
Selagi mereka membicarakan masalah buat pernikahan besok, tiba-tiba ada suara seseorang yang sudah mereka kenali datang.
"Assalamualaikum?" ucap Ronald sambil mengetuk pintu.
"Waalaikum salam." jawab mereka serempak sambil melhat ke arah pintu yang memang sengaja ngga di tutup oleh pak Abidin.
"Ronald." gumam pak Surya dan bu Dewi.
"Om, Tante, kalian ada di sini juga?" tanya Ronald sambil mencium telapak tangan pak Surya dan bu Dewi.
Pak Abidin dan bu Diah saling menatap heran.
"Ronald kamu lagi ngapain di sini nak?" tanya bu Dewi.
"Ronald sudah lama di daerah sini tan, semenjak waktu itu mampir ke rumah tante, saya langsung memutuskan pindah kesini." jawab Ronald.
"Kamu sudah banyak berubah ya sekarang." ucap pak Surya sambil menepuk bahu Ronald.
"Alhamdulilah om, dan saya juga mulai meniti kembali karir saya di sini." jawab Ronald.
"Bagus, memang hidup harus diri kita yang merubah nya, kalau kita ingin maju." ucap pak Surya.
"Ini kok seperti ada lamaran ada seperangkat perhiasan segala?" tanya Ronald sambil menatap kearah perhiasan yang ada di atas meja.
"Oh iya nak, baru saja kami melamar Alina untuk Gilang." jawab pak Surya.
"Jadi kalian mau kembali bersatu, semoga kamu bahagia dengan Gilang Lin, Gilang memang yang terbaik buat kamu, semoga kamu bahagia." gumam bathin Ronald.
"Nak, boleh bapak minta tolong?" tanya pak Abidin.
"Tolong apa pak." jawab Ronald.
"Tolong antar bapak ke KUA untuk mendaftar Alina menikah besok." jawab pak Abidin.
"Apa! Jadi menikah nya besok?" teriak Ronald kaget.
"Iya nak, mereka menikah besok, tapi untuk resepsi kita rayakan tiga bulan lagi." jawab bu Diah.
"Selamat ya Lang, Lin, semoga kalian hidup bahagia selama nya." ucap Ronald sambil memaksakan tersenyum.
__ADS_1
Jujur hati Ronald sakit begitu mengetahui kalau Alina akan menikah dengan Gilang, tapi Ronald berusaha mengikhlaskan.
"Thanks bro, gue juga harap lo dapat jodoh secepat nya." ucap Gilang.
"Ya sudah kalau gitu ayo kita makan dulu." ajak bu Diah.
Mereka pun akhir nya makan di ruang keluarga dengan duduk di atas permadani, karena kalau duduk di kursi makan ngga cukup.
*
*
"Om, tante, nginap di rumah aku saja, di rumah ku ngga ada siapa-siapa, daripada om dan tante nginap di hotel." ucap Ronald.
"Memang nya rumah kamu dimana nak?" tanya bu Dewi.
"Tidak jauh dari sini kok om, tante." jawab Ronald.
"Ya sudah kalau begitu, kita nginap aja di rumah bang Ronald, ngga apa-apa kan bu kalau kita nginap di rumah nya bang Ronald." ucap Dhea sambil menatap ke arah bu Diah.
"Ngga apa-apa nak, lagian kasihan kalau nginap di sini, takut ngga bisa tidur tempat nya sempit." jawab bu Diah sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu kita ke rumah nak Ronald dulu, untuk persyaratan besok ke KUA biar Ronald yang urusin." ucap pak Surya.
"Iya pak." jawab Alina.
"Jangan pulang terlalu malam, ngga enak sama tetangga, lagian juga jangan macam-macam dulu, tunggu tiga bulan lagi." jawab pak Surya.
"Ngga pah, aku cuma mau ngobrol saja kok." ucap Gilang.
"Ya sudah ayo kita ke rumah nya nak Ronald, cucu opah yang tampan dan cantik, opah pergi dulu ya nak? Besok kita kesini lagi." ucap pak Surya sambil mengelus kepala si kembar gantian.
Mereka pun satu per satu pamit sama si kembar dan keluarga Alina dan menyisakan Gilang yang masih setia di rumah calon istri nya itu.
*
*
"Bang ajak jalan-jalan sekitar sini dong? aku juga ingin lihat mini market nya abang, kata kakak ipar abang yang punya mini market di depan itu." ucap Dhea sambil menunjuk ke arah mini market.
"Tapi kita antar papah mamah kamu pulang dulu, nanti kita keluar lagi." ucap Ronald.
Memang dari dulu Ronald dekat dengan keluarga Gilang, karena dia bersahabat dengan Gilang semenjak dari sekolah, tapi karena rayuan dari Rena menghancurkan persahabatan mereka, dan sekarang dia akan menata kembali persahabatan yang kemarin hancur.
Mobil Ronald dan pak Surya pun memasuki halaman rumah Ronald, besar seperti rumah pak Surya tidak, tapi kecil seperti rumah Alina juga tidak, rumah Ronald ini terbilang rumah yang sedang-sedang saja.
"Ayo om, tante, silahkan masuk, anggap saja rumah om dan tante sendiri." ajak Ronald sambil membukakan pintu rumah nya.
__ADS_1
"Makasih nak, kamu tingga sama siapa di sini?"tanya bu Dewi.
"Saya tinggal sendiri, tapi kalau untuk bersih-bersih, ada yang kerja dua hari sekali." jawab Ronald.
"MAkanya cepat nikah nak, biar ada yang urusin." ucap pak Surya.
"Belum ke\[pikiran om." jawab Ronald sambil tersenyum.
"Pah, mah aku mau jalan-jalan dulu ya sama bang Ronald." ucap Dhea.
"Mau jalan-jalan kemana malam-malam begini." ucap pak Surya.
"Ya lihat-lihat daerah sini aja sih pah, sekalian lihat mini market nya bang Ronald." jawab Dhea.
"Ya sudah, tapi pulang nya jangan terlalu malam." ucap pak Surya.
"Oh iya om, tante, kalau mau istirahat di kamar ini saja, cemilan ada di kulkas, pokok nya semua yang om dan tante butuh kan ambil saja." ucap Ronald.
"Iya nak, terimakasih ya?" ucap bu Dewi.
"Ya sudah ayo bang kita jalan." ajak Dhea sambil menarik tangan Rona;d.
"Kami pergi dulu ya om, tante." ucap Ronald pamit.
"Ya hati-hati kalian dan jangan terlalu malam pulang nya." teriak bu Dewi.
*
*
"Indah ya bang kalau malam, besok ajak aku jalan-jalan siang nya ya." ucap Dhea sambil melihat kearah sekitar.
"Ya, di sini memang suasana nya enak damai dan membuat kita nyaman." jawab Ronald.
"Bang, kita ke mini market abang yuk? Aku mau rampok mini market abang." ucap Dhea sambil tersenyum.
"Ayo, abang ikhlas di rampok kamu dek, jadi kalau kamu nanti nikah isi amplop nya tinggal abang potong aja dengan apa yang semua kamu ambil dari mini market abang." jawab Ronald sambil tertawa.
"Is abang jahat, masa di potong." ucap Dhea.
"Ya sudah ayo kita turun." ajak Ronald setelah sampai di depan mini market nya.
"Dhea dan Ronald pun masuk dengan tangan Dhea menggandeng tangan Ronald, sepintas mereka seperti pasangan yang mesra, mereka sesekali bercanda hingga membuat yang melihat nya iri.
__ADS_1
"Kak Ronald? Pantas saja dia tidak kelihatan dari kemarin, rupanya dia sudah punya perempuan baru." gumam Nazwa dengan mata yang sudah berkaca-kaca, sakit yang ia rasakan melihat orang yang dia suka kelihatan mesra dengan seorang perempuan cantik.