
Pemuda itu menatap kosong ke arah cctv yang ada di hadapannya itu, sambil menikmati asap rokok nya.
Terlihat salah satu orang yang berada di meja judi bersorak ria atas kemenangannya. Yaitu pria yang tadi berbincang dengannya. Tampak sangat bahagia dengan kemenangannya dapat meraup sampai miliyaran.
Kemudian, tidak lama dari kemenangannya itu. Ada seorang bawahannya menyerahkan uang pajak pada bos besarnya tersebut.
Leo menatap dingin kearah uang yang berada di meja dengan uang yang lumayan banyak. Setelah bawahnya itu pergi, Leo mengambil dan menyimpan uang tersebut di berangkas lalu menguncinya.
Lantas dia pulang dari tempat tersebut, waktu sudah menunjukan pukul 02.30 dini hari. Dengan mobil mewahnya dia mengemudi sendiri karena kebetulan sang supir sedang cuti.
Dia tinggal di sebuah apartemen mewah, dan tinggal dengan seorang asisten wanita yang bernama Yuen.
Setibanya di apartemen, Leo langsung memasuki kamar dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Menarik guling sebagai alas kepalanya lalu memejamkan kedua netra nya.
...------...
Di waktu yang sama, Sonia sudang tertidur nyenyak dan Hera berdiri di depan pintu kamarnya menatap ke arah Sonia dengan senyuman yang sulit di artikan.
"Hem, sebentar lagi aku akan mengantongi uang yang banyak, 800 juta ... bisa Beli mobil gue! dan sisanya untuk kamu kantongi sendiri buat kirim keluarga mu." Gumamnya Hera yang baru saja pulang dari tempat kerjanya.
Dan Hera sudah mendapat informasi kalau Dino Siam membeli Sonia yang masih virgin dengan nominal yang dia tawarkan.
Jelas membuat Sonia merasa bahagia yang tiada kerkira dan dia sudah membayangkan kalau dengan uang itu akan dia pergunakan buat membeli mobil impiannya.
"Besok malam aku haru bisa membawa Sonia ketemuan dengan pembelinya." Gumamnya Hera sambil menutup pintu kamar Sonia lalu memasuki kamarnya untuk istirahat.
Pagi-pagi Sonia sudah bangun dan sudah membersihkan diri juga menunaikan kewajibannya.
Sonia membersihkan kamar dan semua ruang apartemen sebelum dia memasak untuk sarapan.
Saat ini Sonia sedang memasak buat sarapan dirinya dan Hera.
"Nia, nanti malam temenin aku ya? aku mau ketemuan sama seseorang dan ingin kamu ikut biar kamu itu tidak borong di apartemen Mulu," ajak Hera pada Sonia yang anteng memasak mie goreng.
__ADS_1
Sonia menolehkan kepalanya kepada Hera yang tiba-tiba berada di sana. "Ha? kamu ingin mengajak ku ke mana?"
"Aku ada janji sama teman laki-laki dan aku ingin mengajak mu jalan-jalan lah ... selama ini kamu belum pernah aku ajak keluar. Biar kamu tau suasana luar!" tambahnya Hera sambil mendudukan dirinya di kursi di depan meja makan.
"Em ... emangnya kamu gak kerja nanti malam?" Sonia malah bertanya karena dia tahu kalau Hera kerja nya malam.
"Eh ... aku kerjanya agak malam, jadi pukul tujuh aku bisa ketemuan dulu dengan seseorang sambil mengajak kamu jalan-jalan!" Hera meyakinkan.
"Ooh, ya sudah kalau begitu. Aku mau lagian memang benar yang aku tahu letak apartemen ini dan tempat ku bekerja saja tanpa aku tahu tempat-tempat lainnya." Sonia menyambut senang ajakan Hera yang mau mengajaknya jalan.
"Ya sudah. Nanti kau siap-siap ya, pakai baju yang bagus." Tambah Hera sambil menerima sepiring sarapan dari Sonia.
"Oke, aku akan siap-siap!" Sonia mengangguk pelan dengan senyuman.
Lalu keduanya menikmati sarapannya masing-masing. Setelahnya Sonia pun pergi bekerja dan Hera kembali tidur.
Di lobby seperti biasa Boby menunggu Sonia yang sedang berjalan gontai dengan rambut di kuncir di atas.
"Pagi Nona cantik?" sapa Boby sambil menghampiri.
"Belum dong ... saya menunggu kamu untuk pergi bersama." Boby berjalan berdampingan dengan Sonia yang memegangi tali tas nya.
"Makasih ... makasih banyak ya Tuan boby?" Sonia menunjukan senyum nya yang manis.
Boby memperhatikan senyumnya Sonia sesaat, yang buat dia terpesona dengan gadis itu.
Kemudian Boby membukakan pintu mobil seperti biasanya untuk Sonia.
"Terima kasih. Serasa majikan saja he he he ..." Sonia terkekeh.
Boby mengitari mobilnya lalu duduk di belakang kemudi menyalakan mesinnya sesaat sebelum melakukannya.
"Em ... gimana kalau nanti malam kita jalan? aku akan menunjukan mu beberapa tempat wisata." Tawar Boby pada Sonia yang langsung menghadap ke arah pria yang menjadi lawan bicaranya tersebut.
"Aduh sepertinya aku gak bisa deh--"
__ADS_1
"Kenapa? apa kau takut aku bawa kabur atau di culik? atau juga aku jual ya?" Boby menyela jawaban dari Sonia yang bilang gak bisa.
"Bu-bukan begitu, aku percaya kok kamu orang baik dan kebetulan aku ada janji dengan saudara ku yang mengajak aku keluar! auto aku harus jalan sama dia dulu lah!" sambungnya Sonia sambil mengibaskan tangannya.
"Ooh, gitu! baiklah mungkin kita bisa jalan-jalan besoknya, tidak apa ... aku kira kamu takut aku gimana-gimana." Boby senyum simpul sambil melajukan mobil keluar dari deretan mobil mewah.
"Sorry ya? bukan takut atau apa kok!" Sonia mesem sambil mengedarkan pandangan ke arah luar jendela.
"Tidak apa-apa, mungkin aku yang kurang tepat waktunya untuk mengajak kamu pergi." Boby terus melajukan mobilnya.
Setelah beberapa puluh meter perjalanan. Mobil berhenti di stopan yang ada Cery berdiri di sana.
Cery masuk ke dalam mobil Boby yang sengaja berhenti di dekat dirinya.
"Kalian berdua saja, yang ketiganya setan lho. Makanya aku temani." Cery senyum-senyum sendiri sambil melihat ke arah Boby, si pria tampan yang menjadi pujaan hatinya.
"Kau tampak sangat cantik Cery, sepertinya habis perawatan ya?" Sonia melihat ke arah Cery yang duduk di belakang.
"Hem ... makasih, kok tahu sih kalau aku dari salon, tampak bening ya?" Cery sambil memainkan matanya.
"Beneran kau tampak lebih cantik dan bening, rambut pun kok mendadak panjang sih!" tambah Sonia sambil melihat rambut Hera meneliti.
"Iya dong ... kan aku ingin tampak cantik!" Hera memegangi rambutnya.
Boby dengan fokus menjalankan mobilnya sembari berkata. "Kalau orang yang sayang sama kamu, dalam keadaan seperti apa pun pasti menganggap mu cantik! jangan khawatir."
Sonia menatap ke arah mobil itu pun dengan Cery yang sangat terpesona dengan omongan Boby barusan.
"Oh ... Tuan Bobby, kata-kata mu sungguh menyayat kalbu ku. bikin aku semakin terpesona Cery! memegangi kedua pipinya dengan mata di kedip-kedipkan.
"Cinta yang sesungguhnya itu akan bisa menerima apapun adanya harus dia ada-adain biarpun cantik sederhana, atau jelek sekalipun!" tambahnya Boby sambil melihat ke arah keduanya melalui kaca spion.
"Hem ... Tuan Boby sudahlah, jangan bicara lagi aku bisa pingsan mendengarnya," Cery yang begitu centil semakin dibuat melayang dengan perasaannya sendiri ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Makasih ...