Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Mendaki gunung


__ADS_3

Kini Sonia berjalan di koridor apartemen dengan santai menuju tempat tinggal nya. Dan dia memasukinya apartemen tersebut yang di sambut oleh Leo dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Dari mana? sama siapa? aku lihat kau sedang bersama Pria itu, Sebenarnya kau itu di pecat atau sengaja keluar untuk jalan dengan pria tersebut?" Leo mengajukan langsung rentetan pertanyaan.


Sonia menatap ke arah Leo yang tengah berdiri menatap tajam ke arah dirinya dan juga pandangan yang meneliti.


"Aku dipecat gara-gara selama 3 hari berturut-turut tidak masuk, dan mereka tidak menerima alasanku yang sakit kaki karena insiden di balkon. Mereka tidak mau mendengar ku Lantas memberhentikan ku bekerja di sana dan kau tahu gara-gara siapa? gara-gara dirimu!" jelasnya Sonia.


"Oh ya? hanya seperti itu?" Leo menaikan bahunya seolah tidak mengakui apapun.


"Kalau saja gak kejadian itu, aku nggak dipaksa ke sini dan tidak ada kejadian di balkon. Aku pasti bisa kerja dan tidak mungkin diberhentikan!" Sonia kembali berkata sambil berjalan lalu mendudukkan dirinya di sofa yang harus melintasi dulu di mana Leo berdiri.


"Kenapa kau menyalah kan ku? seharusnya kau itu bersyukur kau di berhentikan tanpa harus mengundurkan diri terlebih dahulu. Lagian buat apa kamu capek bekerja, duit mu banyak cukup melayani ku dengan baik dan uang mu akan terus mengalir." Leo pun mengikuti Sonia lantas duduk tidak jauh dari gadis tersebut.


"Apa kau bilang? bersyukur. Di pecat aku harus bersyukur! jadi aku harus menganggur gitu?" Sonia memutar bola matanya jengah.


"Kamu itu istri ku? jadi buat apa kau bekerja? capek! dan kamu bisa mendapatkan uang dari ku! tanpa kamu harus bekerja pada umumnya. Kau cukup melayani ku setiap aku mau!" Leo membingkai wajahnya Sonia lalu menciumnya bibirnya.


Sonia menolak dan menghindar. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuh Leo mengunci tubuhnya Sonia, dengan cara mendorong nya ke bahu sofa.


"Mmmcch ...."


Ciuman Leo yang liar menikmati setiap incinya. Dan menyesap nya dengan penuh gairah, melahirkan sensasi yang berbeda dan hasrat yang naik ke puncak ubun-ubun. Jiwa lelakinya sudah meronta ingin di manja.


Kebetulan Leo memang lagi menginginkan diri Sonia, makanya dia pulang pada belum waktunya. Jadi semakin lama Leo semakin mengeluarkan unek-unek dan hasratnya.


Yang semakin lama semakin memuncak sehingga tangannya menjamah sesuatu yang dia inginkan. Meremas benda yang menjadi favoritnya, yang membuat sang empu men-de-sah merdu suaranya bak ibarat bulu perindu di telinganya Leo.


Namun ketika Leo sedang sedang menikmati cumbuannya pada Sonia dan baju bagian atas nya pun sudah melorot! tiba-tiba terdengar suara bell yang begitu nyaring.

__ADS_1


Membuat keduanya terkesiap dan Leo langsung menjauhkan dirinya dari Sonia. Melihat ke arah pintu yang terdengar lagi suara bell nya.


"Ck, siapa sih? nggak tahu apa ini lagi pemanasan!" Leo menatap ke arah pintu sembari mengusap bibirnya yang basah.


Kemudian Leo pun langsung beranjak dari duduknya mendekati pintu tersebut, sementara Sonia buru-baru merapikan tali surga yang turun juga bajunya yang kemudian berlari ke kamar.


Leo membuka pintu apartemennya, tampak berdiri seorang pemuda tampan yang di pipinya dihiasi dengan bulu-bulu halus.


Dia langsung mengangguk hormat dan menanyakan. "Apakah ini kediamannya Sonia dan aku ingin bertemu dia!"


Leo menatap datar pada laki-laki yang saat ini berdiri di hadapannya itu. "Ada keperluan apa sama wanita yang sedang kau cari?"


"Oh tidak. Aku hanya ingin bertemu dengan dia saja!" sambungnya Bobby sambil celingukan ka arah dalam yang langsung Leo hadang dengan tubuhnya.


"Pergilah? sebelum saya melakukan suatu, karena sudah mengganggu kesenangan orang. Dan orang yang sedang kau cari itu tidak ada di sini." Jelasnya Leo sembari menunjuk ke arah jalan koridor.


"Tapi, saya yakin bahwa gadis itu ada di sini, tadi saya lihat dia masuk apartemen ini, jadi tidak mungkin sekali kalau dia tidak berada di dalam sana," Bobby begitu kekeh kalau Sonia tadi masuk ke dalam apartemen ini.


Brugh ... pintu daun pintu Leo tutup dengan sangat keras dan mungkin membuat terkesiap orang yang ada di depannya itu.


Kemudian Leo berjalan masuk, dan mencari keberadaan Sonia yang dia yakini, Sonia ada di dalam kamarnya sehingga dia langsung ke sana sembari membuka kaos tsirt nya yang berwarna abu. Lalu dia lempar ke atas sofa.


Benar saja, Sonia sedang berada di kamarnya dan dia sudah tampak rapi duduk di depan cermin sedang menyisir rambut yang langsung Leo hampiri dan mendekap bahunya dari belakang.


"Och ....kita lanjutkan lagi beb. Tadi kan belum apa-apa Sekarang kita lanjutkan lagi!" Leo menciumi pucuk kepala Sonia, lalu tangannya turun mendaki gunung melewati lembah sungai mengalir indah di samudra. Dan Leo sudah siap untuk berpetualang.


Dari cermin tampak Sonia sedang memejamkan kedua manik matanya. Membuat Leo semakin senang karena sentuhannya direspon oleh Sonia.


Selanjutnya Sonia di gendong Leo ala bridal style ke tempat tidur. Dan melanjutkan hasratnya di sana.

__ADS_1


...------------...


Semenjak kepergiannya Sonia dari apartemen Hera, dia semakin leluasa dan bebas membawa laki-laki ke apartemennya.


Untuk boking Hera dalam hitungan jam atau malam.


Hingga suatu waktu, dia bertemu dengan Dino. Di dalam barr, mereka berbincang dan juga akhirnya Hera menawarkan diri kepada Dino seperti biasa.


Di atas ranjang ada obrolan kalau Sonia sekarang sudah hidup enak dan dia sudah dinikahi oleh Leo.


Membuat Hera merasa sangat terkejut. Apa iya Sonia dinikahi sama Leo? asli atau bohongan dinikahi apa? paling dikontrak hanya sebagai pemuas nafsunya saja.


"Kau bicara apa nggak mungkin Tuan Leo menikahi Sonia, wanita bekas dia pakai. Sama saja dia menikahi seorang pe-la-cur. Dia memang banyak uang terus wanita yang lebih baik dari Sonia pun banyak. Rasanya tidak mungkin kalau Sonia menjadi istri seorang bos mafia!" Hera terus menggelengkan kepalanya tetap tidak percaya.


Dino bangun dan meraih celana panjangnya, seraya dia kenakan sembari dia pun berkata. "Kenapa tidak mungkin? semua di dunia ini mungkin saja Nona, anda pun saudaranya nona Sonia. Tapi apa nyatanya kau tega melakukan sesuatu!"


"Itu kan lain lagi ceritanya!" belanya Hera.


"Semuanya mungkin saja Nona dan Sonia sekarang sudah hidup enak. Dia sudah menjadi Nyonya Leo dan dia hidup terhormat. Anda harus percaya itu?" Dino menatap tajam ke arah Hera.


Hera memang belum bertemu empat mata atau bertemu langsung dengan Leo tapi sebenarnya dia tahu sosok Leo Lie yang selalu ramai diperbincangkan.


"Kok bisa sih Sonia menikah di seorang bos mafia. Juga pria asing. Dan orang yang sudah membeli kesucian dia, beruntung. Banget dia!" gumamnya Hera sembari melamun.


Dino menyunggingkan senyumnya lalu dia pergi meninggalkan Hera setelah dirinya merapikan diri.


Hera tetap tersenyum. Sambil melihat uang yang disimpan di atas tempat tidur. Dia masih Tak habis pikir apa benar Sonia sudah menikah dengan pria yang waktu itu membelinya ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Semoga panjang umur sehat selalu dan terima kasih lihat ku masih mengikuti.


__ADS_2