
"Anak papah kenapa bete?" tanya Gilang pada Azzam.
Bukan nya menjawab, Azzam hanya diam membisu dengan mata fokus ke layar televisi.
Seperti itu lah kegiatan mereka, kalau setelah makan malam mereka selalu berkumpul di ruang keluarga.
"Dari siang tadi dia seperti itu." ucap pak Surya.
"Hai boy, papah sedang bertanya sama kamu, cerita sama papah." ucap Gilang.
"Abang ingin punya adik laki-laki." ucap Azzam ketus.
Pak Surya dan bu Dewi saling menatap sambil tersenyum. "Ternyata dia ngambek ingin punya adik laki-laki." ucap pak Surya.
Gilang menatap ke arah Alina sambil tersenyum. "Oh, jadi abang ingin punya adik laki-laki? abang sabar ya? papah sama mamah juga lagi berusaha untuk menghadirkan adik laki-laki buat abang, tapi kan papah sama mamah hanya bisa berusaha yang menentukan hanya Allah SWT."ucap Gilang sambil mengelus lembut rambut Azzam.
"Kenapa kalian ingin punya adik laki-laki?' tanya pak Surya sambil menatap si kembar.
"Opah dengar kan ya? Kita kalau lagi main ke rumah nenek adik main sama aunty kembar yang perempuan, terus kalau main ke rumah nya om Glen adek main nya sama Devina anak perempuan juga, terus abang harus main terus sama papah, opah, kakek dan om glen gitu, abang juga ingin main sama anak laki-laki opah." jawab Azzam dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena dia sedih ngga punya teman anak kecil yang laki-laki di rumah keluarga nya.
"Ya sudah sabar ya sayang, nanti papah usahakan bisa memberikan adik laki-laki buat kalian, khusus nya buat Azzam jagoan nya papah." ucap Gilang menghibur Azzam.
Alina hanya diam sambil tersenyum mendengar permintaan anak nya dan juga mendengar jawaban dari suami nya.
"Baik, kalau begitu mulai sekarang mamah ngga boleh capek, mamah ngga boleh antar jemput kita ke sekolah, biar kita pergi dan pulang sekolah nya berduua saja, biar Abang cepat punya adik, kan kalau mamah capek itu akan berdampak kalau mamah susah ngasih abang adik." ucapan Azzam membuat ke empat orang dewasa melongo.
"Termasuk papah nya juga, papah mulai sekarang ngga boleh ada lembur, dan ngga boleh pulang terlalu sore atau malam, dan juga harus sering olah raga dan makan makanan yang sehat." belum juga mereka di buat melongo atas ucapan Azzam kini di tambah lagi dengan ucapan dari Azzura.
Mereka heran dengan apa yang diucapkan si kembar, entah dari mana mereka berdua punya pemikiran seperti itu.
__ADS_1
"Kalau pun papah dan mamah memberikan adik untuk kalian, kan belum tentu jenis kelamin nya laki-laki seperti yang kalian mau, gimana kalau misalkan adik nya nanti seorang perempuan." ucap Alina sambil menatap ke arah ke dua mertua dan suami nya.
"Abang yakin kalau abang punya adik lagi pasti bayi nya laki-laki." jawab Azzam penuh dengan keyakinan.
"Ya sudah nanti papah usahakan, tapi kalau misalkan nanti adik nya perempuan lagi gimana?" tanya Gilang.
"Ya papah dan mamah berusaha lagi lah sampai mendapatkan adik laki-laki." jawab Azzam
Gilang, Alina dan kedua orang tua Gilang kini pasrah dengan keinginan si kembar, mereka merasa percuma berdebat dengan si kembar, karena si kembar selalu bisa menjawab nya.
"Ya sudah nanti papah akan usahakan, sekarang kalian pergi tidur besok kalian harus bangun pagi dan pergi sekolah." ucap Gilang.
"Ayo nak, kita tidur dan jangan lupa kalian cuci kaki, tangan dan jangan lupa gosok gigi kalian juga baru tidur." ajak Alina.
"No mamah, mulai sekarang kita akan mandiri, mamah jangan capek, pikirin aja untuk memberikan adik laki-laki buat kita berdua." ucap Azzam.
"Mulai sekarang kita harus menjaga ketat si kembar, papah takut nya ada orang jahat yang memanfaatkan kepintaran nya." ucap pak Surya.
"Gilang heran deh pah, mereka kan masih kecil usia nya baru saja lima tahun, tapi kenapa pemikiran dan kepintaran nya melebihi orang dewasa." ucap Gilang.
"Sejak lahir saja papah sudah yakin kalau si kembar anak yang genius, dan papah yakin perusahaan keluarga kita akan lebih sukses lagi ke depan nya jika si kembar yang pegang." jawab pak Surya.
"Pah, tapi Alina mohon jangan terlalu memaksakan mereka dengan keinginan papah, biarkan mereka sendiri yang menentukan, Alina ngga mau mereka merasa terbebani dengan apa yang kita berikan kepada mereka." ucap Alina.
"Yang di bilang Alina benar pah, biarkan mereka yang memilih dan menentukan." ucap Gilang yang menyetujui atas keputusan istri nya.
"Ya baiklah papah ngga akan memaksa, tapi kalau papah sedikit mengajarkan kepada mereka tentang perusahaan, boleh kan?" tanya pak Surya.
"Boleh saja pah, tapi jangan yang terlalu berat takut nya di usia mereka yang masih dini mereka ngga sanggup dengan semua yang papah ajarkan." jawab Alina.
__ADS_1
"Oke, papah janji papah hanya akan mengajarkan dasar-dasar nya dulu." ucap pak Surya.
Alina pun menagngguk kecil sambil tersenyum.
"Ya sudah kita istirahat yuk Yang? Besok mas ada meeting pagi soalnya." ajak Gilang pada Alina.
"Ya sudah kalau gitu pah, mah kita istirahat duluan, papah sama mamah juga jangan tidur terlalu malam." ucap Alina.
"Ya sayang, mamah dan papah juga mau istirahat." jawab bu Dewi.
Akhir nya ruang keluarga pun kini sepi karena penghuni nya sudah pada masuk kamar masing-masing.
Seperti malam-malam biasa Alina selalu membersihkan muka dari sisa make up nya, dan Gilang juga sudah berganti pakaian dengan piyama tidur nya.
"Yang, ingat kan permintaan si kembar tadi?" tanya Gilang sambil menyentuh kedua bahu Alina yang lagi duduk di depan meja rias nya.
"Ya ingat lah mas, kan barusan bilang nya, aku belum pikun kok." jawab Alina sambil membalikan tubuh nya.
'Kalau begitu kita buat malam ini ya? Kamu udah selesai kan haid nya? Kan udah seminggu juga mas ngga di kasih jatah." ucap Gilang sambil membuka resleting baju yang di pakai Alina.
"Mas tahu aja kalau aku sudah selesai, tapi kan mas besok ada meeting pagi." ucap Alina.
"Ngga sengaja tadi mas lihat kamu lagi sholat, meeting yang mas ucapkan tadi hanya agar kamu ikut ke kamar aja." ucap Gilang sambil tersenyum jahil.
"Kamu ini mas, tapi aku mau ganti baju dulu mas, masa tidur dengan baju begini." ucap Alina.
"Ngapain ganti baju, ngga lama juga mas buka lagi, sudah malam ini sampai pagi kamu ngga bileh pakai baju sama sekali." ucap Gilang sambil melepaskan kain yang menutupi tubuh Alina.
********************************************
Bayangin sama kalian sendiri aja ya bestie apa yang Gilang dan Alina lakukan,.
__ADS_1
Masalah nya di sini cuaca nya lagi dingin, nanti aku traveling lagi, mana ngga ada lawan🤣🤣🤣🤣🤣🤣