Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Pesta


__ADS_3

Hera menjadi penasaran. Mengingat Sonia yang katanya sudah menikah dengan bos mafia yang bernama Leo.


Kemudian dia memesan tiket ke Indonesia untuk pulang kampung. hari esok. Dia ingin bertemu dengan keluarganya yang sudah beberapa bulan ini tidak jumpa.


Dan Hera seolah mempunyai sesuatu niat yang berkaitan dengan Sonia yang entah apa.


...----------------...


Di tempat yang lain, yaitu di salah satu gedung mewah. Ada sebuah pesta seorang CEO dan Sonia di ajak Leo ikut serta menghadiri acara itu.


Sonia terlihat sangat cantik nan anggun dan semua sangat mengagumi kecantikan Sonia.


"Istri mu sangat cantik nan anggun. Kenapa baru hari ini kau ketemukan dia dengan kami semua. Apa kau takut dia ambil orang?" kata seorang teman kepada Leo.


"Iya, kenapa baru kau bawa dan mengenalkannya kepada kami! bidadari seperti ini hanya untuk kau nikmati sendiri ya? boleh dong ... membiarkan teman mu ini untuk mencicipinya!" timpal teman yang lain yang entah dia mabuk atau gimana? sehingga dia berkata seperti demikian.


Leo menatap tajam ke arah orang yang barusan bicara, rahangnya terlihat mengeras dan tangannya juga mengepal. Sorot matanya yang merah tertuju pada orang itu.


"Jangan mentang-mentang barang bagus pengen kau nikmati sendiri, biasanya juga kamu boking wanita-wanita malam, barang-barang yang sudah lecet dan longgar ha ha ha ...."


"Ho hoo ... atau mungkin wanita itu hanya pelampiasan di rumah saja, sementara di luar tetap saja menggunakan wanita tuna susila kan biasanya juga seperti itu! bagi-bagikan uang pada wanita-wanita penjajakan diri dan pada akhirnya celup juga, menikmati tubuhnya." Tambahnya lagi.


Leo melihat kanan dan kiri kebetulan Mereka berdiri di tempat yang agak lengah dari meja atau kursi lainnya.


Jedugh ....


Dengan cepat tangan kanan Leo menonjok pelipis orang tersebut sehingga orang itu terhuyung-huyung.ke depan.


Membuat orang yang berada di sana pada menjerit ketakutan dan sesaat kemudian orang itu berdiri dengan tegak dan melotot ke arah Leo lantas Leo dengan kilat meremas kerah baju orang tersebut dan langsung diseretnya keluar.


Biar tidak mengganggu suasana di dalam, orang-orang di sana memang terdengar riuh dan mengikuti dengan kegaduhan tersebut.

__ADS_1


Begitupun dengan Sonia, dia teramat ketakutan. Lalu melihat ke arah Dino agar melerai perkelahian yang mungkin akan lebih dari kejadian tadi.


"Tuan Dino, tolong dong lerai mereka, jangan sampai bertengkar! aku takut!" pintanya Sonia dengan suara bergetar menoleh ke arah Dino yang tampak tenang.


"Tenang saja Nona mereka sudah dewasa dan bisa mengatasi semuanya." Dino menenangkan Sonia, sementara orang-orang yang di dalam Tengah menikmati pesta pun sebagian pada keluar dan ingin melihat perkelahian Leo dan temannya sendiri.


"Sonia kau ada di sini?" tanya seorang pria yang membuat Sonia semakin terkejut!"


"Bobby, kau juga ada di sini, sedang apa?" Sonia tersenyum dia merasa mempunyai teman di sana.


"Aku memenuhi undangan pesta ulang tahun, makanya aku datang dan kau sendiri sedang apa di sini?" Bobby menatap lekat ke arah Sonia.


Semenjak di danau itu mereka berdua tidak bertemu lagi, padahal Bobby menunggu data-data Sonia untuk dia masukkan ke perusahaannya. Namun Sonia tak kunjung datang ataupun mengirimkan datanya! bahkan sulit untuk dihubungi.


"Em, aku. Aku sedang menemani seorang teman jadinya aku ada di sini!" akunya Sonia sedikit menggerakkan wajahnya.


"Senang bisa bertemu dengan mu. Kemana saja? padahal aku tunggu data-data kamu untuk cari pekerjaan dan aku hubungi pun! kamu sulit untuk aku temukan!" Bobby menatap dekat ke arah Sonia yang tampak senang tapi dibalik itu ada kegelisahan.


"Aku juga senang dapat ketemu kamu di sini, merasa ada teman Aku merasa asing di tempat ini. Aku kira Tak ada satupun orang orang yang aku kenal." balasnya Sonia kepada Bobby.


kemudian Sonia menoleh ke arah Dino yang tetap berdiri tidak jauh dari dirinya dan memperhatikan ke arah dan Bobby bergantian seolah-olah dia malah menjaga suaminya ketimbang tuannya yang sedang bertengkar di luar.


"kan Dino, gimana dengan warna yang di luar bisiknya Sonia dengan nada cemas.


"Anda tidak perlu khawatir, Nona dia bisa menjaga dirinya sendiri!" jawabnya Dino dengan datar kemudian dia menikmati hentakan musik dan hingar-bingar di tempat itu.


Bobby memperhatikan suaminya yang berbicara seolah-olah berbisik dengan pria yang berada di samping nya itu.


"Sonia, apakah kau sudah makan?Gimana kalau kita makan dulu dan makannya di sana!" Bobby mengajak Sonia ke arah tempat makanan.


Sejenak Sonia terdiam, dia memang lapar tapi rasanya gak enak hati. Sementara Leo di luar yang entah gimana nasibnya dan suara orang-orang dari luar masih terdengar riuh, ramai. Seolah-olah sedang menonton konser, padahal pesta itu di dalam. Bukanya mu wbukan di luar.

__ADS_1


"Om duluan saja ya! aku belum lapar nanti aku nyusul!" tolak Sonia secara halus.


"Benar nih belum lapar? atau perlu aku mau ambilkan?" tawarnya Di


Bobby pada Sonia.


Sonia melihat ke arah Dino yang menatap dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan ke arah dirinya. "Tidak usah Bobby. Nanti saja kalau aku lapar aku akan mengambilnya ke sana! duluan saja. Silakan?"


"Kalau kamu masih belum lapar ya sudah aku juga sama kok, oya kan, kemarin katanya kamu pengen bekerjaan. Terus gimana dapat yang baru atau gimana? sehingga aku tunggu data-data kamu nggak ada!" Bobby menatap ke arah Sonia.


"Em, aku masih istirahat dan aku sudah ada sampingan." Jawabnya Sonia sambil mencari tempat duduk.


"Och, jadi kau sudah punya kerjaan. Bagus lah kalau begitu, aku ikut senang!" Bobby mengangguk pelan sembari tersenyum.


Dino yang sedari tadi memperhatikan ke arah Sonia dan berbincang dengan orang asing, baginya menangkap sesuatu. Kalau pria asing itu ada rasa sama Sonia yang mungkin mereka berdua sudah saling mengenal satu sama lain.


Ketika Dino mau bicara sesuatu pada Sonia! datanglah Leo dengan tergesa-gesa menghampiri mereka.


Geph.


Pergelangan Sonia dipegang oleh Leo dan langsung diajak pergi seraya berkata. "Kita pulang sekarang? Dino. Kau pamitan kepada yang punya pesta!"


Dino langsung mengangguk dan pergi ke tempat orang yang mempunyai acara.


Dan Bobby, dia tertegun melihat Sonia yang ditarik oleh seorang pria yang kalau nggak salah pria itu yang ada di apartemen, yang ditemui dia tempo hari. Kening Bobby semakin mengerut. Ingat waktu di apartemen dan sekarang berarti yang di apartemen Emang benar Sonia.


"Sonia?" panggilnya Bobby, yang dipanggil hanya sekilas menoleh sambil berjalan dengan tangan ditarik oleh pria tersebut.


"Tuan, tolong lepaskan tanganku? Sakit!" pintanya Sonia karena tangan yang menggenggamnya itu terlalu kuat.


Namun Leo tidak mengindahkan perkataan dari Sonia, dia tetap berjalan cepat sambil menuntun tangan Sonia menuju ke mobilnya ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Bagi yang menunggu, mohon maaf ya telat 🙏 tambah lagi ada kesibukan kesibukan lain, dan kepala ku berat sekali nih.


__ADS_2