
"Nak besok pagi kita pergi ke rumah nenek kamu ya? Kamu jangan rewel di perjalanan." ucap Rena sambil membereskan baju ke dalam koper.
"Asik aku akan bertemu dengan nenek, terus kita kapan ketemu sama ayah nya? Aku juga ingin punya ayah seperti yang lain nya bu." ucap Zidan dengan wajah sedih nya.
Zidan memang sering menanyakan tentang ayah nya kepada Rena, dan Rena selalu beralasan kalau ayah Zidan lagi bekerja di luar negeri, tapi kali ini Rena ngga mau anak nya selalu berharap pada ayah nya.
"Nak, dengarkan ibu, sebenar nya ayah kamu sudah tiada, dia sudah tenang di sana, jadi kamu jangan berharap lagi dia kembali." jawab Rena sambil menahan sesak di dada nya.
Rena baru sadar dan baru menyadari semua yang telah dia lakukan di masa lalu sungguh membuat dirinya sengsara sekarang, dan harus menerima akibat nya dari perbuatan yang telah dia lakukan.
"Jadi Zidan sudah ngga punya ayah ya bu?'" tanya Zidan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Nak, kamu berdo\*a saja biar suatu saat ada orang baik yang mau menjadi ayah kamu." ucap Rena sambil memeluk erat Zidan.
"Iya mah, ya sudha kalau gitu Zidan ngga nanyain ayah lagi." jawab Zidan sambil melepaskan pelukan nya.
"Ya sudah sekarang Zidan tidur ya? Besok pagi kita berangkat." ucap Rena sambil mengelus puncak kepala Zidan.
"Ya Allah ampuni semua dasa-dosa yang telah ku lakukan di masa lalu, aku sadar kesalahan aku telalu banyak, tapi aku mohon jangan membuat anakku menderita, aku ngga sanggup melihat nya." gumam bathin Rena sambil menatap Zidan yang sudah tidur.
*
*
"Sebentar lagi kalian masuk SD, jadi harus sering belajar, biar kalian jadi anak berprestasi nanti nya." ucap Gilang setelah mereka melakukan makan malam.
"Iya pah, kita akan terus belajar dan akan membanggakan papah dan mamah." jawab Azzam dan Azzura bersamaan.
"Oh jadi buat bangga papah dan mamah kalian saja? Terus buat opah sama omah ngga bangga gitu?' teriak pak Surya yang baru masuk bersama istri nya.
"Opah, omah." teriak si kembar sambil berlari dan memeluk opah dan omah nya.
"Kalian ini baru juga sehari ngga ketemu sudah seperti satu tahun ngga bertemu saja." ucap Gilang.
"Biarin, papah syirik aja." ucap Azzura.
"Opah sama omah dari mana? Kok baru pulang?" tanya Azzam.
"Tadi opah sama omah ada kerjaan di luar terus bertemu teman lama dan ngajak makan malam bareng, jadi kita pulang nya terlambat." jawab pak Surya.
__ADS_1
"Kalian sudah makan malam belum?" tanya bu Dewi.
"Sudah omah." jawab Azzura.
"Ya sudah ini sudah malam sekarang kalian waktu nya tidur besok harus sekolah, dan hari minggu nya kita ke rumah nenek." ucap Alina.
"Asyik kita akan bertemu dengan aunty kembar yang cantik." ucap Azzura.
"Udah lah dek ngga usah di bahas, ayo kita tidur." ucap Azzam sambil menarik tangan Azzura dengan wajah di tekuk nya.
"Kenapa dengan Azzam? Tadi ceria tapi kok tiba-tiba muka nya di tekuk gitu?" tanya bu Dewi.
"Biasa mah, dia mendengar kalau Azzura mau bertemu aunty nya, dia kan ngga ada teman laki-laki nya, jadi marah." jawab Gilang.
"Ya sudah kalau gitu kalian produksi kembali lah, biar Azzam ada teman nya dan ngga merajuk lagi." ucap bu Dewi sambil tersenyum.
"Kita juga produksi mah, tapi ya belum dikabulin saja." jawab Gilang.
"Kamu sudah melepas KB kan nak?" tanya bu Dewi.
"Oh berarti memang belum saja, sabar saja, nanti juga ngga lama lagi kalian pasti mendapatkan nya." ucap bu Dewi.
"Iya mah, tapi anak-anak ingin nya cepat-cepat udah seperti bikin kue aja." ucap Gilang.
"Ya sudah kalau gitu kita istrihat mah, papah sudah gerah ingin mandi." ucap pak Surya.
"Ya sudah ayo pah, nak papah sama mamah istirahat duluan ya." ucap bu Dewi.
"Iya mah, kita juga mau istirahat kok." jawab Alina.
Akhir nya mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing meninggalkan ruang keluarga yang kembali sepi.
Setelah membersihkan tubuh nya Alina memakai baju yang sangat tipis yang akan membuat Gilang kelejotan atas bawah.
"Sekarang lah saat nya aku akan membuat kamu tidak berdaya mas." gumam Alina sambil menyemprotkan minyak wangi ke tubuh nya.
__ADS_1
Sedangkan Gilang yang duluan membersihkan tubuh dan sudah berganti baju dengan piyama kini sedang rebahan sambil nge cek kerjaan di ponsel nya.
Alina berjalan menghampiri Gilang yang sedang rebahan di atas tempat tidur mereka.
"Sayang, malam ini aku lah yang akan membuat kamu tidak berdaya." ucap Alina dengan nada yang dibuat semanja mungkin.
Alina pun naik ke atas tempat tidur lalu duduk di atas tubuh bagian bawah Gilang hingga membuat Gilang sangat kaget dengan kelakuan Alina malam ini.
"Sayang, malam ini khusus untuk kamu, aku akan membuat kamu melayang tinggi bersama kenikmatan yang aku berikan." ucap Alina sambil mengelus dada bidang Gilang yang tangan nya ia masukan ke dalam piyama Gilang.
Tubuh Gilang pun seketika meremang ketika sentuhan demi sentuhan Alina berikan, Gilang pun langsung menyimpan ponsel yang sejak tadi dia pegang ke samping kepala nya.
"Aku suka kamu yang seperti ini sayang, jadi aku harap setiap malam kamu seperti ini jangan cuma malam ini saja." ucap Gilang sambil menyingkapkan rambut ke belakang telinga nya Alina.
Alina tersenyum lalu mendekatkan wajah nya ke wajah Gilang lalu mencium bibir Gilang dengan begitu liar.
Sungguh ini ciuman terdahsyat yang Gilang terima dari Alina, biasa nya dia yang selalu memberikan ciuman liar seperti itu, tapi sekarang Alina lah yang memberikan nya.
Akhir nya Gilang pun terlena dan sangat menikmati sentuhan bibir dari Alina, hingga Gilang tidak menyadari nya kalau tubuh nya sudah lepas dari semua penghalang yang menutupi nya.
Alina begitu gesit dan lincah memainkan tangan nya untuk membuka penutup tubuh Gilang, hingga Gilang tidak menyadari nya.
Kini mereka berdua sudah sama-sama tidak ada penghalang di tubuh nya, Alina terus melancarkan aksi liar nya, dia sungguh liar bahkan sangat liar malam ini.
Hingga Gilang di buat kewalahan menghadapi nya, Alina terus memberikan servis yang luar biasa malam ini untuk Gilang suami nya hingga mereka terkulai dan tidak berdaya.
"Yang, aku suka kamu seperti ini, walaupun aku sedikit kewalahan menghaadapi nya." ucap Gilang sambil mengatur nafas nya.
"Kamu menyukai nya sayang?" tanya Alina sambil memeluk tubuh suami nya yang penuh dengan keringat.
"Sangat suka sekali." jawab GIlang.
"Kalu begitu kita ulangi lagi ya?" ucap Alina membuat mata Gilang melotot seketika dengan permintaan yang tidak biasa dari istri nya itu.
"Lagi?" gumam Gilang dengan pelan dan tak percaya.
__ADS_1