Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Nostalgia


__ADS_3

"Pagi semua nya, wah anak-anak mamah sudah pada cantik ternyata." ucap Alina lalu ikut bergabung dengan mereka.



"Sarapan dulu nak, kita semua sudah sarapan tadi, nunggu kamu lama, jadi kita duluan saja sarapan nya." ucap bu Dewi.



"Gimana ngga lama mah, lihat saja rambut mereka yang masih pada basah." ucap Dhea tanpa sadar di depan anak-anak.



"Iya aunty, mamah kalau keramas suka lama." ucap Azzura dengan wajah polos nya.



"Adek," gumam Gilang sambil menatap tajam ke arah Dhea.



"Ups sory, aku forget." ucap Dhea sambil cengengesan.



"Ya sudah kita makan dulu yuk Yang, kasihan anak kita belum di kasih makan." ajak Gilang.



"Aku ingin makan di sini dan mas yang suapin." ucap Alina manja.



"tapi Yang, masa makan di sini." ucap Gilang.



"Sudah nak, turuti saja kemauan istri kamu, dia kan lagi ngidam, biasa nya juga ngga pernah begini kan," ucap bu Dewi.



"Baiklah, mas ambilkan dulu makanan nya." ucap Gilang lalu pergi ke ruang makan.



"Kak, kakak mau bareng kita ngga ke rumah orang tua nya kakak? Kalau mau bareng kita tungguin, kalau ngga kita mau berangkat sekarang, soalnya biar anak-anak agak lama main di sana nya." ucap Dhea.



"Oh iya, kalian duluan saja, kakak mau berangkat naik motor jadul nya mas Gilang." jawab Alina.



"Cie yang mau bernostalgia." ucap Dhea sambil mencolek dagu nya Alina.



"Apa sih kamu dek," jawab Alina sambil tersenyum malu.



"Mah, mamah ikut ngga?"tanya Alina.



"Mau nya sih mamah ikut nak, tapi papah sudah janji sama teman nya, jadi mamah harus nemenin papah pergi." jawab bu Dewi.



"Makanan sudah siap, sekarang kamu makan yang banyak." ucap Gilang sambil duduk di samping istri nya.



"Ya ampun mas, kok banyak banget sih, aku ngga akan bisa menghabiskan nya lo." ucap Alina.



"Kan ini untuk kita berdua sayang, kita makan sepiring berdua biar romantis." jawab Gilang sambil tersenyum.



"Ya sudah anak-anak, ayo kita berangkat, biarkan papah dan mamah kalian bernostalgia." ajak Dhea pada si kembar dan Gracia anak nya.



"Mah kita berangkat sekarang, barusan teman papah sudah telepon." ucap pak Surya sambil menghampiri istri ya.



"Sebentar pah, mamah ambil tas dulu." ucap bu Dewi sambil berdiri lalu pergi ke kamar nya.



"Weh berasa yang baru jadian saja, makan pakai acara sepiring berdua, terus suap-suap pan segala lagi." ucap Glen.


__ADS_1


"Syirik aja lo," ucap Gilang sambil memberikan suapan kepada Alina.



"Bang sudah jangan ganggu mereka, mendingan sekarang kita berangkat saja, ayo anak-anak kita berangkat ke rumah aunty kembar." ajak Dhea.



Azzura dan Grac pun senang dan langsung berlari keluar menuju mobil nya Dhea.



"Jangan lari sayang nanti jatuh." teriak Dhea.



Sedangkan Azzam dia hanya diam dan melangkah dengan rasa malas nya.



"Semangat dong bro, nanti kita mancing di sana." ucap Glen.



"Beneran om?" tanya Azzam dengan ekspresi bahagia nya.



"Bener lah, nanti kita pinjam pancingan nya ke kakek kamu." jawab Glen.



"Ya sudah ayo om kita berangkat, pah, mah opah kita berangkat ya." teriak Azzam lalu berlari mengejar adik kembar nya.



"Kita berangkat duluan ya, buat kalian selamat bernostalgia aja lah." ucap Dhea lalu pergi meninggalkan mereka.



"Nak, papah sama mamah juga berangkat ya? Kalian hati-hati, dan jangan ngebut bawa motor nya." ucap bu Dewi.



"Memang nya kalian mau naik motor?" tanya pak Surya.



"Iya pah, Alina yang memaksa aku, dia ingin naik motor jadul." jawab Gilang.




"Iya pah." jawab Gilang.



"Ya sudah kita berangkat duluan ya." ucap pak Surya lalu pergi meninggalkan Gilang dan Alina.



"Sudah ah mas, udah kenyang." ucap Alina.



"Satu lagi Yang, tanggung ini." ucap Gilang sambil memberikan suapan terakhir kepada Alina.



"Ini kamu minum dulu, aku mau nyimpan piring dan sekalian cuci tangan dulu." ucap Gilang sambil berdiri.



Alina pun mengambil gelas yang di berikan Gilang lalu menghabiskan nya.


*


*


"Aunty." teriak Azzura sambil berlari menghampiri Nura dan Nuri yang sedang duduk santai menikmati hari libur nya.


"Zura sayang." teriak Nura dan Nuri sambil merentangkan kedua tangan nya.



Azzura pun berlari dan langsung memeluk erat Nura lalu berganti ke Nuri.



"Kak Dhea, ayo kak masuk." ucap Nura mempersilahkan Dhea dan Glen masuk ke dalam rumah.



"Hai Grac, sini aunty gendong, cantiknya." ucap Nuri yang sudah mengenal Grac karena Dhea sering membawa Grac ke toko nya.

__ADS_1



"Mentang-mentang ada Grac aku ngga di sapa nya." ucap Azzam sambil cemberut.



"Kenapa ponakan aunty yang paling ganteng, jangan marah sayang kalau marah ganteng nya ilang lo." ucap Nura.



"Kakek sama nenek kemana aunty?" tanya Azzura.



"Ada di belakang, katanya kakek mau mancing tuh." jawab Nura.



"Mancing? om ayo kita samperin kakek, kita ikut mancing biar kita ngga bosen lihat para wanita gibah." ucap Azzam yang membuat Dhea dan Glen melongo dengan ucapan nya.



"Benar apa yang di bilang Gilang kalau mereka itu genius dan kalimat yang di lontarkan nya pun sudah seperti orang dewasa." gumam bathin Glen.



"Om ayo, malah bengong." ucap Azzam sambil menarik tangan Glen dan membuyarkan lamunan Glen.



"Eh ternyata ada cucu-cucu kakek, kapan kalian datang, mamah kalian ngga ikut?" tanya pak Abidin yang baru keluar dari belakang dengan pancingan di tangan nya.



\`Mamah nanti nyusul sama papah, kakek mau mancing ya?" tanya Azzam.



"Iya, kakek mau mancing, Azzam mau ikut?" ajak pak Abidin.



"Mau kek, Azzam ikut, Azzam di sini ngga ada teman nya, semua nya wanita," ucap Azzam.



"Ya sudah ayo kalau mau ikut, kamu juga mau ikut nak?" tanya pak Abidin kepada Glen.



"Ikut pak, dari pada jenuh, Yang abang ikut mancing ya?" ucap Glen.



"Iya ikut mancing saja, aku soalnya lama mau pembukuan dulu." ucap Dhea.



"Ya sudah ayo kita berangkat." ajak pak Abidin.



Glen dan Azzam pun akhirnya ikut mancing bersama pak Abidin.



"Aduh ternyata ada cucu nenek, eh ini siapa cantik sekali." ucap bu Diah.



"Apa kabar bu?' tanya Dhea sambil mencium telapak tangan nya.



"Ibu baik nak, ini yang cantik ini anak nya nak Dhea ya?" tanya bu Diah.



"Iya bu." jawab Dhea.



"Lo, Azzam ngga ikut sayang?" tanya bu Diah sama Azzura.



"Abang tadi ikut mancing sama kakek dan om Glen." jawab Azzura.



"Terus mamah sama papah ngga ikut?" tanya bu Diah.



"Kakak katanya nanti nyusul bu." jawab Dhea.

__ADS_1


__ADS_2