
Kini Alina dan baby Ziel sudah berada di kediaman nya pak Surya.
Rumah pak Surya kini tambah ramai semenjak kehadiran baby Ziel.
Keluarga Alina sudah berada di rumah nya pak Surya, Dhea menutup toko nya agar Nura dan Nuri juga bisa berkumpul bersama mereka menikmati kebahagiaan ini.
Azzura bermain bersama Grace dan aunty kembar nya, sedangkan Azzam, tidak mau jauh-jauh dari baby Ziel.
"Baby Ziel cepat besar dong, biar abang ada teman main nya, abang ini merasa sendiri lo baby Ziel, mereka perempuan semua, masa abang main boneka-boneka an sama mereka." ucap Azzam yang sedang mengadu ke baby Ziel.
Alina dan Gilang yang mendengar ucapan Azzam pun hanya tersenyum sambil menatap mereka berdua.
"Sabar dong nak, kan baby Ziel baru lahir tunggu beberapa bulan lagi ya?" ucap Alina.
"Ya sudah biar ngga jenuh dan merasa lama nunggu baby Ziel nya cepat besar kita main di taman yuk bang." ajak Glen.
"Main apa om?" tanya Azzam.
"Mau nya main apa/" tanya Glen.
"Main bola saja yuk om, kita lawan papah sama kakek dan opah." ucap Azzam.
"Ya sudah lets go." jawab Glen.
"Ayo pah." ajak Azzam.
"Ya sudah mas, ajak main Azzam dulu sana, daripada dia ngambek nanti nya." ucap Alina.
"Ya sudah kalau gitu mas ajak main Azzam dulu ya Yang." ucap Gilang yang dibalas sebuah anggukan dari Alina.
"Assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam." jawab mereka serem,pak.
"Kak Ronald?" teriak Dhea setelah membuka pintu.
"Hai adek, makin tua makin cantik aja kamu." ucap Ronald.
"Masih tua an kakak daripada aku." jawab Dhea.
"Sudah, kakak berdua ini kalau sudah bertemu pasti berdebat." ucap Nazwa.
"Hai Wa, gimana sehat? Kak Ronald ngga nyakitin kamu kan Wa?" tanya Dhea.
"Alhamdulilah ngga kak." jawab Nazwa sambil tersenyum.
"Bagus lah, berarti kak Ronald suami yang baik, eh ini anak kalian ya? Ah gemes deh." ucap Dhea sambil mencolek hidung ana Nazwa yang kecil.
__ADS_1
"Kita ngga akan diajak masuk ya dek?' tanya Ronald.
"Ya ampun, aku sampai lupa, ayo masuk kak." jawab Dhea.
"Kak Ronald? Nazwa? Kapan kalian datang?" tanya Alina.
"Kita datang langsung kesini, selamat ya Lin atas lahir nya baby kamu yang ketiga." ucap Ronald.
"Selamat ya mbak, kami sengaja datang kesini mau melihat baby nya mbak, dan juga sekalian kita kangen mbak dan yang lain nya." ucap Nazwa.
"Makasih ya Wa, kak, kalian sempat-sempatin datang kesini padahal jarak perjalanan nya jauh, gimana anak-anak rewel ngga di jalan?" tanya Alina.
"Alhamdulilah mereka sangat menikmati perjalanan nya." jawab Nazwa.
"Gilang mana Lin?" tanya Ronald sambil melihat kearah sekitar rumah.
"Lagi ngajak main Azzam di taman belakang, seperti nya Nura dan Nuri juga pada di sana, kesana aja kak." jawab Alina.
"Ya sudah kakak kebelakang dulu, oh iya ibu dan bapak di sini juga?" tanya Ronald.
"Ibu sama mamah lagi di dapur kak, paling lagi buat cemilan." jawab Alina.
"Ya sudah aku bawa si cikal dulu ke taman menemui Azzam ya Yang." ucap Ronald pada Nazwa.
*
*
Kini mereka sudah berkumpul di ruang keluarga yang sangat luas itu sambil menikmati hidangan yang sudah di sajikan.
"Ibu senang bisa bertemu dengan nak Ronald dan nak Nazwa lagi, kalian nginap di rumah ibu saja ya nak? Jangan di hotel." ajak bu Diah.
"Aku sih bagaimana kak Ronald saja bu." jawab Nazwa.
"Nginap di sini juga boleh." ucap bu Dewi.
"Makasih tan atas tawaran nya, tapi kami nginap di rumah ibu saja." jawab Ronald.
"Berarti nanti adek Salwa main sama aunty kembar dong, Zura juga mau nginap di rumah kakek ah." ucap Azzura yang ngga rela aunty kembar nya di bagi-bagi.
Mereka semua yang mendengar ucapan dari Zura pun tersenyum
"Oh iya mbak, nama baby nya siapa?" tanya Nazwa.
"Azriel, Azzam yang kasih nama." jawab ALina.
"Wah keren ya Azzam sudah pintar memberikan nama buat adik nya." jawab Nazwa dengan rasa kagum.
"Berarti Azzam sekarang punya teman main dong." ucap Ronald.
__ADS_1
"Iya dong ayah, Azzam sangat ingin sekali punya adik laki-laki dan sekarang terkabul." jawab Azzam.
"Ayah bangga sama kamu nak, oh iya Lin berarti baby Ziel juga sama ya manggil nya ayah sama kakak." ucap Ronald.
"Wah curang ini, masa sama dia manggil nya ayah, sama aku manggil nya om." ucap Glen.
"Kak Ronald kan dulu sempat suka sama kakak ipar jadi dia berkhayal jadi ayah si kembar." ucap Dhea.
"Jadi ayah dulu suka sama mamah?" tanya Azzam.
"Dek." gumam Gilang sambil menatap tajam ke arah Dhea.
"Yang suka sama mamah kalian itu banyak sekali, tapi mamah kalian memilih ayah kalian untuk jadi suami nya.' jawab Dhea sambil tersenyum.
"Oh, kirain." ucap Azzam.
"Kirain apa bang?" tanya Dhea.
"Kirain ayah pacar nya mamah." jawab Azzam.
"Abang? Kamu tahu kata pacaran dari siapa?" tanya Gilang.
"Dari om Glen." jawab Azzam santai.
"Glen kamu." teriak Gilang sambil mencoba memukul Glen, tapi Glen langsung berlari dan menjauh dari Gilang.
Mereka yang ada di ruang keluarga pun tertawa bahagia.
END
Makasih ya Readers setia ku, sudah mau mengikuti kisah ku dari awal hingga akhir.
Maaf apabila ada salah-salah kata dan typo, aku hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa.
Yang sudah memberikan Like, komen, vote dan Gift, makasih banyak ya.
Pokok nya saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih buat kalian, terimakasih juga sama kalian yang sudah memberikan saya masukan.
Saya ngga tahu harus membalas nya dengan apa buat kalian semua, hanya ucapan terimakasih yang bisa saya sampaikan.
Love u all ππ
Jangan lupa mampir ke kisah nya anak-anak dari Raka dan Ayu \[ Nikah Paksa\] yang berkolaborasi dengan anak nya Anggar dan Ara \[Terjerat Duda Keren\]
Dalam kisah JODOHKU SAHABATKU
Semoga kalian ngga pernah bosan untuk membaca karyaku.
__ADS_1