
Pria yang baru datang itu ternyata dia lah pria yang pernah ditawari oleh Hera yang bernama Dino.
Dan pria yang dihampirinya itu adalah Bos besarnya yang bernama Leo Lie, seorang mafia judi dan sindikat lainnya di Negara ini. Orang banyak mengenal dia pria dingin dan tegas.
Keduanya berjalan menuju sebuah ruangan. Semacam kamar gitu, yang berada di klub tersebut.
"Ada apa bicaralah!" Kata si pria yang berambut rapi dan ini sudah merindukan dirinya di atas sofa sembari menaikan sebelah kakinya di atas lutut.
''Begini, Saya mau menawarkan barang bagus padamu!" ucapnya Dino sembari menatap pria tersebut.
"Barang apa? kau tahu sendiri sebagus apapun barang itu aku nggak pernah pakai. Kecuali barang seperti ini," Leo menunjukkan mainannya yaitu sebuah pistol kecil namun cukup berguna untuk menembak seorang yang tidak mau membayar dalam permainannya.
"Ha ha ha ... bukan itu yang saya maksudkan. Tetapi barang hidup yang akan memuaskan mu lahir maupun batin!" sambungnya Dino sembari terkekeh.
"Barang hidup mainan di ranjang, sudah banyak mainanku tapi semuanya terasa hambar! tidak ada legit-legitnya!" Leo mengibaskan tangannya di udara.
"Ya, karena barang-barang itu mungkin sudah bekas bukan orisinil lagi." Tambahnya Dino sembari menyalakan rokok yang sudah berada di bibirnya.
"Yah, itu mungkin kau benar. Jadi di Dunia ini nggak ada yang namanya barang bagus! masih orisinil, semuanya sudah dibobol duluan oleh pacar-pacarnya mereka!" Leo menggeleng.
Leo berpikir sangat mustahil di negaranya ini masih ada wanita yang masih virgin karena rata-rata di usia sekolahnya pun! semuanya sudah melakukan hubungan ba-da-n dengan kekasih atau teman kencannya.
"Jika ada orang seperti itu di Negara ini, kau berani membayar berapa? jika memang ada gadis yang benar-benar seperti itu! memang sih kalau saya lihat orangnya bukan orang Negara sini tapi orang luar!" tawarnya Dino.
"Orang luar maksudnya, pendatang gitu?" Leo Lie mengernyitkan keningnya.
"Iya, benar. Dia adalah orang luar, pendatang dan ikut bekerja di Negara ini, saya di tawarin sama temennya dan dia bisa menjamin kalau nggak gadis itu masih virgin dan sedang membutuhkan uang yang cukup banyak untuk dikirim ke keluarganya." Dino mengungkapkan apa yang Hera katakan.
__ADS_1
"Berapa katanya? dia ingin jual diri?" sambil mengambil sebatang rokok dari tempatnya.
"Temannya yang ingin jual dan dia menawarkan bayar di muka 800 yang harus iya terima sendiri. Dan sisanya 300 diberikan kepada orang yang langsung." Jawabnya Dino sembari membuang asap rokoknya ke udara.
"1,1 m, maksudnya?" sembari membakar rokoknya tersebut.
"Yah, benar! dia menawarkan segitu dan ini foto orangnya." Dino menyodorkan ponselnya yang ada foto seorang gadis yang berpakaian lengkap rambut di kuncir, namun tampak manis dan cantik.
Kemudian Leo pun mengambil ponsel Dino dan melihat fotonya seorang gadis yang dia rasa tidak ada yang menarik-narik nya. Kalau dari penampilan. "Sepertinya dia nggak berpengalaman sama sekali dan berpakaian pun terlalu monoton seperti gadis biasa!"
"Lah iya, dia gadis biasa. Dan dia malah baru satu bulan berada di Negara ini, kerjanya di butik! kalau temannya nya itu ... di bar. Saya rasa kau pun sering melihatnya atau mungkin kau sendiri sering memakai jasanya juga!" Dino melepas tatapannya yang melekat kepada Leo.
"Yang mana orangnya? saya tidak tahu!" kini berkata dengan nada dingin.
"Ini orangnya! mungkin kau kenal atau juga sering pakai jasanya!" kini Dino menunjukkan fotonya Hera, seorang wanita yang berpakaian seksi dan wajah pun tampak menor beda banget dengan gadis yang tadi.
"Kau tidak pernah, memakainya?" Dino menatap Leo yang langsung menggeleng.
"Kalau menurut saya sih, dia sudah berpengalaman tapi miliknya legit dan cengkeramannya bagus. Dan juga tahan banting! membuat saya mampu untuk semalaman bermain dengannya!" senangnya Dino.
"Saya tidak tertarik dengan wanita itu, tapi saya akan coba dengan wanita yang ditawarkannya itu. Kalau memang masih virgin, jangankan 1,1 m 1,5 m pun saya berani bayar." Jelasnya Leo yang lebih tertarik kepada Sonia walaupun penampilannya begitu biasa.
"Beneran kau berminat dengan gadis itu!" Dino meyakinkan diri.
"Apa saya harus mengulang perkataan saya tadi? jika memang dia masih virgin dan saya yang pertama mendapatkannya ... jangankan 1,1 m 1,5 m pun saya bayar! dan sekarang kau pergi bawa berita ini kepadanya." Jelasnya Leo sembari mematikan sisa rokok yang berada di sela-sela jarinya.
"Oke, kalau begitu saya akan pergi, dan akan menyampaikan ini kepada gadis itu." Mengangguk dan beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Bagus, pergilah!" Leo mengibaskan tangannya seolah menyuruh Dino untuk pergi.
Dino pun pergi, keluar dari kamar tersebut dan tidak lupa menutup pintunya, meninggalkan Leo yang termenung sendiri.
Setelah kepergian Dino Leo kan keluar dari kamar tersebut, dan dia akan mendatangi tempat kasinonya.
Semua orang sangat menghormati Leo dan menakutinya tentunya, makanya jarang-jarang ada orang yang berani dan kurang ajar padanya.
"Apakah kau orang baru di sini? apa aku yang baru melihat mu," sapa Leo kepada seseorang yang memang baru dia lihat di tempat tersebut.
"Oh, saya ke tempat ini untuk yang kedua kalinya!" jawabnya pria tersebut dengan ramah dan mengganggu hormat karena dia tahu siapa lelang sebenarnya.
"Oh ya, kenapa saya belum melihatnya? tapi ya sudahlah Apa kau pernah menang?" pertanyaan Leo langsung ke intinya.
"Belum, kemarin justru saya kalah, berharap sekarang ini saya menang!" jawabnya pria tersebut dan sangat percaya diri.
"Oke, berapa kau pasang malam ini?" Leo menatap tajam ke arah lawan bicaranya sembari mematikan untung rokok yang ada di jarinya.
"Saya akan pasang sekitar 35.000 euro!" jawabnya pria tersebut membuat Leo menggelengkan kepalanya.
"Oke, selamat bekerja, dan semangat mencari cuan. Tapi saya sarankan! jika suatu waktu kau menang di meja itu ... jangan pernah kau kembali, karena cukup satu kali kau menang dan cukup sudah permainan mu, karena lebih banyak pekerjaan yang lebih menguntungkan dan tentunya halal bagimu!" demikian sembari menepuk bahu pria yang lebih tua dari dirinya itu sebut.
Si pria itu mengernyitkan keningnya sembari memikirkan. "Apa maksudnya nih Bos Leo? sehingga bicara seperti itu! seolah-olah kalau sudah menang berhentilah bermain judi!"
Leo berjalan memasuki ruang kerjanya dengan suasana lampu yang temaram. Kemudian dia mengeluarkan sebungkus rokok! dia mengambil satu batang, untuk dia bakar dan menghisapnya ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen.