Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Aku mencintai mu


__ADS_3

Di tempat tidur yang bagus dan nyaman, di tambah pelukan dari seorang pria yang begitu erat, menghangatkan membuat Sonia merasa sangat happy dan tentram.


"Semua yang terjadi padamu selama di sini! aku tahu, Without you telling me, and don't worry, 'cause it's over." Ucap Leo sambil tersenyum lebar.


"Maksudnya Sonia dibuat heran! karena memang dia belum cerita apapun, tentang yang telah terjadi selama dia berada di Jakarta.


"Yeah, I know everything that's going on with you. You've been falsely accused and driven out by your own family. Tapi semuanya sudah selesai dan kamu jangan khawatir keluarga mu ... sekarang sudah tahu siapa yang salah!" sambung kembali Leo.


Sonia semakin menherutkan keningnya dia mencoba mencerna Apa yang dimaksud oleh Leo. Kemudian dia menganggukkan kepalanya dan dia tak kuasa menahan tetesan air mata, tergenang kembali di mana dia diusir, dicaci oleh keluarganya sendiri.


"Kamu tidak perlu bersedih karena aku sudah urus semuanya! sekarang orang tuamu pasti menunggu kedatangan mu--"


"Aku takut diusir lagi!" suara Sonia bergetar,emang di dalam hatinya ada rasa was-was.


"Aku yakin tidak akan terjadi lagi seperti itu, mereka pasti sudah menyadari kalau kamu tidak bersalah dan kamu hanyalah korban!" tambahnya Leo sambil membelai rambut Sonia.


Sonia menghalau lembut air matanya yang menetes, kemudian dia menghela nafas panjang. "Kau mau kan? menemani ku menemui keluarga ku dan jelaskan semuanya."


"Tentu baby, aku akan menemani mu ke sana dan menjelaskan semuanya! jangan kuatir. Aku sangat mencintai mu dan tidak akan kubiarkan orang yang aku cintai menderita, sekalipun cuma masalah kecil dengan keluarganya!" ucap Leo sembari memberi kecupan hangat di keningnya Sonia.


Sonia tersenyum senang, kemudian dia bangun sembari menjepit selimut nya di bawah ketiak. "Sungguh yang kamu katakan itu?"


"Kapan yang aku katakan itu tidak benar? aku akan selalu berusaha untuk membahagiakan mu." Ungkap Leo meyakinkan.


Bibir Sonia tersenyum lebar. "Makasih, makasih banyak!" kemudian Sonia memeluk Leo dengan sangat erat.


Beberapa saat kemudian, mereka pun beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Keduanya mandi bersama, sesekali saling mencumbu dan bercanda yang tidak disadari oleh Sonia pun. Sudah mulai punya rasa dan dia merasa bahagia bila berada di sampingnya Leo.

__ADS_1


"Aku lapar nih kita cari makan dulu ya?" suara Leo sambil mengenakan pakaian nya.


"Iya sama, aku juga lapar. Mau di restoran hotel ini atau di luar?" tanya Sonia sambil menenteng handuk bekas dia dan Leo.


"Kamu maunya di mana? Terserah kamu mau di mana. Aku ikut saja!" Leo memasangkan jam mahal di tangannya.


"Entah, aku nggak tahu." Sonia menggelengkan kepalanya lalu dia masuk kamar mandi sebentar, detik kemudian dia balik lagi.


"Terus kapan kita akan ke orang tua mu?" Leo membantu mengeringkan rambut Sonia dan menyisirnya.


Sonia melirik ke arah jam yang baru menunjukkan pukul 07.00 malam. "Em ... kalau setelah makan, kita ke sana gimana? itu pun kalau kamu gak capek."


"Nggak pa-pa, aku gak masalah!" Leo menatap wajah Sonia dari pantulan cermin.


Raut wajah Sonia tampak sangat bahagia dan berseri. Kemudian mengikat rambutnya di atas. Lalu mengambil ponsel dan dia masukan ke dalam tas, siap lah ia untuk pergi.


Keduanya berjalan menelusuri lorong hotel, meninggalkan kamarnya dan meninggalkan kenangan yang terindah yang sudah dilewati beberapa saat yang lalu.


Leo dan Sonia memasuki restoran hotel dan mencari tempat untuk duduk. Dengan cepat dilayani oleh pelayannya dan langsung saja mereka memesan menu-menu yang mereka sukai.


Di saat sedang menunggu makanan datang, pandangan Sonia menyisir ruangan restoran tersebut dan kedua menik matanya mendapatkan sosok yang dia kenal, yaitu Hera dan juga Zai. Pandangan Sonia terkunci di sana.


Membuat Leo merasa heran lalu dia pun menelusuri Apa yang sedang Sonia lihat, rupanya di tempat itu ada Hera dan seorang laki-laki tengah menikmati makan malamnya, sesekali dihiasi dengan canda tawa dari mereka.


"Beraninya dia menampakan diri di sini, apa dia tidak tahu kalau Sonia juga menginap di hotel ini." Gumamnya Leo sangat pelan.


Namun nyaris terdengar oleh Sonia sehingga wanita muda nan cantik itu melirik ke arah Leo.


"Ha? kamu bicara apa barusan?" tanya Sonia pada Leo.

__ADS_1


"Tidak ngomong apa-apa. Hanya bertanya apakah wanita itu tahu kamu juga menginap di hotel ini?" Leo menatap ke arah Sonia dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Em ... sepertinya tidak!" Sonia menggelengkan kepalanya pelan lalu mentahkan pandangan pada bunga yang berada di hadapannya.


"Apa ... kau mengenal pria itu?" selidiknya Leo dan pura-pura tidak tahu siapa pria yang bersama Hera tersebut.


"Dia ... Dia kekasih ku tapi itu dulu, karena sudah lama ini kami lost contact dan aku nggak tahu apa sebabnya." Jawab Sonia kemudian menundukkan kepalanya melihat meja.


"Apa kamu sudah menemuinya?" tanya kembali Leo sembari menatap curiga pada Sonia.


"Ha? ti-tidak, a-aku belum pernah ketemu dia. Selama di sini aku nggak kemana-mana, selain ke rumah orang tuanku dan tempat wisata sama adik-adikku! aku nggak pernah kemana-mana lagi apalagi ketemu dia!" akunya Sonia lagi-lagi menggeleng.


"Apa kau masih mencintainya? Leo kembali bertamya sembari menggeserkan piring makan yang baru saja datang.


Sejenak Sonia terdiam, dia tidak tahu dengan perasaannya sekarang, masih mencintai Zai atau memang sudah berubah? Sonia mangalihkan penglihatannya, ke arah Zai untuk beberapa saat kemudian ... mengalihkan lagi pandangannya pada Leo seraya berkata. "Tidak."


"Yakin kamu sudah tidak mencintainya? segampang itukah kau melupakannya?" tatapan Leo semakin lekat, dia seolah ingin tahu gimana perasaan Sonia terhadap kekasihnya itu.


Sonia menunduk, lalu dia mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk makanan dan bersiap untuk makan. "Makan dulu! nanti kalau malam kan mau ke rumah orang tuaku!"


Leo pun segera menikmati makanan dan menyantap dengan sangat lahap, biarpun hatinya merasa kesal. Bagaimanapun hatinya terbakar api cemburu, dan sesekali melepas pandangannya mengarah pada Hera dan juga Zai.


Selesai makan malam, keduanya pun beranjak untuk meninggalkan tempat tersebut! namun ketika berjalan malah bertabrakan dengan Hera dan juga zai. Membuat pasang mata mereka saling terbelalak melihat satu sama lain.


Sonia terkesiap karena tidak menyangka akan bertabrakan dan bertemu mereka, biarpun sudah melihat keberadaan mereka dari jauh.


Sementara Hera dan Zai tidak menyangka kelau akan bertemu Sonia di sana dan Hera pun tidak mengira kalau Sonia selama ini berada di hotel yang sama.


Apalagi Hera tidak menyangka sama sekali, Kalau ternyata Sonia ke Jakarta nya bersama Leo ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar semuanya? semoga di saat ini kabar kalian berada dalam lindungan Allah subhanahu Wa ta'ala! dan dimudahkan dalam segala urusan, dimurahkan rezekinya. Disehatkan tubuhnya, dipanjangkan usianya. Amin-Amin-Amin ya Allah ya rabbal alamin.


__ADS_2