
Karena memang di gedung itu suara musik nya kencang dan para tamu juga tidak terlalu perduli dengan orang sekitar, jadi mereka ngga ada yang tahu kejadian Rena dan Ronald.
"Kamu sangat cantik sekali sayang." ucap Gilang yang terus-terusan menatap istri nya.
"Mas, jangan lihatin mulu, malu sama para tamu." ucap Alina.
"Mas kan lagi memandang makhluk tuhan yang paling cantik dan seksi yang kini ada dihadapan mas." jawab Gilang.
"Mulai gombal." ucap Alina sambil menahan rasa malu karena sudah di gombalin sama suami nya.
"Ya ngga apa-apa, kan gombalin istri sendiri, dari pada gombalin cewek lain." ucap Gilang.
"Kalau mas mau gombalin cewek lain juga silahkan, ngga apa-apa." ucap Alina.
"Tapi siap-siap nanti malam tidur di luar." ucap Glen dan Dhea sambil tertawa.
Glen dan Dhea tanpa sengaja mendengar perbincangan antara Gilang dan Alina di saat mereka mau menghampiri kedua mempelai.
"Oh kalian sudah berani buly kakak ya?" ucap Gilang sambil menatap Glen dan Dhea.
"Mereka bukan membuly mas, tapi memang benar kok apa yang mereka omongin barusan." ucap Alina dengan senyum penuh kemenangan.
"Nah kan, makanya mulai sekarang jangan macam-macam, kalau macam-macam, bisa kedinginan tiap malam." ucap Glen.
"Sudah-sudah jangan di bahas lagi, si kembar pada kemana kak?" tanya Dhea.
"Tadi sama kak Ronald dan Nazwa, mungkin lagi diajak jalan-jalan." jawab Alina.
"Yang, mas kesana dulu sebentar ya? Mau menemui klien yang sudah datang, ngga enak kalau ngga ditemui." Gilang pun minta izin sama istri nya.
"Iya mas kesana saja, aku ada Dhea kok yang nemenin." jawab Alina sambil tersenyum.
"Dek, jagain kakak ipar dulu ya? Kakak mau kesana dulu sama Glen." ucap Gilang.
"Iya kakak ku yang tampan, adek akan selalu menjaga kakak ipar." jawab Dhea sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu ini." ucap Gilang sambil berlalu pergi bersama Glen.
*
*
"Siapa mbak, mau menampar sahabat saya? Saya saja yang jadi sahabat nya dari kecil belum pernah melihat dia di tampar sama siapapun, apalagi sama orang tua nya, jangan kan di tampar di sentil pun mereka tidak pernah." ucap Risma sambil menghentakkan tangan Rena dengan kasar.
"Kamu jangan macam-macam sama saya, kamu ngga tahu siapa saya, jadi jangan ikut campur." ucap Rena.
"Saya tahu siapa mbak, mbak adalah orang yang selalu ingin menghancurkan rumah tangga orang lain." jawab Risma santai.
"Awas kamu." ancam Rena sambil menunjuk wajah Risma, lalu pergi dari meninggalkan mereka.
"Apa! mau berantem, ayo siapa takut." ucap Risma sambil mengepalkan kedua tangan nya.
"Sudah-sudah, jangan di ladenin perempuan gila kayak gitu, lagian dia nya juga sudah pergi." ucap Cindy sambil menyentuh bahu Risma.
"Lagian kesal banget tuh orang, kalau bukan di acara nya mbak Alina sudah ku jambak tuh perempuan." ucap Risma.
"Kamu kalau marah seram ya Ris." ucap Ronald sambil tersenyum.
"Kan sudah merasakan Ris, waktu itu sampai kakak sakit." jawab Ronald sambil menatap kearah Nazwa.
"Sudah-sudah, mending kamu makan dulu sana, kan sudah terkuras tenaga kamu barusan." ucap Nazwa sambil tersenyum.
"Siapa si tuh perempuan belagu banget." tanya Risma.
"Sudah lah jangan di bahas, sekarang kamu makan saja dulu, nanti kita main sama si kembar." jawab Nazwa.
"Oh iya kakak kapan datang? Ku kiri kakak ngga bakalan datang?" tanya Nazwa.
"Tadi malam, pasti datang lah, kan sekalian mau review tempat-tempat indah buat prewed." jawab Cindy.
"Kapan nih?" tanya Nazwa.
"Insya Allah bulan depan." jawab Cindy sambil tersenyum.
__ADS_1
"Wah semoga lancar ya kak, ayo kakak makan dulu nanti kita berbincang-bincang lagi." ucap Nazwa.
*
*
Rena pun pergi dari hadapan Ronald dengan wajah amarah nya.
"Awas kalian, aku ngga terima kalian hidup bahagia sementara aku harus seperti ini." gumam bathin Rena sambil berjalan kearah pelaminan.
"Ini saat nya aku membuat kamu pergi, dan saat ini juga aku akan membuat Gilang jatuh lagi dalam pelukan aku." gumam bathin Rena sambil menatap kearah pelaminan yang hanya ada Alina seorang.
Awal nya Alina memang di temani Dhea, tapi Dhea izin ke toilet, jadi untuk sementara Dhea meninggalkan Alina sendirian.
Sedangkan kedua orang tua mereka sibuk melayani para tamu undangan, karena mereka sudah lama ngga bertemu, jadi membuat mereka sekalian temu kangen dan melupakan anak mereka yang menjadi pasangan pengantin.
Para tamu undangan sedang menikmati hidangan yang di sajikan oleh pihak gedung sambil mendengar alunan lagu-lagu yang di nyanyikan oleh penyanyi panggung.
"Apa kamu bahagia duduk bersanding dengan Gilang?" tanya Rena yang kini sudah ada di hadapan Alina.
Alina terdiam, dia merasa ngga kenal sama perempuan yang ada di hadapan nya kini.
"Wanita manapun akan selalu merasa bahagia duduk bersanding sama orang yang di cintai nya."jawab Alina.
"Kamu terlalu mencintai nya hingga kamu dibutakan oleh rasa cinta." ucap Rena sambil tersenyum smirk.
"Maksud mbak?" tanya Alina yang belum paham dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Rena.
"Apa kamu sudah tahu siapa Gilang sebenar nya? Apa kamu sudah tahu berapa wanita yang sudah di tiduri nya?" tanya Rena mulai membuat hati ALina panas.
"Saya mau hidup bersama mas Gilang, karena kita akan menuju masa depan bukan untuk kembali ke masa lalu, jadi saya tidak mau tahu dan ngga pernah mau tahu apa yang telah mas Gilang lakukan di masa lalu, biarlah itu akan menjadi masa yang terburuk yang pernah dia lakukan, yang penting masa depan nya bersama saya cerah dan selalu bahagia, dan tidak lupa satu hal lagi, yang penting hati nya dia berikan hanya untuk saya seorang." jawab Alina dengan jelas.
"Pinytar juga ini perempuan, susah banget sih buat dia marah dan pergi meninggalkan Gilang." gumam bathin Rena.
"Asal kamu tahu saya adalah Rena, orang yang sangat di cintai Gilang, bahkan sekarang saya sudah mengandung anak nya, jadi kalau kamu ingin hidup bahagia, maka sekarang juga kamu tinggalkan Gilang." ucap Rena.
"Oh, ternyata ini yang bernama Rena, berani juga dia sampai datang kesini untuk menghancurkan acara ku, aku akan menghadapi nya sampai dia malu." gumam bathin Alina sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"Jadi mbak lagi hamil? Terus mas Gilang harus tanggung jawab gitu? Asal mbak tahu saya dan mas Gilang sudah lama menikah dan sudah punya anak kembar, dan selama itu mas Gilang ngga pernah berhubungan dengan wanita manapun, apalagi sama mbak yang baru menginjak kan kaki di Indonesia." ucap Alina.