Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Couple lan


__ADS_3

"Wa, udah siap belum." teriak Risma dari luar sambil mengetuk pintu rumah Risma.



"Iya sebentar." jawab Nazwa sambil berjalan dan membuka pintu nya.



"Risma, kak Rehan?" kalian masuk dulu." ucap Nazwa.



"Ngga usah Wa, kita langsung berangkat saja, kebetulan pak Ustadz Soleh juga baru berangkat, kita bareng mereka aja." ucap Risma.



"Oh ya sudah ayo." jawab Nazwa sambil mengunci pintu rumah nya.



"Kado buat baby kembar udah di siapin kan Wa?" Tanya Risma.



"Ya ampun aku lupa, sebentar aku ambilkan dulu." ucap Nazwa sambil masuk lagi ke dalam untuk membawa kado nya.



"Ini Ris, sudah aku bungkusin." ucap Nazwa yang keluar dari rumah sambil membawa kado yang sudah rapi di bungkus nya.



"Kalian seperti pasangan asli lo. Kalau pakai baju couple lan begini." ucap Risma sambil melihat ke arah Rehan dan Nazwa.



"Apa sih kamu Ris, nanti pacar nya kak Rehan marah lo kalau dengar." ucap Nazwa.



"Ngga apa-apa, udah kakak kasih tahu kok kak Cindy nya juga, malah dia penasaran ingin melihat kamu Wa." ucap Rehan.



"Pengertian sekali ya kak Cindy, jadi ingin bertemu dan kenal sama kak Cindy deh." ucap Nazwa.



"Besok pasti ketemu, karena besok kak Cindy mau kesini katanya." jawab Rehan.



"Benarkah? Wah udah ngga sabar aku." ucap Nazwa.



"Sudah nanti aja kita bahas kak Cindy nya, kita ketinggalan jauh tuh sama ustadz Soleh." ucap Risma.



"Ya sudah ayo kita berangkat, sandiwara nya di mulai pas sampai saja ya." ucap Nazwa.



"Ya terserah kamu lah Wa, yang penting nanti kamu harus bisa membuat kak Ronald benar-benar sudah ngga tahan dengan cemburu nya." ucap Risma.


*


*


Malam ini di rumah pak Abidin sedikit ramai, karena sudah hadir nya para tertua di daerah itu dan juga pak RT, mereka tinggal menunggu Ustadz Soleh yang akan menjadi penghulu Gilang dan Alina.

__ADS_1


Sambil menunggu ustadz Soleh mereka berbincang sambil menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh bu Diah.



Sementara di kamar nya Alina para wanita sedang berbincang sambil merias wajah Alina.



"Kak, tadi kita bertemu dengan kak Nazwa sama ka Risma, terus kak Dhea mengundang mereka ikut menyaksikan ijab qabul kakak sekarang." ucap Nura yang kini sedang berada di kamar nya Alina.



"Iya kakak ipar tadi aku yang mengundang mereka." ucap Dhea sambil merias wajah Alina.



"Oh iya, kakak sampai lupa sama mereka berdua, syukur deh kalau kamu sudah mengundang nya." ucap Alina yang sedang di rias.



"Kak, si kembar nanti ikut menghadiri kan? Biar kita saja yang gendong." ucap Nura.



"Ya iya lah ikut, masa mau diam di kamar saja, lagian lihat saja mereka berdua sudah pada cakep dan keren gitu." ucap Alina.



"Ya ampun kak, kakak cantik sekali, kak Dhea hebat bisa merias wajah kakak jadi cantik seperti ini." ucap Nuri.



"Memang dasar nya kakak ipar sudah cantik, jadi dengan sedikit polesan saja sudah bisa membuat kakak ipar lebih cantik lagi." ucap Dhea.



"Sekarang pakai kebaya nya, pasti akan lebih bersinar lagi, dan aura pengantin nya pasti terlihat dengan jelas." ucap Dhea.




"Di sini saja lah kak, kita kan perempuan semua, kalau kakak ke kamar mandi nanti ketemu sama kak Gilang, dan ngga surprise lagi dong." ucap Nura.



"Iya di sini saja lah, orang kita perempuan semua kok." ucap Dhea sambil membereskan peralatan make up nya.



Untung dia ingat dan menyuruh ibu nya untuk membawa baju ganti dan peralatan make up nya waktu itu.



Alina pun memakai kebaya nya, terlihat lah kecantikan yang sesungguh nya dari seorang Alina.



"Kak, ya ampun cantik banget, ini pasti kak Gilang ngga bakalan berhenti menatap wajah cantik kakak, aku saja yang perempuan ngga bosen lihat nya." ucap Nuri.



"Kakak ipar cantik sekali, ngga salah kak Gilang memilih kakak." ucap Dhea memuji Alina.



"Kalian semua juga cantik kok." jawab Alina sambil tersenyum.


*


*

__ADS_1


Di ruang depan Gilang sudah gagah dengan jas yang melekat di tubuh nya, dan duduk bersama yang lain nya.


Gilang memang setiap hari memakai jas, tapi untuk jas kali ini begitu sangat berarti buat dirinya.



Jas yang di pakai Gilang setiap hari nya selalu warna hitam, dan baru kali ini dirinya memakai jas yang berwarna putih.



Alina belum melihat penampilan Gilang memakai jas, karena waktu Alina meninggalkan Gilang masih dengan pakaian OB nya.



"Assalamualaikum." ucap ustadz Soleh yang baru datang bersama pegawai KUA lain nya, dan juga Risma, NAzwa dan Rehan yang memakai baju couple lan.



"Wa,alaikum salam." jawab mereka serempak.



"Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga." ucap pak RT.



"Ternyata saya di tunggu ya." jawab ustadz Soleh bercanda.



"Ya kalau ngga ada ustadz kasihan nak Gilang, ntar bisa-bisa nak Gilang ngga bisa tidur tiga hari tiga malam." jawab pak RT.



Semua yang hadir pun tertawa dengan candaan mereka.



Utadz Soleh pun masuk diikuti pegawai KUA lain nya yang akan menjadi saksi, tidak ketinggalan Risma, Nazwa dan Rehan di belakang ustadz Soleh yang turut ikut masuk ke dalam rumah keluarga pak Abidin.



Ronald yang melihat Nazwa sangat cantik malam itu membuat hati nya bergetar, tapi begitu melihat Rehan di samping nya hati nya mejadi panas.



Nazwa yang sangat cantik malam itu tangan nya tidak pernah lepas dari tangan Rehan, dan juga senyuman nya selalu menghiasi bibir nya.



Terlihat Nazwa dan Rehan sangat serasi sekali malam itu, sepintas mereka seperti pasangan asli pada umum nya.



"Kenapa kamu datang bersama dia sih Wa, kamu mau pamer kalau kamu sudah punya pasangan gitu, memang nya aku akan cemburu gitu lihat kalian berdua." gumam bathin Ronald sambil menatap sinis ke arah Nazwa dan Rehan.



"Ah, kenapa aku harus memikirkan mereka berdua, jelas-jelas Nazwa bukan siapa-siapa aku, tap kenapa hati ini merasa sakit nya melihat mereka berdua mesra seperti itu, apalagi pakai baju couple lan seperti itu, ya tuhan ada apa dengan aku ini, apa benar aku mnyukai Nazwa seperti yang dibilang Dhea." Ronald terus bergejolak dengan bathin nya.



Dia ingin menyingkirkan Nazwa dari pikiran nya, tapi tetap saja ngga bisa karena Nazwa ada di depan nya saat ini.



"Wah ternyata pengantin laki nya terlihat ganteng sekali malam ini, beda dengan tadi pagi ya? Sekarang lebih bersinar karena menuju halal." ustadz Soleh pun bercanda.



"Pak ustadz bisa saja." jawab Gilang sambil menunduk malu.

__ADS_1


__ADS_2