Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Tiga Kabar Bahagia


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah ustadz Soleh, mereka langsung membahas kembali di rumah nya pak Abidin.



"Gimana pah, ijab nya bisa dilaksanakan malam ini kan?" tanya bu Dewi.



"Alhamdulilah bisa mah, tapi setelah menikah Gilang ngga boleh bertemu dulu dengan Alina." jawab pak Surya.



Alina yang mendengar nya pun kaget langsung menatap ke arah Gilang seakan-akan meminta sebuah penjelasan.



"Kenapa begitu pah?" tanya bu Dewi penasaran.



"Papah takut kalau anak kita khilaf lagi seperti kemarin, sedangkan Alina kan baru melahirkan, kata ustadz Soleh wanita yang baru melahirkan boleh menikah tapi dengan syarat si pria tidak boleh menggauli istri nya sampai dia selesai masa nifas nya, nah jadi setelah melakukan ijab nanti, Gilang kita bawa pulang dan bertemu lagi nanti pas acara resepsi." ucap pak Surya.



"Oh, kalau gitu mamah setuju banget." jawab bu Dewi.



Alina yang mendengar penuturan dari calon mertua nya pun sedikit tersenyum.



"Kita berpisah lagi mas." gumam bathin Alina.



"Pak, undang pak RT supaya menjadi saksi nanti malam." ucap bu Diah.



"Iya bu, ini baru bapak mau pamit untuk mengundang pak RT dan para sesepuh di sini." ucap pak Abidin.



"Kalau begitu saya akan masak banyak untu nanti malam, sebelum ke rumah pak RT antar ibu ke pasar dulu pak." ucap bu Diah.



"Ngga usah masak bu, kasihan dari kemarin belum istirahat benar, biar kita pesan catring saja." ucap bu Dewi.



"Ya sudah nak, kamu tahu catring yang enak di daerah sini kan?" tanya bu Diah pada Ronald.



"Ada Tan, nanti Ronald telepon, mau pesan berapa porsi?" tanya Ronald.



"Pesan seratus porsi saja atau seratus lima puluh juga boleh." jawab bu Dewi.



"Itu kebanyakan bu, kita kan cuma melaksanakan ijab saja." ucap bu Diah.



"Ngga apa-apa bu, kita bagikan saja ke para tetangga lain nya, biar mereka juga mengetahui kalau Alina mempunyai suami, saya tahu pasti berat yang dialami oleh Alina selama dia mengandung, pasti banyak para tetangga yang nyinyir." ucap bu Dewi.



"Ada lo mah, bahkan ya pas kita pulang dari rumah sakit ada ibu-ibu yang sombong dengan menggunakan jabatan nya, Dhea ladenin saja." ucap Dhea.


__ADS_1


"Memang nya dia ngomong apa sampai jabatan di bawa-bawa segala?" tanya bu Dewi.



"Dia bilang kalau si kembar anak haram, terus Dhea jawab semua bayi yang lahir ke dunia suci, yang haram itu mulut ibu-ibu yang suka gosip, eh dia marah, dia bilang gini, Kamu menghina saya? Kamu belum tahu siapa saya? Saya ini adik nya bu RW, terus Dhea jawab ibu tahu siapa saya? Saya adalah anak dari adiknya bapak Presiden." ucap Dhea dan membuat semua nya tertawa.



"Kamu ini dek, selalu saja bisa ngalahin omongan orang." ucap bu Dewi.



"Pak, Bu, saya pamit keluar dulu, jadi maaf saya tinggal sebentar." ucap pak Abidin.



"Iya pak, silahkan, saya mau menghabiskan waktu sama si kembar, soalnya besok pagi kami kembali ke rumah."jawab pak Surya.



"Dek mau ikut ngga, abang mau ke mini market." ajak Ronald pada Dhea.



"Ikut bang, aku mau makan ice cream kayak nya enak deh." jawab Dhea.



"Double Nur ayo kita ikut sama abang ke mini market." ajak Dhea pada Nura dan Nuri.



"Ngga ah kak, makasih.' jawab mereka berdua.



"Udah lah ayo ikut saja." ucap Dhea sambil menarik tangan Nura dan Nuri.




"Udah lah bang kita jalan aja, cuma kesitu doang." ucap Dhea.



Mereka berempat pun akhirnya jalan kaki menuju mini market nya Ronald.


*


*


"Wa, lihat itu kak Ronald, ayo kalian gandengan yang mesra." ucap Risma yang melihat Ronald dari jauh.


"Maaf ya kak." ucap Nazwa pelan.



"Iya ngga apa-apa, oh jadi cowok itu yang kamu sukai." ucap Rehan, Nazwa hanya mengangguk kecil.



Nazwa pun menggandeng tangan Rehan dan memaksakan untuk selalu tersenyum dan terlihat layak nya kalau Rehan ini adalah kekasih nya.



"Siapa yang di gandeng Nazwa? Kenapa hatiku merasa sakit ya, melihat dia menggandeng pria lain." gumam bathin Ronald sambil menatap kearah tangan Nazwa yang sedang menggandeng tangan Rehan dengan mesra.



"Itu kan perempuan kemarin, nah lo bang syukurin, apa ku bilang kemarin, sakit kan lo." gumam bathin Dhea sambil melirik ke arah Ronald.



"Kak Nazwa, kak Risma." teriak Nura dan Nuri bersamaan.

__ADS_1



Nazwa dan Risma yang berpura-pura ngga melihat mereka pun pura-pura menoleh.



"Eh, ada Nura dan Nuri, mbak Alina nya kemana? Malam kemarin kita ke rumah, tapi rumah kalian kosong, pada kemana emang nya?" tanya Risma.



Ronald dan Dhea hanya diam sambil menatap mereka, terlihat ada api kecemburuan di mata Ronald.



"Ternyata perasaan aku salah, ku kira kamu selama ini menyukaiku ternyata kamu sudah punya pasangan, padahal kita ngga ada hubungan apa-apa, tapi melihat kalian mesra begini saja hatiku sakit, apalagi Gilang dulu melihat aku dan Rena lagi?, pantesan saja Gilang sulit memaafkan aku." gumam bathin Ronald sambil terus menatap tangan Nazwa.



"Kan kemarin malam kakak melahirkan, jadi kita ngga ada di rumah." jawab Nuri.



"Apa! Jadi mbak Alina sudah melahirkan? Ya sudah Ris nanti kita lihat bayi nya mbak Alina." ucap Nazwa.



"Pacar kakak ya?" tanya Nuri.



"Oh iya sampai lupa, kenalkan ini mas Rehan, mas Rehan kenalkan ini adik kembar nya mbak Alina, dan ini bos yang punya mini market itu, dan ini pasangan nya." ucap Nazwa sambil menyembunyikan rasa gugup nya.



Risma terus menatap wajah Ronald sambil tersenyum tipis, "Cemburu kan kamu kak? Makanya jadi cowok jangan sok jual mahal, sok ngga perduli dan sok ngga punya perasaan, giliran jalan sama cowok lain kamu cemburu." gumam bathin Risma sambil terus menatap wajah Ronald .



"Eh maaf saya bukan pasangan bang Ronald, saya adik angkat nya." ucap Dhea sambil tersenyum.



"Pasangan nya juga ngga apa-apa kok mbak, kalian serasi kok." ucap Risma.



"Ngga, saya sudah punya calon suami." jawab Dhea.



"Oh kalau gitu kita minta maaf ya mbak, sudah salah sangka." ucap Nazwa.



"Ngga apa-apa, oh ya kalian nanti malam ke rumah nya Alina ya? Sekalian ikut menyaksikan pernikahan Alina sama kakak kandung saya." ucap Dhea.



"Apa! Jadi mbak Alina mau menikah? Ya ampun kita mendapat tiga kabar bahagia hari ini." teriak Risma.



"Apa saja memang nya?" tanya Ronald.



"Yang pertama mendengar mbak Alina yang sudah melahirkan, yang ke dua mendengar kalau mbak Alina mau menikah." jawab Risma.



"Terus yang ke tiga?" tanya mereka semua penasaran.



"Yang ke tiga, hanya aku yang tahu." jawab Risma sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


.


__ADS_2