Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Bosan


__ADS_3

"Nak tunggu mamah antar ya?" teriak Alina sambil berdiri.



"Ngga usah mah, kita berangkat berdua saja, mamah banyak istirahat dan makan makanan sehat saja, biar aku cepat punya adik laki-laki nya." jawab Azzam.



"Ya sudah kalau gitu kalian hati-hati ya, kalian jangan dekat-dekat dengan orang yang tidak di kenal." ucap Alina.



Akhir nya Azzam dan Azzura pun pergi ke sekolah diantar supir yang biasa, setelah mereka pamit dan mencium telapak tangan kedua orang tua dan telapak tangan opah dan omah nya.



"Mamah nya ngga ikut ngantar den?" tanya sang sopir pada Azzam.



"Mulai sekarang kita ngga bakalan diantar jemput lagi sama mamah, mamah lagi istirahat biar punya adik laki-laki buat kita berdua." jawab Azzam.



"Oh gitu ya den, tapi bapak salut sama den Azzam dan non Azzura, masih kecil sudah berani." pak sopir pun memuji si kembar.



"Kita harus berani pak, kalau tidak berani kita akan selalu ditindas orang jahat." jawab Azzura yang memilih duduk di jok belakang.



Pak sopir pun melajukan mobil nya menuju sekolahan si kembar sambil tersenyum.



Sepeninggal si kembar pergi ke sekolah Gilang juga pamit untuk pergi ke kantor.



"Mas berangkat dulu Yang." ucap Gilang sambil berdiri.



"Pah, mah, aku antar mas Gilang dulu ke depan ya." ucap Alina sambil menggandeng tangan nya Gilang.



"Iya sayang." jawab Bu Dewi.



"Mas, hari ini aku ngga di bolehin antar jemput anak-anak, terus mamah sama papah mau pergi, aku sendirian dong di rumah." ucap Alina.



"Cari kesibukan saja Yang, tapi ngga yang buat kamu capek." jawab Gilang.



"Semenjak nikah sama mas, aku kan ngga pernah capek mas, kecuali capek dikala aku harus melayani mas beberapa ronde." ucap Alina sambil mengerucutkan bibir nya.



"Tapi kan kalau yang itu capek juga membuat kamu merem melek Yang." jawab Gilang sambil tersenyum.


__ADS_1


"Au ah sebel deh." ucap Alina.



"Ya sudah kamu mau kemana? Atau ngga kamu datang ke kantor mas saja nanti sekalian bawain makan siang dan kita makan siang berdua di kantor gimana? Sekalian kamu bertemu sama teman-teman kamu nanti di sana." jawab Gilang.



"Beneran mas? Aku boleh datang ke kantor kamu?" tanya Alina dengan wajah yang berbinar.



"Tentu saja boleh sayang, masa istri mas ngga boleh datang ke tempat kerja suami nya." ucap Gilang sambil menyentuh kedua pipi Alina.



"Makasih mas." ucap Alina sambil mencium tangan Gilang.



"Ya sudah senyum dong, mas ngga mau lihat wajah kamu yang bete lagi, itu membuat mas tersiksa tahu ngga Yang?" ucap Gilang.



"Kok bisa membuat mas tersiksa, kan aku ngga ngapa-ngapain kamu mas." ucap Alina sambil menatap heran suami nya.



"Kamu memang ngga ngapa-ngapain mas Yang, tapi mas yang ngga bisa ngapa-ngapain kamu." ucap Gilang sambil tersenyum jahil.



"Mas udah deh, perasaan dari bangun tidur yang di bahas itu mulu deh, udah sana berangkat cari duit yang banyak, biar aku yang menghabis kan nya." ucap Alina.




"Mas berangkat ya." ucap Gilang sambil mengulurkan tangan nya.



Alina pun mengangguk dengan bibir tersenyum manis lalu mencium telapak tangan suami nya.



Sedang kan pak Surya dan bu Dewi juga pergi meninggal kan Alina sendirian di rumah karena ada keperluan yang mengharuskan mereka berdua untuk hadir.



"Nak, papah sama mamah pergi dulu ya? Kamu hati-hati dan jangan melakukan apa pun, kalau tidak nanti si kembar ngamuk lagi lihat kamu kecapean." ucap Bu Dewi.



"Iya mah, paling juga nanti siang ke kantor nya mas Gilang, tadi mas Gilang nyuruh di bawain makan siang." jawab ALina.



"Ya sudah, tapi pergi nya diantar sopir, ngga boleh pergi sendiri." ucap pak Surya.



"Iya pah." jawab Alina lalu mencium telapak tangan kedua mertua nya.



Alina kini tinggal sendirian, tidak ada yang bisa dia lakukan karena semua sudah di kerjakan oleh para pelayan.

__ADS_1



Mending aku buat makan siang dari sekarang daripada ngga ada kerjaan seperti ini." gumam Alina lalu pergi ke dapur.



"Non lagi apa di sini?" tanya pelayan yang sudah lama kerja di rumah pak Surya.



"Saya mau masak buat makan siang nya mas Gilang nanti bi." jawab ALina.



"Tidak non, nona istirahat di kamar saja, biar bibi yang masakin." jawab pelayan itu.



Alina dengan pasrah dan sedikit kesal pergi ke kamar nya, sungguh dia bosan kalau setiap hari harus seperti ini terus.



"Kerja di kantor ngga boleh, ngerjain apa-apa ngga boleh, apa memang aku harus hamil lagi biar ada kegiatan." gumam bathin Alina.



"Baiklah nanti malam aku yang akan membuat kamu tidak berdaya mas, dan aku berharap secepat nya aku hamil kembali.



Alina memang pasang kontrasepsi setelah melahirkan si kembar, tapi enam bulan kebelakang dia sudah melepas kan nya kembali.


*


*


Jam pulang sekolah pun sudah tiba, si kembar keluar berjalan dengan berdampingan, tiba-tiba ada seorang wanita yang menghentikan langkah nya.


"Hai anak tampan dan cantik, kenalkan tante teman nya papah kalian." ucap Rena yang semenjak pagi sudah menunggu nya.



"Siapa tante ini? Perasaan papah ngga punya teman seperti tante deh." ucap Azzura sambil menatap Rena dari atas sampai bawah.



Ya, wanita yang mengaku teman nya Gilang itu adalah Rena, semenjak Rena melahirkan anak yang tidak jelas ayah nya itu dia hidup memprihatinkan, makan dan kebutuhan anak nya dulu Desi yang membiayai nya, tapi setelah Desi menikah dan di bawa oleh suami nya Rena terpaksa mencari uang sendiri walaupun dia harus kembali turun melayani pria hidung belang.



Rena merasa iri dengan kehidupan rumah tangga yang di jalani Alina bersama Gilang, dia selalu berpikir kalau Gilang adalah milik nya dan ngga boleh ada satu wanita pun memiliki nya.



Maka dari itu Rena memutuskan untuk menghancurkan Alina dengan cara membawa kabur si kembar, dia ingin melihat Alina gila dan di tinggalkan oleh Gilang.



"Pak sopir kemana lagi, kok mobil nya juga ngga ada." ucap Azzam sambil menatap ke arah mobil yang ter parkir.



"Untung aku sudah mengamankan sopir tengil itu." gumam Rena sambil tersenyum smirk.



Rena sudah membuat sopir Azzam dan Azzura pergi dengan alasan istri nya kecelakaan, saking panik nya pak sopir langsung pergi ke rumah sakit yang dikasih tahu oleh Rena dan melupakan Azzam dan Azzura.

__ADS_1


__ADS_2