sonia tidak bergeming. Selain manik matanya saja yang bergerak.
Leo langsung beranjak dari posisinya, berjalan mendekati meja yang ada botol air mineral. Lalu kemudian meneguknya, dia merasa begitu sangat kehausan setelah bermain di padang pasir.
Sonia langsung menarik selimut untuk menutupi dirinya. Ada seulas senyuman dari bibir Sonia yang kini merasa bahagia, entah karena apa itu.
Apalagi ketika melihat Leo yang berjalan-jalan dengan dirinya yang polos itu, membuat senyum Sonia melebar merasa lucu karena Leo seperti anak kecil yang tidak punya rasa malu.
Ladahal pedang panjangnya masih siap untuk berperang dengan lawan.
"Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu dariku?" selidiknya Leo kepada Sonia.
Sonia, langsung menggeleng dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dengan bibir yang terus tersenyum.
Kemudian Leo melihat dirinya yang memang tidak memakai apapun, dia baru sadar kenapa Sonia tertawa melihat dirinya. Leo gegas melompat ke atas tempat tidur dan mengajak Sonia bercanda dan menggelitik wanita itu sehingga menjerit-jerit geli.
__ADS_1
Setelah merasa capek. Mereka pun berbaring. Leo memeluk bahwa suami yang tiduran di atas dadanya.
Beberapa kali Leo mengecup keningnya Sonia. Lalu melepas pandangan ke langit-langit dengan pikiran yang melayang.
Hening ....
Tidak ada lagi suara-suara yang terdengar dari bibir mereka berdua. Kecuali suara hembusan nafas dari keduanya yang begitu halus! pasang mata mereka pun mulai terpejam, merehatkan segala rasa penat. Capek, pusing. Lelah.
Jarum jam semakin berputar berasa cepat. Dan malam pun semakin beranjak menuju pagi yang akan membawa kembali semua orang-orang pada aktivitasnya masing-masing.
Begitupun dengan Sonia dan Leo. yang sudah membersihkan dirinya bahkan selesai menunaikan kewajibannya yang lain.
Sonia langsung melipat mukenanya, terus seperti biasa dia mulai beraktivitas. Membuka semua gorden, menyapu, ngepel dan juga membuat sarapan buat Leo tentunya untuk dirinya juga.
Bahkan katanya hari ini akan ada Bu Elsa dan Oma Monalisa yang akan datang ke apartemen! karena Leo belum kunjung juga membawa Sonia ke mension mereka dengan alasan yang masih sibuk.
Kini Leo sudah duduk di meja makan dan menikmati sarapannya. "Apa kau ingin berkunjung ke Negara mu?"
Sonia langsung menoleh ke arah Leo, apa tidak salah dengar? kalau Leo menawarkan dia pulang ke Indonesia.
"Saya menawarkan mu pulang ke Indonesia! bukan untuk selamanya, tapi untuk sementara saja! berkunjung doang setelah itu aku harus kembali denganku
Sonia!" Leo memandangi ke arah Sonia yang sepertinya dia kurang percaya dengan omongan dirinya.
"Benarkah! kalau boleh aku berkunjung kepada keluarga ku biarpun cuma seminggu aku mau!" suaranya Sonia sembari menampakan wajah yang sangat bahagia.
"Tentu dong! kamu boleh mengunjungi orang tuamu dan itu pun sama aku! di sana. Kita akan kembali ke sini dan kamu melayani ku kembali." Jelas Leo dengan sangat meyakinkan.
Leo berniat untuk segera memesan tiket dan bisa berkunjung ke Indonesia berdua dengannya.
"Oya, tangan mu sudah baikan?" tanya Sonia sembari menatap ke arah tangan Leo yang masih diperban yang digunakan untuk makan.
Leo menatap tangan yang terluka ini, gara-gara merebutkan kehormatan Sonia sebagai istrinya ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Jangan lupa like comment dan dukungan lainnya terima kasih sebelumnya.