Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Pelampiasan


__ADS_3

"Saya tidak mau bertemu dia dan aku nggak ada urusan dengan dia lagi! aku tidak mau ke sana." Sonia hentikan langkahnya setelah berapa langkah dia berjalan dari pintu kosannya Cery.


"Saya tidak tahu urusannya, Nona. Saya hanya diutus untuk membawa anda ke hadapannya dan jangan menyuruh saya untuk pemaksa anda, Nona." Pintanya Dino sembari sedikit mendorong punggungnya Sonia agar berjalan.


"Saya tidak mau bertemu dia dan saya tidak ingin menjadi pelampiasan hasrat bejatnya dia." Sonia kini lebih berani sambil menatap ke arah Dino.


"Oh, jadi anda ingin saya memaksa untuk berbuat sesuatu pada anda?" kini giliran Dino yang menatap tajam ke arah Sonia dengan ancang-ancang akan memaksa Sonia untuk pergi dengannya.


"Aku mohon Tuan, jangan bawa aku ke sana lagi. Dia yang sudah menghancurkan hidup aku Tuan, aku tidak ingin bertemu dia lagi. Aku mohon Tuan Dino! mengerti aku!" Sonia terus memohon kepada Dino agar tidak memaksanya untuk pergi menemui pria yang bernama Leo.


"Yang sesungguhnya menghancurkan hidup dirimu itu bukan Tuan saya! tapi temanmu Hera, karena dia yang sudah menjual dirimu kepadanya. Kami hanya membeli dan Sudah selayaknya sesuatu yang sudah beli, dipergunakan sebaik-baiknya. Jadi anda tidak seharusnya menyalahkan dia seutuhnya. Sebab yang kurang ajar tetaplah sahabat mu!" ucapnya Dino sembari memegangi tangan Sonia.


"Tetapi menurut ku apa bedanya anda, dia dan juga Hera. Semuanya sama saja sama-sama jahat, jahanam. Tidak punya hati dan tidak peduli dengan perasaan ku. Aku wanita baik-baik, aku nggak pernah berniat untuk macam-macam apalagi menjual keperawanan ku demi uang. Aku memang orang miskin dan aku membutuhkan uang tapi aku nggak pernah kepikiran sampai ke sana." Suara Sonia sambil berjalan karena tangannya terus ditarik oleh Dino yang terus menjauhi kosan tersebut.


"Kalau Anda mau bicara panjang lebar di mobil, jangan di jalan seperti ini." Dino memaksanya untuk masuk ke dalam mobil dan duduk di depan samping dia yang akan menjadi sopir mobil tersebut.


"Aku ini nggak wanita baik-baik, dari negeriku ke sini untuk mencari kerjaan yang halal. Bukan sebaliknya." Suara Sonia sedikit bergetar menahan ingin menangis.


"Saya tidak tahu apa-apa, Nona ... saya hanya menjadi perantara membeli Anda kepada teman mu Hera, jadi yang sepantasnya disalahkan adalah dia! kenapa dia sok tahu menjual Anda kepada kami. Tapi sudahlah! nggak usah dibahas lagi percuma, karena nasi sudah menjadi bubur dan tinggal dinikmati saja." Dino menyalakan mobilnya lalu melaju dengan sangat cepat ke suatu tempat yang Sonia sendiri tidak tahu.


...-------...


"Ada seseorang yang telah menjadi mata-mata dan membocorkan rencana kita sehingga barang kita ditangkap bea cukai." Kata seorang pria kepada Leo yang sedang berdiri menghadap jendela besar.


"Bereskan saja dia! jangan sampai mereka membuka rahasia lebih dalam lagi, apalagi menyebut namaku!" jelas Leo tanpa menoleh kepada anak buahnya tersebut.


"Baik, Tuan! akan saya laksanakan!" orang tersebut memutar badannya lalu meninggalkan dia kembali sendiri.

__ADS_1


Leo membuang puntung rokok yang berada di jarinya kemudian diinjak sampai hancur tak tersisa.


Kemudian dia berjalan meninggalkan ruangan tersebut, menuju gedung apartemen yang berada di sebelahnya.


Derap langkah yang terdengar nyaring dari sepatunya Leo, terus berbunyi berjalan menuju kamar apartemennya. Setibanya di depan pintu apartemen ada dua wanita yang cantik dan jelita tampaknya sedang menunggu kedatangan Leo.


"Tuan, apa kau memerlukan jasaku? Sudah berapa hari ini anda tidak terlihat di tempat kami dan kami sangat menunggu anda menggunakan jasa kami berdua!" ucap seorang wanita yang memakai gaun seksi berwarna merah ati.


"Benar, Tuan. Kami menunggu kehadiran anda dan berharap menggunakan jasa kami." Tambah seorang wanita yang memakai gaun yang tidak kalah seksinya dan berwarna ungu.


Mereka berdua menyambut hangat kedatangan Leo dengan gerakan tangan-tangan nakal kepada pria yang dingin itu.


"Sorry, saya sedang tidak ingin membutuhkan kalian, pergilah? karena saya ingin sendiri." Leo seraya menjauhkan dirinya dari tangan-tangan nakal tersebut serta mengibaskan tangannya memberi kode supaya mereka pergi dari sana.


"Tapi, Tuan. Kami tahu anda sangat membutuhkan kami berdua, atau pilih saja salah satu diantara kami berdua untuk memuaskan anda malam ini." Si wanita yang bergaun merah itu kembali menggerayangi tubuh Leo.


Dan lagi-lagi leo menjauhkan tangan itu dari tubuhnya dan sekarang dia lebih tegas untuk berkata. "Pergilah? Saya tidak membutuhkan kalian berdua ataupun salah satunya! pergilah? lagian kalau saya butuh, saya yang akan datang kok bukan kalian yang datang ke sini. Lancang sekali mencari ku ke sini."


Leo yang melihat ke arah mereka itu saling bertatapan dengan wajah yang kecewa. Dia mengerti kemudian mengeluarkan dompetnya dari saku mengambil berapa uang dolar lalu diberikan kepada wanita tersebut.


"Saya tahu, kalian berdua membutuhkan uang bukan? dan saya berikan ini ... cuma-cuma! tanpa kalian harus bekerja melayani saya. Sekarang pergilah? Sebelum saya bertindak sesuatu yang tidak ingin kalian inginkan." Leo menunjuk koridor agar mereka pergi dan meninggalkan apartemennya.


Lagi-lagi kedua wanita tersebut saling bertukar pandangan, namun tak hanya mengambil uang dari tangan Leo, kemudian menyeringai dan berterima kasih. Mereka merasa senang tanpa bekerja pun mereka mendapatkan uang yang banyak dari Leo.


Namun si wanita yang mengenakan gaun ungu masih penasaran, apalagi dengan uang yang didapatkan! tanpa bekerja pun mendapatkan uang, apalagi kalau kerja lebih dulu. Pasti lebih banyak uang yang mereka akan mendapatkan dari seorang pria yang bernama Leo tersebut.


"Tuan apakah yakin tidak mau menggunakan jasa kami berdua ataupun salah satunya?" tanya wanita yang gaun ungu tersebut sembari menunjukkan lekuk-lekuk yang indah di tubuhnya dan menonjolkan sesuatu yang menyembul di depannya.

__ADS_1


Leo menyeringai kan bibirnya sembari menggelengkan kepala. "Saya sudah bilang! saat ini saya tidak membutuhkan jasa kalian berdua saya sedang tidak ingin Dipuaskan oleh kalian berdua. Sekarang pergilah sebelum saya bertindak!"


Kedua wanita itu menggerakkan matanya dan seolah berkata baiklah kami akan pergi.


"Baiklah, Tuan ganteng. Saya akan pergi, bila suatu saat kau membutuhkan kami atau salah satu diantara kami datanglah ke bilik kami! dengan senang hati kami akan melayani anda!" ucap salah satunya.


"Ya ... pergilah!" Leo mengibaskan tangannya sambil memandangi kedua wanita yang yang memiliki body montok dan aduhai tersebut.


Seusai kedua wanita itu menghilang dari pandangan! Leo kemudian mengarahkan sebuah kartu kunci tersebut, sehingga pintu terbuka dan pria itu segera masuk dengan langkah yang gontai.


"Hah ... brengsek. Ada-ada saja halangannya, tapi biarlah tak ada kemenangan tanpa kegagalan!" gumamnya sambil membuka jas yang dia kenakan lalu menarik dasi yang terpasang di lehernya.


Lanjut pria itu memasuki kamar mandi, dia ingin membersihkan terlebih dahulu dirinya yang terasa gerah dan sangat lengket juga berkeringat.


Dia berendam di dalam bathub dengan air yang di bubuhi aroma terapi. Kepalanya mendongak menatap langit-langit dan rileks kan tubuh dari semua lelah dan juga penat.


"Dimana nih. Tuan? kenapa kau membawa aku ke tempat ini? apa akan menjual aku lagi pada pria bejat lain?" Sonia menatap curiga ke arah Dino setelah sampai di depan salah satu pintu apartemen.


"Tidak, Nona. Saya tidak membeli ataupun menjual, cukup sekali Nona. Sekarang kita sedang berada di depan apartemen nya tuan Leo! silakan kau masuk dan temui dia!" ucap Dino sambil membukakan pintu tersebut dan menyuruhnya Sonia untuk masuk.


"Tidak! aku tidak mau masuk!" Sonia tetap berdiri dan tidak mau masuk.


"Tidak apa-apa kau tidak mau masuk! hanya jangan salahkan saya kalau nanti saya berbuat sesuatu yang lebih di luar nalar. Dia bisa melakukan apa saja termasuk pada keluargamu yang berada di Indonesia."


Degh ....


Jantung Sonia hampir saja lepas dari tempatnya! ketika mendengar Dino seolah mengancam akan keselamatan keluarganya di kampung ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Jangan lupa ya like comment subscribe nya juga rating, terima kasih.


__ADS_2