
Mereka kini sudah berada di rumah ustadz Soleh, dia orang yang sangat dihormati, selain dia ustadz dia juga sebagai penghulu di daerah tersebut.
Hari ini kebetulan dia lagi ngga terlalu sibuk dan rencana pergi ke kantor urusan agama juga agak siangan, jadi keberuntungan berpihak kepada keluarga Gilang dan keluarga Alina.
Mereka pun di sambut dengan ramah oleh pak ustadz Soleh.
Kini mereka sudah duduk bersama dengan ustadz Soleh, dan menyampaikan keperluan mereka.
"Ada apa sekira nya hingga bapak semua bisa mampir di gubuk saya ini?" tanya ustadz soleh sambil tersenyum.
"Sebelum nya kami minta maaf, karena sudah mengganggu waktu bapak ustadz, kami datang kesini ada hal yang ingin kami sampaikan." ucap pak Abidin.
"Tidak, saya tidak merasa terganggu kok, tapi jangan bilang bapak mau menikah lagi ya." ucap ustadz Soleh sambil tersenyum.
"Kami datang kesini memang meminta bapak untuk menikahkan anak kami." jawab pak Abidin.
"Bukan nya anak bapak pada masih sekolah?" tanya ustadz Soleh.
"Ini anak saya yang pertama pak, Alina." jawab pak Abidin.
"Alina putri bapak yang kemarin lagi mengandung bukan?" tanya pak ustadz yang sekaligus jadi penghulu nya.
Pak ustadz tahu karena waktu itu sempat beberapa kali bertemu di mini market ketika Alina masih bekerja jadi kasir.
"Iya pak, tapi sudah melahirkan kemarin malam, dan sekalian saja mau tanya, apa boleh seorang wanita yang baru melahirkan menikah?" tanya pak Abidin.
"Nah ini pertanyaan yang sering orang pertanyakan, karena menimbulkan keraguan di dalam nya, menurut syariat islam bahwa tidak termasuk dalam syarat nikah bahwa seorang perempuan harus dalam keadaan suci, karena yang termasuk ke dalam syarat nikah adalah adanya calon mempelai laki-laki dan perempuan, wali untuk mempelai perempuan, saksi dari kedua belah pihak, serta adanya mahar dan ijab qabul." jawab ustadz Soleh.
"Jadi kalau begitu saya boleh menikahi Alina?" tanya Gilang.
"Boleh, tapi harus jadi perhatian buat kamu yang menikahi perempuan yang sedang dalam keadaan nifas atau haid, kamu tidak diperbolehkan menggauli istri kamu hingga istri kamu suci dari nifas atau haid." jawab ustadz Soleh.
"Ya pak ustadz, karena memang kita hanya ingin mereka melakukan ijab qabul saja, untuk resepsi nya tiga bulan yang akan datang baru diadakan, dan lagian juga anak saya Gilang harus bekerja." jawab pak Surya.
"Baik kalau begitu, tapi lebih bagus nya setelah ijab qabul pengantin pria jangan di pertemukan saja dulu sampai resepsi nanti dengan mempelai wanita nya, biar ngga ada setan yang mengganggu, gimana? Sanggup ngga nak?" tanya ustadz Soleh.
__ADS_1
"Masa ngga sanggup, kemarin aja satu tahun lo ngga ketemu kan?" ucap Ronald.
"Tapi kalau saya kangen dengan anak-anak saya gimana pak ustadz?"tanya Gilang.
"Kangen anak-anak apa kangen ibunya anak-anak?" tanya pak ustadz menggoda Gilang.
"Ya, dua-dua nya sih." jawab Gilang sambil tersenyum malu.
"Kan sekarang gampang kalau kangen, tinggal telepon saja sudah mengobati rasa kangen." jawab ustadz Soleh.
"Sudah, jangan kebanyakan drama, begini saja, kamu mau menikahi Alina tidak? Kalau kamu mau menikahi nya sekarang, berarti kamu harus menunggu untuk bertemu Alina tiga bulan lagi, kalau kamu ngga mau menunggu nya kita ngga jadi ijab qabul hari ini." ucap pak Surya.
"Ya sudah kalau gitu saya sanggup untuk tidak bertemu dengan Alina sampai di acara resepsi nanti, asalkan ijab qabul nya dilaksanakan hari ini." ucap Gilang.
"Baik kalau begitu, apa persyaratan nya sudah siap?" tanya ustadz Soleh.
"Sudah pak ini." ucap Ronald sambil memberikan semua persyaratan kepada ustadz Soleh.
"Baik, ini persyaratan nya sudah lengkap, jadi kapan akan diadakan ijab qabul nya?" tanya ustadz Soleh.
"Kalau pak ustadz ngga ada halangan kita mau nya malam ini dilaksanakan ijab qabul, soalnya besok kami harus kembali ke kota kami." jawab pak Surya.
"Malam ini ya? Insya Allah bisa." ucap ustadz Soleh.
"Alhamdulilah kalau pak ustadz bisa." ucap pak Abidin.
"Kalau begitu kami permisi, dan nanti malam kami tunggu bapak di rumah." ucap pak Abidin.
"Insya Allah, semoga kita semua dalam keadaan sehat." ucap ustadz Soleh.
*
*
"Wa kenalkan ini Rehan saudara sepupu aku." ucap Risma sambil memperkenalkan Rehan kepada Nazwa.
Rehan ini anak dari kakak ibu nya Risma, anak nya tampan dan tinggi, Risma sengaja menyuruh nya kesini hanya untuk melancarkan misi nya.
__ADS_1
"Aku Nazwa, kak." ucap Nazwa memperkenalkan diri.
"Kenapa kamu nyuruh kakak kesini Ris?"tanya Rehan.
"Begini kak," Risma pun menceritakan misi nya kepda Rehan.
"Kalau gitu kamu minta izin dulu sana sama Cindy, takut nya nanti dia salah paham lagi sama kakak." ucap Rehan.
"Udah kok kak, ni baca aja chat nya sendiri." ucap Risma sambil memberikan ponsel nya kepada Rehan.
Rehan pun membaca semua isi chat yang ada di ponsel Risma.
"Nah kan kalau masih ngga percaya kakak telepon saja kak Cindy nya." ucap Risma.
"Iya nanti kakak telepon dia, kalau sekarang dia nya masih kerja." ucap Rehan.
"Ya sudah kalau gitu kita jalan sekarang yuk, tapi kalian jangan kaku ya? Wa, kamu anggap kak Rehan ini kak Ronald mu itu, dan untuk kak Rehan anggap Nazwa ini kak Cindy, biar ngga kaku." ucap Risma mengarahkan.
"Kamu enak sekali kalau ngomong, coba kalau kamu yang ada di posisi aku." ucap Nazwa sambil mengerucutkan bibir nya.
"Ya kan biar kena gitu, biar hati nya kak Ronald kebakaran." ucap Risma.
"Iya kalau hati kak Ronald nya kebakaran, kalau ngga? Kan dia juga sudah punya pacar cewek kemarin, udah cantik, putih, berkelas lagi, apa daya aku yang keadaan nya seperti ini." ucap Nazwa dengan wajah sendu nya.
"Kamu jangan menyerah sebelum perang, siapa tahu perempuan kemarin itu saudara nya, kita kan ngga tahu, kalau memang perempuan itu pacar nya kak Ronald, sikap kak Ronald pasti akan biasa saja sama kamu, dan kamu jangan sedih kalau memang semua itu benar adanya, kamu harus tetap semangat, siapa tahu Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang lebih baik dari kak Ronald buat kamu." ucap Risma memberi semangat kepada Nazwa.
"Kalau cowok itu tidak menyukai kamu, nanti kakak kenalkan sama teman kakak yang jomblo." ucap Rehan.
"Tuh, kak Rehan aja sudah menyiapkan jodoh buat kamu, apalagi Tuhan." ucap Risma sambil tersenyum.
"Sudahlah ayo kita berangkat, biar semua nya cepat selesai, kalau memang perempuan itu adalah pacar nya, aku akan pergi dari kota ini dan mencari kerja di luar kota." ucap Nazwa.
***************************************
Untuk masalah yang baru melahirkan terus menikah, setahu aku bisa seperti yang sudah aku jelaskan diatas tadi, tapi beda daerah beda orang beda pemahaman, jadi maafkan aku kalau aku salah dalam pemahaman ini.
Thanks ya reader ku πππππ
__ADS_1