
"Coba dulu aku nggak pergi ikut Hera, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Kini aku sudah tidak suci lagi gara-gara Hera yang sudah menjual ku." Sonia menatap kosong ke arah jendela.
Dan di dalam hati kecilnya dia merasa marah, kesal. Benci, semuanya bercampur aduk menjadi satu terhadap Hera.
Namun dia ingat lagi pada keluarganya yang sedang membutuhkan uang, dan Hera yang menolong serta mengirimkan uang ke sana. Biarpun dibandingkan dengan yang sudah Hera diambil dari Sonia berlipat-lipat. Lebih besar dari yang dia pinjamkan padanya.
"Aku memakai uang Hera paling sebesar 100 jutaan, tapi yang diambil dari hasil menjual aku 800 juta. Aku nggak tahu harus ikhlas atau gimana? sadar diri atau gimana. Jadi bingung, kenapa kamu jahat sama aku Hera? Padahal aku saudara mu." gumamnya Sonia sembari mengusap air mata yang menetes di pipinya.
Waktu terus berputar dan jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat. Dan Sonia sedang melipat bajunya yang tadi dia cuci.
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka dan rupanya Dino yang masuk dengan seorang wanita yang berpenampilan rapi. Membawa koper kecil serta sepertinya dia membawa gaun pengantin wanita.
Dino meletakkan gaun di atas meja. "Selamat sore Nona? sebaiknya anda bersiap-siap. Dan wanita ini yang akan makeover dirimu agar lebih cantik." Dino melirik ke arah wanita yang bersamanya dan Sonia bergantian.
"Bersiap untuk apa, Tuan? Aku ingin pulang teman ku pasti mencari ku!" ucapnya Sonia sembari menatap ke arah pria tersebut.
"Nona, dalam waktu 1 jam lagi anda dan Tuan Leo akan menikah, jadi segeralah bersiap-siap. Ini gaunnya dan wanita ini yang akan mendandani mu. Saya harap kau tidak lagi membantah! kalau ingin hidupmu aman!" sambungnya Dino dengan nada yang jelas dan serius.
Sejenak Sonia terdiam sembari memandangi gaun yang berada di atas meja dan wanita yang tampak tersenyum ramah ke arah dirinya.
"Baiklah, aku akan mandi dulu." Sonia mengangguk lalu memutar tubuhnya berjalan yang sedikit tertatih menuju kamar mandi yang berada di kamarnya Leo.
Lantas Dino mendudukkan dirinya di atas sofa lalu melirik ke arah wanita yang tadi bersamanya. "Bawa saja semuanya ke kamar itu. Dan persiapannya di sana!"
"Baik, Tuan!" wanita itu mengganggu setuju sembari menjinjing koper dan gaun pengantin yang akan dikenakan oleh Sonia.
Wanita tersebut memasuki kamar Leo. Mendudukkan dirinya di atas sofa sembari menunggu Sonia keluar dari kamar mandi.
Setelah sekitar 15 menit kemudian, Sonia mengakhiri ritual mandinya dan bergegas keluar serta mendapati wanita yang usianya mungkin di atas Sonia itu tengah duduk menunggu dirinya.
__ADS_1
"Silakan, Nona ini gaunnya. Kita punya waktu kurang dari 1 jam lagi, jadi tolong jangan membuat saya sulit!" wanita itu berdiri memberikan gaun pengantin yang berwarna putih tulang dengan model yang simple namun tampak sangat cantik.
Namun Sonia tidak tahu apakah gaun itu akan cukup di tubuhnya atau tidak, karena kan nggak pernah fitting sebelumnya.
Setelah gaun pengantin tersebut dicoba, ternyata sangat pas di tubuhnya Sonia dan Gadis itu walaupun belum di make up sudah tampak sangat cantik nan anggun.
Apalagi nanti kalau sudah di dandani ala pengantin! pasti akan pangling orang yang memandang.
Kemudian Sonia duduk dan siap untuk di makeover oleh si wanita tersebut. Lalu dia mengaplikasikan beberapa make up ke wajah Sonia.
"Anda harus rileks, santai, wajah mu tidak boleh tegang. Kerena akan mengganggu kecantikan mu. Anda itu seorang wanita yang beruntung karena mau dinikahi oleh Tuan Leo. Sementara wanita-wanita di luar sana hanya sebagai pelampiasannya saja." tiba-tiba suara itu memecah keheningan dan suasana yang mencekam.
Sonia dengan cepat menoleh ke arah sumber suara.
"Kenapa Anda bilang begitu? lagi pula kenapa dia harus menikahi ku?" selidik Sonia dengan nada dingin.
"Saya kurang tahu, Nona. Yang jelas anda yang paling beruntung, dibandingkan wanita-wanita di luaran sana yang hanya menjadi pelampiasan nafsunya saja!" sambungnya Dino.
"Anda tidak perlu khawatir, karena itu bisa diatur dengan menggunakan wali hakim. Dan sayabsudah menyeting semuanya. Saya sudah mengambil identitas anda di kosan teman mu, dan semua barang-barang Anda, ada di luar!" ucap Dino kembali.
"Apa, anda sudah mengambil barang-barang dari kosan teman ku? Kapan dan apa teman ku ada?" tanya Sonia kepada Dino yang malah ngeloyor pergi.
Namun detik kemudian Dino kembali membawa tas kecil miliknya Sonia dan menyerahkan pada pemiliknya.
Sonia dengan buru-buru mengambil dan mengecek isinya 5as yang lusuh tersebut, ponsel, KTP. Cek yang berisi 500 juta dan data lainnya, masih terdapat dengan komplit. Di dalam tas itu.
"Anda tidak perlu khawatir, karena semuanya akan berjalan baik dan lancar. Juga pernikahan ini legal di akui oleh Negara dan agama." Dino berdiri menunggui Sonia yang masih di make up, sesekali melihat ke arah jarum jam yang berada di tangannya.
Dalam beberapa saat kemudian, akhirnya wajah Sonia sudah berubah lebih cantik, rambut pun tertata rapi, sanggul simple sangat sederhana namun terlihat elegan. Lalu dia berdiri di depan cermin, sejenak menatap dirinya yang bikin pangling. Dirinya pun setengah tidak percaya, kalau dia Sonia anak si tukang becak.
__ADS_1
"Mari Nona, kita harus segera berangkat ke kantor sebelum tutup." Dino mengulurkan tangan dan memegang pergelangan tangan Sonia, di ajak nya keluar dari apartemen tersebut bersama wanita yang tadi.
Namun sebelumnya Dino menyimpan tas Sonia ke dalam laci yang berada di dalam kamar itu.
Ketiganya berjalan di koridor. Tangan Sonia di gandeng oleh Dino dan wanita itu kanan dan kiri, keluar dari lift lalu berjalan di area lobby menuju mobil Dino yang terparkir di depan tersebut.
Semua yang bertemu dan berpapasan dengan Dino mengangguk hormat dan tampak segan.
Manik mata Sonia mengamati tempat sekitar dan setiap orang yang berpapasan dengan mereka, tampak mengagumi kecantikan Sonia yang terlihat sangat anggun nan mempesona.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil, Sonia duduk bersama si wanita yang memegangi ekor gaun yang tidak terlalu panjang itu.
Sementara Dino berada di depan mengemudikan mobilnya yang melaju pesat dan membawa Sonia ke sebuah kantor, untuk menikah dengan Leo di sana.
Perasaan Sonia tidak menentu, Gelisah dan senam jantung pun tak dapat terelakan. Rasa was-was, nervous dan entah apa lagi namanya, yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata. Keringat dingin pun mulai keluar dari tubuhnya termasuk telapak tangan yang terasa beku.
Setibanya mobil Dino di depan sebuah gedung. Begitu juga dengan mobilnya Leo yang sampainya di sana berbarengan, pria itu menggunakan setelan berwarna putih dan kanan kirinya terdapat beberapa bodyguard yang menjaga pria tersebut.
Sonia berjalan dengan tetap menunduk kan wajahnya ke bawah, ke arah jalan yang dia lewati tanpa mengangkat nya sedikitpun, dan di sebelah samping Leo juga berjalan dan sesekali melihat ke arah Sonia yang tampak sangat cantik.
Inilah saat-saat yang paling paling menegangkan, setelah mereka mendua duduk pendampingan berhadapan dengan seorang penghulu yang bahasanya Sonia kurang mengerti.
Dan proses ijab kabul pun berjalan begitu sangat lancar, Sonia yang berwalikan Hakim. Dalam satu tarikan nafas serta hitungan detik, Sonia sudah berubah status menjadi seorang istri dari pria yang bernama Leo Lie.
Sonia bengong, setelah orang-orang yang berada di sana menyebut kata sah, sesuatu yang tidak diduga sebelumnya. Sonia menikah dengan orang asing yang baru berapa hari dia temui.
Dalam hati, Sonia memanggil-manggil sang Bunda, yang seharusnya dia menikah di hadapan sang Bunda juga keluarga lainnya dan juga menikah dengan orang yang sangat ia cintai, namun pada kenyataannya tidak sesuai ekspektasi. Harapan dan kenyataan sangat berlainan ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Ayo-ayo ... mana like komen subscribe, rating dan dukungan lainnya. Makasih sebelumnya ya 🙏