
"Bentar ya mas, aku mau nidurin si kembar dulu." ucap Alina.
"Sini nak, papah cium dulu." ucap Gilang, lalu mencium kedua anak kembar nya.
Mereka pun tersenyum begitu Gilang mencium kedua pipi mereka.
"Good night anak-anak papah." bisik Gilang pada kedua anak nya.
Alina pun membawa si kembar ke dalam kamar nya di temani Nura dan Nuri.
Seakan mengerti kalau orangtua nya perlu bicara berdua, si kembar pun dengan cepat terlelap kembali setelah minum ASi.
"Dek, kakak titip si kembar ya." ucap Alina sambil merapihkan baju nya.
"Oke kak, kita berdua akan menjaga nya, si kembar junior akan di jaga oleh si kembar senior." ucap Nuri sambil tertawa.
"Kamu ini ada-ada saja dek." ucap Alina sambil tersenyum.
"Ya sudah kakak nemuin mas Gilang dulu ya? Kalau kalian mau tidur, tidur saja di samping si kembar." ucap Alina.
"Oke kak." jawab Nura dan Nuri secara bersamaan.
Alina pun keluar dari kamar nya dan menemui Gilang yang sedang asik berbincang dengan bapak nya.
"Nah, Alina nya sudah ada, sekarang bapak istirahat dulu ya nak." ucap pak Abidin.
Sebenar nya pak Abidin ingin dari tadi istirahat, tapi ngga enak dengan Gilang, masa dia di tinggal sendiri.
"Iya pak." jawab Gilang.
Pak Abidin pun masuk ke kamar nya menyusul istri nya yang sejak tadi sudah masuk ke dalam kamar.
"Mas, maafkan aku yang sudah langsung pergi meninggalkan mas setelah tahu kalau mas sudah membohongi aku." ucap Alina membuka obrolan nya.
"Ngga Yang, aku yang seharus nya minta maaf sama kamu, aku sudah ngga jujur dengan semua nya sama kamu." jawab Gilang sambil menggenggam tangan Alina.
"Sudahlah lupakan semua yang telah berlalu, kini kita mulai lagi dengan kehidupan baru, kita didik dan jaga si kembar sama-sama, aku janji aku tidak akan pernah membohongi kamu lagi apapun itu." ucap Gilang lalu mncium mesra tangan Alina.
__ADS_1
"Mas, masih mencintaiku atau mas mau menikahiku karena ada nya si kembar?" tanya Alina ingin memastikan.
"Dari awal mas ketemu kamu, mas sudah menyukai dan mencintai kamu sampai saat ini dan sampai nanti kita menua dan sampai maut memisahkan." jawab Gilang.
"Aku juga mencintai mas." ucap ALina sambil tersenyum.
Mereka pun saling menatap, mereka saling merindukan, perlahan Gilang mendekatkan wajah nya ke wajah Alina, hingga hidung mereka bersentuhan.
Tibalah dimana bibir Gilang mendarat di bibir nya Alina, hangat, hanya itu yang terasa oleh mereka berdua.
Mata Alina pun terpejam merasakan kehangatan yang di berikan Gilang lewat sentuhan bibir nya.
Gilang pun sedikit demi sedikit menggerakan bibir nya, Alina dengan senang hati menyambut nya, dan akhirnya mereka melepas semua kerinduan selama ini lewat sentuhan bibir dan tangan mereka.
Alian pun melepaskan pagutan nya lalu mengatur nafas nya.
"Sudah cukup mas." ucap Alina sambil melepaskan pagutan nya.
"Aku masih kangen Yang." ucap Gilang sambil mencium telapak tangan ALina.
"Tidak mas, kamu harus ingat aku baru saja melahirkan, aku takut kita kebablasan seperti waktu di puncak." ucap Alina.
"Yang, besok sehabis akad aku langsung pulang ngga apa-apa? Soal nya banyak kerjaan di kantor.
"Iya ngga apa-apa, aku mengerti kerjaan seorang CEO pasti banyak, ah, Ternyata Suamiku Seorang CEO." ucap Alina sambil tersenyum menggoda.
"Yang, bisa ngga senyuman itu hanya kamu berikan untuk aku seorang." ucap Gilang sambil menatap serius wajah Alina.
"Memang nya kenapa? Masa aku ngga boleh senyum pada yang lain nya, ntar aku dikatakan sombong lagi." jawab Alina.
"Aku ngga suka kamu tesenyum seperti itu pada pria lain nya, apalagi sama Ronald, aku ngga rela." jawab Gilang sambil menyentuh pipi Alina.
"Kamu cemburu sama kak Ronald ya?" tanya Alina.
"Ya, aku cemburu, karena dia selalu mengambil orang yang aku sayang." ucap Gilang.
"Oh jadi kamu masih sayang sama Rena mantan kamu itu." ucap Alina sambil menepis tangan Gilang.
__ADS_1
"Itu dulu Yang, kalau sekarang seluruh tubuh dan hati aku ini hanya kuserahkan untuk kamu seorang.." ucap Gilang sambil menyentuh dada nya.
"Eh, kok kamu tahu tentang Rena?" tanya Gilang sambil menatap penasaran pada Alina.
"Dhea sudah menceritakan smeua nya sama aku." jawab Alina.
"Ya sudah kalau kamu sudah tahu, berarti aku ngga perlu lagi untuk menjelaskan nya." jawab Gilang.
"Ternyata kamu suka meng gombal ya mas, kalau memang mas sudah melupakan mantan mas itu, berarti mas juga harus melupakan apa yang telah di lakukan kak Ronald dulu." ucap Alina.
"Kamu membela Ronald Yang?" tanya Gilang.
"Bukan aku membela kak Ronald, tapi sudah lah, lupakan semuanya, kita buka lembaran baru lagi dan perbaiki kembali hubungan persahabatan mas dengan kak Ronald, kak Ronald juga kini sudah berubah, aku hanya ingin hidup tenteram dan bahagia tanpa ada nya rasa dendam." jawab Alina sambil tersenyum dan tangan nya menyentuh lembut pipi Gilang.
"Mas sekarang sudah menjadi seorang ayah, jadi tanggung jawab mas bertambah, jadi untuk apa selalu mengingat apa yang telah terjadi, mending mas fokus sama anak-anak kita dan tentu nya fokus sama aku juga." ucap Alina.sambil mengerlingkan mata nya.
"Kamu menggoda aku Yang, awas ya tunggu tiga bulan lagi kamu pasti akan tak berdaya." ucap Gilang.
"Uh takut." jawab Alina sambil tertawa, mereka menghabiskan malam dengan bercerita, bercanda dan menata masa depan mereka.
*
*
"Ris, ayo kita pulang." ajak Nazwa sambil menarik tangan Risma.
"Kita bayar dulu Wa, masa kita main kabur aja." ucap Risma lalu pergi ke kasir.
"Wah udah malam saja mini marlket nya masih ramai ya." ucap Dhea.
"Bang aku boleh ambil cemilan ngga?" tanya Dhea dengan nada manja nya, membuat Nazwa yang mendengar nya semakin panas.
"Boleh dong, apa sih yang ngga kalau buat cewek cantik seperti kamu." jawab Ronald sambil mengelus puncak kepala Dhea.
Sumpah demi apapun Nazwa sudah ngga kuat mendengar pembicaraan mereka, dia ingin sekali berlari dan teriak saat itu juga.
Setelah membayar belanjaan nya Risma membalik kan tubuh mau meghampiri Nazwa yang sedang menunggu nya, tapi dia melihat Ronald sedang di gandeng seorang wanita cantik.
"Eh ada kak Ronald, kemana aja kak dari kemarin ngga kelihatan?" tanya Risma sambil melirik ke arah Dhea yang terlihat mesra dengan Ronald.
"Kakak lagi sibuk." jawab Ronald singkat.
__ADS_1
"Sudah lah Ris ayo kita pulang, ngapain basa basi sama cowok seperti itu." ucap Nazwa dari belakang Ronald dan Dhea membuat Ronald dan Dhea kaget.