Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Anak Haram


__ADS_3

Mobil Ronald dan mobil Gilang pun beriringan memasuki halaman rumah nya Alina.



Para tetangga yang siang itu jadwal nge gosip pun melirik ke arah dua mobil yang baru berhenti dan melihat siapa saja yang turun dari dalam mobil tersebut.



"Eh lihat deh, itu kan mobil nya nak Ronald yang punya mini market di depan?" tanya bu Yeti sambil menunjuk ke salah satu mobil yang berhenti di depan rumah nya Alina.



"Iya, tapi yang satu nya lagi mobil siapa ya?"tanya bu Imas dengan rasa penasaran yang tinggi.



"Seperti nya itu mobil mahal deh, bahkan sama mobil nya nak Ronald lebih mahalan mobil itu." ucap bu Nyai yang selalu update di sosmed.



"Tahu darimana kamu kalau mobil itu mahal?" tanya bu Yeti.



"Nih lihat sendiri harga nya, mobil nya sama kan?" jawab bu Nyai sambil melihat kan ponsel nya kepada mereka berdua.



"Wah, iya bener sama, ya sudah kita cari tahu saja gimana?" ajak bu Imas.



"Santai saja nanti juga kita tahu, dan aku yakin itu palingan juga pelanggan nya si Alina." ucap bu Yeti.



"Bisa jadi, eh lihat mereka turun, wah ternyata tampan sekali ya." ucap bu Imas



"Ini mah orang kaya asli, lihat saja postur dan kulit tubuh nya." ucap bu Nyai.



Mereka bertiga pun terus melihat ke arah keluarga Alina dan mencoba mendekati nya, hanya karena ingin tahu siapa laki-laki yang membawa mobil mahal itu.



Pak Abidin, bu Diah dan si kembar pun turun dari mobil Ronald setelah mereka semua di bangunkan oleh Ronald.



Mereka langsung masuk sambil membawa barang-barang dari rumah sakit.



Karena lelah dan capek si kembar pun melanjutkan tidur nya di kamar mereka, sedangkan pak Abidin dan bu Diah mempersiapkan untuk tamu nya yaitu Gilang dan Dhea.



"Kalau begitu saya langsung pulang ya bu, nanti malam saya kesini lagi." ucap Ronald dengan mata yang sudah merah karena ngantuk.



"Oh iya nak, makasih banyak ya nak, maaf kami sudah merepotkan." ucap pak Abidin.



"Ngga pak, saya ngga merasa direpotkan kok." jawab Ronald.



"Ngga makan siang dulu di sini nak?"tanya bu Diah.



"Ngga bu makasih, saya masih kenyang, tadi banyak ngemil di rumah sakit." jawab Ronald.


__ADS_1


"Oh ya sudah kalau gitu hati-hati, langsung istirahat ya nak." ucap bu Diah.



"Iya bu, mari pak, bu." Ronald pun pamit dan pergi keluar.



"Lang, gue pulang dulu ya? Ngantuk berat soal nya." ucap Ronald begitu keluar melihat Gilang keluar dari mobil nya.



"Oke bro, thanks ya, memang nya rumah lo dimana? Tanya Gilang.



"Tidak jauh dari sini, nanti mampir ya." ucap Ronald.



"Oke siap, nanti aku sama Dhea main kesana." jawab Gilang sambil membuka pintu mobil depan dan belakang.



Alina dan Dhea pun turun sambil menggendong si kembar.



"Eh lihat, ternyata si Alina sudah melahirkan, tapi kok wanita itu pun menggendong bayi ya?" ucap bu Yeti.



"Mungkin wanita itu istri nya pria tampan itu, kelihatan ya kalau mereka itu orang kaya." ucap bu Nyai.



"Tapi yang aku heran kenapa mereka bisa bareng si Alina? Apa jangan-jangan mereka akan mengadopsi bayi nya ya?" ucap bu Imas.



"Kita lihat saja, atau kita samperin gimana?" ajak bu Yeti.




"Hai sayang, ayah pulang dulu ya? Nanti malam ayah balik kesini lagi." ucap Ronald.



"Kalian dengar kan dia bilang apa? Ayah? Berarti anak-itu memang anak nya nak Ronald dan sekarang mau diadopsi sama pasangan orang kaya itu." ucap bu Yeti.



"Ya sudah kak, kakak istirahat saja, makasih ya kak, sudah nolongin Alina dari semalam." ucap Alina.



"Iya sama-sama, dek, nanti main ya ke rumah kakak, ngga jauh dari sini kok." ucap Ronald.



"Iya kak, makasih ya kak." ucap Dhea.



"Ya sudah aku balik dulu ya?" Ronald pun masuk ke dalam mobil lalu melajukan nya dengan kecepatan sedang.



"Ya sudah ayo kita masuk." ajak Alina.



"Hai Alina, sudah melahirkan rupanya." teriak bu Yeti sambil menghampiri ke arah Alina.



Alina, Gilang dan Dhea pun yang mau melangkah membalikan tubuh nya karena mendengar teriakan seorang ibu-ibu.

__ADS_1



"Iya bu, alhamdulilah." jawab Alina sambil tersenyum.



"Kalian siapa? Pasti kalian ini pasangan suami istri yang mau mengadopsi anak nya si Alina?" tanya bu nyai.



"Saya sarankan mending adopsi anak lain saja deh, jangan adopsi anak nya si Alina ini." ucap bu Nyai yang bibir nya keriting kayak yang belum di smothing.



"Memang nya kenapa dengan anak nya kak Alina?" tanya Dhea.



"Anak ini anak haram, nanti berimbas pada kehidupan kalian berdua kalau adopsi anak haram." jawab bu Imas.



Gilang sangat marah mendengar perkataan ibu-ibu itu, mereka telah mencemooh Alina dan anak nya di depan diri nya, tapi Dhea memberi kode pada sang kakak untuk diam.



Gilang pun hanya diam dan melihat apa yang akan adik nya lakukan buat ibu-ibu yang sok tahu ini.



"Anak haram ya bu?" tanya Dhea santai.



"Iya bu jangan mau, dan awas tuh suami ibu nanti di rebut lagi sama dia." ucap bu Nyai.



"Asal ibu tahu ya, di dunia ini tidak ada yang nama nya anak haram, semua bayi yang baru lahir ke dunia itu suci, yang haram itu perbuatan orang tua nya dan mulut ibu-ibu yang suka nya gosip, tanpa tahu masalah perkara nya seperti apa." jawab Dhea yang membuat mereka marah karena malu.



"Kamu menghina saya? Kamu bilang saya haram? Lihat saja akan saya usir kalian dari sini, kalian belum tahu siapa saya." teriak bu Nyai.



"Ya mana saya tahu, saya juga baru menginjakkan kaki saya di sini, memang nya anda siapa?" tanya Dhea.



"Dek, sudah lah jangan di ladenin." bisik Alina.



"Tenang saja kak, kamu serahkan semua nya sama adik ipar cantik mu ini." jawab Dhea pelan.



"Asal kamu tahu ya, saya ini adik nya bu RW, jadi jangan coba-coba sama saya." ucap bu Nyai dengan sombong nya.



"Oh cuma adik nya bu RW ya? Saya kira adik nya bupati, dan ibu tahu siapa saya?" Dhea pun bertanya balik sambil tersenyum smirk.



"Siapa memang nya?" tanya bu Imas penasaran.



"Saya ini adalah anak dari adik nya bapak Presiden." jawaban Dhea membuat mereka bertiga membungkam mulut nya.



"Ayo kita pergi." ajak bu Nyai sambil menarik tangan kedua teman gosip nya.



Alina, Gilang dan Dhea pun tertawa terbahak-bahak sambil melihat mereka yang sedang berjalan sedikit berlari.

__ADS_1


__ADS_2