Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Naksir


__ADS_3

Sepanjang perjalanan mereka mengobrol dengan dihiasi tawa canda. Kemudian mobil menepi, Sonia dan Cery pun turun dari mobil Mersi berwarna hitam mengkilat itu.


"Makasih ya Bob? sudah membawa kami berdua!" ucap Sonia kepada Bobby setelah dia berada di luar mobil dan berdiri di dekat tempat duduknya Boby.


"Iya, Tuan Boby Makasih ya? sudah berbaik hati mengantar Cery dan Sonia setiap pagi malah bahkan malam pun suka dianterin juga." Tambahnya Cery yang berdiri di samping Sonia.


"Iya sama-sama, Nona cantik


... aku dengan senang hati membawa kalian, ya sudah aku pergi dulu! dah ...."


Sonia dan langsung memasuki butiknya dan menjalankan tugasnya seperti biasa.


"Hari ini ada meeting dulu ya? dan kita harus berkumpul di ruang Pak Bos!" ucapnya Ariska kepada teman-temannya termasuk Sania dan Cery.


"Jam berapa meeting nya?" tanya Sonia kepada Ariska.


Riska melihat jam yang ada di tangannya lalu berkata. "Dalam 30 menit dari sekarang kita berkumpul di sana!"


"Oke dalam waktu segitu, kita bisa melayani dulu pelanggan!" ucap Sania sambil melihat ke pintu utama yang ada berapa pelanggan masuk ke butik.


"Yaps, benar, silakan kalian melayani pelanggan butik dengan baik dan jangan mengecewakan mereka." kata Ariska kembali.


Seharian sudah Sonia berkutat dengan kerjaannya di butik dan kini tiba waktunya dia pulang.


Saat ini dia sedang berjalan di pinggir jalan raya bersama Cery sahabatnya di butik.


"Kamu kan sepertinya dekat banget tuh ya, sama Tuan Boby, deketin aku dong sama dia. Aku cinta banget sama dia!" ucapnya Cery penuh permohonan kepada Sonia.


"Hah, kamu naksir sama dia ya? deketin aja sendiri, aku nggak nggak ngerti apa-apa. Lagian kalau dibilang deket sih aku biasa aja kok, nggak deket-deket banget sama dia." Jawabnya Sonia sembari menggoyangkan kedua bahunya.


"Tapi kan kamu lebih sering ketemu dia, bilang sama dia kalau aku ini naksir sama dia!" sambungnya Cery kepada temannya itu.


"Aku nggak bisa Cer ... malu, kalau kamu naksir, bilang saja sendiri. Lagian kamu itu bukan naksir tapi mengagumi kali! jangan sampai kecewa nantinya kalau seandainya dia nggak punya rasa yang sama," ujar Sonia kembali.

__ADS_1


"Em ... entah juga ya, tapi yang jelas aku suka deh sama dia, tampan. Baik ... pokoknya aku pengen dekati sama dia aja!" Cery berucap.


Di saat sedang berjalan, terdengar suara klakson mobil. Ketika dilihat tentu saja itu mobilnya Bobby yang siap membawa Sonia dan Cery pulang.


Dan cery lebih dulu menghampiri lantas duduk di kursi depan, samping nya Bobby, sementara Sonia dia duduk di belakang!


"Tuan ganteng, bolehkan aku duduk di depan? sekali-sekali deh." Sambil menatap pria yang berada di belakang kemudi tersebut.


"Ooh tentu boleh, silakan saja! asal jangan di pangkuanku saja he he he ..." ucapnya Bobby.


"Tuan Bobby bisa aja deh, jadi malu." Cery tersenyum simpul.


Sedangkan Sonia. Desi buruan ponselnya chat-an dengan keluarga di kampung, yang katanya kerusakan mobil sudah diganti, kerusakan motor sudah diganti. Tinggal pemulihan Cindy yang tidak akan cukup dengan waktu sebentar untuk memulihkan.


Dan sang ayah baru selesai operasi yang pertama. Dan semuanya berjalan dengan lancar.


Cery yang sibuk mengobrol dengan Boby, sementara Sonia sibuk dengan ponselnya sehingga tidak terasa mobil pun berhenti menurunkan Cery.


"Makasih Tuan Boby? titip temen aku, Sonia ya?" Cery melambaikan tangan ke arah Boby dan Sonia bergantian.


"Nggak lah, sama aja di depan di belakang juga sama. Lagian nggak lama lagi juga kita akan sampai!" jawabnya Sonia.


"Iya sih benar, Oya sekali-kali main ke apartemenku di lantai XX." Ajaknya Boby pada Sonia.


"Iya lain kali saja ya? lagian nggak enak kalau aku perempuan main ke tempat laki-laki biarpun niatnya lain." Balasnya Sonia.


Setibanya di tempat parkir apartemen. Sonia dan mobil pun berjalan memasuki lobby dan berpisah ketika live terbuka yang sudah membawa Sonia ke tempat tinggalnya.


"Dah ... Boby, aku duluan ya? Sonia melambaikan tangannya ka arah Boby. Lalu bergegas membawa langkahnya ke apartemen Hera.


Di apartemen, tampak sepi karena memang Hera tidak ada di sana. "Lah, katanya kerja bagian malam. Tapi kok nggak ada. Jadi nggak sih jalannya?" gumamnya Sonia sambil celingukan mencari keberadaan Hera yang memang nggak ada kamar, di kamar mandi pun kosong.


Lalu kemudian Sonia pun membersihkan diri setelah dia mendapatkan chat dari Hera harga Sonia bersiap saja yang nantinya Hera jemput.

__ADS_1


Sonia mengguyur tubuhnya dengan air shower yang terasa begitu sangat segar, tidak lupa mencuci rambutnya dengan shampo yang begitu sangat wangi.


Tidak ada bagian tubuh yang terlewatkan dari usapan sabun. yang lembut dan wangi menyegarkan.


Selesai membersihkan dirinya. Sonia langsung mengambil handuk kimono yang tergantung di sana.


Lantas dia mengambil setelan jeans dan kemeja untuk jalan malam ini. Dalam beberapa saat Sonia pun selesai berdandan.


Rambutnya pun yang masih belum kering sempurna diikat di atas. Dia sudah tampak rapi. "Hera mana sih kok belum muncul juga?"


Kepala Sonia celingukan ke arah pintu utama yang masih tertutup. "Mana lapar! pengen makan dulu!" Sonia mengusap-ngusap perutnya yang terasa perih dan lapar.


Mau memasak ... takut Hera keburu datang menjemput.


Sonia mengambil air putih di gelas lalu dia meneguknya. lek-lek sampai terdengar suaranya.


"Kau tidak punya baju yang lebih bagus dari itu? kamu kan kerja di butik." Tiba-tiba suara itu mengagetkan Sonia.


"Hera." Sonia membalikan badannya yang merasa kaget.


"Aku bilang apa? kamu nggak punya baju lain selain itu? kamu kan kerja di butik!" pandangan Hera begitu meneliti ke arah Sonia yang hanya memakai celana jeans dan kemeja panjang.


"Emangnya kenapa? emang ini yang aku punya! biarpun kerja di butik kan aku harus beli bajunya juga, bukan gratisan." Sonia naik turunkan bahunya.


"Ganti-ganti-ganti. Kamu jangan membuat malu! nanti dikira kamu pembantu saya!" Hera berjalan ke kamarnya sembari menarik dengan Sonia.


Kemudian Hera mengambil berapa dress yang disodorkan kepada Sonia. "Nah, baju-baju ini coba pakai. Mana yang lebih cocok denganmu! biar kamu tambah cantik jangan bikin aku malu!"


Sonia bengong melihat berapa baju yang Hera rekomendasikan padanya untuk dicoba.


"Kamu nggak salah menyarankan aku memakai gaun seperti ini? mana cocok. Aku memakai gaun seperti itu ... mana pendek, lehernya pun rendah!" Sonia menggelengkan kepalanya sembari mengamati pakaian yang kini tergeletak di tempat tidur ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Mohon dukungannya ya, terima kasih.


__ADS_2