Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Bucin


__ADS_3

"Ini nak rumah nya." ucap pak Abidin sambil menunjuk rumah Risma.



"Makasih ya pak, sudah antar kita kesini." ucap Dhea.



"Bapak juga makasih nak, karena sudah diantar kesini, kalian hati-hati di jalan ya." ucap pak Abidin.



"Iya pak." jawab Gilang dan Dhea sambil mencium telapak tangan pak Abidin.



"Berasa nonton drama deh barusan." ucap Risma sambil duduk.



"Kan emang drama Ris, tapi kakak bahagia kalau ending nya seperti ini." jawab Cindy.



"Iya ya kak, kita itu ikut bahagia akhirnya perasaan Nazwa terbalas sudah oleh kak Ronald, sebenar nya aku kasihan sama Nazwa dia memendam perasaan nya semenjak bertemu dengan kak Ronald dan baru sekarang terbalas." ucap Risma sambil tersenyum.



"Kakak lebih bahagia lagi karena kak Rehan ngga bakalan pura-pura jadi pacar nya Nazwa lagi, sebenar nya kakak itu cemburu melihat kak Rehan dekat-dekat dengan Nazwa tapi kakak pendam sendiri aja, kakak berusaha mengerti dan percaya sama kak Rehan." ucap Cindy sambil menatap mesra Rehan.



"Pantesan kamu mau nyusul aku kesini Yang, ternyata kamu cemburu." ucap Rehan merasa bangga karena di cemburuin oleh Cindy.


"Ya jelas lah cemburu, gimana kalau posisi nya dibalik, apa kamu ngga cemburu mas?" tanya Cindy.


"Jangan Yang, aku ngga sanggup melhat kamu sama pria lain, jangan kan untuk melihat kamu jalan menggandeng pria lain, lihat kamu dekat-dekat dengan pria lain pun aku sudah ngga sanggup." jawab Rehan jujur.



"Dasar bucin." teriak Risma sambil melempar Rehan dengan tisu.



"Assalamualaikum?" ucap seseorang dari luar sambil mengetuk pintu.



"Waalaikum salam." jawab mereka bertiga sambil menatap ke arah pintu.



"Siapa pagi-pagi sudah ada yang bertamu." ucap Risma sambil berdiri dan menghampiri pintu.



"Kak Gilang? Kak Dhea?" tanya Risma setelah membuka pintu dan melihat siapa yang datang.



"Hai Ris, maaf pagi-pagi kita sudah mengganggu kamu, kita cuma mau bertemu sama bang Ronald saja kok." jawab Dhea sambil tersenyum.



"Ya sudah ayo kaka masuk." ajak Risma, Gilang dan Dhea pun masuk mengikuti langkah Risma dari belakang.



"Cindy? Ngapain di sini?" tanya Gilang yang kaget melihat Cindy ada di rumah Risma.



Cindy adalah teman Ronald dan Gilang dari dulu, cuma karena kesibukan masing-masing akhir nya mereka jarang berkomunikasi dan jarang bertemu.


__ADS_1


"Gilang?' kamu juga lagi ngapain di sini? oh iya aku lupa kamu ma Ronald kan sahabatan jadi dimana ada Gilang di situ ada Ronald." jawab Cindy sambil tertawa.



"Itu sudah lama ngga terjadi lagi, semenjak persahabatan kita hancur." ucap Gilang.



"Kok bisa?" tanya Cindy penasaran.



"Biasa kayak kamu ngga tahu sifat dia saja." jawab Gilang.



"Kak, abang sudah berubah sekarang." sela Dhea.



"Ini istri kamu Lang?" tanya Cindy sambil menatap Dhea.



"Bukan, ini mah adik gue satu-satu nya." jawab Gilang.



"Ya ampun maaf ya dek, aku kira istri nya Gilang, tapi kok beda ya sama kakak nya., adik nya cantik tapi kakak nya biasa saja ya." ucap Cindy yang memang sudah biasa bercanda dengan Gilang.



"Ekhem." Rehan yang merasa di cuekin pun langsung memberi kode sama Cindy.



"Ya ampun sampai lupa, kenalin Lang tunangan aku." ucap Cindy sambil menggenggam tangan Rehan, Cindy tahu kalau Rehan lagi cemburu.



"Jadi dia tunangan kamu? Tapi semalam dia datang menjadi saksi aku nikah bareng Nazwa deh." ucap Rehan sambil menatap Rehan.




"Kita cuma ijab doang kok, nanti tiga bulan lagi baru kita adakan resepsi, awas kalau kamu ngga datang." jawab Gilang.



"Oke lah, aku usahakan datang." ucap Cindy sambil tersenyum.



"Oh ya Ris, bang Ronald nya dimana? Terus kenapa dia bisa tidur di sini? Kita pagi-pagi sudah dibuat pusing dan khawatir sama bang Ronald." tanya Dhea.



"Iya kak, semalam kak Ronald memang tidur di sini, karena kondisi kak Ronald lagi demam habis kena air hujan semalam." jawab Risma.



"Demam? Terus sekarang dimana bang Ronald nya?" tanya Dhea.



"Itu kak lagi di kamar sama Nazwa." jawab Risma.



"Mereka berduaan di kamar?" tanya Gilang sambil mengerutkan kening nya, berputar kembali bayangan dimana Ronald sedang meniduri Rena di pikiran nya.



"Tenang kak, mereka ngga ngapa-ngapain kok, lagian pintu nya juga aku buka." jawab Risma yang paham dengan pertanyaan Gilang.

__ADS_1



"Ya sudah kita izin menghampiri bang Ronald ya." izin Dhea.



"Silahkan kak, kamar nya yang itu." ucap Risma sambil menunjuk ke arah sebuah kamar yang pintu nya terbuka.



Gilang dan Dhea pun berjalan kearah kamar yang ditunjuk oleh Risma.



Terlihat Ronald yang sedang makan dan di suapi oleh Nazwa.



"Bagus, orang di rumah sibuk dan khawatir nyariin kakak, ternyata kakak di sini sedang asyik pacaran dan saling suap-suapan." teriak Dhea yang baru masuk sambil menepuk kan kedua tangan nya.



"Kak Dhea, kak Gilang." ucap Nazwa sambil menyimpan bubur yang sedang dia pegang.



"Maaf dek, abang melupakan kalian dan abang ngga kasih kabar kalian, karena ponsel abang tertinggal di dalam mobil." jawab Ronald.



"Kita itu tadi pagi dibuat pusing dan khawatir sama kamu bang, padahal mamah sudah buatkan kamu sarapan pagi, tapi kamu nya ngga ada." ucap Dhea.



"Maaf kan abang, terus sekarang om dan tante dimana?" tanya Ronald.



"Papah sama mamah sudah pulang, dan dia cuma titip pesan makasih katanya sudah menampung papah dan mamah selama di sini." jawab Dhea.



"Ngga usah bilang gitu, kayak sama siapa saja." ucap Ronald.



"Bagus lah kalau sudah ada yang baru, aku jadi bisa tidur dengan tenang." ucap Gilang.



"Maksud lo?" tanya Ronald.



"Gue jadi ngga takut istri gue lo rebut." jawab Gilang dengan nada ketus.



Nazwa menatap Ronald seakan-akan minta penjelasan dengan kata-kata yang diucapkan Gilang.



"Kak, sudah lah, bang Ronald sudah berubah sekarang, jangan diungkit lagi." ucap Dhea.



"Lo tenang saja bro, semenjak aku menemui lo di perusahaan waktu itu, gue sudah bertekad akan merubah hidup gue dan ngga pernah lagi gue ulangi." jawab Ronald meyakinkan Gilang.



"Bagus lah kalau memang kamu sudah berubah." ucap Gilang.



"Sudah-sudah, masih pagi sudah berdebat, kita kesini mau pamit, kita mau balik dan adek kesini mau ngasih kunci rumah kakak." ucap Dhea sambil memberikan kunci rumah kepada Ronald.

__ADS_1



"Kita pulang ya kak, makasih sudah menjamu kita, Wa, aku titip kak Ronald ya, kalau dia nakal kamu pukul saja, kakak ikhlas kok." ucap Dhea sambil tersenyum.


__ADS_2