Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Interogasi


__ADS_3

Kini mereka berdua sedang berjalan menuju ujung gang karena mobil Bobby berada di sana.


"Tuan Bobby. Apa mungkin Sonia itu simpanan laki-laki nakal dan itu menjadikannya dia banyak uang?" Cherry melirik ke arah Bobby dengan tatapan cemas.


"Entahlah, itu dugaanku saja dan semoga saja tidak terjadi seperti itu," balasnya Bobby sambil berjalan di samping Cery.


"Terus, atas dasar apa Tuan Bobby mencurigai dia seperti itu? hanya gara-gara anda sulit menemui dia, gak bisa menghubungi dia?" selidik nya Cherry.


"Yang aku tahu ... dia tinggal di apartemen sekarang, apartemen nya lebih mewah dari yang kemarin punya saudaranya itu. Dan dia pun sepertinya tinggal sama laki-laki pengusaha kaya raya! tapi masih muda sih dan kemarin juga aku bertemu dia di pesta para pengusaha, dia bersama pria itu juga!" ujarnya Bobby.


"Terus, penampilannya gimana?" Cery bertanya semakin penasaran.


"Tentunya ... penampilannya sangatlah mewah dong, gaunnya bagus. Mahal punya brand ternama. Bukan seperti orang biasa Dan aku nggak sempat nanya-nanya. Sebab Dia bersama bodyguard-nya dan kemudian datang pria itu membawa Sonia keluar dari tempat tersebut." jelasnya Bobby.


Cery terdiam yang seolah berpikir. Apa mungkin yang dikatakan oleh Bobby itu benar? tapi memang masuk akal sih, waktu itu saja Sonia diantar dengan mobil yang mewah plus sopir nya! dirinya pun di kasih uang, pakai barang-barang yang bagus. Beda dari Sonia sebelumnya.


"Tapi apa mungkin ya? Sonia seperti itu, dia kan baik. Alim! rasanya aku nggak percaya kalau Sonia sampai berani menjadi simpanan pria nakal!" ungkapnya Cery.


"Ya mudah-mudahan aja tidak seperti itu, dan kita hanya bisa menduga-duga, kenyataannya seperti apa hanya dia yang tahu!" ucap Bobby sambil mengarahkan remote nya ke arah mobil sehingga pintu mobil terbuka.


Lalu keduanya memasuki mobil tersebut dan langsung melaju dengan sangat cepat, menuju sebuah taman yang biasa Cery dan Sonia ketemuan.


Sepanjang perjalanan tidak ada kata-kata yang terucap antara Cery dan Bobby! keduanya memilih sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Hingga tibalah di lokasi. "Ini bukan tempatnya?" tanya Bobby sambil melirik ke arah Cery.


"Iya beneran, Tian Bobby. Di sini, yuk kita ke sana?" ajaknya Cery pun turun dari mobilnya Bobby dan berjalan ke arah dalam, dia yakin kalau Sonia belum datang.


Malam yang begitu indah, berhiaskan bulan yang sudah nampak hadir begitu pun dengan bintang-bintang, padahal masih sore masih di sekitar pukul 07.00 malam.

__ADS_1


Di sepanjang jalan, berjajar lampu-lampu penerang jalan menambah indah suasana di taman tersebut, yang berhias berwarna-warni bunga yang harumnya begitu semerbak menyengat di rongga penciuman.


Bobby dan Cery sudah duduk di kursi panjang yang berada di sana sambil celingukan mencari keberadaan Sonia, namun Gadis itu belum juga tampak datang! hanya ada berapa orang saja berada di sana yang juga menikmati indahnya dan tenangnya suasana taman.


"Kok belum datang, Sonia nya Cer?" Gumamnya Bobby sembari menaikan tubuhnya, berdiri.


"Tapi dia sudah OTW kok ... mungkin masih di jalan!" jawabnya Cery.


"Cery, sorry ya aku telat? soalnya aku mampir dulu ke supermarket buat kita ngemil, tiba-tiba suara itu muncul dari arah belakang yang tiada lain Dan tiada bukan adalah Sonia yang datang dengan menjinjing sebuah kantong yang tampaknya berisi makanan.


Cery menoleh ke arah sumber suara, begitupun dengan Bobby dan Sonia terkesiap melihat keberadaan Bobby di sana.


Sonia tidak menyangka kalau Cery itu bersama Bobby. Cery tidak bilang kalau sebenarnya ketemuan itu bersama Bobby.


Namun untuk kembali pulang rasanya sangat nanggung dan pada akhirnya Sonia lanjutkan pertemuan itu. "Kalian di sini?" Dengan pandangan mengarah pada Bobby.


"Gimana, apa kabar?" sapanya Bobby kepada Sonia sambil mengeluarkan tangannya.


"Baik, Tuan Bobby. Kabar ku baik sekali!" jawabnya Sonia sembari mendudukan bokongnya di dekat Cery sambil memberikan kantong kresek kepada Cery.


"Ini pasti makanan kan? bukan bom kan?" katanya cari sambil nyengir.


"Mana ada aku bawa bom? yang ada bom buat mulutmu itu!" balasnya Sonia sembari tersenyum.


"Ngah ... aku terhura kau bawakan makanan kesukaan ku--"


"Terharu! bukan terhura!" Sonia menggelengkan kepalanya.


"Iya sama aja lah ... sudah jangan banyak ngomong dulu, aku mau makan dulu menikmati semua makanan yang ada di sini sambil juga menikmati suasana juga yang tenang! tentram, nyaman sungguh memanjakan mataku." Cery sambil menikmati es krim yang rasa Cherry.

__ADS_1


Sonia dan Bobby ikut tersenyum sembari saling melempar pandangan.


Sebelum melanjutkan pembicaraan, Bobby menghela nafasnya dalam-dalam. Kemudian mengedarkan pandangannya ke arah mobil mewah yang terparkir tidak jauh dari mobil dia, yang diyakini adalah mobil yang membawa Sonia barusan ke tempat itu.


"Ehem. Sebenarnya banyak pertanyaan yang tersimpan di benak ku ini. Ada hubungan apa kamu dengan pengusaha itu! maksud ku ....pria yang bernama ... Leo tersebut dan aku tahu kau tinggal di apartemen bersamanya bukan?" Bobby menatap sangat lekat ke arah Sonia.


Sonia terdiam sejenak dengan semua perkataan dari Bobby bahkan sebuah pertanyaan yang rasanya sulit atau untuk di jawab.


"Nia, jangan pernah bilang kalau kau itu menjadi simpanan pria nakal ya? sehingga menjadikan mu banyak uang, mobil mewah barang branded. Dan menjadikan mu seorang Sonia yang tidak seperti dulu lagi!" Celetuknya Cery.


Kata-kata Cery sangat menghentak telinga Sonia. "Kenapa kamu bilang begitu Cer? atas dasar apa kamu bilang seperti itu?"


"Gimana. Aku nggak bilang seperti itu Sonia? sekarang kau banyak berubah Kamu tidak kerja di butik tapi kamu banyak duit barang-barang branded, mewah tinggal di apartemen yang lebih mewah dari sebelumnya. Terus apa sebenarnya? itu bukan kerjaan sampingan bukan?" serunya Cery sambil menatap ke arah Sonia dengan rasa penasaran ingin tahu jawabannya dari gadis itu.


Sonia mengatupkan bibirnya, dia bingung harus mengatakan dari mana. Nggak bilang nanti dikira benar! bilang juga terlalu panjang ceritanya dan hanya akan membuka aib dirinya yang telah Hera jual.


"Kenapa kamu terdiam? kamu tidak menjadi simpanan om-om atau laki-laki yang hidung belang yang suka melampiaskan nafsunya kepada wanita-wanita, kok lama kan bukan!" Cery kembali mencecar Sonia dengan pertanyaan.


Sementara Sonia yang menunduk dan memainkan jari jemarinya yang beras! bingung bagai manapun berada berhadapan dengan polisi yang sedang memberi introgasi.


"Intinya gini aja kamu tinggal bersama siapa? yang aku tahu itu di tempat itu tinggalnya seorang pria yang bernama Leo! berarti kamu tinggal berdua sama dia?" belum juga Sonia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah di usai, lagi-lagi pertanyaan yang baru.


"Dan kenapa juga kesannya kamu itu menghindari aku? sehingga nomor aku kamu blokir, aku tidak dapat menghubungi mu. sesungguh nya bila kamu ada perlu atau butuh sesuatu! kan bisa ngomong sama aku! insya Allah aku bisa membantu mu. Bukan diam seperti ini!" ujar kembali Bobby.


Sonia masih terdiam dia masih memikirkan apa yang harus dijawab kepada Cery maupun Bobby ....


...🌼---🌼...


Jangan lupa like dan komen ya makasih

__ADS_1


__ADS_2