Terjebak Cinta Mafia

Terjebak Cinta Mafia
Bukan rejeki


__ADS_3

"Tapi ngomong-ngomong. Aku jadi penasaran, baik bener majikan mu yang baru kerja sedikit sebentar, tapi kau sudah dikasih pinjaman barang mewah." Cery mengerutkan keningnya sambil nikmati semua makanan yang ada.


"Sudahlah. Jangan dipikirkan! oh iya, bilangnya sama bos ya? lusah aku masuk kerja dan besok aku masih mau istirahat," ucapnya Sonia.


"Oke, nanti aku sampaikan! tapi seandainya mereka membuat mu resign gimana? tidak apa-apa kan? soalnya juga dulu pernah kejadian ya! dia nggak masuk berapa hari dan langsung di pecat dengan alasan mereka membutuhkan bekerja. Makanya aku tuh biar sakit atau gimana-gimana tetap usahakan masuk." Kenangnya Cery.


Sonia menatap ke arah Cery dengan tatapan yang datar, dia baru kepikiran. "Tapi kalau seperti itu ... ya mau gimana lagi, Cer? Kalau aku di pecat ya pecat lah. Itu kan hak mereka!" ucapnya Sonia sambil menghela nafas dengan panjang dan pasrah.


"Yah ... aku jadi sedih kalau seandainya kamu di pecat. Nggak ada temen lagi aku," Cery memeluk Sonia dengan erat.


"Ya tidak apa-apa ... kalau aku harus resign dari sana mungkin bukan rejeki ku lagi." Sonia mengusap-usap punggungnya Cery.


Kemudian Sonia mengajak Cery untuk pulang dan dia akan mengantarkannya. "Hari sudah mulai gelap, ku antar kamu pulang ya?"


"Kamu mau bayarin transportasi ku? boleh ... atau kamu mau ke kontrakan ku dulu?" Cery memandangi ke arah Sonia yang merapikan tas nya dan ponsel yang dia masukan ke dalam.


Keduanya beranjak dari kursi panjang tersebut, lalu mereka berjalan menghampiri sebuah mobil di mana masih menunggu Sonia dengan setia.


"Ini mobil siapa?" selidiknya Cery kepada Sonia setelah berada di samping mobil tersebut.


"Tentunya ini bukan mobil ku tapi mobil bosku, ayo masuk?" Sonia membukakan pintu mobil buat Cery, kemudian dia menyusulnya masuk lalu duduk di samping Cery.


"Pak, tolong antarkan kami ke jalan xx," pintanya Sonia kepada sopir yang langsung merespon dengan anggukan dan menyalakan mobilnya dengan cepat.


"Aish ... enak bener kamu. Dalam sekejap hidupmu berubah 99%. Aku jadi iri dan mau seperti kamu." Cery mengedarkan pandangan ke seluruh dalamnya mobil tersebut.


"Jangan iri, rejekinya orang berbeda-beda. Ada porsi nya masing-masing." Sonia menyandarkan punggungnya ke belakang.


"Hem ... nyaman sekali, ada AC nya juga. Sejuk ... nya seperti mobil tuan Bobby." Gumamnya Cery sambil menghirup udara yang ada dari mobil tersebut.


Mobil berhenti di depan sebuah gang persimpangan menuju kontrakan Cery.


Sebelum turun, Sonia menyisipkan beberapa lembar uang pada Cery. "Ini buat kau jajan."


"Haduh, kamu ngasih aku Nia? kau ada buat diri mu sendiri?" Cery menatap uang tersebut.


"Ada, tenang saja. Aku ada kok." Sonia memaksa Sonia untuk mengambil uangnya yang dia berikan.

__ADS_1


"Makasih ya, Nia ... semoga rejeki mu semakin melimpah. Hooh aku jadi terharu." Sebelum Cery pergi, dia memeluk sahabatnya kembali.


"Sama-sama!" Sonia membalas pelukan Cery dengan erat.


Cery berjalan memasuki gang tersebut menuju kontrakannya. Dan Sonia langsung meminta supir untuk merayap meninggalkan area tersebut agar membawanya pulang.


Mobil melaju dengan sangat cepat. Menuju apartemen Leo yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sepanjang perjalan tidak ada yang bersuara selain suara mesin mobil yang terdengar halus.


Sonia memilih sibuk dengan pikirannya yang melayang dan mengingat Zay yang sampai detik ini tidak ada kabar. Lantas Sonia mengambil ponselnya dan mencoba menanyakan kabar Zay.


Chat terkirim dan centang dua. Namun lama tak kunjung di baca apalagi di balas. Membuat hati Sonia mendadak lesu, di saat dia cari kabar, namun Zay tidak merespon.


"Kemana sih? tapi online kok." gumamnya Sonia sambil mengedarkan pandangan ke lain arah.


Mobil berhenti di depan lobby dan Soni segera turun dengan langkah yang setengah berlari menuju apartemen nya.


Setibanya di depan pintu lift. Sonia berjalan ke arah pintu tempat tinggalnya dan mengingat-ingat kunci agar dia bisa masuk.


"Oh, iya aku ingat pin nya. Bismillah ..." Sonia mengklik nomor pin dan kebetulan tepat sehingga pintu pun terbuka.


Sonia berjalan sambil celingukan melihat ke arah kamar Leo yang masih kosong.


"Apa dia belum pulang kali ya? kok sepi tapi baguslah!" gumamnya Sonia sambil berjalan menghampiri kamar pribadinya.


"Dari mana?" suara bariton itu terdengar seiring dengan terbukanya pintu kamar Sonia.


Jelas membuat Sonia sangat terkaget-kaget, karena baru saja membuka pintu sudah terdengar suara itu dari dalam kamarnya.


"Em ... aku habis ketemu temen aku, kan sudah ku bilang dari semalam. Kalau sore ini aku mau pergi!" Jawabnya Sonia sembari tertegun di tempat.


"Oh ya? kapan bilangnya? aku tidak mendengar itu, dan bukan ketemu sama pria lain kan?" Leo menatap curiga ke arah Sonia yang masih berdiri di depan pintu.


"Nggak, aku cuman bertemu dengan teman wanita ku saja yang bernama Cery yang kemarin aku tinggal di kontrakannya itu. Tidak bertemu siapapun!" akunya Sonia sambil menurunkan tasnya lalu perlahan dia berjalan mendekati laci menyimpan tas nya tersebut.


Leo mengatupkan bibirnya, terdiam dan hanya menatap datar ke arah Sonia. Kemudian dia berdiri dari duduknya meninggalkan kamar tersebut.


Sonia menoleh dan menatap punggung Leo yang melintasi pintu. "Iih ... nggak jelas banget."

__ADS_1


Detik kemudian, Leo kembali menimbulkan kepalanya ke dalam pintu kamar tersebut seraya berkata. "Bikinkan saya makan malam yang praktis saja, karena satu jam lagi saya akan berangkat."


Sonia menggerakkan matanya pada Leo dan bertanya. "Berangkat ke mana?"


"Itu bukan urusan mu, karena tugasmu hanya melayani saya di ranjang saja. Dan sesuatu yang saya pinta, soal yang lain tidak perlu tahu dan tidak perlu bertanya." Jelasnya Leo sambil menarik kakinya meninggalkan kamar Sonia.


"Hem ... ini orang, jadi aku istri cuman di ranjang doang, nggak boleh tahu apapun. Hal apa pun." lagi-lagi Sonia dibuat tertegun, Lalu dia masuk kamar mandinya. Dan tidak lama kemudian dia kembali.


Leo yang langsung masuk ke dalam kamarnya, lanjut ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sbil menunggu makan malam jadi. Setelah makan malam nanti ... dia mau berangkat lagi ke bar.


Sekitar 20 menit kemudian Leo keluar dari kamar mandi, lantas dai mengerjakan salatnya. Apa pun yang kau kerjakan salat lah! Selepas itu Leo sudah rapi kembali dengan setelan jasnya, hanya tidak memakai dasi saja.


Lantas membawa langkahnya keluar dari kamar dengan mata yang celingukan ke meja makan atau ke arah dapur.


Dan di sana, sudah ada Sonia yang tampak sedang sibuk, langkah Leo pun berhenti tidak jauh dari Sonia. Leo menghampiri gadis itu yang sedang memasak Mei goreng tiau telor mata sapi. Ditaburi bawang goreng penambah selera makan.


Sonia langsung menyajikannya di meja dan alangkah terkesiap nya dia, saat melihat Leo yang berdiri tegak tidak jauh dari dirinya itu.


"Kau sudah berada di sini?" Sonia bergumam pelan.


"Iya, aku. Siapa lagi? apa kau sedang memikirkan kekasihmu?" merindukan dirinya?" Leo duduk di kursi yang dia tarik lebih dulu.


"Inilah makan malam yang lebih praktis!" Sonia menunjuk ke piring mie goreng lalu menuangkannya ke piring Leo.


"Yah, tidak apa karena saya harus segera pergi!" Leo langsung menyantap mie goreng tersebut dengan sangat tahap.


Sejenak Sonia mandiri memperhatikan Leo yang sedang makan, kemudian dia pun duduk terhalang berapa kursi dari posisi Leo saat ini.


"Bagaimanapun aku ucapkan, banyak terima kasih atas kebaikan mu, terutama uang itu dan yang kemarin sudah aku kirimkan ke kampung dan uang yang rp300 juta pun terima kasih!" ucapnya Sonia yang tentunya ditujukan kepada Leo.


"Yah, pergunakan uang itu sebaik mungkin, karena hidup tidak selamanya di atas dan tidak selamanya juga senang, begitupun uang yang dikirimkan ke kampung mu nantinya harus berwujud dengan sebuah investasi yang akan bernilai tinggi!" balasnya Leo sambil makan dan tanpa menoleh ke arah Sonia.


Sonia menganggukkan kepalanya dengan pelan, dia mengerti dengan apa yang Leo maksudkan ....


...🌼---🌼...


Jangan lupa like comment dan dukungan lainnya ya makasih.

__ADS_1


__ADS_2