Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Foto pernikahan


__ADS_3

"Em ... seandainya aku bicara apa adanya! apa kalian akan percaya padaku?" Sonia menatap berduanya dengan sangat lekat.


"Iya dong ... bicara! biar kami tidak menduga-duga, tidak menerka-nerka kamu yang bukan-bukan," jawabnya Cery sambil menggerak-gerakan tangannya, begitupun mulutnya penuh dengan makanan.


Sonia menghela nafas dalam-dalam, lalu dihembuskan dengan sangat panjang menatap Cery dan Bobby bergantian.


"Aku harap ... setelah setelah aku cerita, kalian berdua tidak membenciku dan bisa menerima aku seperti sebelumnya! teman kalian," suara Sonia sangat lirih.


"Huuh ... Susah amat mau cerita juga!" suara Cherry dengan mulutnya penuh dengan makanan dan bertambah penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh Sonia.


Sejenak Sonia menatap ke arah Cherry sembari menghela nafasnya yang tampak berat, kemudian dia berkata.


"Sebenarnya ... aku sudah menikah dengan pria itu, dan sebagai buktinya ... ini foto pernikahan ku dengan dia dan juga foto surat pernikahan kami." Sonia memperlihatkan sebuah foto pernikahan dia bersama Leo dan juga suratnya! perkataan itu sungguh membuat Bobby sangat tercengang.


Bobby menggeleng seolah tidak percaya. Kalau Sonia sudah menikah dan dia menajamkan pandangannya ke arah ponsel Sonia yang ada foto pernikahan.


"Kamu tidak bercanda kan? ini serius kan!l?" Bobby menatap tajam ke arah Sonia sambil memberikan gawainya kembali.


"Hooh, Sonia kau jangan bercanda. Masa tiba-tiba menikah sama orang tidak dikenal? apakah karena dia kaya dan bisa memberikan mu segalanya? sehingga kau menikah secepat itu!" kini Cery yang memegang ponselnya Sonia.


Terlihat Sonia menghembuskan napasnya dari hidung tampak begitu dalam. "Aku serius dan itu adalah benar! aku nggak mungkin tinggal satu atap dengan pria itu, kalau aku belum jadi istrinya."


"Oh my God ... pengakuan apa ini? sahabatku menikah sama orang yang tidak dikenal hanya gara-gara dia kaya raya, dan bisa memberikan segalanya pada orang tua?" Cery memegangi kepalanya dengan kedua tangan.


"Hooh. Aku menggunakan wali hakim!" jawabnya Sonia.


"Aku tidak mengerti, apalagi kalau dia banyak duit, kan kamu bisa diantar dulu ke orang tua mu. Dilamar dan menikah nya di hadapan orang tua! bukan dengan wali hakim, Apa artinya banyak duit kalau sampai menikah pun tanpa sepengetahuan orang tua!" ujar Bobby dengan menahan rasa kecewa.

__ADS_1


Belum juga dia mengutarakan isi hati kalau dirinya mencintai Sonia. Sudah di dahului orang lain.


"Menurut aku ... inilah yang terbaik! karena ada sesuatu yang tidak bisa aku katakan pada kalian berdua. Karena itu menyangkut aib ku sendiri. Dan tolong jangan bertanya lagi kenapa! karena aku tidak bisa menjawabnya." Sonia menggeleng.


"Atas dasar apa kau menikah dengannya? Apa kau tahu kalau sesungguhnya aku sangat mencintaimu dan aku bersiap setia, jika kamu ingin sekali menikah dan aku juga bersedia untuk melamar mu dan mengajak mu pulang ke Negara Indonesia!" kata-kata itu keluar juga dari mulut Bobby mengutarakan kalau dia sangat mencintai pria yang koni suaminya.


Membuat Sonia dan Cery sangat terkejut tidak menyangka kalau ternyata Bobby menyimpan rasa kepada Sonia.


Cery pun merasa dia punya kesempatan untuk bisa mendekati dengan Bobby. Masa selama ini dia yang naksir sama Bobby tapi ternyata bobby naksir sama Sonia.


Suasana menjadi hening hanya suara riuh orang-orang yang di sebelah sana! karena kumpulan mereka bertiga tak satupun yang mengeluarkan suara.


Rasa sesak yang sedang dirasakan saat ini, rasanya menjalar ke ulu hati. Benar-benar kecewa dan sedih, ternyata Sonia sekarang Sudah dimiliki orang lain dan mungkin tak ada kesempatan untuknya bisa meraih Cinta dari Sonia.


"Sudah kubilang, jangan tanya kenapa, atas dasar apa? ataupun sebagainya, kan aku tidak bisa menjawabnya! yang jelas ... sekarang ini aku sudah menikah dengan dia! itu saja yang bisa ku ungkapkan." Sonia lagi-lagi menunduk dalam sembari menautkan jemarinya.


Kalau saja dia tidak dijual Hera tidak mungkin saat ini dia sudah menikah dengan Leo. Mungkin sampai saat ini Sonia masih bekerja di butik bersama Cery dan setiap hari bisa bertemu dengan Bobby.


"Aku bingung, jawabannya kurang akurat! kan aku pengen tahu asal muasalnya kenapa kamu bisa menikah sama dia!" suara Cery tampak lesu.


"Aku, aku harap kamu bisa mengerti posisi ku gimana dan aku kayak gimana!" Sonia menatap lekat ke arah Cery.


"Tapi bagaimanapun keputusan Sonia ... kami harus menghargainya dan buat Tuan bobby, Cery pun mau menikah sama Tuan, jangan berharap sama Sonia! dia sudah menikah." Tambahnya Cery.


Bobby melirik ke arah Cery dengan tatapan yang dingin dan datar. Untuk saat ini dia tidak bisa berpikir apa-apa lagi, selain menikmati rasa kecewa karena cintanya tidak terbalaskan.


Ibarat deburan ombak di lautan, menghiasi keheningan dan perasaan! terpaksa kusimpan cinta yang menjalar berakar penuh rasa sayang. Namun semua harus terhalang dengan keadaan.

__ADS_1


"Sudah malam, aku harus pulang, nanti dia mencariku. Untuk kalian berdua jangan banyak lagi bertanya kenapa! tolong mengerti Kalau kalau aku saat ini sudah menjadi istri orang!" Sonia belanja ke induknya seraya mengambil tas miliknya dan ponsel yang kayak kereta samping nya.


"Tapi Nia, kau masih mau kan berteman dengan ku? biarpun kau sudah menjadi orang kaya dan menjadi istri pengusaha!" suara Cery membuat Sonia menoleh.


Sonia memeluk Cery seraya berkata. "Tentu aku masih mau berteman dengan mu, dan nggak mungkin aku melupakan kebaikan mu Cer. Kamu teman ku yang terbaik."


"Ooh, Sonia. kata-kata mu membuat ku terharu," ucap Cery dalam pelukan Sonia.


lantas Sonia menoleh ke arah mobil mematung tak bergeming dan tetapannya tanpa kosong. "Aku titip ceria pulang dulu. Oh ya makasih atas semua kebaikan kamu selama ini, dan aku tidak akan pernah lupa!"


"Oh iya sama-sama hanya kata-kata itu yang terucap dari bibir Bobby.


Sedih, kesal dan kecewa bercampur aduk dalam menjadi satu dala hati Bobby, ingin berteriak namun tidak dapat merubah keadaan. Coba dari dulu ia mengungkapkan perasaan pada Sonia, mungkin akan menjadi lain cerita.


Sonia membawa langkah nya meninggalkan Cery dan Bobby. Dia mendekati mobilnya yang sedari tadi menunggu.


Sebelum Sonia sampai di dekat mobil tersebut! sopirnya sudah keluar membukakan pintu menyambut kedatangan Sonia.


"Terima kasih! dan segera kita pulang ya? apakah ada tuan menanyakan keberadaan ku?padamu," ucapnya Sonia yang di tujukan pada sopir sambil dudukan dirinya di atas kursi mobil.


"Ada, Non. Tuhan menanyakan keberadaan mana yang langsung saya zoom kepada Tuhan Kalau anda sedang mengobrol dengan keluarga teman nya." Jawabnya sang sopir setelah mengitari mobil dan duduk di belakang kemudi.


Sejenak Sonia terdiam, dia memikirkan apa yang akan terjadi. Jika Leo mengetahui dirinya bertemu dengan Bobby dan Cery, bahkan Sonia tidak sempat meminta izin kepada Leo.


"Aku pasrah, seandainya dia mau marah, marah lah. Aku nggak melakukan yang tiba-tiba kok!" batinnya Sonia sembari melambaikan tangan ke arah Cery dan Bobby.


Setelah berapa km meninggalkan area taman. Di jalan terjadi sebuah insiden ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Mohon dukungannya ya ... agar aku tambah semangat dalam menulis dan terima kasih


__ADS_2