
"Mas lepas deh aku mau ke toilet." ucap Alina smbil berusaha bangun dari pangkuan Gilang.
"Kita ke toilet bareng aja yuk Yang." ucap Gilang.
"Tidak mas, yang ada nanti di toilet nya lama banget." bisa-bisa kita pulang malam dari sini." jawab Alina.
"Sebentar aja Yang." Gilang pun merengek seperti anak kecil yang minta di belikan permen.
"Tapi ini di kantor mas, aku juga ngga bawa baju ganti." Alina mencoba memberikan pengertian dengan alasan yang masuk akal menurut nya.
"Nanti kita beli baju yang baru gimana?" ucap Gilang yang tanpa menyerah merayu Alina agar mau melayani nya saat ini.
"Mas dengarkan aku, bukan niat aku menolak keinginan kamu, tapi coba mas pikir gimana pas begitu kita lagi menikmati nya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu atau ada telepon masuk dan itu sangat urgen sekali, apa mas ngga bakalan pusing karena belum tuntas? Jadi aku mohon mas bisa bersabar sampai nanti malam, sekarang mas selesaikan dengan cepat kerjaan mas lalu kita pulang, dan nanti malam aku yang akan servis mas, gimana?" Alina terus membujuk suami nya.
Gilang pun berpikir sejenak, "Baik kalau gitu." jawab Gilang sambil tersenyum.
"Sekarang mas kerja kembali aku mau bersihkan meja dan ke toilet." ucap Alina lalu mencium selurh wajah Gilang agar tidak merajuk lagi.
Gilang pun dengan semangat kembali ke meja kerja nya, sedangkan Alina membereskan meja dan mencuci tupperware bekas makanan nya.
"Ya ampun ini kan sudah jadwal nya si kembar pulang sekolah, mereka sudah pulang ke rumah apa belum ya?" gumam Alina sambil mengambil ponsel dari dalam tas nya.
"Kenapa Yang, seperti nya khawatir?"tanya Gilang yang melihat Alina tiba-tiba seperti mengkhawatirkan sesuatu.
"Itu mas si kembar sekarang sudah jadwal nya pulang, aku khawatir mereka belum pulang ke rumah." jawab Alina.
"Ya sudah kalau gitu hubungi pak Soni saja." jawab Gilang lalu kembali melanjtkan pekerjaan nya.
"Iya mas, ini juga aku mau nelepon pak Soni." jawab Alina sambil mencari kontak pak Soni lalu melakukan panggilan.
*
*
"Tante berhenti." teriak Azzam sambil menghampiri Rena.
Rena pun menghentikan langkah nya lalu membalik kan tubuh nya dan menatap ke arah Azzam dengan deraian air mata dan keringat di wajah nya.
"Mau apa lagi nak? Tante sudah melakukan apa yang kamu mau." ucap Rena sambil menghapus air mata nya.
"Tante ayo masuk ke mobil biar kami yang antar tante pulang ke rumah." ucap Azzam sambil menarik tangan Rena.
"Beneran nak? Atau kamu mau menghukum tante lagi?"tanya Rena setengah curiga.
__ADS_1
"Sekarang tante masuk saja dulu, tuh kaki tante pasti sudah ngga kuat kan berjalan tanpa alas kaki." jawab Azzam.
Rena pun mengikuti Azzam masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Azzura.
"Jalan pak, kita antar tante ini ke rumah nya dulu." ucap Azzam begitu sudah masuk dan duduk di jok depan.
"Baik den." jawab pak Soni.
"Ternyata den Azzam masih punya hati nurani." gumam bathin pak Soni.
"Tante kenapa nangis? Tante di marahin abang ya sampai nangis begini?" tanya Azzura ketika melihat mata Rena basah.
"Abang, abang ngga boleh marahin tante, tante itu lebih tua dari kita, kata mamah juga kita itu harus menghormati orang yang lebih tua dari kita dan juga kita harus bersikap sopan." teriak Azzura.
"Abang ngga marahin tante menor dek, abang cuma ngajak naik ke mobil kok, tanya saja sama tante nya." jawab Azzam yang ngga terima dengan tuduhan Azzura saudara kembar nya.
"Ngga nak, abang kamu ngga marahin tante, justru tante mau diantar nya pulang." ucap Rena sambil menatap Azzura.
"Oh aku kira abang marahin tante, terus kenapa tante nangis?" tanya Azzura.
"Oh gitu, ya sudah ini pakai tisu aja tan bersihkan." ucap Azzura sambil memberikan tisu kepada Rena.
"Anak-anak ini memang baik, mereka melakukan tadi itu karena sikap aku yang keter;laluan." gumam bathin Rena sambil membersih kan wajah nya.
"Tante rumah nya dimana?" tanya Azzam.
"Rumah tante daerah xxxx jln xxxx no 54." jawab Rena.
"Pak Soni tahu?" tanya Azzam sambil melihat ke arah pak Soni.
"Tahu den, kita langsung ke sana aja ya?" jawab pak Soni.
Ponsel pak Soni pun berdering, lalu pak Soni menepikan mobil nya dan berhenti.
"Maaf den bapak mau angkat telepon dulu." pak Soni pun meminta izin dulu sebelum menerima panggilan.
"Silahkan pak." jawab Azzam.
__ADS_1
"Halo nyonya." ucap pak Soni setelah menerima panggilan yang ternyata dari Alina.
"Pak, anak-anak sudah pulang ke rumah belum?" tanya Alina.
"Ini masih di jalan nyonya." jawab pak Soni sambil melirik ke arah Azzam.
"Lo, kok masih di jalan? Seharus nya kan sudah di rumah? Apa mereka ada pelajaran tambahan?" tanya Alina.
"Tidak nyonya, tadi ada," belum juga pak Soni melanjutkan kalimat nya Azzam merebut ponsel pak Soni dari tangan pak Soni.
Pak Soni kaget karena Azzam begitu cepat mengambil ponsel dari tangan nya.
"Halo mah, maaf kita pulang nya telat, soal nya mau nganterin tante dulu." ucap Azzam.
Semua keluarga nya bahkan Azzam dan Azzura yang masih kecil pun tahu kalau mamah nya itu ngga suka di bohongi.
"Tante siapa nak?" tanya Alina sedikit heran.
"Nanti kalau kita sudah sampai di rumah kita ceritakan semua nya biar mamah dengan jelas mendengar cerita nya." jawab Azzam.
"Ya sudah kalau gitu mamah tunggu nanti di rumah dan abang harus menceritakan smeua nya tanpa ada kebohongan." ucap ALina.
"Iya mamah sayang, abang ngga akan pernah bohong, karena mamah ngga suka sama pembohong kan." ucap Azzam dengan nada lucu nya.
"Mereka benar-benar keluarga bahagia, dan seperti nya anak-anak ini sangat menyayangi dan menghormati ibunya, pantas saja tadi dia marah ketika aku bicara jelek tentang mamah nya." gumam bathin Rena sambil terus mendengar kan perbincangan Azzam dan ibu nya.
"Anak pintar, ya sudah habis nganterin tante itu kamu pulang ke rumah, mamah juga sebentar lagi pulang sama papah." ucap Alina sambil tersenyum.
"Memang nya mamah lagi sama papah ya?" tanya Azzam.
"Iya mamah lagi sama papah di kantor, ya sudah cepat pulang jangan kemana-mana lagi." ucap Alina.
"Oke mamah, I Love U." ucap Azzam lalu memberikan ponsel nya kembali ke pak Soni.
"Halo nyonya." ucap pak Soni karena telepon nya belum Alina matikan.
"Pak sehabis mereka nganterin tante itu langsung bawa pulang ya?jangan kemana-mana lagi." ucap Alina.
__ADS_1
"Baik nyonya." jawab pak Soni lalu menyimpan ponsel nya kembali dan melajukan mobil nya menuju rumah Rena.