Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Bebas


__ADS_3

"Sekarang ... kalian sudah sah menjadi suami istri dan semoga rumah tangga kalian menjadi sebuah rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah." Kata pihak kantor tersebut kepada Leo Lie yang tersenyum dan Sonia yang tampak bengong.


Lalu kemudian mereka berdua menandatangani surat pernikahan. Setelah Leo selesai, kertas pun digeser ke hadapan Sonia.


Walau tampak ragu-ragu, tak ayal Sonia pun membubuhkan tanda tangannya di atas kertas tersebut.


Setelah menandatangani buku tersebut, tidak lupa Sonia meraih tangan Leo untuk diciumnya dan Leo hanya menatap datar ke arah Sonia. Tanpa mencoba mencium kening ataupun pucuk kepala gadis yang kini sudah menjadi istrinya.


Membuat Dino memberi perintah kepada bosnya tersebut. Untuk memberikan kecupan di kening atau kepala Sonia dan kamera pun sudah siap mengarah kepada mereka berdua.


Lalu Leo pun mengikuti perintah Dino, bahkan dengan nakalnya bukan cuma kening yang Leo kecup. Tetapi bibirnya Sonia pun dia kecup dengan durasi yang lama, seiring jepretan kamera. Sehingga adegan itu langsung terabadikan.


Jantung Sonia yang sedari awal berdegup sangat kencang, apalagi di saat seperti itu rasanya mau copot dari tempatnya. Ditambah perlakuan Leo yang Sonia rasa kurang mengenakan! masalahnya dihadapan orang banyak alias tempat umum.


"Sialan. Tidak punya malu apa? ini kan tempat umum dasar predator mesum?" batinnya Sonia sembari memutar bola matanya jengah dengan perlakuan Leo tersebut.


Sementara Leo hanya menyeringai puas, melihat wajah Sonia yang merah merona. Manahan malu karena kelakuannya.


Kemudian Leo berdiri. Lalu berjabat tangan dengan orang-orang yang berada di sana yang kebanyakan pihak kantor, dan sepertinya kantor itu pun akan segera di tutup karena waktu pun sudah menunjukkan pukul 19. setempat.


"Kenapa wajah mu di tekuk begitu? seharusnya kamu bahagia, karena kamu sudah menjadi istriku dan kita bebas mau melakukan apapun!" suara Leo yang ditujukan ke arah Sonia yang sedari tadi tidak pernah mengeluarkan suaranya sepatah katapun, hanya senyum tipis saja yang terlintas dari bibirnya.


Lagi-lagi Sonia pun tidak menjawab bibir-nya benar-benar tidak ingin bicara apapun, sepatah kata pun atau tentang hal apapun, yang ada dalam hatinya kesal marah Dan benci.


"Kenapa aku harus terjebak dalam keadaan ini sih? dalam pernikahan yang seharusnya membahagiakan! disaksikan banyak orang-orang terdekat, keluarga. Sahabat, ini malah aku sendirian di sini tidak ada satupun orang yang aku kenal!" monolog sony adalah hati sembari mengedarkan pandangan ke arah sekitar.


Kemudian tangannya digandeng oleh wanita yang tadi, berjalan keluar dari kantor untuk memasuki mobil Leo Lie, sementara Leo sendiri dia masih berbincang dengan pihak kantor dan juga Dino.


Kini Sonia sudah berada di dalam mobil Leo, bukan di mobil Dino lagi! yang di dalamnya ada dua orang yang entah supir atau bodyguard, yang jelas ... dia terduduk di belakang kemudi.


"Apa kau baik-baik saja, Nona?" tanya wanita yang tadi dan dia masih berdiri di depan pintu mobil.

__ADS_1


"Ach, enggak kok, nggak kenapa-napa. Aku baik-baik saja kok!" jawabnya Sonia sembari menggeleng lalu dia mengambil botol air mineral dan ia teguk sampai habis setengahnya.


"Apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya lagi wanita tersebut.


"Nggak Kak, makasih!" ucap Sania seraya sedikit mengangguk.


Wanita itu masih berdiri di dekat pintu mobil yang sudah ditutup. Dan dia menunggu Dino karena dia akan ikut mobil Dino.


Beberapa saat kemudian. Leo dan Dino datang, bersama berapa bodyguard dan memasuki mobilnya masing-masing.


Leo memasuki mobilnya dan duduk di samping Sonia, yang sedikit menggeser, menjauh dari pria yang duduknya malah sengaja mepet.


"Kenapa, takut?" tanya Leo sembari menoleh ke arah Sonia.


Sonia mengatupkan bibirnya sembari melihat keluar jendela, dia tidak mau menjawab perkataan pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Karena Sonia tidak menjawab, Leo menjadi gemas. Tangannya menarik wajah Sonia agar menoleh ke arah dirinya, dan dengan cepat Leo mencium bibir sonia yang sontak mendapat penolakan dari gadis itu.


Bibir Leo menyungging membentuk sebuah senyuman. "Kenapa mesti malu! apalagi sekarang kamu sudah menjadi istriku, jadi wajar dong ... kalau Aku melakukan apapun pada mu."


"Dasar mesum!" gumamnya Sonia sembari mengerahkan lagi pandangannya keluar jendela, melihat suasana malam dan kuda-kuda besi yang beriringan bahkan saling berbalappan dengan kuda besi lainnya.


Suasana malam yang tampak indah, berhias lampu-lampu yang di pinggiran jalan maupun di gedung-gedung bertingkat yang terlihat bersinar cantik, langit pun terlihat bersih dihiasi bintang-bintang yang sudah mulai tampak menemani sang malam.


"Emangnya kamu baru tahu, kalau saya ini mesum? jangankan sama istri, sama yang lain pun sama!" suara Leo sembari menyandarkan punggungnya ke belakang.


Sonia menolehkan kepalanya pada Leo. "Ya karena kamu itu predator kelamin yang suka mempermainkan wanita. Dan wanita bagi mu hanya sebagai pelampiasan! pemuas nafsu saja!"


"Pintar, tahu dari mana? aku bisa membeli banyak wanita sepertimu yang masih di segel apalagi yang sudah jebol. Namun diantara semuanya kamu yang beruntung! karena saya mau menikahi mu!" Leo menatap wajah Sonia yang tampak sangat cantik sambil sedikit menautkan alisnya.


Sonia mengalihkan pandangannya ke arah lain dan dia tidak sanggup membalas tatapan dari Leo yang tajam dan sulit dia artikan.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, aku beruntung atau gimana? yang jelas aku merasa dijebak! terjebak dengan keadaan. Aku ingin pergi dan tidak pernah ingin ketemu lagi dengan mu--"


"Oh, ya? kau ingin kabur dariku, kenapa tidak kamu lakukan? bukankah barusan kamu sendirian yang sebenarnya banyak peluang untuk kabur! tapi kenapa tidak kamu lakukan!" ucapnya Leo sembari meredakan pandangannya ke depan.


"Em ... aku! i-itu." Sonia kebingungan dan baru kepikiran soal itu, kenapa tadi ketika keluar dari kantor dan dia nggak berusaha kabur? padahal dia hanya berdua dengan wanita itu yang dia sendiri bisa saja keluar dari belenggu atau penjara yang Leo buat.


"Iya juga sih, kenapa aku jadi bodoh sih? tadi ketika aku keluar dari kantor sama wanita itu, dan gak kepikiran sama sekali untuk kabur. Mungkin bisa aja aku kabur. Lagian wanita itu nggak mungkin juga bisa menangkap aku. Ya Tuhan ... kok baru kepikiran sih? tapi kaki ku masih sakit! lagi pula Sekarang aku sudah menjadi istrinya bagaimanapun ... ach pusing kepalaku!" Sonia bergumum dalam hati.


Kepala Sonia menggeleng sembari bermonolog terus dalam hati dan sekilas melihat ke arah Leo yang tampak sibuk dengan ponsel nya.


"Kenapa tadi tidak kabur, Nona? bukankah tadi ada kesempatan buat kabur? kenapa tidak kau lakukan, kan bisa kabur bodyguard semua di dalam kok!" Leo tanpa menoleh.


Sonia tidak menjawab dia hanya terdiam. sambil melepas pandangannya ke luar jendela.


"Kan sudah saya bilang, seandainya kamu bisa kabur, kabur saja. Tetapi sewaktu-waktu saya butuh, kamu pasti akan aku dapatkan. Mataku ada di mana-mana." Ulang lagi Leo, sembari melirik sekilas pada Sonia yang memilih terdiam lagi dan mungkin sibuk dengan pikirannya.


Mobil yang ditumpangi nya Sonia dan Leo, terus melaju begitu sangat cepat menuju apartemen.


Setibanya di sana, Leo duluan keluar dari mobilnya, mengeluarkan tangan kepada Sonia yang tidak serta merta meraih tangannya! melainkan ditatap dengan tatapan dingin.


"Apakah kamu tidak mau keluar atau mau kabur? aku tidak akan melarang untuk mu kabur!" ucapnya Leo sembari mengedarkan pandangan ke arah sekitar.


"Terserah mau ngomong apa juga!" gumamnya Sonia sembari menurunkan kakinya bergantian ke lantai jalan.


Namun kedua kakinya ditarik kembali ke dalam mobil untuk melepaskan sepatu yang dengan hak tinggi itu.


Leo hanya melihat dan memperhatikan gadis itu, yang berdiri dan menjinjing sepatunya dan juga menaikkan sedikit gaun pengantin agar tidak menyapu lantai ....


...🌼---🌼...


Mohon dukungannya ya like comment subscribe ratingnya juga, terima kasih

__ADS_1


__ADS_2