
"Kau ada di sini! apa kamu menginap di hotel ini juga?" sapa Hera menatap Sonia begitu dalam.
"Ehem, Iya aku sudah berapa hari di sini menginap di hotel ini, kenapa? kamu di sini juga dan Abang ada hubungan apa dengan hera?" tanya Sonia, dia merasa Ada kesempatan untuk bertanya kepada Zai tentang hubungan mereka berdua.
"Di sini ya! Aku juga di sini sudah seminggu lebih lah. Apa benar kalian sudah menikah?" tanya kembali Hera sembari melihat ke arah Sonia dan Leo bergantian.
"Tentu, aku sudah menikahi Sonia dan aku sudah memiliki dia dengan seutuhnya. Sebab aku sosok orang yang tanggung jawab tidak ingin menjadikan habis manis sepah ku buang!" jawabnya Leo dengan nada sangat serius dan pandangan matanya melihat ke arah Zai.
Zai hanya terdiam dan melihat ke arah Sonia, sesungguhnya perasaan dia tidak berubah. Namun hati dan pikirannya selalu diracuni oleh Hera semenjak kepergian Sonia meninggalkan nya ke luar Negeri.
Yang membuat hubungannya dengan Sonia terkatung-katung putus nggak, gak putus juga nggak. Yang jelas lost contact karena terkadang Zai merasa benci, merasa dikhianati oleh Sonia. Gadis yang sangat dia cintai.
Sonia menatap ke arah Zai yang hanya diam saja, tidak berusaha untuk bicara ataupun mengatakan sesuatu. Sonia mulai mengerti, mungkin sikapnya seperti itu karena ulahnya Hera yang sudah mengatakan yang tidak-tidak kepada Zai.
"Aku tahu Abang pasti sudah diracuni oleh Hera bukan? sehingga dari lama Abang tidak pernah menghubungi aku, telepon aku, chat aku. Nggak pernah abang balas!" Sonia melepas pandangannya ke arah Hera juga.
Hera tersenyum kecut mendengar perkataan Sonia tersebut. "Terserah kamu mau bilang apa Sonia, tapi yang jelas ... dan pada kenyataannya sekarang ini kau sudah menikah dengan pria kaya dan membuat mu bergelimang harta, seharusnya kau juga berterima kasih padaku karena semuanya gara-gara aku juga."
Kemudian Sonia menolehkan kepalanya ke arah Leo setelah Hera berkata demikian.
"Ya ... memang itu sangat benar sekali, semuanya gara-gara kamu juga dan memang kami harus banyak-banyak berterima kasih padamu! karena kamu ... kami bertemu, karena kamu juga kami berdua menyatu ya ... memang benar!" Leo mengangguk-anggukkan kepalanya membenarkan perkataan Hera.
__ADS_1
"Nah ... itu kalian benar, Sebenarnya kalian itu harus berterima kasih pada ku! karena tanpa aku kalian belum tentu bertemu!" tambahnya Hera.
"Tapi seharusnya kamu tidak perlu menjelekkan Sonia di mata keluarganya! tentang Sonia gimana-gimana! cukup kamu yang tahu tidak perlu kau menjelekkan dan berlebih-lebihkan kepada orang tuanya! sehingga mereka membenci orang yang bersangkutan," jelasnya Leo dengan tatapan yang sangat tajam ke arah Hera.
Dan Hera pun langsung menciut melihat tatapannya dari teras ini popok tersebut.
"Saya sebagai suaminya Sonia, tidak akan pernah membiarkan bila masalah ini kepanjangan! karena sesungguhnya Sonia dah menjadi korban! korban dari ke picik kan mu. Di balik itu memang kita harus bersyukur!" Leo semakin memperjelas perkataannya.
"Tetep ... Tapi aku sudah menjelaskannya kepada paman dan bibi, mereka sudah mengerti. Kalau semua aku yang salah, kalau aku sudah mengarang cerita agar mereka membencimu!" suara Leo kembali
sedikit terbata-bata kemudian tangannya memegang tangan Sonia seraya meminta maaf.
"Aku nggak tahu! aku harus memaafkan mu, haruskah aku pun menyalahkan mu atau gimana? yang jelas kamu tega sudah membuat semua ini padaku," Sonia menatap nanar ke arah Hera lantas menarik tangannya yang digenggam oleh Hera.
"Sudahlah, nggak usah bahas soal itu lagi. Semuanya sudah berlalu dan aku ibarat menjadi bubur, kan nggak mungkin jadi nasi kembali. Dan Abang ... aku minta maaf tapi sebenarnya aku tidak seburuk yang kau pikirkan, tidak seperti yang di ceritakan. Tidak sesuai dengan kenyataannya! walaupun sekarang ini memang aku sudah menikah, sekali lagi aku minta maaf? maaf atas segala kekurangan dan kesalahanku!" Sonia mengalihkan pandangannya kepada Zai yang kini malah menunduk.
Pria itu tidak merespon yang jadi omongan Sonia, membuat hati terasa kesal dan marah! namun Sonia tidak mampu berbuat apa-apa." Lagian sekarang tinggal menjalani rumah tangga bersama Leo walaupun tidak tahu mau sampai mana dan mau gimana.
"Sudahlah baby, buat apa kau mengajak bicara orang yang sepertinya dia bisu! sehingga tidak bisa menjawab perkataan mu! ayo beb kita pulang?" tangan Leo menarik tangan Sonia dan melintasi dimama.Zai berdiri.
Sonia pun mengikuti langkah Leo yang lebar, manik mata Sonia selintas melihat ke arah Zai yang justru kini melihat ke arah dirinya.
__ADS_1
Namun setelah beberapa langkah Sonia dan Leo meninggalkan tempat tersebut Zai menyusul dan menarik kerah baju Leo dari belakang.
Jdugh ....
Kepalan tangan Zai mengenai tengkuknya Leo, sehingga Leo menghentikan langkahnya dan bergeming, sesaat kemudian pria itu menolehkan kepalanya melihat ke arah Zai.
"Apa maksudnya nih? kalau kamu merasa salah saing, terimalah kenyataan! tetapi seharusnya kau sadar! dulu tiada tempat dia mengadu dan tempat dia mencurahkan keluh kesahnya. Karena kau sudah membiarkan nya sendirian dengan cara lost contact, membuat dia merasa kehilangan dirimu!" Jelas Leo sambil kini dia berbalik menyerang mencengkeram kerah baju Zai.
"Ke-pa-rat, ba-ji-ngan! sudah mengambil kekasihku orang yang sangat aku cintai--"
"Oo! terus gimana perhatian mu sebagai kekasihnya? kau malah meninggalkan nya. Emangnya lost contact itu baik-baik saja! no-no ... dan kau tidak perlu salahkan orang lain apalagi Sonia, tapi salahkan saja dia! dia yang sudah menjual Sonia padaku. Dan aku sendiri berpikir gimana caranya supaya mengangkat kehormatannya dengan cara menikahinya--" Leo menjeda perkataannya sekilas
"Sekali lagi jangan pernah nyalahin Sonia! salahkan saja dia dan salahkan dirimu juga jelas Leo, lalu kembali menuntun dan menarik tangan Sonia agar menjauh dari tempat tersebut, setelah sebelumnya dia menghempaskan cengkraman tangannya di dada Zai."
Zai hanya bisa mengerat kan giginya dan mengepalkan kedua tangan, ingin marah semarah-marah nya! dia tidak bisa apa-apa, apalagi di tempat umum seperti ini yang ada nanti dia sendiri yang babak belur. Bahkan dilaporkan ke yang berwajib pun bisa saja.
Kini Leo dan Sonia sudah berada dalam sebuah taksi, dengan tujuan adalah rumah orang tua dari Sonia. Sonia terdiam 1000 bahasa, di dalam taksi tidak sepatah kata pun yang terucap. lebih sibuk dengan pikirannya sendiri.
Begitupun dengan Leo. Dia hanya merangkul bahunya Sonia yang dia bawa ke dalam pelukannya, dia tidak ingin mengganggu suasana hati Sonia yang kurang baik! sehingga dia pun terdiam! hanya saja bahasa tubuhnya yang tetap bersikap baik dan mesra kepada Sonia ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya like comment dan lainnya Makasih.