
Gimana Lin? Ngga di jawab sekarang juga ngga apa-apa kok." ucap Ronald.
"Maaf kak aku makan martabak nya dulu ya? Soalnya udah dari tadi aku ingin banget menikmati martabak ini." ucap Alina sambil mengambil potongan martabak yang di belikan adik nya.
Betapa lahap nya Alina memakan martabak rasa keju itu, padahal sebelum nya Alina ngga suka keju.
"Enak ya?" tanya Ronald sambil menatap ke arah Alina yang sedang menikmati martabak.
"iya, kakak mau ngga?" ucap Alina.
"Ngga makasih, habisin aja sama kamu, nanti kalau kamu mau lagi bilang kakak aja jangan nyuruh si kembar, kasihan malam-malam mereka harus keluar." ucap Ronald.
"Kan ngga enak kalau harus nyuruh sama kakak." jawab Alina.
"Ngga usah merasa ngga enak, kakak malah seneng kalau kamu suruh." jawab Ronald.
"Oh iya, tadi kakak mau bilang apa?" tanya Alina.
"Kakak mau bilang kalau kakak sangat menyukai kamu, kakak ingin hubungan kita ini lebih dari sekedar atasan dan bawahan." jawab Ronald.
"Maksud kakak?" tanya Alina ingin memastikan lebih jelas.
"Mau ngga kamu jadi pendamping dalam hidup kakak." ucap Ronald dengan sungguh-sungguh.
Alina pun kaget dengan permintaan Ronald kepada nya. "Maaf kak, aku ngga akan bisa menjadi pendamping kakak sampai kapan pun." jawab Alina.
"Kenapa Lin? Memang nya kamu sudah punya pacar?" tanya Ronald dengan sedikit kecewa.
"Aku sudah ngga bisa sama pria mana pun kecuali hanya dengan satu orang." jawab Alina.
"Siapa dia Lin? Apa dia lebih baik dari aku?" tanya Gilang.
"Setelah kakak tahu, mungkin kakak akan kecewa dan mungkin akan membenci aku." jawab Alina.
__ADS_1
"Tolong kamu bicara yang jelas Lin? kalau masalah kecewa sedikit banyak nya pasti ada rasa kecewa itu, tapi kalau untuk membenci kamu, ngga ada dalam kamus aku harus membenci wanita sebaik kamu." jawab Ronald.
"Dulu aku punya pacar, orang nya tampan, baik, dan sangat mencintai dan menyayangi aku, kita berdua saling menerima apa ada nya, bahkan aku rela memberikan semua yang ada pada aku buat dia, tapi sayang dia telah membohongi aku." ucap Alina sambil mengenang masa-masa bersama Gilang.
"Hanya karena bohong, kamu meninggalkan orang yang sangat mencintai kamu?" ucap Ronald.
"Ya, karena aku benci pembohong, bahkan dari kecil rasa benci itu sudah tumbuh." jawab Alina.
"Terus kamu minta penjelasan tidak?" Ronald kembali bertanya.
"Ngga, karena dari awal saja bohong, pasti ke depan nya akan terus berbohong." jawab Alina.
"Tapi mungkin dia berbohong itu ada alasan nya Lin?' Ronald penasaran dengan Alina, karena menurut Ronald hanya karena kebohongan yang belum tahu penjelasan yang sesungguh nya tapi Alina malah memilih pergi meninggalkan orang yang sangat mencintai nya.
"Apapun alasan nya itu bagiku sekali bohong tetap bohong, dan aku sangat membenci nya." jawab Alina.
"Ternyata dibalik kelembutan nya ada sisi keras kepala nya juga." gumam bathin Ronald.
"Seharusnya aku ngga balik lagi sama dia, tapi anak-anak ku butuh dia, bagaimana pun dia adalah ayah kandung anak-anak yang aku kandung sekarang." jawab Alina.
"Apa! Jadi kamu sekarang sedang mengandung? tanya Ronald dengan wajah kaget nya.
Nura dan Nuri sebenar nya ingin menemui kakak nya untuk pamit tidur duluan, tapi tanpa sengaja malah mendengar pembicaraan kakak nya dan Ronald.
"Apa! Jadi kakak sedang hamil? Bisik Nuri kepada Nura.
"Pantesan dari pagi kakak permintaan nya aneh-aneh." bisik Nura.
"Ya sudah kalau gitu kita diam saja, pura-pura ngga tahu." bisik Nuri yang di jawab hanya dengan sebuah anggukan oleh Nura.
"Iya, aku sedang mengandung anak kembar nya." jawab Alina sambil menyentuh perut nya yang masih rata.
"Kembar? Jadi anak kamu kembar?" tanya Ronald dengan mata berbinar, entah lah Ronald ini sangat senang kalau melihat anak kembar, dia pun sangat menginginkan sekali dan berharap suatu saat mempunyai anak kembar.
__ADS_1
"Ya anakku kembar." jawab Alina sambil tersenyum.
"Kakak hamil anak kembar?" gumam Nura dan Nuri pelan.
"Berarti kita akan punya keponakan kembar? Ah lucu nya, udah ngga sabar ingin segera keluar tuh bayi kembar nya kakak." ucap Nuri pelan.
"Ngaco kamu, tunggu sembilan bulan lah, baru keluar tuh ponakan kita, ya udah lah ayo kita kembali ke kamar, kita nunggu kakak saja." aja Nura sambil menarik tangan Nuri untuk pergi dari sana.
"Berarti kamu akan kembali dan menikah bersama ayah anak-anak kalian?" tanya Ronald.
"Tidak, aku sih berharap nya tidak, tapi kita kan ngga tahu ke depan nya gimana? Tapi kalau memang dia adalah jodoh ku, dan anak-anak yang menginginkan nya, aku bisa apa," ucap Alina.
"Lin, izinkan aku melindungi kamu dan anak-anak, walaupun kamu ngga bisa membalas perasaaan aku, anggap saja aku ini adalah kakak kamu, tapi kalau suatu saat kamu berubah pikiran, dengan tangan terbuka aku siap menerima kamu." jawab Ronald sambil tersenyum.
"Makasih kak, kakak sudah mau menjaga aku, tapi aku harap kakak jangan berharap lebih sama aku, dan aku ngga bisa menjanjikan apa-apa sama kakak." jawab Alina.
"Ngga apa-apa, kakak hanya ingin menjaga dan menyayangi kamu beserta anak-anak saja." ucap Ronald.
"Makasih ya kak." ucap Alina sambil tersenyum.
"Sama-sama, ya sudah kakak pulang dulu ya? Kamu istirahat sana, dan ingat kalau butuh apa-apa hubungi kakak, jangan nyuruh adik-adik kamu." ucap Ronald sambil berdiri.
"Iya kak, asal tidak mengganggu kakak saja." ucap Alina sambil ikut berdiri.
"Untuk kamu dan anak-anak kakak tidak akan merasa terganggu." jawab Ronald.
"Sudah jangan antar kakak ke depan, kunci pintu nya rapat-rapat dan langsung istirahat, kamu ngga boleh begadang dan terlalu capek." ucap Ronald lalu melangkah keluar.
Alina pun menutup pintu dan mengunci nya, lalu pergi ke kamar adik kembar nya.
"Sampai kapan pun aku akan selalu menjaga kamu dan anak-anak, aku berharap suatu saat kamu akan merubah keputusan kamu dan mau menerima aku sebagai suami dan ayah buat anak-anak kamu. Gumam bathin Ronald sambil terus menyusuri jalanan.
Risma sahabat nya Nazwa baru pulang beli sate, di perjalanan dia melihat Ronald keluar dari rumah Alina.
"Ngapain kak Ronald keluar dari rumah itu? Apa jangan-jangan itu rumah pacar nya kak Ronald ya? Gumam bathin Risma sambil terus menatap ke arah Ronald yang sedang berjalan menuju mini market nya.
__ADS_1