
"Nona, jangan paksa aku untuk berbuat kasar ya? buruan bangun minum dulu obat ini? Sebab aku lupa memakai pengaman tadi!" jelasnya Leo sembari memegangi bahu Sonia.
Dan pada akhirnya Sonia pun bangun dan melihat ke arah tangan Leo yang memegangi air minum dan beserta obatnya.
"Minum dulu, untuk jaga-jaga tapi bila terjadi pun tidak apa-apa! aku akan mengakuinya!" gumamnya Leo sembari memberikan yang di tangannya kepada Sonia.
Sonia meminum obat yang diberikan oleh Leo, tanpa berkata apapun. Karena gerakan tangannya sedang minum obat! membuat selimut yang dia selipkan di ketiaknya pun turun. Sehingga tanpa sengaja mengekspos dua balon yang menggantung.
Membuat Leo yang melihat itu hasratnya kembali mencuat. Gairahnya kian memuncak dan akhirnya! Leo tanpa membuang waktu, kembali menyerang dan melepaskan benda pusaka nya ke dalam rumah kecil namun nan indah milik Sonia yang tampak terkesiap.
Sonia kaget, tanpa aba-aba benda pusaka yang dengan bentuk menakutkan itu masuk begitu saja, nyelonong boy tanpa permisi. Sementara rumah kecil milik Sonia belum terlalu terbiasa dengan datangnya benda tersebut, apalagi tanpa permisi terlebih dahulu.
"Ach, auw ... sakit." Sonia memukul bahu dada Leo yang semakin liar dan lincah melakukan ritualnya. benda tersebut yang semakin garang dan menikmati rumah nan indah, sementara pemiliknya merasa tidak berdaya.
"Sayang, kita nikmati lagi sama-sama, kita lupakan semua masalah yang ada. Kita buang semua kejenuhan, kita bersenang-senang baby." Kata Leo dengan suara yang bergetar dan nafas yang kembali sangat memburu.
Pria itu terus memecut kudanya, sehingga tubuhnya pun merasa melayang tinggi. Bercucuran keringat, bak mendaki gunung lewati lembah. Sesekali meneguk madu penghilang rasa haus dan dahaga.
Leo bersenang-senang di rumah kecil yang tanpa penghuni. Hening, sepi membuat suasana semakin syahdu untuk menikmati indahnya permainan.
Setelah sekitar 1 jam kemudian barulah Leo benar-benar merasa sangat puas dan tubuhnya begitu kelelahan. Sehingga segera pria itu membaringkan tubuhnya di samping Sonia yang bagaikan patung hidup.
Jarum jam terus berputar. Dan malam beranjak pagi, keduanya tidur tampak sangat nyenyak.
Sekitar pukul 04.30. Sonia terbangun dan menggerakan manik matanya yang terasa ngantuk sekali, dan melihat ke samping pria predator itu sudah tidak ada di sampingnya.
Buru-baru Sonia mencari pakaiannya dan dengan cepat ia pakai dan bergegas mendekati pintu dan berusaha membukanya.
Namun pintu masih terkunci dan dia tidak tahu cara untuk membukanya. Kemudian dia kepikiran ke pintu balkon dan langkahnya dengan cepat menuju balkon yang kebetulan bisa di buka. Mumpung Leo sepertinya berada di kamar mandi.
"Aku harus kabur dari sini. Jangan pernah aku ketemu dia lagi." Batinnya Sonia sambil membuka pintu tersebut lantas mendekati bibir balkon, melihat-lihat ke bawah yang begitu tinggi walah pandangan masih gelap.
"Ya Allah ... tinggi banget, dan aku nggak mungkin kabur dari sini. Yang ada aku jatuh lalu mati, tamat hidup ku! kan aku masih pengen hidup, aku nggak mau mati begitu saja." Gumamnya Sonia.
__ADS_1
Sonia mencoba naik pagar balkon lalu bergidik dan turun kembali. Sebab wanita itu masih pengen hidup, dia nggak ingin mengakhiri hidupnya begitu saja! biarpun niatnya sekedar kabur! tapi kalau harus lompat dari ketinggian seperti itu ujung-ujungnya ya pasti mati juga.
Membayangkan saja ngeri, karena itu ketinggiannya melebihi 20 meter. Lagi-lagi Sonia bergidik ketakutan sendiri.
Leo yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuknya, kedua netra nya langsung mencari keberadaan Sonia yang tidak berada di tempat.
"Kemana gadis itu? nggak mungkin kalau dia kabur! jalan mana? soalnya dia nggak mungkin bisa membuka pintu." Gumamnya Leo sembari melihat ke arah pintu yang masih tertutup rapat dan ketika dia cek masih terkunci.
"Kemana dia?" Leo mengedarkan pandangannya lalu dia mencari di kamar lain dan juga ke dapur yang sebenarnya dapur itu terbuka.
Leo memutar otaknya. "Kemana Gadis itu perginya kira-kira? jangan-jangan dia kabur lewat balkon!" Leo buru-buru menuju balkon dan membuka pintu tersebut, benar saja wanita itu sedang berdiri memegangi pagar balkon dan melihat ke arah bawah.
"Kau sedang apa di sana, mau kabur? silakan aja kalau kamu berani lompat, dari ketinggian lebih dari 20 meter itu," suara Leo.
Justru mengagetkan Sonia yang sedang melamun memikirkan antara kabur dan tidak.
Dengan refleksi gadis itu berbalik. Namun sayang, kakinya terpeleset dan masuk ke sela-sela pagar membuat dia terjatuh. "Ahw ...."
Leo pun terkesiap melihat Sonia terjatuh. Sehingga dia dengan cepat mendekati Sonia.
"Kakiku susah ditarik. Gimana ini?" Sonia dengan wajah yang begitu cemas, pucat, tegang. Dengan masih sambil memegangi kakinya yang sulit dia keluarkan tersebut.
"Ha ha ha ... cuma begitu saja kok tegang, ketakutan. Bukankah kau ingin kabur dari sini dan mau nekat lompat ke bawah sana?" Leo berkata dengan nada meledek Sambil tertawa lepas.
"Siapa bilang? aku nggak berniat kabur kok. Aku cuma melihat-lihat doang, siapa coba yang mau kabur? mana berani aku lompat dari ketinggian seperti itu, ya ada aku mati!" elaknya Sonia sambil terus berusaha menarik kakinya.
"Ooh ya, tidak mau kabur? kukira kamu mau kabur dan melompat ke bawah sana! aku sih nggak masalah, asal jangan bilang kamu mati. Jangan menghantuiku, kan aku tidak membunuhmu!" dengan santainya Leo berkata seperti itu sembari berjongkok di dekat tubuh Sonia.
"Aauw .... sakit!" desisnya Sonia sembari memegangi kakinya yang masih belum bisa dikeluarkan dari pagar balkon tersebut.
Kemudian Leo Lie memegang kaki Sonia dan mencoba menariknya tapi sulit, yang ada Sonia malah merintih kesakitan dan menepuk tangannya.
Leo mencoba membuka pagar tersebut. Tapi terlalu kokoh.
__ADS_1
"Sakit, tulangku kejepit!" keluhnya Sonia sambil meringis dan mata yang nanar.
Leo mulai berwajah tegang, dan memutar otak Gimana caranya supaya bisa mengeluarkan kaki Sonia.
Lalu dengan perlahan perlahan-lahan pria itu dengan sabar berusaha mengeluarkan kaki Sonia walaupun sang empu terus merintih.
"Uhg!" de-sah nya Leo setelah berhasil menarik kaki Sonia.
Akhirnya kaki Sonia bisa dikeluarkan juga, dengan sedikit membuka pagar tersebut dengan sekuat tenaganya Leo.
"Kaki ku sakit. Hik-hik-hik ..." Sonia menaikkan celana piyamanya hingga memperlihatkan atas dengkul dan tampak di atas dengkul Sonia terdapat luka lecet dan tampak sedikit membiru.
Sonia berusaha berdiri biarpun terasa sakit. Leo tidak membiarkan Sonia berjalan sendiri, yang sedikit tertatih dan dia pun langsung memapah gadis itu di bawanya ke dalam kamar.
"Saya tahu kalau kamu itu ada niatan untuk kabur, cuman kamu nggak ada keberanian untuk melompat! makanya jangan suka macam-macam," Leo mendudukkan Sonia di atas sofa.
Dan dia langsung mengambil sebuah kotak obat dari sebuah laci yang langsung dia menaikkan celana Sonia, lalu mengaplikasikan sebuah salep kecil ke kaki yang lecet dan membiru tersebut.
Sonia terdiam, dan hanya menggerakkan matanya melihat gerak-gerik Leo, ternyata dia tidak sejahat yang di pikirkan.
"Sudah, kau istirahat di situ. Tidak usah berusaha kabur. Yang penting kamu hidup enak, makan-minum, semuanya tersedia di sini." Leo beranjak menyimpan kotak obat ke tempat semula! kemudian dia mendekati lemari pendingin, mengambil selai dan roti tawar dari lemari kecil. Tidak lupa minumannya juga dia bawa lalu dia simpan di meja, tepat di hadapannya Sonia.
Sonia hanya melihat pria itu yang masih menggunakan handuk mengekspos tubuhnya yang atletis dan perut sixpack.
"Ambil roti itu dan sarapan lah. tapi jika kamu mau sarapan yang lain, kamu bisa masak dan di dapur masih ada berapa sayuran dan daging, jika kamu ingin masak." Leo menunjuk ke arah tempat masak.
Bibir Sonia masih tertutup. Diam seribu bahasa seolah tidak mendengar perkataan dari pria tersebut.
Leo bergegas ke kamar mandi. Sesaat kemudian dia kembali dan yang membuat Sonia sangat tercengang dan sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat, yaitu Leo mengerjakan salat subuh.
Sungguh sesuatu yang tidak Sonia duga sebelumnya, pria seperti itu bahkan bilang saja sering melakukan sesuatu yang tercela bahkan zina mau mengerjakan salat ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Like comment kasih rating dan subscribe juga. Jangan lupa ya! terima kasih.