
"Apa kedua mempelai dan para saksi sudah siap? Kalau sudah siap kita bisa langsung memulai ijab nya, biar ngga kemalaman." tanya ustadz Soleh sambil menatap mereka semua yang hadir di rumah itu.
"Seperti nya sudah siap pak ustadz." jawab pak Abidin.
"Oke nak, kamu sudah menghapal ijab nya kan? Awas nanti salah nama, bukan nama neng Alina yang di sebut malah nama mantan nya lagi nanti yang di sebut." ucap pak Ustadz sambil tersenyum.
"Sudah pak ustadz Insya Allah saya ngga bakal salah sebut nama." jawab Gilang.
"Baik kalau begitu mempelai wanita nya bisa dihadirkan? Biar dia melihat dan mendengar ijab nya nanti." ucap pak Ustadz.
"Bu, tolong bawa Alina nya kesini." ucap pak Abidin pada istri nya.
"Baik pak, sebentar saya panggilkan dulu." ucap bu Diah sambil berdiri.
"Jangan terlalu tegang nak Gilang, santai saja, tapi ingat ya? Sehabis nikah jangan menggauli istri nya dulu, tahan sampai tiga bulan yang akan datang." ucap ustadz Soleh membuat semua yang hadir tersenyum.
"Iya pak, saya akan mengingat nya." jawab Gilang sambil menunduk.
Nazwa yang ikut tersenyum ketika mendengar celotehan ustadz Soleh pun terlihat begitu cantik dimata Ronald.
"Aku baru sadar kalau kamu cantik banget Wa, selama ini aku buta dan tidak melihat mu, tapi sekarang percuma aku mengagumi kamu, kamu sudah ada seseorang yang mendampingi kamu, aku ngga mau mengambil kamu dari pasangan kamu, aku ngga mau mengulang lagi apa yang telah aku lakukan kepada Gilang dulu." gumam bathin Ronald sambil terus menatap ke arah Nazwa.
Nazwa bukan nya ngga tahu kalau Ronald dari tadi melihat nya, tapi dia memilih pura-pura ngga tahu dan fokus sama sandiwara nya.
"Nak, kamu sudah siap belum?" tanya bu Diah sambil mengetuk pintu kamar ALina.
"Sudah bu, kakak ipar sudah ready." jawab Dhea sambil membuka pintu.
"Ya ampun nak, kamu cantik sekali malam ini, nak Dhea memang handal ya buat orang cantik." teriak bu Diah.
"Jadi selama ini aku ngga cantik ya bu." ucap Alina sambil cemberut.
"Anak ibu selalu cantik dimata ibu, tapi untuk malam ini kamu terlihat sangat cantik banget karena ditambah polesan make up dari nak Dhea." jawab bu Diah sambil tersenyum.
"Sudah pada kumpul ya bu?" tanya Dhea.
__ADS_1
"Ya ampun sampai lupa, ustadz Soleh sudah datang, ayo kita ke depan." ajak bu Diah sambil menggandeng tangan ALina.
"Ibu sebelah kanan aku sebelah kiri ya bu?" ucap Dhea sambil ikut menggandeng tangan nya Alina.
"Double Nur, kalian gendong Azzam dan Azzura ya." ucap Dhea.
"Baik kak, ayo baby kita ke depan." ucap Nura sambil menggendong baby Azzam.
"Berarti aku gendong baby Azzura ya Nur?" tanya Nuri.
"Ya iya lah Nur, kalau aku gendong baby Azzam berarti kamu gendong baby Azzura, masa iya kamu mau gendong bayi tetangga." ucap Nura yang sedikit kesal dengan pertanyaan saudara kembar nya itu.
Alina pun di apit oleh bu Diah dan Dhea berjalan menghampiri Gilang yang sudah duduk di depan semua orang.
Semua orang yang sudah berkumpul spontan melihat kearah Alina yang sedang berjalan pelan menghampirinya.
"Cantik." gumam Gilang yang masih bisa di dengar oleh semua orang.
"Nak Gilang kalau mau pingsan, pingsan saja silahkan, biar saya yang menggantikan nak Gilang menjadi mempelai pria nya." ucap ustadz Soleh sambil tersenyum.
Ustadz Soleh memang sering bercanda, apalagi dengan calon kedua mempelai, dia tidak ingin mempelai nya tegang dan merasa grogi disaat mengucapkan ijab nya.
"Iya Lang, pingsan saja ayo, jas yang lo pakai muat kok di tubuh gue." ucap Ronald ikut mengerjai Gilang.
"Breng sek lo, awas lo ya." ucap Gilang.sambil memukul pelan bahu nya Ronald.
Alina pun duduk di samping Gilang, Gilang tak melepaskan pandangan nya kepada Alina.
"Sudah jangan di lihat terus nanti make up yang dengan susah payah aku tempelkan di muka nya Alina luntur lagi." ucap Dhea sambil duduk di samping Ronald.
"Apa sih dek." jawab Gilang sambil melirik ke arah Dhea.
"Eh kalian sudah hadir, makasih ya." ucap Dhea sambil tersenyum kepada Nazwa dan Risma.
__ADS_1
"Iya kak dari tadi." jawab Nazwa sambil mengangguk.
Dhea melihat tatapan cemburu Ronald kepada Nazwa.
"Kalian berdua sebenar nya saling menyimpan rasa, Nazwa sedang membuat bang Ronald cemburu, panas kan hati mu bang, makanya jangan sok jual mahal akhir nya kamu ngga laku-laku karena kemahalan." gumam bathin Dhea sambil tersenyum.
"Nak Gilang, sebelum bapak menikahkan kalian, bapak mau tanya dulu sama nak GIlang, apa benar perempuan yang sekarang ada di samping nak Gilang adalah calon istri dan ibu dari anak-anak nya nak Gilang?" tanya pak Ustadz.
"Iya pak, dia adalah calon istri dan ibu dari anak-anak saya." jawab Gilang jelas.
"Kamu mengenal pria yang di samping kamu ini nak?" tanya ustadz Soleh kepada Alina.
"Iya pak ustadz saya mengenalinya." jawab Alina sambil menunduk malu.
"Siapa memang nya pria yang duduk di samping kamu ini nak?"tanya ustadz Soleh.
"Dia adalah calon suami saya pak ustadz." jawab Alina.
"Kalau begitu kamu tahu dong nama calon suami kamu nak?" tanya ustadz Soleh sambil tersenyum.
"Iya tahu pak, nama nya Gilang Ramdani Saputra." jawab Alina.
"Oh berarti benar ya, kalau yang disamping nya itu adalah calon suami nya, kenapa ngga menjawab calon suami saya adalah Soleh gitu, kan bapak sangat bahagia sekali mendengar nya." ucap ustadz Soleh dan membuat semua yang hadir tertawa.
Gilang melirik ke arah ustadz Soleh begitu mendengar ucapan nya barusan.
"Aduh calon suami nya marah, santai nak, kalau kamu mau mengundurkan diri bapak siap kok menggantikan nya." ucap ustadz Soleh sambil tersenyum puas sudah berhasil mengerjai mempelai pria.
Semua yang hadir pun kembali di buat tertawa oleh celotehan ustadz Soleh, tapi tidak dengan Gilang, dia malah terlihat kesal karena ucapan ustadz Soleh.
"Kalau memang dia adalah calon istrinya nak Gilang, coba sebutkan siapa nama nya? Kalau nak Gilang bisa menyebutnya dengan benar, maka saya akan langsung menikahkan kalian berdua, tapi kalau nak Gilang salah menyebut namanya maka saya yang akan menggantikan nya langsung." ucap ustadz Soleh yang ngga berhenti-henti membuat Gilang kesal.
"Nama calon istri saya adalah Alina Pratiwi Permana." jawab Gilang dengan sangat jelas.
__ADS_1
"Ah, kenapa benar sih nyebut nya, kalau begini saya ngga jadi menggantikan kamu." ucap ustadz Soleh sambil tersenyum.