Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Hamil.


__ADS_3

"Aunty" teriak Si kembar yang baru turun dari mobil.



"Wah keponakan aunty, baru pulang sekolah ya nak?" tanya Dhea sambil merentangkan kedua tangan nya.



"Iya aunty, aunty kapan kesini? Gracia di bawa ngga aunty?" tanya Azzura sambil memeluk Dhea.



"Tuh lagi di gendong mamah kalian." jawab Dhea sambil nunjuk ke arah Alina yang sedang menggendong Gracia.



"Grac, kakak kangen." teriak Azzura sambil berlari menghampiri Gracia.



"Jangan lari sayang, nanti jatuh." teriak Dhea sambil tersenyum melihat Azzura yang antusias.



Sedang kan Azzam langsung memasang wajah yang suram.



"Hai om Glen." teriak Azzam sambil berlari menghampiri Glen.



"Hai boy, gimana pelajaran nya, mudah kan?" tanya Glen.



"Terlalu mudah jadi ngga asik." jawab Azzam.



"Anak kamu ini ya, pinter nya ngga ketulungan." ucap Glen.



"Iya dan lo jangan asal bicara sama mereka." ucap Gilang pelan.



"Gue ngga bicara sembarangan." jawab Glen pelan.



"Papah mau kemana? Bukan kah papah sakit?" tanya Azzam.



"Papah udah baikan, kita mau pergi keluar mau beli rujak, kalian mau ikut ngga?" tanya Gilang.



"Grac ikut ngga? kalau Grac ikut aku ikut tapi kalau Grac ngga ikut aku mau main sama Grac aja." jawab Azzura sambil megang tangan nya Grace.



"Ya sudah kita semua ikut saja ya? Sekalian kita mampir ke rumah nenek." ucap Alina.



"Asik mau ketemu aunty kembar, nanti kita main sama aunty kembar ya Grace." ucap Azzura.



"Ya sudah kalau gitu kalian berdua ganti baju nya dulu, kita tunggu di sini." ucap Alina.



"Oke mah." jawab Azzam dan Azzura.



"Mereka ngga di gantiin baju sama kakak ipar? Memang nya mereka bisa sendiri?" tanya Dhea sambil menatap si kembar yang berlari menuju kamar nya masing-masing.



"Mereka sudah ngga mau di urusin ma aku, kata mereka ingin mandiri biar mereka cepat punya adik." jawab Alina.


__ADS_1


"Ada-ada saja kelakuan si kembar." ucap Dhea sambil menggelengkan kepala nya.



"Glen lo bilang apa sama Azzam? Lo jangan bicara yang macam-macam, mereka berdua itu genius, gue sudah di buat malu sama dia gara-gara omongan lo." ucap Gilang dengan serius.



"Gue ngga ngomong macam-macam kok, memang nya elo sudah di buat malu sama Azzam gimana?" tanya Glen.



"Waktu itu Azzam lihat tanda merah di leher istri gue, dia bilang kalau kita habis buat adik bayi, dan itu semua yang bilang elo." ucap Gilang sambil menatap tajam Glen.



"Kok gue yang di salahin, itu salah lo aja kenapa buat tato di tempat terbuka." ucap Glen sambil tertawa.



"Pada bahas apaan sih, seru amat tertawa nya sampai begitu." ucap Dhea sambil menghampiri Glen dan Gilang.



"Nih suami kamu suka ngomong yang macam-macam sama si kembar." ucap Gilang.



"Memang nya abang ngomong apaan?" tanya Dhea.



"Papah, mamah, kita sudah siap." teriak si kembar sambil berlari menghampiri.



"Sudah-sudah, jangan di bahas, si kembar sudah datang." ucap Gilang sambil melirik ke arah si kembar.



"Oh iya mas, gimana kalau sekalian kita ke rumah nya mbak Rena." ucap Alina.



"Rena?"gumam Glen dan Dhea barengan.




"Kita silaturahmi saja dek, kata si kembar hidup nya memprihatinkan." jawab Alina.



"Kok si kembar tahu dengan Rena? jangan bilang tuh perempuan mau gangguin si kembar." ucap Glen.



"Ya, lo benar, dia memang udah gangguin si kembar kemarin, tapi mereka kan pintar, akhir nya Rena mendapat hukuman dari Azzam, dan akhir nya kata Azzam dan pak Soni Rena mengakui kesalahan nya dan minta maaf sama Azzam dan Azzura." jawab GIlang.



"Papah, mamah, om dan tante, sebenar nya ini jadi pergi atau mau ngobrol sih? Kalau kalian mau ngobrol kalian duduk manis di dam sana." ucap Azzura yang kesal dengan parta orang tua yang dari tadi hanya ngobrol saja.



"Oh iya, ya sudah ayo kita berangkat, ayah sudah ngiler ingin makan rujak yang pedas." ajak Gilang.



"Kita mau pakai mobil yang mana? Mau pakai dua mobil apa satu aja?" tanya Glen.



"Kita pakai mobil itu, itu enak lebih besar dan cukup untuk kita semua, biar ngga ribet." ucap Gilang sambil menunjuk salah stu mobil mewah nya yang agak besar.



"Ayo kita berangkat, lo yang setir ya Glen." ucap Gilang.



"Lo aja lah kakak ipar yang ganteng, gue capek." ucap Glen sambil sedikit merayu Gilang.



"Najis gue di bilang ganteng sama lo, gue masih normal dan bahkan lebih normal dari lo." ucap Gilang sambil masuk ke dalam mobil dan duduk dio belakang setir.

__ADS_1



"Mas sebentar ya, aku mau tanya ke pak Soni dulu alamat nya mbak Rena." ucap Alina lalu pergi menemui pak Soni yang sedang mencuci mobil.



Mereka semua pun masuk dan menunggu Alina di dalam mobil.



Alina pun kembali menghampiri suami dan anak-anak nya yang sudah menunggu di dalam mobil.



"Udah Yang?" tanya Gilang.



"Udah mas, ayo berangkat, alamat nya di daerah xxxx jalan xxxx no 54." jawab Alina yang kini sudah duduk di samping Dhea.



"Tapi kita beli rujak dulu ya, aku sudah ngga sabar ingin mencicipi nya." ucap Gilang sambil menelan saliva nya, lalu menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang.



"Lo udah kayak orang ngidam saja, pakai acara ingin makan rujak yang pedas segala, lo kan ngga suka makan pedas." ucap Glen.



"Ngidam? Apa benar mas Gilang lagi ngidam?" gumam Alina yang masih terdengar oleh Dhea.



"Kakak ipar memang nya ngga merasakan apa-apa?" tanya Dhea pelan.



"Ngga, kakak seperti biasa aja gini." jawab Alina.



"Coba kakak ingat-ingat, kakak sudah berapa lama ngga datang bulan?" tanya Dhea.



"Sebentar, kalau ngga salah, ya ampun dek, dari bulan kemarin kakak ngga dapat." ucap Alina pelan.



"Berarti dugaan ku benar, kalau kakak lagi hamil lagi." ucap Dhea pelan.



"Jangan keras-keras, takut kedengaran si kembar soalnya ini kan belum jelas." bisik Alina.



"Ya udah kita buktikan nanti ya, kak nanti kalau ada apotek berhenti dulu ya? Aku ada yang mau di beli." ucap Dhea pada Gilang.



"OKe adek sayang." jawab Gilang sambil menepikan mobil nya.



"Kak ini bukan apotek." ucap Dhea sambil melihat kearah luar.



"Siapa bilang ini apotek." jawab Gilang sambil membuka safety bell nya.



"Terus ngapain kakak berhenti di sini?" tanya Dhea kesal.



"Itu ada yang jual rujak, kakak sudah ngga tahan." jawab Gilang lalu turun dari mobil.



"Ya ampun kak, setiap istri nya hamil sikap nya suka aneh dan ngeselin." ucap Dhea yang tanpa sadar terdengar oleh si kembar.



"Jadi mamah lagi hamil." teriak Azzam dan Azzura.

__ADS_1


__ADS_2