
"Tentunya tangan ku sudah agak baikan, kau yang pertama merawat ku, kau adalah suster terbaik ku!" jawabnya Leo sembari menyentuh tangan Sonia.
"Bisa saja, aku nggak bisa apa-apa!" Sonia tersenyum tipis lantas dia menunduk kan wajahnya ke meja makan.
"Oke! aku mau pergi dulu dan aku akan segera memesan tiket untuk kita bisa terbang ke Indonesia dan persiapkan saja dirimu untuk membalas semua kebaikan ku, oke?" Leo mengedipkan sebelah matanya.
Membuat Sonia bergidik namun tak ayal dia mengangguk pelan, lalu berterima kasih kepada pria itu yang selalu bersikap lembut dan baik padanya. Kemudian Leo beranjak dari duduknya yang sebelumnya menghabiskan minuman yang berada dalam gelas. "Oke, aku pergi dulu. Jaga diri baik-baik ya nanti akan ada orang tus ku ke sini" Leo meraih kepala Sonia lalu di kecup keningnya dengan mesra.
Bikin Sonia yang merasa gimana ... gitu, tenang! nyaman dan merasa dihargai.
Sonia pun menyelesaikan sarapannya setelah Leo pergi, lalu dia membereskan meja makan dan membersihkannya.
Hari ini dia baru ingat kalau dia mau merawat diri ke salon. "Tapi bagaimana dengan ibu mertua dan Oma? yang katanya mau ke sini, kok aku beru ingat sih. Tapi biarlah paling mereka ikut! lagian aku sudah tahu salon di area apartemen ini!" Sonia menganggukkan kepalanya lalu mencuci semua perabotan bekas masak dan sarapan.
Beberapa jam kemudian Bu Elsa dan Oma Monalisa pun datang dan mereka membawa buah-buahan.
"Aku membawakan buah-buahan untuk mu. Biar kamu lebih gemuk, sehat. Kalau sehat. Siapa tahu kamu bisa subur dan dengan cepat memberikan cucu untuk ku!" ucap oma Monalisa dengan sedikit ketus.
Namun tidak membuat Sonia tersinggung, karena kata bu Elsa juga sifatnya Oma Monalisa Emang seperti itu, tapi dia baik juga.
"Ya Oma. Makasih banyak sudah repot-repot bawakan buah untuk ku!" balasnya Sonia sembari mencium tangan Oma bergantian dengan Ibu Elsa.
"Gimana kabar mu hari ini, Nak?" tanya ibu Elsa kepada Sonia.
Sonia tersenyum tipis seraya berkata. "Aku baik Bu ... gimana kabar sebaliknya? kalian pasti baik kan sehat!"
Lalu mereka duduk di ruang tengah duduk-duduk bersama sambil mengobrol terlihat akrab terutama dengan dengan Bu Elsa.
"Sonia, suami kamu pasti sibuk, makanya dia nggak pernah datang ke rumah apalagi mengajakmu ke sana, terus kapan kau akan diajak ke rumah ku? ocehya Oma MonaLisa sembari menikmati secangkir teh buatan Sonia.
__ADS_1
"Iya Oma ... dia emang sangat sibuk dan pulang pun paling cuma sebentar. Buat tidur saja!" jawabnya Sonia sambil menggerakkan kepalanya.
"Anak itu memang seperti itu, dari dulu selalu saja sibuk dan mencari kegiatan di luar sana, sehingga dengan orang tuanya pun jarang bertemu! mungkin karena dia memang merasa dia lah tulang punggung keluarga kami, setelah papanya meninggal di usia dia 15 tahun!" tambahnya Bu Elsa.
"Oh jadi ... Leo sudah tidak mau Ayah, aku baru tahu! batinnya Sonia sembari menatap ke arah Bu Elsa.
"Oh jadi dia sudah tidak punya ayah? gumamnya Sonia yang terdengar oleh kedua wanita tersebut.
"Itu benar, putra ku meninggal di saat usia Leo itu ....baru 15 tahun dan anak itu langsung berhenti dari sekolahnya. Dia lebih memilih melanjutkan bisnis putra ku dan karena kebetulan walaupun di usia segitu dia mampu melanjutkan bisnis ayahnya sampai sekarang!" ungkap Oma Monalisa penuh dengan rasa bangga.
"Hebat sekali Dia, dari usia segitu sudah mulai meneruskan berbisnis melanjutkan perusahaan ayahnya dan sekarang aja yang aku tahu di ktp-nya sudah usia 30 lebih. Oh jadi ... Bu Elsa ini adalah mantunya omah!" lagi-lagi Sonia bermonolog dalam hati sembari menatap kosong entah ke mana.
"Sesungguh nya kamu itu sangat beruntung karena Leo menjatuhkan pilihan menikah jatuh padamu, sementara di luar sana banyak wanita-wanita muda yang ngantri menjadi kekasihnya!" ucapnya Bu Elsa.
"Yah, aku tahu. Bahkan bukan cuma menantu untuk jadi kekasih tapi. Untuk pelampiasan nya dan ujung-ujungnya adalah uang! aku tahu itu!" gumamnya Sonia dalam hati.
"Hemmm ... kalian mau aku bikinkan sarapan atau makanan ringan gitu?" tawatnya Sonia kepada kedua wanita yang berada di hadapannya tersebut. Dan ibu Elsa menggeleng.
"Oh, Oma mau dibikin mie goreng, boleh." Sonia langsung beranjak dari duduknya.
"Ibu, bukannya Ibu tidak suka dengan masakan dia, tapi kenapa ibu malah minta mie goreng? Ibu itu jangan bikin malu!" kata Bu Elsa kepada sangbibu mertua yaitu ama Monalisa.
"Aku mau mencoba saja, siapa tahu sekarang masakannya enak!" jawabnya Om Monalisa.
Bu Elsa tersenyum lalu melirik ke arah Sonia yang mau bikin Mei goreng, berdiri di area dapur yang tersenyum juga padanya.
Sonia langsung berkutat di dapur untuk membuatkan mie goreng buat oma, lalu dia melirik ke arah ibu mertua. "Ibu, Ibu mau juga aku bikinkan?" tawarnya Sonia.
"Kalau tidak merepotkan mu, boleh!" jawabnya Bu Elsa.
__ADS_1
"Iya, aku bikinkan dua ya? untuk kalian berdua!" lalu Sonia membuatkan membuat mie goreng beserta sayurannya untuk Bu Elsa dan Oma.
Beberapa saat kemudian mie goreng pun siap dan Sonia langsung sajikan di meja dekat mereka duduk tadi yaitu di ruang keluarga.
"Tereng ... mie gorengnya ala Sonia sudah siap, silakan makan? kalau ada yang kurang, tolong dikoreksi ya?" Sonia berlutut di dekat meja menyajikan dua piring mie goreng buat ibu Elsa dan Oma.
"Sepertinya enak, bau wanginya!entah rasanya? mungkin rasanya berantakan kali." Gumamnya oma Monalisa sembari menatap ke piringnya.
"Jangan begitu, rasain dulu! kalau enak dimakan, kalau nggak! nggak usah di makan. Jangan bilang dulu yang aneh-aneh," kata Bu Elsa sembari mengambil piringnya.
Ketika bu elsa cicipi memang dia selalu cocok dengan masakan Sonia. "Mie goreng nya enak bumbunya pas, pedasnya pun pas sayurannya pun banyak aku suka!"
"Kau itu apapun suka. Kecuali tahi kucing yang kau tidak suka!" Kata oma Monalisa sembari melihat Bu Elsa yang menikmati mi gorengnya racikan Sonia.
"Ibu sendiri kenapa belum dicicipi? kan ibu yang minta duluan!" timpalnya bu Elsa sambil menunjuk piring mie goreng oma Monalisa.
"Aku jadi ragu untuk memakannya, kalau aku sakit di sini repot. Apalagi buang air besar di celana. Siapa yang mau mengurusku? emangnya kalian berdua mau mengurus ku? jika aku buang air besar di tempat?" Oma monalisa bicaranya asal saja bunyi.
"Ibu itu belum apa-apa sudah banyak bicara, aku percaya kalau Sonia itu hanya memasukkan cabai ke mie goreng Ibu sedikit saja, karena dia tahu kalau ibu ini sudah tua dan ... sudah rentan kena penyakit, Iya kan Sonia?" Bu Elsa melirik kan manik matanya pada Sonia yang sedari tadi bengong melihat perdebatan antara mantu dan mertua.
"Iya, Bu ... aku cuma masukkan cabe nya sedikit saja buat oma nggak banyak-banyak! beda sama punya ibu," Sonia pun mengangguk.
"Kau tidak memasukkan cabe yang banyak ke mie goreng? jangan-jangan kamu bohong dan nanti kau harus tanggung jawab jika aku sakit perut!" Oma Monalisa menatap curiga ke arah Sonia.
"Beneran Oma, aku nggak bohong! cobalah cicipi dulu. Kalau oma tidak percaya dan aku sudah sediakan minum yang banyak ini," Sonia meyakinkan oma Monalisa sembari menunjuk air minum yang sudah disediakan di meja.
Lalu pada akhirnya oma Monalisa pun mencicipi mie goreng tersebut, mulanya dia icip-icip doang namun lama-lama dia nampak lahap dan menikmati.
Ibu Elsa melirik ke arah Sonia sambil tersenyum melihat Oma yang akhirnya makan dengan sangat lahap ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Terima kasih ya bagi yang sudah ngasih like komen dan komen lainnya.