Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Cemburu


__ADS_3

“Kak. Itu ada kolam renangnya ... kita berenang yo?” Luky berdiri di dekat jendela sambil menunjuk ke arah kolam renang di bawah sanah.


Randy dan Iman. Menghampiri dan melihat ke arah bawah yang memang ada kolam renang nya yang lumayan besar dengan air yang begitu jernih. Bahkan mencerminkan langit yang biru nan cerah.


Lalu mereka pun turun dan berpamitan lebih dulu kalau mereka bertiga akan berenang.


“Ibu, Ayah ... ini kamar untuk kalian berdua.” Sonia menunjukan kamar buat kedua orang tuannya.


“Ya ampun ... bagus bener, kamarnya Nia ...” lirih sang ibu sambil menyisir kan pandangan ke seluruh ruangan tersebut.


“Ayah dan Ibu akan tinggal di sini selama rumah belum jadi dan akan pindah bila rumah itu sip di huni.” Tambahnya Leo sambil merangkul pinggang nya Sonia.


“Apa tidak kemahalan? Tiga kamar sekaligus. Mendingan kita cari kontrakan saja lah dari pada di hotel kaya begini, mahal bayarnya, sayang kan ... mendingan buat bikin rumah nya.” kata pak amin sambil celingukan.


“Iya bener kata Ayah,. Apa tidak sebaiknya uangnya buat keperluan lain dan kita tinggal di kontrakan saja jangan di sini pasti mahal.” Tambahnya bu Melani membenarkan perkataan dari suaminya.


“Ibu ... ini tidak bersyukur sih, oon atau apa sih? di kasih tempat yang enak malah menolak, tidak mudah Bu, Yah, orang itu pada ingin ngerasain tidur di hotel mewah seperti ini. Ibu dan Ayah malah ingin di kontrakan biasa. Aneh jadi orang.” Celetuknya Cindy pada kedua orang tua nya.


“Cindy ... kamu bicaranya nya seperti itu tidak sopan banget deh. Bu ... Ayah ... soal biaya jangan khawatir. Dangan jangan takut di suruh bayar, semuanya aku yang nanggung.” Leo tidak suka dengan perkataan Cindy yang kurang sopan lalu melihat ke arah kedua mertuanya.


“Hooh, Ibu ... juga Ayah, kalian cukup istirahat saja yang tenang dan nyaman di sini. Tidak perlu memikirkan apa pun,” tambahnya Sonia sambil mengulas senyumnya.


“Baiklah kalau begitu, kami hanya khawatir saja dengan keuangan mu itu.” Ungkap sang ibu sambil mendudukkan dirinya di atas sofa yang berada di kamar tersebut.


Setelah itu Sonia mengantar Cindy ke kamarnya. Langsung gadis itu ke kamar mandi yang tampak mewah sekali.


“Wah ... kamar mandinya bagus sekali. Nanti kamar mandi di kamar ku mau seperti ini ya Kak?” Cindy menoleh pada sang kakak yang berada di belakangnya.

__ADS_1


“Bersyukur, ada kamar mandi sederhana pun sudah alhamdulillah. Jangan bermimpi semewah ini.” Sonia menggeleng sambil mundur kembali.


Cindy menatap ke arah Leo yang berdiri di sebelah pintu dan tatapannya Cindy begitu fokus ke arah pria itu.


Sonia mengajak suaminya untuk keluar dari kamarnya Cindy dan ketika mau melangkah kan kaki, Cindy menjerit dari kamar mandi sambil berlari lantas memeluk Leo.


“Auwwwwwhhh ... aku takut, ada itu, aku takut.” Teriaknya Cindy sambil memeluk Leo yang terkesiap dan menjauhkan tubuhnya dari Cindy.


“Apa-apaan nih?” Leo menjauh dari Cindy.


Sonia merasa heran dengan tingkah adiknya tersebut. “Kamu kenapa sih Cindy? Ada apa?”


“It-itu di kamar mandi Kak,” Cindy tampak ketakutan sambil menunjuk ke arah kamar mandi yang beru saja dia dari sana.


“Ada apa?” Sonia segera mendatangi kamar mandi yang di susul  oleh Leo dan Cindy pun mengikuti dan memegangi tangannya Leo.


“Tidak ada apa-apa kok.” Soni celingukan dan melihat ke arah Cindy yang menunjuk-nunjuk ke arah dinding.


“Mana gak ada dan paling cicak, lagian masa kamu gak tahu cicak?” Sonia kekeh bilang gak ada apa-apa.


“Tadi ada, Kak sumpah dan itu bukan cicak. Kak, aku tahu cicak masa aku gak tau. Ini besar dan hitam juga matanya besar, aku ngeri lihatnya Kak.” Cindy pun kekeh sambil terus memegangi pergelangan nya Leo, walaupun Leo berusaha menarik tangannya dan menepis tangan Cindy.


Kini kedua mata Sonia menata tangan Cindy yang memegangi tangan Leo, padahal Leo berusaha menepisnya. Leo bukan tidak bisa menarik kuat tangannya itu, namun dia masi merasa kurang enak saja bila sedikit kasar pada Cindy. Tapi kalau sudah merasa keterlaluan baru dia akan bertindak.


Cindy melihat pada Sonia yang menatap tajam pada tangannya yang bergelayut pada tangan Leo, segera Cindy melepaskan tangannya dan berpura-pura tidak sadar. “Sorry? Tidak sengaja.” Cindy mengusap-usap telapak tangannya.


“Kamu itu ada-ada saja deh.” Sonia langsung membawa langkahnya serta menggandeng tangan Leo keluar dari kamar Cindy.

__ADS_1


Leo tersenyum sambil berjalan bersama Sonia. Bukan apa-apa, dia merasa kalau Sonia cemburu pada dirinya yang di dekati oleh sang adik.


“Cindy-Cindy, kau pikir aku tidak tau akal busuk mu untuk menggoda ku apa? kau salah gadis ingusan. Aku tau akal mu itu dan jangan berharap aku akan tergoda pada mu wahai gadis sombong dan urakan.” Gumamnya Leo dalam hati.


Keduanya berjalan memasuki kamar pribadinya. Sonia baru melepaskan tangan Leo setelah berada di dalam kamar.


Manik mata Sonia menatap tajam pada Leo yang tersenyum manis padanya. “Kenapa senyum-senyum? Apa ada yang lucu.”


“Nggak ada. Cuma ... aku baru melihat saja istri ku ini cemburu begitu,” sahutnya Leo sambil memeluk Sonia dari belakang.


“Ha? cemburu, siapa yang cemburu? Tidak kok. Aku biasa saja, terserah kamu mau sama siapa juga emang begitu kan di sana juga kau itu hobi berganti pasangan, tapi jangan dengan adik ku. Cukup aku saja.” Ungkapnya Sonia sambil meneteskan air mata.


Leo menempelkan dagunya di pucuk kepalanya Sonia sambil berkata. “ Gonta-ganti itu ... dulu baby, tidak sekarang, aku hanya melakukannya dengan mu saja. setelah dengan mu aku tidak pernah melakukannya dengan yang lain. Percayalah pada ku baby.”


“Bohong, mana aku percaya itu.” Kata Sonia sambil memegangi tangan Leo yang memeluk perutnya.


“Terserah kamu percaya atau tidak. Yang jelas begitu adanya kok, aku bersumpah demi Tuhan kalau aku tidak pernah melakukan hubungan dengan wanita lain lagi setelah kita menikah.


Sonia memutar tubuhnya memposisikan dirinya berdiri berhadapan dengan Leo yang menatap lekat ke arah dirinya. Sonia pun menatap kedua netra mata nya Leo seakan mencari keseriusan di sana.


“Aku percaya sama kamu, dan aku berterima kasih pada dirimu yang sudah baik padaku dan keluarga ku juga. Aku tidak tahu harus berbuat apa untuk membalas kebaikan mu itu.” Sonia memeluk tubuh Leo dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


“Aku tidak ingin apa-apa dari mu baby ... aku hanya ingin waktu ini kita melakukan sebuah ritual yang mengasyikan dan kamu membuat ku puas, itu saja sudah cukup bagiku.” Leo memudarkan pelukannya pada sang istri.


Jarinya mengangkat dagu Sonia yang menunduk dalam. Lalu menjangkau bibirnya yang merah merona menikmati manisnya dan lembut di setiap inci nya.


Leo membawa Sonia ke atas tempat tidur. Lantas kemudian mereka melakukan ritual yang sangat mengasyikan ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Mohon dukungannya ya makasih.


__ADS_2