Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Bayaran malam kemarin


__ADS_3

Setelah Leo pergi begitu saja. Sonia pun tertegun lalu bangun merapikan pakaiannya, terus buru-buru ke kamar mandi dan 15 menit kemudian selesai bersih-bersih, dia membawa tas dan pakaiannya ke kamar sebelah.


Seperti yang Leo bilang. Kalau tidak dia butuhkan! berarti Sonia tidurnya di kamar sebelah bukan di kamarnya.


Dan setelah beres-beres kamar yang akan dia tempati, dia menelepon Cherry siapa tahu aja Gadis itu belum tidur. Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam waktu setempat.


^^^Sonia: ''Cer ... ini aku, gimana kabar mu besok kita ketemu ya?"^^^


^^^Cery: "Nia, kamu itu di mana? kamu itu bikin aku cemas. Kalau pergi itu ngomong dong, jangan bikin orang khawatir. Apalagi malam-malam, mana barang-barang juga ada ditinggalin, tas juga ditinggalin!"^^^


Sonia tersenyum mendengar Cerocos Cery yang tidak ada remnya.


^^^Sonia: "Maaf banget Cery ... bikin kamu khawatir! tapi aku baik-baik saja kok, dan besok juga kita akan ketemu. Tapi untuk bekerja rasanya belum bisa! soalnya kaki ku masih sakit."^^^


^^^Cery: "Sakit? sakit kenapa! kamu kecelakaan bukan, di mana? ke tabrak atau apa? sekarang kamu di rumah sakit bukan? kenapa kamu pergi meninggalkan kontrakan tanpa bilang-bilang?"^^^


Lagi-lagi Sonia menarik kedua sudut bibirnya. Cery semakin merepet bicaranya, kemudian dia berkata.


^^^Sonia: "Kalau aku cerita sekarang ... nggak akan selesai satu hari satu malam! jadi besok aja aku kita ketemu, sore ketika kamu pulang kerja dan tolong bilang sama bos. Kalau aku belum bisa masuk kerja, kaki ku sakit."^^^


^^^Cery: "Baiklah kalau begitu. Aku tunggu ya sepulang kerja, di mana ketemu nya?"^^^


^^^Sonia: "Di tempat biasa kita makan!"^^^


Kemudian sambungan telepon pun terputus. Lalu Sonia menyimpan ponselnya, Sonia memberikan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk dan juga cukup luas.


Berapa saat kemudian Sonia beberapa kali menguap alias mengantuk berat, dan akhirnya dia tertidur juga.


Di bawah lampu yang temaram dan selimut yang tebal, Sonia tertidur sangat lelap. Tidak perduli Leo di mana saat ini.


Sekitar pukul 02.00 malam ponselnya Sonia berbunyi, membuat Sonia terbangun segera dan melihat kontak yang nelpon adalah dari orang tuanya yaitu kontak sang adik.


^^^Sonia: "Assalamualaikum?"^^^


^^^Bu Melani: "Sonia, gimana kabar mu Nak ... ya Allah ... sekian lama Ibu tidak mendengar suaramu dan sekarang Ibu bisa mendengar mu lagi!"^^^


^^^Sonia: "Ibu, kabarnya baik. Gimana kabar sebaliknya?"^^^

__ADS_1


Sonia terperanjat bangun setelah mendengar suara sang ibu, ia terduduk dan menyandarkan dirinya di bahu tempat tidur dengan suara yang parau, khas bangun tidur dia lalu kembali berkata.


^^^Sonia: "Nia kangen sama Ibu kangen banget. Gimana kabar keluarga di sana Bu?"^^^


^^^Bu Melani: "Yang lain Alhamdulillah sehat, cuman ayah masih dalam masa pemulihan, belum cak-up nya. Boro-boro bisa bekerja dan Cindy pun belum bisa ngapa-ngapain."^^^


^^^Sonia: "Tapi urusan nya sudah selesai kan Bu?"^^^


^^^Bu Melani: "Soal itu sudah selesai, yang ditabrak sudah selesai yang menabrak juga motornya sudah. Sudah beres tinggal pengobatannya Cindy dan juga Ayah."^^^


^^^Sonia: "Alhamdulillah kalau sudah selesai semuanya, Bu ... kalau soal pengobatan ya ... santai saja nanti Sonia kirimkan uang lagi ke sana."^^^


Bu Melani: "Yapi Nia, kau itu baru berapa bulan di sana. Tapi uang mu sudah banyak mengalir ke sini, sudah berapa banyak uang yang kau kirimkan! apakah kamu dapatkan gaji sebesar itu atau ngutang? Ibu tidak tega Nak!"


Sejenak Sonia terdiam dan memikirkan nasibnya di sana, ingin sekali Dia bercerita tentang apa yang sudah terjadi. Bahkan sekarang dia sudah menikah, tapi kalau cerita juga ... yang ada sang ibu shock mendengarnya.


^^^Sonia: "Eem ... Ibu jangan banyak pikiran soal uang, biar aku yang berusaha dan mencarinya. Yang penting Ibu doain! supaya Sonia sehat dan dimudahkan rezekinya untuk kita semua."^^^


^^^Bu Melani: "Ibu cuman khawatir, gak mungkin gajimu sampai ratusan juta dalam berapa bulan. tapi kamu sudah kirimkan lewat Hera mencapai segitu, darimana uangmu itu? Nak ibu ingin kamu mencari uang yang halal."^^^


^^^Sonia: "Ibu Jangan pikirkan itu, biar aku yang memikirkannya! yang penting aku bisa mengatasi dan mengurus semuanya, besok aku mau kirimkan uang sama ibu dan kirimkan nomor rekeningnya yaitu karena mengirimnya aku sendiri tanpa melalui Hera lagi."^^^


Sonia: "Tidak apa-apa, Bu ... besok bayar saja tempatnya dan nanti sisa uang yang aku kirimkan, bangunkan rumah agar lebih bagus dan kokoh. Dan juga lebih luas lagi ya Bu!"


^^^Bu Melani: "Tapi kamu mau kirim uang dari mana lagi? kok uang kamu banyak sekali Nak."^^^


^^^Sonia: "Tidak apa-apa, Bu ... aku mau pinjem dulu sama bos, biar nanti aku bayar nyicil dan ibu nggak usah pikirkan. Gimana caranya aku membayar! yang penting aku minta doanya saja sama ibu dan ayah."^^^


^^^Bu Melani: "Masya Allah ... Nak,.semoga kamu sehat! panjang usia dan di mudahkan dalam segala urusan!"^^^


^^^Sonia: "Aamiin doa ibu sudah cukup untuk aku di sini, dan semoga kita bisa segera bertemu dan berkumpul kembali."^^^


^^^Sonia: "Aamiin-Aamiin ya Allah ... semoga kita segera bertemu lagi ya dan berkumpul seperti semula."^^^


Sonia kaget karena ada yang memasuki kamarnya! yaitu Leo dengan bertelanjang dada menghampirinya, sambil menatap tajam ke arah Sonia yang sedang mengobrol di telepon.


Sonia: "Bu ... sudah dulu ya? Besok aja aku telepon, dan nomor rekeningnya ya? besok aku kirimkan uangnya! Aassalamualaikum."

__ADS_1


Leo mendudukan dirinya di samping Sonia sembari mengusap pipi Sonia dengan lembut. "Siapa kekasih mu bukan?"


"Dia ibuku, yang memberi kabar kalau ayah dan adikku masih dalam proses pengobatan!" Sonia menyimpan ponselnya di atas nakas.


"Benarkah itu ibu mu? bukan kekasihmu bukankah kau punya kekasih, apakah dia tahu kalau kita sudah menikah?" tanya kembali Leo.


Sesaat Sonia melamun dia menjadi teringat pada Zay yang hampir sebulan ini nggak ada kabar, dia nelpon nggak! ditelepon juga nggak. "Iya-ya ... gimana kabarnya Zay sekarang? dia nggak ada telepon aku. Aku pun nggak mencari dia!"


Leo mencolek dagunya Sonia seraya berkata. "Kenapa melamun! Apa kau merindukannya?"


Sonia tidak menjawab pertanyaan dari Leo, dia malah melihat ke arah jarum jam yang menunjukkan hampir full 03.00, lalu dia berbaring menarik selimutnya dan ingin tidur kembali.


Namun baru saja Sonia mau terpejam, tangan Sonia ditarik Leo. "Kita ke kamar ku? kita lanjutkan lagi ritual kita yang tertunda."


"Ta-tapi aku ngantuk sekali!" Sonia menarik tangannya kembali.


Leo menatap tajam ke arah Sonia yang tampak ogah ketika di ajaknya. Di luar ada beberapa wanita yang menawarkan diri untuk ia gunakan jasanya. Tetapi Leo tolak mentah-mentah, Sebab Dia sedang merasa gabut, gak nafsu melakukannya dengan wanita lain.


"Jadi kau menolak ku? apa perlu aku menggunakan cara kasar?" Leo melipat kedua tangannya di dada.


Sonia yang melihat ke arah dinding, mengatupkan bibirnya, lalu melihat ke arah Leo! lalu dia perlahan bangun.


Membuat bibir Leo senyum-senyum, lalu menarik kembali tangan Sonia diajaknya ke kamar dia pribadi.


"Auw." Desisnya Sonia karena kakinya tersandung.


Menjadikan langkah Leo terhenti lalu menoleh ke arah belakang melihat Sonia. "Kenapa?"


"Ka-kaki ku tersandung, kaki meja!" jawab Sonia sambil mengangkat kaki yang menyandung sesuatu.


"Ck. Dasar ceroboh!" kemudian tubuhnya Leo membungkuk lantas menggendong tubuhnya Sonia.


Dengan refleks Sonia mengalungkan tangannya di leher Leo. "Sebenarnya orang ini perhatian atau emang ada maunya sih?" hatinya Sonia bergumam sembari menatap sekilas wajah pria itu.


"Aku dengar kau akan mengirimkan uang kepada ibumu ya besok? Aku akan suruh seseorang untuk mengurus membuat rekening, sekalian uang yang ku memberikan kemarin, jika belum digunakan! masukkan ke rekening lalu kau kirimkan ke kampung mu. Dan akan aku kirim uang yang malam kemarin itu sebagai bayaran! kalau untuk malam ini tidak ada bayaran." Jelas Leo sambil berjalan menuju kamarnya.


Sonia hanya terdiam dan mendengarkan tanpa menjawab sepatah kata pun ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Jangan lupa like comment kasih bintang, subscribe dan dukungan lainnya. Makasih.


__ADS_2