Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Di pecat


__ADS_3

Setelah kepergian, Leo. Bu Elsa. Oma dan Sonia mengobrol dan Sonia pun membuatkan sarapan untuk kedua wanita tersebut, mereka berdua pun sangat menyukai masakan Sonia dan memuji kepandaian memasak gadis itu.


"Hem ... pandai juga aku memasak Leo pasti suka dengan masakan mu begitu pun saya," ucap bu Elsa pada Sonia.


"Biasa aja, menurut saya masakannya enakan di pelayan di rumah, kamu tuh suka berlebihan kalau menyanjung orang!" ketusnya Oma Monalisa.


Bu Elsa menatap datar ke arah sang Bunda. "Ibu suka gitu sama orang, tidak boleh! Sonia jangan didengar ya omongan Oma ... sebenarnya dia itu baik kok," Bu Elsa menoleh juga ke arah Sonia yang mengangguk santai.


"Tidak apa-apa Bu!" Sonia menggeleng kan kepalanya sambil menikmati makannya.


"Oh ya, apakah orang tua mu di Indonesia atau ada keluargamu di sini?" selidiknya ibu Elsa kepada Sonia, dia ingin tahu asal-usulnya Sonia dan di mana orang tuanya.


"Orang tuaku ... di Indonesia dan aku nggak punya keluarga di sini, tapi aku ke sini bersama saudara ku yang sama-sama bekerja!" jawabnya Sonia.


"Oh gitu, terus kalian menikah?" tanya kembali bu Elsa.


"Aku kurang tahu, mungkin Tuan Leo sendiri yang mengurusnya." Jawabnya kembali Sonia kebingungan untuk menjawab pertanyaan bu Elsa.


...-------...


Hari ini bertepatan dengan masuknya Sonia kembali ke butik, dan dia langsung di interogasi oleh bosnya. Katanya ini itu apalah. Alasannya dan bla bla bla bla bla bla ... dan pada akhirnya butik memutuskan kalau Sonia diberi surat keputusan resign dari butik dan tidak mempekerjakan lagi Sonia di sana.


Membuat Sonia merasa tercengang bukan main, karena sudah bilang sama Cery untuk mengatakan alasannya kenapa dia nggak masuk kerja. Dan Cery sendiri memang mengatakan kalau dia sudah bilang sama bos tentang masalahnya Sonia tidak masuk kerja. Dan keputusannya gimana? itu wewenang beliau pihak butik.


"Apa tidak ada pertimbangan lagi Pak? saya membutuhkan pekerjaan itu dan saya tidak bekerja! karena memang kaki saya sakit. Bukankah Cery pun sudah bilang seperti itu!" ucapnya Sonia sembari menunduk.


"Saya Tahu dan Cery sudah cerita! tapi keputusan saya tidak bisa diganggu gugat karena masih banyak orang baru ingin bekerja di sini, sementara kamu menyia-nyiakannya--"


"Tapi Pak, gimana caranya saya mau masuk bekerja, kan sudah jelas-jelas ya? kalau saya sakit bukan sengaja menyia-nyiakan!" timpalnya Sonia membela diri sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


"Yang saya butuhkan adalah kedisiplinan dan banyak orang yang lebih inginkan pekerjaan ini, jadi kerja kamu cukup sampai di sini saja." ucapnya Pak Marwan dengan sangat tegas.

__ADS_1


Sonia menghela nafas berat ternyata dia dikeluarkan juga dari butik tanpa bisa membela diri ataupun mempertahankannya. "Ya Allah ... kenapa aku kehilangan pekerjaan juga, cuman gara-gara gak masuk karena kenapa kakiku!"


Semua teman-teman kerja Sonia ikut sedih dengan di keluarkan nya Sonia. Mereka memeluk Sonia erat dan penuh haru.


"Aku sedih, semoga kau dapat pekerjaan yang lebih baik lagi ya?" kata seorang teman kerja Sonia.


"Hooh, aku akan sangat kehilangan mu!" timpal yang lainnya.


"Nia, kan apa yang ku bilang. Kamu dibuat Resign. Gara-gara gak masuk kerja, Ngah ... aku jadi sedih," Cery memeluk Sonia sangat erat.


"Maaf ya teman-teman jika selama ini aku ada salah sama kalian dan mungkin ada kata-kata yang menyinggung kalian semua," ungkap Sonia.


"Kamu tidak ada salah dan bila ada pun sudah pasti kami maafkan kok. Kabar-kabari kami ya." Balas teman-teman nya Sonia.


Setelah berpamitan dengan teman-teman nya. Sonia pun pulang dengan berat, ternyata kerja di situ hanya beberapa bulan saja. Kalau ngandelin bayar hutang dari gajih mungkin tidak akan ke bayar sama Hera.


"Ini semua gara-gara Hera dan tuan predator itu. Aku kehilangan kerjaan ku!" gumamnya Sonia sambil berjalan kaki di pinggiran jalan.


Sonia menoleh ke arah sumber suara di mana Bobby menimbulkan kepalanya dari jendela mobil, dan menatap ke arah dirinya.


"Bobby," gumamnya Sonia.


"Kau sedang apa di sini? kenapa kau jalan kaki sendirian dan bukannya jam segini kamu dah masuk kerja?" Bobby Melihat jarum jam yang ada di tangannya.


"Aku tidak kerja. Sudah dipecat!" jawab Sonia pelan.


"Di pecat? kenapa dipecat Apa kesalahan mu. Lagian beberapa hari ini aku cari kamu, tapi chat dari ku tidak pernah kamu balas telepon pun nggak kamu angkat. Aku ada tempat untuk kamu tinggal!" kata Bobby lalu menyuruh Sonia untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Tapi ... bukannya kau sedang bekerja?" ucap Sonia sebelum naik ke mobilnya Bobby.


"Tidak apa-apa! masuk saja biar kita bisa ngobrol leluasa." Timpalnya Bobby.

__ADS_1


Pada akhirnya Sonia pun masuk ke dalam mobil Bobby dan mobil itu segera melaju setelah Sonia duduk dengan nyaman.


"Kenapa dipecat? Apa kesalahan mu? sehingga dipecat segala? kan dirimu kerja di butik bukan kerja di tempat yang lain yang lebih disiplin--"


"Justru itu katanya kurang disiplin, gara-gara aku tidak masuk kerja sekitar 3 hari. Padahal udah dibilang sama Cery, kalau kakiku sakit makanya nggak masuk kerja! tadi aku masuk, langsung diberhentikan." Suara Sonia pelan sembari melihat ke depan.


"Emang kakimu sakit apa? kenapa nggak bilang sama aku? biar kita ke rumah sakit dan kamu belum menjawab pertanyaanku tadi, kenapa sulit aku hubungi?" ucap Bobby serta mengulang pertanyaan yang tadi.


"Maaf Bobby, aku nggak sempat membalas chat atau telepon kamu. Kakiku sakit karena sedikit insiden dan sekarang sudah sembuh kok cuma sedikit doang!" jawabnya Sonia sambil melirik ke arah Bobby.


Sorot mata Bobby mengarah pada kedua kaki Sonia. "Syukurlah kalau sudah sembuh. Terus gimana? apa kamu sudah mendapatkan tempat tinggal?"


"Tempat tinggal ... sudah, aku sudah mendapatkannya. Alhamdulillah." Sonia menganggukkan kepalanya lalu mengalihkan pandangan ke luar jendela seraya menghela nafas yang tampak berat.


"Di mana tempat tinggal mu?" selidiknya Bobby.


Sonia langsung mengalihkan pandangan ke arah Bobby dan menatapnya dengan sangat lekat. "Aku tidak mungkin bilang aku tinggal di mana sama Bobby. Takut nantinya ada masalah." Gumamnya Sonia dalam hati.


"Eh ... kamu mau bekerja kan? sudah, nggak apa-apa aku turun di sini saja!" Sonia mengalihkan pembicaraan dan meminta untuk turunkan di sana karena dia pikir Bobby pun harus bekerja.


"Aku sih nggak ada masalah soal kerjaan, dan jika kau ingin bekerja ... aku bisa membantu, kamu lulusan apa?" tanya Bobby sambil melirik ke sampingnya di mana Sonia duduk.


"Aku cuman lulusan SMA saja! kalau di kantor mungkin paling banter aku jadi office girl." Jawabnya Sonia sembari tersenyum dan sekarang dia punya harapan baru kalau Bobby bisa membantunya untuk mendapatkan pekerjaan.


"Oke kasihkan saja datanya padaku, dan aku akan segera membantumu agar dapat pekerjaan lagi. Sekalipun menjadi office girl tidak apa-apa kan? lagian awal mula. Siapa tahu ke depannya bisa naik pangkat!" ujarnya Bobby.


"Booby. Aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih kalau sudah mau membantuku dan aku akan secepatnya memberikan data-data kepadamu!" dengan wajah yang sedikit gembira karena Harapan itu ternyata ada.


"Iya sama-sama, dan sekarang kamu mau ke mana? Biar aku antarkan!" tawar Bobby sambil terus melakukan mobilnya ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Hari kemarin novel ini nggak update gara-gara kepala berat sekali, dan kebetulan ada kesibukan lain. Masih sore aku udah tiduran maaf ada yang menunggu ya.


__ADS_2