Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Jangan lakukan


__ADS_3

Sonia terus menggerakkan kakinya untuk mundur berapa langkah hingga tubuhnya bagian belakang menabrak dinding dan mentok! sehingga dia tidak bisa mundur kembali selain ke kanan dan ke kiri.


"Saya tidak mengerti apa yang harus ku bayar! aku nggak pernah nerima apapun darimu!" suara Sonia yang terus menyela karena dia memang tidak merasa menerima apapun dari siapapun kecuali makan malam tadi.


"Harus berapa kali saya bilang saya sudah membeli dirimu seharga 800 juta. Dan yang harus kamu lakukan adalah melayani saya dalam waktu semalaman, dan bila terbukti kami masih virgin kau juga akan menerima uang lebihnya dariku. Bukan cuma 800 juta itu, tapi bila sebaliknya ... uang 800 juta itu harus dikembalikan pada saya. Dan kalian akan di cap sebagai penipu." Leo dengan suara nada tinggi.


"Aku tidak pernah menerima uang itu dan aku bukan dagangan yang harus dibeli-beli!" kini suara Sonia juga agak meninggi, karena dia benar-benar merasa tidak menerima jual beli-jual beli Emangnya dia barang.


"Saya tidak peduli ya? kamu menerima atau tidaknya uangnya, yang jelas saya sudah membeli kamu. Jadi sekarang kamu jangan banyak berontak ya? layani saja saya!" pemilik suara bariton itu kembali mendekat.


Seiring dengan langkah Sonia yang berlari untuk menghindari leo, dia tidak ingin jatuh ke dalam pelukan pria asing. Dan dia tidak menyangka kalau dirinya sudah diperjualbelikan. Sonia sendiri pun mengerti apa yang di inginkan pria dewasa ini, membuat tubuhnya bergidik ketakutan.


"Apa mungkin aku sudah diperjualbelikan oleh Hera? dan aku harus melayani pria itu seperti pelacur! ya Allah ... tolong ... aku, tolong aku keluarkan dari sini. Jauhkan aku dari pria itu."


"Rasanya aku ingin menghilang saja, atau setidaknya mengecil agar tidak dapat ditangkap pria tersebut." Monolog Sonia dalam hati.


Leo kembali menangkap pinggang Sonia serta ditariknya secara kasar ke atas tempat tidur.


Blak ... gadis itu Leo Lie baringkan. Namun dengan cepat Sonia melonjak dan dapat kabur dari tempat tidur.


Leo tampak kesal, matanya pun memerah dengan kaburnya Sonia dari dirinya. Sehingga dia semakin terlihat buas menangkap Sonia.

__ADS_1


"Lepaskan aku Tuan, aku mohon lepaskan aku? Aku ingin pulang ... aku nggak mau melayami mu. Aku mau pulang!" teriak Sonia sembari memukul-mukul dadanya Leo yang bidang tersebut.


Sonia menangis, dia sangat ketakutan. Apalagi dia belum pernah melakukan apapun dengan seseorang pria kecuali pegangan tangan atau pelukan juga bisa dihitung dengan jari.


Namun kali ini leo mengambil gelas yang berisi air. Lalu dia cekokin ke dalam mulut Sonia dipaksanya untuk meminum air tersebut, biarpun tidak semuanya tertelan tapi setidaknya Sonia meneguk minuman yang Leo paksa minumkan.


Hingga membuat Sonia pun berbatuk-batuk, ohok-ohok. Ohok, rasanya yang aneh sangatlah asing di lidah Sonia. Baunya yang sedikit menyengat, pokoknya nggak enak pakai Sonia.


Dan berapa saat kemudian, kepala Sonia merasa pusing. Kedua tangannya memegangi kepala yang rasanya berputar! pandangan pun berkunang-kunang.


Leo yang masih merangkul pinggang Sonia senyum penuh kemenangan, lalu dia menyimpan gelas ke tempat semula.


Kemudian pemuda itu kembali membawa Sonia ke dalam tempat tidur, dan kini mengungkungnya. Sonia yang merasakan kepalanya pusing, di sertai tubuh yang lemas tak bertenaga! tidak lagi berontak ataupun berniat kabur.


Gaun bagian bawah yang naik sehingga mengekspos hampir seluruh kedua pahanya yang halus mulus. Naik ke bagian atas yang menyembul dan langsung Sonia tutupi dengan Silangan tangan.


"Jika kamu tidak mau melayani ku ... oke tidak apa-apa, tapi kembalikan uang ku yang 800 juta itu. Tapi jika sebaliknya! kau akan aman. Ku tahu bagi kamu uang 800 juta itu tidak lah sedikit." Leo menatap tajam ke wajah Sonia yang berderai air mata namun tidak bersuara.


"Jangankan 800 juta 100 juta saja hutang kepada Hera belum tentu bisa secepatnya aku bayar! kenapa kau tega menjualku? Apa karena uangmu yang aku pinjam sehingga kau tega menjual diriku demi uang itu hik-hik-hik." Sonia menangis dalam hati.


Entah kenapa tubuhnya begitu tidak bertenaga, lemas begitu saja. Boro-boro bisa berontak ataupun melawan. Bicara saja nyaris tidak terdengar.

__ADS_1


Leo Lie menyentuh pipi Sonia dengan punggung jarinya dari kanan ke kiri dan begitu sebaliknya. Lalu menyentuh bibir Sonia dengan sangat lembut, yang tadi sempat dia sentuh dengan singkat namun sangat berarti. Lain dari yang lain.


Sungguh beda dari wanita-wanita malam yang pernah dia tiduri. Tangan Sonia hanya bisa memegangi tangan Leo, tanpa bisa menyingkirkannya karena tangan Leo rasanya terlalu berat untuk di singkirkan.


Bibir pemuda tersebut terus tersenyum seakan tak berhenti mengulas senyuman di bibirnya. Apalagi ketika melihat Sonia yang memejamkan kedua manikmatannya! disaat tangan kanan Leo menyentuh bagian tubuh sensitif Sonia dan dengan lancang me-re-ma-snya.


"Tidak! jangan lakukan itu padaku? aku mohon jangan lakukan itu? aku masih virgin dan belum pernah melakukan dengan siapapun." Kepala Sonia hanya bisa menggeleng dan bersuara pelan dengan tangan memegangi tangan pria tampan tersebut.


Namun, Leo tetap tersenyum dan merasa bahagia dengan pengakuan gadis itu. Tinggal dia membuktikannya, benar apa tidaknya yang diakatakan Dino dan gadis ini.


Kini Dino menjamah keduanya bergantian dan tanpa ragu menyelusup ke dalam. Menelusuri benda yang kenyal dan segar dan sepertinya belum pernah terjamah siapa pun. Sangat terlihat kalau tubuh Sonia menggigil panas dingin.


Sonia menangis. Deraian demi deraian air matanya jatuh juga, merasa berdosa kenapa ini harus terjadi. Dulu sang kekasih mau cium saja ia tidak mau. Namun sekarang hancur lah dia, benda-benda yang semula dia jaga jatuh harga dirinya begitu saja di tangan pria asing yang sama sekali tidak di kenal.


Jahat benar orang yang sudah menjual diri Sonia ke mafia ini. Yang tanpa merasa iba dengan tangisan Sonia ataupun rengekannya yang terus memohon untuk di lepaskan, sama sekali tidak di dengar.


Lama kelamaan diri Sonia merasa panas. Gerah tidak karuan entah karena obat atau apa? yang jelas ruangan itu cukup sejuk dengan suhu AC yang sudah di sesuaikan oleh sang empu.


Di saat tangan Leo traveling di gunung pujiama. Bibir nya pun terus menyusuri setiap inci bibir Sonia yang berusaha menghindar. Menggeleng kanan dan kiri.


Leo merasa lucu lalu mengunci kepala Sonia dengan tangan yang satunya. Kaki kanan Leo pun menindih kedua kaki Sonia yang terekspos paha nya dengan sangat sempurna ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Jangan lupa subscribe nya ya beri rate juga sebagai dukungan.


__ADS_2