
"Dimana Hera nya?" Sonia celingukan lantas manik mata tetap ke arah tempat tidur yang ada orang nya yang tertutup selimut.
"Di sana Nona, permisi. Saya keluar dulu!" Dino keluar setelah berpamitan.
Sonia berbalik ke arah pintu yang di tutup oleh Dino. Dengan perasaan yang tidak menentu dan merasa bingung juga. Lalu kembali menghadap ke arah tempat tidur.
"Masa Hera pingsan, tapi di tutupi seperti itu." Gumamnya Sonia dalam hati sambil mendekati tempat tidur.
"Her ... Hera?" panggil Sonia terdengar lirih. "Kamu ngerjain aku ya? jangan main-main dong ... ini tempat orang nih!"
Seseorang itu yang sedari tadi berbaring di bawah selimut, mendengarkan suara dan pergerakan seorang gadis yang sudah dia beli melalui Doni pada kawan wanitanya. Dia adalah Leo, si bandar judi dan beberapa sindikat lainnya.
Kemudian, leo bangun dan menurunkan selimutnya. Menatap ke arah Sonia yang sontak tampak terkaget-kaget serta memundurkan tubuhnya beberapa langkah ke belakang.
"Si-siapa anda! mana teman saya yang bernama Hera, di mana dia?" Sonia celingukan.
Dia bener-bener kaget dan tidak menyangka kalau ternyata yang di atas tempat tidur itu bukanlah Hera melainkan seorang laki-laki asing yang berwajah tampan juga tubuh atletis.
Dia tampak gagah dan berwibawa. perutnya terlihat sixpack dengan kemeja yang terbuka kancingnya. Dan dia menunjukkan senyumnya yang menawan kepada Sonia.
Lagi-lagi Sonia mundur dan dekati pintu, memutar handle untuk dia buka tapi sayang pintunya terkunci dari luar.
"Ya Allah ... apa-apaan ini? dikunci! tolong ... bukakan pintunya?" teriak Sonia sambil menggedor daun pintu yang berada di hadapannya tersebut.
Leo mengibaskan selimutnya, lalu dia menurunkan kedua kaki menampakkannya di lantai dan berjalan dengan teratur ke arah Sonia.
Pria itu menatap dengan penuh meneliti ke arah Sonia dari atas sampai bawah, tidak luput dari pandangannya.
__ADS_1
"Sungguh beda! dari gambar yang pernah kulihat kenyataannya dia lebih cantik dan menarik!" gumamnya Leo sambil terus melepaskan pandangannya ke arah Sonia, seolah tidak berkedip.
Apalagi dengan penampilan dress pendek dan kerah rendah, serta menunjukkan bagian-bagian yang seksi dari tubuhnya.
"Percuma kau berteriak, meminta tolong pun tak ada yang akan menolong mu! karena kamar ini kedap suara dan pria yang tadi adalah pria suruhan ku, yang sudah mengunci pintu dari luar." Suara bariton itu membuat Sonia langsung berbalik badan.
Dengan perasaan yang tidak menentu, serta bermacam pertanyaan yang bergelut di dalam hati dan pikirannya. Siapa pria ini dan di mana Hera berada? kenapa dia diajak ke kamar ini bahkan pintunya pun dikunci dari luar.
"Apa kau yang bernama Sonia?"
"I-iya. Si-siapa dirimu?" Sonia tampak sangat ketakutan apalagi melihat kedua kaki Leo terus berjalan maju mendekatinya. "Mana teman wanita saya? katanya dia pingsan di sini dan aku ingin mengajaknya pulang!"
"Saya tidak pernah tahu teman kamu itu siapa dan di mana! karena ini kamarku! dan satu lagi kamu tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini sebelum kamu membayar apa yang sudah saya berikan!" suara bariton terdengar lirih namun cukup menakutkan.
"Mengembalikan apa dan apa yang sudah kau berikan padaku? karena aku tidak pernah menerimanya darimu!" Sonia menggelengkan kepalanya dengan kasar dia tidak mengerti harus membayar apa.
"Ha ha ha ... jangan pernah berlaga bodoh ataupun tidak mengerti apa-apa! saya sudah memberikan uang 800 juta untuk satu malam--"
Pria itu ketawa lepas sampai terbahak-bahak sembari sedikit bertepuk tangan kemudian dia berkata.
"Apa kau tidak mengerti juga atau pura-pura bodoh atau berniat menipu ku setelah mendapatkan uang, kalau tidak mau memberikan tubuhmu padaku. Lantas kau kabur begitu saja, no-no-no-no, no-no-no-no!" ucapnya Leo sembari menggerakan telunjuknya.
"Bodoh, tubuh? Apa maksudmu dan siapa yang mau menipumu? aku ingin pulang mengajak teman ku Hera, dan di mana sekarang?" Sonia kekeh menanyakan keberadaan Hera.
"Saya sudah pernah bilang saya tidak tahu di mana ataupun siapa teman wanitamu itu, yang jelas saya sudah membeli ke-pe-ra-wanan mu untuk satu malam ini." Leo semakin mendekat dan mencolek lagu Sonia yang tentunya Sonia tepis dengan kasar.
"Jangan colek-colek! saya-saya bukan sabun colek dan saya juga bukan wanita murahan!" ucapnya Sonia sembari bergeser dari tempatnya ke arah kanan.
__ADS_1
"Ha ha ha ... ya memang kau bukan wanita murahan tapi wanita mahal, karena kalau wanita murahan 50.000 perak pun jadi menemani ku dalam satu malam! atau dikasih makan enak pun selesai!" Leo lagi-lagi tertawa lepas.
Kemudian Leo Lie mendekati lagi dan kini tangannya menjepit dagu Sonia dengan kuat, sehingga Sonia pun tidak bisa melepaskannya walaupun dengan kedua tangannya yang memegangi tangan Leo yang hanya sebelah itu memegang dagunya.
Lalu dengan secara tidak diduga, Leo menyentuh Bibi Sonia dengan singkat yang terasa manis serta menimbulkan rasa sensasi yang aneh.
Jelas Sonia kaget sekaget-kagetnya, dia tidak menyangka sama sekali kalau pria itu dengan lancangnya mencium dia, lalu Sonia menginjak kaki Leo dengan sekuat tenaganya sehingga Leo melepaskan dagu Sonia.
Sonia menampar pipi Leo jangan sekeras-kerasnya namun pria itu seolah tidak merasakan apapun buktinya dia tidak bergeming dan menatap tajam ke arah Sonia.
"Kamu tidak perlu kurang ajar sama saya! karena kamu itu sudah jadi milik saya!" Pekik nya Leo sedikit tertahan sembari mengusap pipinya.
"Lepaskan saya! dan buka pintunya?" pinta Sonia sambil kembali memutar handle pintu.
Leo meraih pinggangnya Sonia dan ditariknya ke dekat tempat tidur yang ukuran dobel size.
Bikin Sonia terkesiap dan lalu loncat menjauh beberapa langkah dari pria tersebut. Matanya pun sudah mulai berkaca-kaca kebingungan gimana caranya supaya bisa keluar dari kamar tersebut.
"Kamu itu tidak akan bisa lepas dari saya! sebelum saya mendapatkan semuanya dari mu. Ha ha ha ..." Leo menatap intens ke arah paha Sonia yang gaunnya naik ke atas dan langsung Sonia turunkan.
Di turunkan ke bawah, justru lehernya pun ikut turun mengekspos belahan dadanya yang bikin netra mata Leo melotot dengan sangat sempurna.
Gerak-gerik Sonia yang masih tampak malu-malu, semakin membuat yakin kalau gadis ini memang masih belum pengalaman.
"Tolong, Tuan. Keluarkan aku dari kamar ini? 4aku harus menemui teman aku yang sekarang tidak tau dimana! tolong, Tuan tolong?" Sonia menyatukan kedua tangannya di depan dagu setengah menutup belahan dadanya.
"Sorry! saya tidak bisa memenuhi permintaanmu, sebelum kamu membayar apa yang sudah saya keluarkan." Leo Lie menggelengkan kepalanya sembari semakin mendekat ke arah Sonia yang mundur ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Jangan lupa like comment, kasih dukungan lainnya juga ya makasih.