
"Itu rumah saya." ucap Rena sambil menunjuk sebuah rumah dan di depan nya ada seorang anak kecil yang sedang bermain bersama teman nya.
Pak Soni pun menghentikan mobil nya tepat di depan rumah nya Rena.
"Makasih pak, makasih ya anak-anak, dan maafkan sikap tante yang sudah membuat kalian marah tadi, tante mengaku salah, dan saya juga minta maaf sama bapak, karena saya sudah berbohong sama bapak." ucap Rena sambil menunduk.
"Iya tante, kita memaafkan tante, tapi jangan diulangi lagi ya tante? Karena apa yang telah tante lakukan tadi itu perbuatan ngga baik, kalau memang tante ada dendam sama papah atau mamah kita tolong hilangkan rasa dendam itu, terus kalau misal nya mamah dan papah kita ada salah sama tante tolong tante maaf kan mereka." ucapan Azzam membuat melongo Rena dan pak Soni.
Pak Soni memang sudah tahu kalau si kembar ini genius, tapi untuk kalimat yang baru diucapkan oleh Azzam itu adalah kalimat orang dewasa yang berhati bijak, dan pak Soni kaget karena kalimat itu diucapkan oleh anak kecil yang baru berusia kurang dari enam tahun.
"Anak ini baru sekolah TK, tapi kalimat yang dia utarakan barusan itu kalimat orang dewasa? Begitu genius nya kah anak ini?" Rena pun bertanya-tanya dalam hati nya.
"Ngga nak, papah dan mamah kalian ngga salah apa-apa, tante yang salah, tante terlalu berambisi ingin mendapat kan papah kalian, sekali lagi maaf kan tante, dan tante berjanji tante ngga akan mengganggu keluarga kalian lagi." ucap Rena dengan penuh penyesalan.
"Kita sudah memafkan nya tan, tapi kalau tante mengulangi dan mengganggu keluarga kita lagi, jangan harap Azzam akan melepaskan tante." ucap Azzam sedikit menggertak.
"Makasih ya nak, pak, ya sudah kalau gitu tante turun ya." ucap Rena sambil membuka pintu mobil.
"Tante, ini sandal sama tas nya." ucap Azzura sambil ,memberikan tas dan sandal nya Rena.
"Oh iya, makasih ya nak." ucap Rena sambil mengambil barang-barang nya.
"Pak punya uang cash ngga?" tanya Azzam pada pak Soni.
"Ada den tapi ngga banyak." jawab pak Soni.
"Ada berapa?" tanya Azzam sambil menatap pak Soni.
"Ada satu juta an kalau ngga salah." jawab pak Soni sambil mengeluarkan dompet dari saku celana belakang nya.
"Azzam pinjam dulu ya pak? Nanti di rumah Azzam ganti." ucap Azzam.
__ADS_1
"Boleh nak, ini ada satu juta seratus." ucap pak Soni sambil memberikan uang nya.
"Satu juta aja pak, yang seratus pegang lagi sama bapak." ucap Azzam sambil mengambil uang satu juta dari pak Soni.
Azzam pun membuka pintu mobil lalu keluar dan menghampiri Rena yang sedang memakai sandal nya.
"Tante, tolong terima ini buat tante, tapi maaf tante bukan Azzam menghina tante dengan memberikan uang ini, tapi ini untuk mengobati luka di kaki tante, kaki tante pasti sakit habis berjalan tanpa alas kaki tadi." ucap Azzam sambil memberikan uang kepada Rena.
"Tidak nak, tidak usah itu semua juga memang kesalahan dari tante kok." jawab Rena.
Rena memang sudah bertekad mau berubah ketika tadi dia sedang menerima hukuman dari Azzam.
"Ngga apa-apa tante Azzam ikhlas kok." ucap Azzam sambil memberikan uang nya ke tangan Rena.
Azzam tahu kalau Rena pasti sangat membutuhkan uang, dia melihat rumah Rena saja sudah bisa menebak nya kalau rumah tu adalah rumah kontrakan.
"Kalau begitu makasih ya nak." jawab Rena sambil menerima uang nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Iya nak, hati-hati ya." ucap Rena lalu melambaikan tangan nya.
"Terima kasih nak, kamu sudah membuka hatiku, aku janji ngga akan mengganggu keluarga kalian lagi, dan dengan uang ini aku akan kembali ke kampung halaman ku dan menetap bersama kedua orang tua ku." gumam bathin Rena sambil menatap mobil keluarga Gilang yang mulai menghilang dari pandangan nya.
"Abang, kenapa abang tadi memberi nya uang?" tanya Azzura.
"Adek lihat kan tadi kondisi rumah nya? Seperti nya itu rumah kontrakan, abang ngga tega melihat nya dan abang yakin apa yang tante itu lakukan tadi kepada kita, itu suatu keterpaksaan karena keadaan." jawab Azzam.
"Sungguh mulia hati mu nak, dan baru kali ini aku melihat dan mendengar kelakuan dan nada bicara seorang anak TK sebijak ini, aku pun yang sudah dewasa ngga sebijak den Azzam." gumam bathin pak Soni sambil mengemudi.
"Iya abang benar, tapi adek masih penasaran sama abang." ucap Azzura.
"Penasaran apa?" tanya Azzam sambil melihat ke belakang dimana saudara kembar nya lagi duduk.
__ADS_1
"Kartu yang abang lihatkan sama tante itu kapan papah kasih nya? Kok adek ngga dikasih kartu itu?' tanya Azzura.
"Ha,ha,ha, adek percaya sama kartu yang abang lihat kan tadi?" Azzam malah tertawa dan memberikan pertanyaan kembali.
"Terus itu kartu apa bang?" tanya Azzura yang benar-benar penasaran.
"Ini kartu mainan adek, tapi memang sekilas sama seperti asli nya." jawab Azzam sambil memberikan sebuah kartu yang memang mirip dengan kartu ATM yang asli.
"Wah ternyata yang tertipu sama kartu ini bukan tante itu saja ya? Tapi adek juga ikut tertipu, memang abang ini ter the best lah." teriak Azzura dengan penuh bangga dengan saudara kembar nya.
Pak Soni pun ikut tertawa melihat tingkah konyol anak-anak atasan nya.
"Kalian memang anak-anak Genius, bahkan sepertinya iq kalian lebih tinggi dari orang dewasa." gumam bathin pak Soni.
"Pak maaf ya uang nya tadi Azzam pinjam, nanti pas sampai rumah Azzam bilang ke papah untuk mengganti nya." ucap Azzam.
"Ngga apa-apa nak, santai saja, bapak juga belum mau pakai kok." jawab pak Soni sambil tersenyum.
"Abang kita beli ice cream dulu yuk?" ajak Azzura.
"Tidak dek, kita lagi di tunggu mamah di rumah." jawab Azzam.
"Pokok nya adek mau beli ice cream, adek haus abang, dari tadi ngga minum." teriak Azzura.
Azzura anak nya memang sedikit manja, jadi cepat merajuk nya.
"Adek, abang kan ngga bawa uang banyak, abang cuma punya uang lima puluh ribu aja." ucap Azzam yang memang sedikit lebih dewasa dari Azzura.
"Beli yang murah aja bang, itu juga cukup kok." ucap Azzura.
"Ya sudah kalau memang non ingin sekali ice cream, ini bapak masih ada uang seratus ribu, di gabung saja sama uang nya den Azzam cukup kan?" ucap pak Soni menawarkan uang nya.
__ADS_1
Azzura pun sangan bahagia karena keinginan nya akan di penuhi.