Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Mencintai Apa Adanya.


__ADS_3

"Kenapa kak Gilang bicara seperti itu? Apa kakak pernah membuat kak Gilang kecewa?" tanya Nazwa sambil menatap tajam Ronald.



Kini mereka berdua lagi setelah ditinggal oleh Gilang dan Dhea.



"Kalau kakak bicara jujur apa kamu akan marah dan membenci kakak?" sebelum menjawab Ronald pun bertanya kepada Nazwa.



"Ya mungkin aku sedikit kecewa dengan apa yang akan kakak bicarakan, tapi aku akan berusaha mengerti kalau semua itu adalah masa lalu kakak." jawab Nazwa



"Dulu kakak pernah mengambil kekasih yang Gilang cintai sampai kakak meniduri nya." jawab Ronald.



"Apa! Sampai sejauh itu?" teriak Nazwa kaget dan hati nya sedikit sakit ketika mendengar kalau pria yang di cintai nya sudah meniduri seorang wanita.



"Ya, karena waktu itu kakak terbuai dengan rayuan nya hingga kakak melupakan Gilang sahabat kakak, hingga harta kakak habis sama dia, dan kakak kembali ke Indonesia tidak membawa apa-apa, hanya ongkos untuk pulang saja yang kakak punya." ucap Ronald sambil mengenang masa dimana dia sengsara gara-gara Rena.



"Terus wanita itu gimana?" tanya Nazwa penasaran.



"Setelah harta kakak habis, dia mencari pria kaya lagi di sana, setelah kejadian dimana kakak di usir sama dia kakak sudah memutuskan untuk merubah hidup kakak dan membangun usaha kembali sampai-sampai kakak harus menjual rumah dan mobil peninggalan orang tua kakak." jawab Ronald.



"Maafkan kakak di hari pertama kita memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih, kamu sudah mendengar cerita buruk tentang kakak." ucap Ronald.



"Sebenar nya aku kecewa mendengar kakak sudah tidur dengan seorang wanita, tapi itu masa lalu kakak, dan aku berharap kakak benar-benar berubah ke depan nya, aku mencintai kakak apa adanya, jadi aku akan menerima masa lalu kakak yang kelam dan kita menuju masa depan yang cerah bersama-sama." jawab Nazwa sambil tersenyum.



"Makasih sayang, kamu sudah mau mengerti keadaan kakak, kakak janji kakak akan membawa kamu ke masa depan yang cerah itu, karena kakak sudah mengalami masa yang kelam." ucap Ronald sambil menatap dalam ke mata Nazwa.



Bagaikan ada sebuah magnet diantara mereka, wajah mereka pun semakin dekat dan mata Nazwa pun terpejam seakan memberikan sinyal kepada Ronald.



"Ekhem." Risma pun berdehem ketika melihat adegan mereka yang belum tercapai.



Ronald dan Nazwa pun kaget dan menjauhkan wajah mereka lalu melihat kearah pintu.



"Maaf tuan, nyonya sudah waktunya kamar di bersihkan." ucap Risma ala-ala pelayan.



"Kamu apaan sih Ris." ucap Nazwa dengan muka yang sudah berubah warna menjadi merah.



"Betah banget bu di kamar berduaan, awas nanti ada setan datang lo." ucap Risma.



"Iya dan sekarang setan nya udah datang." jawab Ronald.


__ADS_1


"Maksud kak Ronald aku setan nya gitu? Kalau gitu aku akan nyuruh kak Rehan membawa Nazwa sekarang juga." ancam Risma.



"Ngga, bukan kamu maksud kakak, ya udah kakak minta maaf, sebagai permintaan maaf kakak kamu nanti kakak traktir makan deh." ucap Ronald.



"Beneran ya?" tanya Risma.



"Iya, benar kakak ngga bohong kalau ngga lupa."jawab Ronald sambil tersenyum.



"Sudah-sudah sekarang kakak minum dulu obat nya lalu istirahat." ucap Nazwa sambil memberikan obat yang diberikan dokter.



"Enak kan kalau ada yang perhatian, sakit aja ada yang ngurusain, coba kalau kakak ngga ada Nazwa pasti pas sakit begini sendirian." ucap Risma.



"Iya tahu begini dari dulu kakak jadian sama Nazwa." jawab Ronald sambil tersenyum.



"Kan dulu mata hati kakak tertutup sama mbak Alina." ucap Risma.



"Udah deh Ris, jangan di ungkit-ungkit lagi." ucap Nazwa.



"Dih, yang lagi bucin di belain aja." jawab Risma.



"Sudah cukup, sekarang kakak tidur, aku keluar dulu sama Risma." ucap Nazwa sambil menyelimuti tubuh Ronald.




Risma yang paham pun pura-pura melihat ponsel nya.



Nazwa melirik sekilas ke arah Risma, lalu mencium kening Ronald, "ya sudah ayo tidur." ucap Nazwa sambil tersenyum.



"Makasih Yang." ucap Ronald sambil tersenyum.



Nazwa pun mengangguk, "Ayo Ris." ajak Nazwa lalu meninggalkan Ronald sendirian.



"Kak Rehan sama kak Cindy kemana Ris?"tanya Nazwa yang sudah duduk bersama Risma.



"Mereka lagi jalan-jalan, katanya ingin tahu daerah sini." jawab Risma.



Nazwa pun ber oh ria sambil mengangguk tanda mengerti


*


*

__ADS_1


Gilang pun sudah sampai di rumah nya sore hari, dia langsung melakukan video call dengan Alina, karena sekarang mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri, Alina pun memberikan no ponsel baru nya kepada Gilang.


Si kembar lagi menangis dan ngga bisa ditenangin oleh Alina, padahal mereka sudah kenyang.



"Kamu ini kenapa sih nak? Jangan rewel dong, kan ibu sendirian di rumah, nenek lagi keluar dan aunty kalian lagi kerja kelompok." ucap Alina pada si kembar.



Ponsel Alina pun berdering, Alina langsung melihat siapa yang menghubungi nya.



"Mas Gilang." gumam Alina. "Nak papah kalian nelepon ni." ucap Alina sambil menerima panggilan video call dari suami nya.



"Halo Sayang, lagi ngapain? Mas sudah sampai rumah ini." tanya Gilang.



"Ini mas, si kembar dari tadi nangis, padahal sudah kenyang, aku bingung harus bagaimana, mana di rumah lagi sendirian lagi." jawab Alina.



"Mana coba mas mau lihat mereka." ucap Gilang.



Alina pun memperlihatkan si kembar kepada Gilang.



"Sayang-sayang nya papah kenapa nangis, papah kan sudah bilang kalian jangan rewel kasihan mamah." ucap Gilang.



Si kembar yang mendengar suara papah nya pun langsung terdiam dari tangisan nya dan tersenyum.



"Nah gitu dong, itu baru kesayangan nya papah, jangan rewel lagi ya nak? Kalian kangen papah ya? Sabar ya sayang, nanti tiga bulan lagi kta akan terus bersama, papah janji akan selalu ada buat kalian." ucap Gilang terus ngajak ngobrol si kembar walaupun respon nya cuma tersenyum dari si kembar.



Alina pun tersenyum melihat interaksi dari suami dan anak-anak nya itu.



"Sudah mas, mereka sudah tidur, ternyata mereka kangen sama papah nya, padahal sehari saja belum di tinggal udah kangen aja mereka." ucap Alina sambil kembali menatap layar ponsel nya.



"Mamah nya kangen ngga?" ucap Gilang sambil memainkan kedua alis nya.



"Ngga." jawab Alina ngerjain suami nya.



"Kamu jahat Yang, aku aja sepanjang perjalanan mikirin kamu, tapi kamu tidak memikirkan aku, sungguh tega." ucap Gilang sambil cemberut.



"Ngga usah cemberut gitu, ganteng nya ilang kalau muka nya seperti itu." ucap Alina.



"Bodo." ucap Gilang merajuk.



"Aduh suamiku merajuk ya udah aku kasih cium ya." ucap Alina sambil mencium layar ponsel nya.

__ADS_1



"Sudah jangan merajuk lagi." ucap ALina sambil tersenyum.


__ADS_2