Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Berbeda


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuh nya Alina begitu merasa sangat segar dengan tubuh nya, entah kenapa dia merasa setelah melakukan hubungan suami istri semalam Alina merasa semangat nya lebih tinggi dan juga tubuh nya terasa enteng.



"Mas, sayang, bangun udah siang." Alina pun sedikit menggoyangkan tubuh Gilang agar Gilang bangun.



"Sebentar lagi Yang, badan ku terasa lemes ini." jawab Gilang dengan mata yang masih terpejam.



"Ya ampun sayang masa sih lemes, orang kita main juga cuma tiga ronde aja kok." ucap Alina.



"Apa?, kamu bilang cuma sayang? Tiga ronde cuma? Kenapa sekarang kamu yang semangat aku yang lemah ya?" teriak Gilang sambil membuka mata nya karena kaget dengan ucapan istri nya.



"Ya cuma tiga ronde, aku mau nya malah lebih, eh sayang pagi ini seperti nya enak juga ya kalau kita mengulang yang semalam." ucap Alina menggoda suami nya.



"Tidak Yang, aku tidak sanggup lagi badan ku lemas dan kepala ku pusing sekarang." jawab Gilang yang heran dengan sikap Alina.



"Ya sudah kalau gitu mas sekarang bangun dan mandi, kalau ngga aku buat bangun yang bawah." ancam Alina sambil menjulurkan tangan nya mau menyentuh si otong nya Gilang.



Gilang yang memang merasakan badan nya lemes langsung menutupi si otong dengan kedua tangan nya.



"Iya Yang, mas bangun, mas mandi ini." ucap Gilang yang langsung pergi ke kamar mandi dengan tubuh yang tidak tertutup kain sehelai pun, hingga si otong nya terombang ambing ke kanan dan ke kiri mengikuti gerak langkah kaki nya Gilang.



Alina yang melihat kelakuan suami nya pun hanya tersenyum sambil menatap nya.



"Kenapa dengan aku ini, aku kok agresif ya dari semalam? Andai kan kamu tidak lemes mas, sebenar nya aku mau melakukan nya lagi, tapi kasihan kamu, wajah kamu sedikit pucat pagi ini," gumam Alina sambil mengganti sprey nya dengan yang baru.



"Ada apa dengan istriku ini, kenapa dia kuat sekali malam tadi? Apa yang sudah dia makan ya? Aku sampai kewalahan melayani nya, tapi kan aku juga biasa nya tiga ronde tubuh ku kuat tapi kenapa malam tadi aku ngga sanggup." gumam Gilang dengan tubuh yang di guyur air dari shower.



"Sayang? Jangan terlalu lama mandi nya, nanti kamu masuk angin." teriak Alina sambil mengetuk pintu kamar mandi.



"Iya, ini sudah selesai kok." jawab Gilang sambil membelitkan handuk di bagian bawah tubuh nya.



Baru juga Alina mau melangkah pintu kamar mandi terbuka dan menampakan dada bidang Gilang yang masih basah dan percikan air dari rambut Gilang membuat Alina ingin melakukan nya lagi pagi ini.



"Sayang, kamu tampan sekali." ucap Alina sambil memeluk dan mencium dada Gilang hingga Alina memberikan tanda kepemilikan di sana.

__ADS_1



"Yang, aku baru aja mandi." ucap Gilang, Gilang memang lagi lemas tubuh nya tapi tidak dengan si otong nya, begitu Alina menyentuh di bagian sensitif nya dan memberikan ciuman di dada dan di bibir nya membuat si otong bangun kembali berdiri tegak seperti tombak yang siap untuk mengenai sasaran yang di ingin kan nya.



Alina seakan tidak perduli dengan apa yang diucapkan Gilang, dia terus menggencar Gilang dengan sentuhan dan cumbuan nya.



"Mah, pah, bangun udah siang." teriak Azzura sambil terus mengetuk pintu kamar orang tua nya.



"Sayang, Azzura." ucap Gilang yang sedikit bahagia karena merasa terselamat kan dari istri nya yang tiba-tiba berubah menjadi liar.



"Ah, adek kenapa ganggu mamah." gumam bathin Alina sambil melepaskan pelukan nya, lalu menghampiri pintu dan membuka nya.



Gilang pun yang merasa tertolong dengan Azzura, langsung mengambil baju yang sudah di sediakan istri nya sebelum istri nya kembali membuat diri nya tak berdaya.



Gilang ngga munafik, dirinya juga terbuai dan mau melakukan nya, tapi apalah daya tubuh nya pagi ini sangat lah capek dan lemas hingga dia merasa bahagia begitu mendengar Azzura mengganggu nya.



"Iya dek, mamah dan papah sudah bangun kok." ucap Alina sambil membuka pintu kamar nya.



"Kirain adek mamah sama papah belum bangun, ya udah ayo mah kita sarapan." ucap Azzura.




"Ya sudah kalau gitu adek tunggu ya mah, jangan lama-lama." jawab Azzura sambil berlalu meninggalkan kamar orang tua nya.



"Adek nya mana Yang?" tanya Gilang yang kini sudah rapih dengan pakaian kerja nya.



"Kok mas udah pakai baju sih." ucap Alina dengan bibir cemberut.



"Kan mas mau kerja Yang, ini udah mau siang lo." jawab Gilang.



"Jadi mas senang gitu tadi di gangguin adek? Ya sudah aku ngga mau ngomong sama mas hari ini." ucap Alina sambil pergi keluar meninggalkan Gilang.



"Yang, tunggu dong." teriak Gilang sambil mengikutinya dari belakang.



"Kenapa sih dengan istri ku ini? Padahal biasa nya ngga seperti ini kok." gumam bathin Gilang sambil terus melangkah mengikuti Alina dari belakang.

__ADS_1



"Pagi mah, pagi pah, pagi juga anak-anak kesayangan mamah." ucap Alina sambil tersenyum lalu duduk di kursi tempat dia.



"Pagi juga sayang, segar banget hari ini, kamu lebih fresh." ucap bu Dewi sambil terus menatap menantu nya itu.



"Kenapa aku melihat menantu ku sedikit berbeda ya?" gumam bathin bu Dewi.



"Pagi semuanya." ucap Gilang yang baru datang dan duduk di samping Alina.



"Pagi." jawab semuanya kecuali Alina yang menampilkan muka jutek nya kepada Gilang.



Tidak seperti biasanya, pagi ini Alina tidak mengambilkan sarapan untuk suami nya membuat pak Surya dan bu Dewi saling menatap heran.



"Yang, ambilkan sarapan nya dong." ucap Gilang.



"Ambil saja sendiri." jawab Alina dengan malas.



"Aduh, ternyata dia marah beneran, gawat kalau dia marah, tapi aku harus gimana merayu nya ya?" gumam bathin Gilang.



"Tuan ini susu nya." pelayan pun memberikan satu gelas susu putih kesukaan Gilang.



Setiap sarapan Gilang memnag harus ada satu gelas susu, itu sudah biasa dan wajib bagi dirinya.



"Huwek, huwek," Gilang pun merasa mual setelah mencium susu yang dibelikan pelayan nya itu.



Gilang pun berlari ke kamar mandi yang ada dekat dapur, dia memuntahkan cairan yang ada dalam tubuh nya.



"Kamu kenapa mas? Kamu sakit?" ucap Alina sambil memijat pelan tengkuk Gilang.



Alina memang lagi kesal sama Gilang, tapi melihat Gilang seperti itu Alina tidak tega melihat nya.



"Ngga tahu Yang, mas pusing, badan mas lemes, terus perut mas mual, seperti nya mas masuk angin deh." jawab Gilang.


__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu mas ngga usah pergi ke kantor, mas istirahat saja ya." ucap Alina sambil terus memijat tengkuk nya Gilang.


__ADS_2