Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Pingin Adik Laki-Laki


__ADS_3

Waktu terus berjalan kini Dhea sudah menikah dengan Glen, dan di karuniai seorang anak yang kini berusia dua tahun.



Nura dan Nuri pun sudah bekerja dengan Dhea, mereka di percaya oleh Dhea untuk mengelola toko kecantikan nya itu.



Dhea hanya sesekali saja datang ke toko tersebut untuk menge cek semua nya.



Dhea bangga akan Nura dan Nuri karena mereka anak yang rajin, gigih dan pintar, hingga toko kecantikan nya selalu omset per bulan nya.



Ronald dan Nazwa pun sudah bahagia dan sudah di karunia anak, dan tetap tinggal di daerah nya.



Sedangkan kedua orang tua nya Alina kembali menempati rumah nya yang dulu, semenjak Nura dan Nuri selesai sekolah nya mereka langsung pindah ke rumah nya yang dulu atas permintaan Gilang.



Pertama masuk ke dalam rumah mereka kaget, karena rumah nya begitu berubah, lebih luas dan besar serta rumah nya kini berlantai dua.



Di setiap kamar tersedia kamar mandi, karena Gilang ngga mau pas nginep di rumah itu harus berebutan kalau mau mandi.



Kamar Nura dan Nuri pun kini terpisah, mereka punya kamar masing-masing.



Si kembar semakin hari semakin pintar, walaupun si kembar sekarang usia nya baru menginjak lima tahun, tapi sikap, dan gaya bicara nya sudah seperti orang dewasa, dan kepintaran nya melebihi dari orang dewasa, di usia lima tahun dia sudah mengerti akan saham perusahaan ayah nya, mereka di juluki baby Genius.



Tapi si kembar menyimpan kepintaran nya dan berpura-pura layak nya anak kecil biasa.



Pak Surya sudah pensiun, dia sudah ngga mau di sibuk kan lagi dengan perusahaan tapi sesekali dia suka ikut turun tangan kalau Gilang dan Glen tidak bosa menghadapi nya.



Glen semenjak menikah dengan Dhea sudah di kasih tanggung jawab besar yaitu memegang sebuah cabang perusahaan yang berada di daerah xxxx, dan Glen mengelola nya dengan baik hingga perusahaan yang dia pegang maju pesat.


*


*


"Mah, bang Azzam di sekolahan nya banyak wanita yang suka lo, dia suka di kasih makanan, Zura jadi sebal deh." ucap Azzura yang sedang duduk di jok belakang bersama Alina.


"Kok Zira sebel, harus nya bangga dong abang nya banyak yang suka." ucap Alina sambil tersenyum.



"Ya sebel saja, sekolah itu untuk belajar bukan untuk menyukai pria." jawab Azzura.



"Itu bukan kesalahan abang, suruh siapa mereka menyukai abang, abang juga ngga suka sama mereka, apalagi mereka itu pada centil." ucap Azzam sambil melihat jalanan ke depan.

__ADS_1



"Abang, ngga boleh gitu sayang, walaupun kamu tidak suka sama mereka, tapi abang jangan sampai membuat mereka sakit hati nya." ucap Alina le,mah lembut.



"tenang saja mah, abang ngga bakalan nyakitin hati perempuan, karena abang punya ibu dan adik perempuan." jawab Azzam.



"Bagus, itu baru anak nya mamah, kamu juga harus selalu menjaga saudara kembar mu yang comel ini ya?" ucap Alina sambil mengelus lembut puncak kepala Azzura.



"Siap mah, abang akan selalu menjaga Azzura dengan sebisa dan semampu abang." jawab Azzam dengan jelas.



Alina sangat bangga dengan ke dua anak nya, mereka selalu saling menjaga dan menyayangi.



Sopir mereka hanya tersenyum mendengar celoteh dari si kembar. "Mereka memang anak genius, baru juga sekolah TK tapi pemikiran nya sudah seperti anak dewasa." gumam bathin sang sopir.



Sepanjang perjalan pulang dari sekolah seperti biasa mereka sellau berceloteh hingga tidak terasa mobil yang membawa Alina dan anak kembar nya pun sudah sampai di halaman rumah besar nya pak Surya.



"Mah kapan kita ke rumah nenek lagi?" tanya Azzura.



"Hari minggu besok kita ke rumah nenek dan kakek, aunty kembar pun ada kalau minggu besok, karena jadwal mereka libur." jawab Alina.




"Kamu saja yang main sama aunty, abang kan cowok, masa main nya dengan para wanita." ucap Azzam.



"Kalau gitu abang main saja sama kakek, gitu aja kok repot." ucap Azzura.



Azzam pun mendengus kesal. "Mah, tolong kasih abang adik lagi dong, tapi harus laki-laki seperti Azzam, biar Azzam ada teman main nya." ucap Azzam sambil cemberut.



"Sabar sayang, nanti mamah bilang ke papah dulu ya, ayo sekarang kita turun, tuh lihat opah dan omah sedang menunggu kalian.." jawab Alina.



Alina ingin sekali mengantar jemput mereka dengan memakai sepeda motor nya, tapi Gilang melarang nya dengan keras, Gilang ngga mau terjadi apa-apa sama istri dan anak kembar nya.



"Opah, omah." teriak si kembar sambil berlari menghampiri pak Surya dan bu Dewi yang sedang asik menikmati tanaman nya.



"Kalian sudah pulang? Gimana belajar nya hari ini?" tanya bu Dewi sambil mengulurkan tangan nya.

__ADS_1



"Terlalu mudah untuk kita berdua omah." jawab Azzam sambil mencium telapak tangan opah dan omah nya.



Alina mendidik mereka dengan baik, jadi si kembar selalu sopan dan santun kepada yang lebih tua dari mereka berdua.



"Apa memang benar yang ku pikirkan selama ini?" gumam bathin pak Surya sambil menatap si kembar.



"Anak-anak ayo mandi dan ganti baju dulu, nanti main lagi sama opah dan omah." ajak Alina.



"Tapi Zura mau sama opah dan omah dulu mah." jawab Zura.



"Iya nanti kalau sudah mandi sama makan baru boleh sama opah dan omah lagi." ucap pak Surya.



"Opah janji ya, ngga kemana-mana dulu, opah kan selalu menghilang begitu saja." ucap Azzura.



"Awas ya opah kalau bohong, kata mamah juga bohong itu dosa, terus kalau opah bohong Azzam dan Zura akan pergi dari rumah ini." ucap Azzam.



"Ngga, opah hari ini ngga kemana-mana, khusus hari ini sampai malam opah milik kalian berdua." ucap pak Surya sambil tersenyum.



"Ya sudah kalian sudah dengar kan yang opah bilang, ayo sekarang masuk, mandi dan makan." kembali Alina mengajak mereka.



Azzam yang merasakan ada sesuatu di luar pun menatap kearah gerbang begitu pun dengan Azzura.



"Apa kamu merasakan ada sesuatu dek?" bisik Azzam pada Azzura.



"Iya bang, seperti nya ada orang jahat yang sedang mengintai kita." jawab Azzura dengan pelan.


*


*


Begitu mobil yang menjemput Alina dan anak-anak nya masuk ke halaman rumah pak Surya, ada sepasang mata yang sedang mengintai nya dari luar.


Wanita ini dari pagi mengikuti si kembar dan Alina, jadi sekarang dia tahu wajah dan sekolah nya si kembar.



"Oke, sekarang aku tahu jadwal kalian berdua bocah, lihat saja besok akan ku mulai semua nya." gumam bathin wanita itu dari dalam mobil sewaan nya.


__ADS_1


"Aku ngga rela melihat kalian bahagia, mulai besok penderitaan kalian akan di mulai." gumam wanita itu lalu menjalankan kembali mobil nya dengan secara perlahan.


__ADS_2