Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Lelet amat sih


__ADS_3

Sonia langsung menyantap stik dagingnya bersama nasi dan tidak perduli dengan Leo yang lihatin.


Leo yang makan stik daging sesekali menatap ke arah Sonia yang memakai stik pake nasi. Kepalanya pun menggeleng-geleng.


Kemudian Dino pun berpamitan. Meninggalkan mereka berdua yang masih menikmati makannya.


"Nona, kentang itu berfungsi untuk mengganti nasi. Jadi buat apa pake nasi!" ucap Leo sambil tersenyum sinis pada Sonia.


"Berasa tidak makan, bila tidak ada nasi. Lagian nasi juga sayang kalau gak di makan, mubazir!" Sonia membela diri.


"Dasar orang kampung!" gumamnya tanpa melihat keadaan Sonia.


Sonia yang sedang mengunyah terhenti, dengan mendengar ucapan dari Leo yang mengatakan kalau dirinya orang kampung.


"Emang bener-bener aku ini gadis kampung yang tidak tahu apa-apa, ataupun pendidikan yang tinggi. dan tidak mencerminkan orang yang hamle dan elegan." Batinnya Sonia.


"Benar. Saya ini hanya gadis kampung yang tidak tahu apa-apa, nggak pendidikan tinggi juga." Balasnya Sonia sembari menatap makanannya.


Leo menatap ke arah Sonia, namun ia tidak lagi berkata-kata. dia memilih terdiam dan menikmati makan malamnya sampai habis.


Begitupun dengan Sonia, dia juga menghabiskan makannya biarpun dengan perasaan yang kesal.


Selesai makan Sonia membereskan tempat makan tersebut dan menyimpan sisa makanan ke lemari pendingin, lumayan buat besok pagi. Sedangkan Leo! dia melengos pergi ke kamar.


Sonia menoleh ke kamar satunya yang berada tepat di sebelah kamar Leo, yang tadi Leo bilang itu kamar untuknya di kala Leo sedang tidak membutuhkan dirinya.


Sonia membasuh tangan dan mengeringkannya, setelah itu Sonia membawa langkahnya ke sebuah pintu kamar yang tadi Leo tunjuk.


Gadis itu berdiri depan pintu yang sudah terbuka, sebuah kamar yang lumayan mewah tidak kalah mewahnya dari kamar Leo! lalu Sonia memasukinya sembari mengedarkan pandangan.


"Kamarnya bagus juga, tapi barang-barang aku masih di kamar Tuan predator tersebut. Aku harus mengambilnya." monolognya Sonia sembari mendudukan dirinya di tepi tempat tidur, lalu menggeser ke tengah.


"Nona? Nona? Di mana dirimu!" suara Leo yang memanggil-manggil Sonia, lalu dia berdiri dan menyembulkan kepalanya di pintu kamar tersebut.


"Rupanya dirimu di sini, barang-barang mu masih di kamarku. Bawa sana, dan sekarang saya ingin di pijit!" kemudian Leo memutar tubuhnya meninggalkan kamar Sonia.

__ADS_1


Sonia yang bengong akhirnya berdiri dan menyusul pria tersebut ke kamarnya, sekalian mau mengambil semua barang-barang dia untuk dipindahkan.


Leo langsung berbaring telungkup dan sudah tidak mengenakan baju. Lantas Sonia mendekat dengan perasaan takut dan was-was, benarkah cuma memijat ataukah nanti akan lebih dari itu?


Tetapi mengingat mereka sudah menikah, jadi apa yang harus dibikin was-was? Sonia mendekati tempat tidur yang sudah menjadi tempat Leo berbaring. Kemudian dia merangkak naik dengan sebotol minyak yang direkomendasikan oleh Leo untuk membalur tubuhnya sebelum dipijat.


"Lelet amat sih, cepetan? tubuh ku butuh rileks." Pintanya Leo sambil menolehkan kepalanya ke arah Sonia.


"Iya sebentar, nggak sabar banget jadi orang!" sahut Sonia sembari menuangkan minyak ke telapak tangannya. Kemudian dia membalurkan ke seluruh punggungnya Leo.


"Jangan lupa tangannya juga terus kakinya!" ucapnya Leo sembari menggerakkan kedua kaki yang berkulit putih dan berbulu itu.


"Iya, kan satu persatu dulu! nanti kakinya bergantian," jawabnya Sonia terus mengoleskan minyak sembari dipijat pijat perlahan, punggungnya pria sudah menjadi suaminya.


Leo merem melek merasakan nikmatnya pijatan dari tangan lembut dari Sonia. "Pintar juga kamu memijat. Bukan cuma memijat makhluk astral milikku saja, tapi juga tubuhku." Leo sembari tersenyum puas.


"Semoga saja pria ini tidak meminta ku untuk melakukan lebih, aku merasa capek jika ... jika harus melayani nya lagi. Mana tidak cukup sebentar lagi!" gumamnya Sonia tanpa di ucapkan sambil menatap punggung Leo yang bersih dengan tangannya yang terus memijat.


Namun di saat-saat seperti itu handphonenya Sonia terus-terusan berdering, membuat Sonia menjeda pijatannya lalu mengambil ponsel yang berada di laci.


Tetapi belum juga Sonia angkat teleponnya yang merupakan telepon dari Cherry, dan Sudah beberapa kali panggilan! Leo merampasnya dan langsung mematikan ponsel tersebut.


"Jangan pernah ada yang mengganggu jika kamu sedang melayani saya, dengan alasan apapun itu!" lalu Leo sedikit melemparkan ponselnya Sonia ke atas tempat tidur.


Sonia menatapi ponselnya itu. Kemudian Leo berbaring kembali seperti semula dan meminta Sonia untuk melanjutkan pijatannya.


"Aku itu cuman mau minta waktu sebentar saja, untuk bicara sama dia agar dia tidak khawatir sama aku yang dari semalam tidak ada kabar! bahkan masuk kerja pun tidak!" lirihnya Sonia sambil memulai lagi memijat tangan Leo.


Leo tidak merespon! dia hanya memejamkan matanya menikmati pijatan dari Sonia yang terasa lembut dan membuat otaknya rileks.


Namun detik kemudian ponselnya Leo malah yang bergantian berbunyi, hingga beberapa kali dan Leo pun menerimanya tanpa mengalihkan posisinya atau menghentikan pijatannya dari Sonia.


Leo bicara dengan menggunakan bahasa Inggris sehingga Sonia tidak mengerti apa yang dia bicarakan dan sesaat kemudian Leo pun menyimpan ponselnya dan juga sama menonaktifkan nya.


Sonia terdiam tanpa kata-kata dan memilih sibuk dengan pikirannya sendiri sambil terus memijat punggung. Tangan dan kaki pria tersebut yang tampak begitu menikmatinya.

__ADS_1


"Ooh ... sepertinya barang aku bangun gara-gara sentuhan mu ini!" gumamnya Leo sembari menyunggingkan bibirnya.m dengan menempelkan pipi di bantal.


Degh.


Membuat jantung Sonia sejenak berhenti berdetak. Sesuatu yang dia ingin hindari sudah mulai mendekati.


"Jangan sampai! jangan sampai, semoga dia langsung tertidur setelah aku pijat. Aku males melayaninya, capek!" monolog Sonia dalam batinnya sambil terus melanjutkan pijatannya.


Salam berapa waktu Sonia terus memijat tubuh Leo, tangan. Punggung juga kaki, semuanya bergantian juga tengkuk tidak terlewati.


"Tapi kok tiba-tiba orang ini menyuruh untuk memijat, padahal aku gak bisa memijat." Pikirnya Sonia sembari menatap tangan Leo yang sedang dia sentuh dan mengurutnya.


"Oh ya. Gimana kakimu! sudah diminum obatnya belum?" tanya Leo sembari mengarahkan mukanya melihat ke arah Sonia.


"Sudah, dan sudah agak baikan kok tidak terlalu sakit seperti pagi." Jawabnya Sonia dengan terus mengurut tengkuknya pria tersebut.


Karena merasa cukup dengan pijatan dari Sonia itu, Leo menggelinjang menjadi terlentang di hadapannya Sonia yang duduk berlutut.


Leo bangun dan duduk, mendekati wajah Sonia yang berusaha mundur ke belakang dengan tangan mengambil ponselnya.


Leo menyeringai dan bibirnya membentuk senyuman, semakin penasaran pada Sonia yang seolah menolak dirinya.


Tangan Leo menarik wajah Sonia dengan cara menjepit dagunya. Lalu dia dekati dan tanpa ragu mengecupi bibir Sonia yang sudah menjadi candu baginya.


"Mmmm, lep-lepas!" Sonia berusaha berontak sambil mendorong dada Leo.


Namun yang sekilas di lepas, kemudian menyatu kembali. Karena Leo tidak akan melepaskan kalau dia belum merasa puas. Dan pada akhirnya tubuh Sonia terpental juga ke belakang! terbaring terlentang, membuat Leo semakin leluasa dalam bertindak ataupun melakukan apa yang dia mau.


Sebenarnya bekas semalam pun masih terasa ngilu bagi Sonia, sakit di bagian-bagian tertentu tubuhnya. Bahkan di bagian intinya merasa bengkak dan juga ... di bagian kedua bukit kembarnya pun terasa agak nyeri.


Di saat Leo sedang mencumbu Sonia, ponsel Leo yang satunya lagi berbunyi, membuat pria itu melonjak bangun dan mengambil ponselnya.


Dan lagi-lagi Leo mengobrol dengan bahasa Inggris, sesaat kemudian Leo menyambar pakaiannya dan lantas ia pergi meninggalkan Sonia begitu saja yang sesungguhnya sudah mulai terbakar.


Tubuhnya Sonia mulai memanas dengan gejolak dari dalam tubuh yang siap untuk melakukan lebih dari sekedar bercumbu ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Uangan lupa like komen kasih bintang lima dan subscribers juga. Makasih.


__ADS_2