Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Cinta yang terbalas


__ADS_3

"Wa kamu mau kemana?" tanya Ronald sambil bangun dari tidur nya.



"Aku mau ikut kak Rehan dan kak Cindy, sudah ngga ada yang bisa di harapkan lagi di sini juga.



"Wa , aku mohon kamu jangan pergi Wa." ucap Ronald.



"Siapa kakak,ngelarang-ngelarang aku? Aku kan bukan siapa-siapa nya kakak." jawab Nazwa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.



Ronald pun terdiam, betapa sulit dirinya untuk mengakui semua perasaan nya kepada Nazwa.



Rehan yang melihat semua itu sungguh sudah ngga tahan dengan kelakuan Ronald yang masih diam dan belum juga bisa jujur tentang perasaan nya.



Karena Ronald hanya terdiam dan tidak bicara apa-apa lagi, Nazwa pun dengan wajah kesal pergi dari kamar itu.



"Ya sudah kak, ayo kita berangkat." ucap Nazwa sambil membalikan tubuh nya dengan niat untuk pergi dari kamar yang di tempati Ronald.



"Wa, kakak mohon kamu jangan pergi." teriak Ronald sambil turun dari tempat tidur dan menahan rasa pusing nya.



Nazwa pun tidak mendengar teriakan dari Ronald dia terus berjalan hingga sampai di pintu kamar langkah nya terhenti.



"Wa, kakak mohon kamu jangan pergi, jangan tinggalin kakak." ucap Ronald sambil meraih tangan Nazwa.



"Lepaskan tangan ku Kak, aku mau pergi dari sini, aku sudah ngga mau melihat kakak lagi." ucap Nazwa sambil menghentakkan tangan Ronald.



"Please Wa, kakak mohon kamu jangan pergi." Ronald pun memohon.



"Kenapa kakak melarang aku pergi? kenapa!" teriak Nazwa dengan air mata yang sudah turun melintasi pipi mulus nya sambil melepaskan pegangan tangan Ronald dengan keras.



"Karena kakak menyukai mu." jawab Ronald dengan lantang.



Nazwa pun terdiam lalu menatap ke arah Ronald.



"Kakak menyukai kamu Wa, jadi kamu jangan pergi ya?" ucap Ronald.



"Maaf kak, semua nya sudah terlambat, aku sudah memutuskan untuk pergi dan menjauh dari kakak." jawab Nazwa sambil membalikan tubuh nya.

__ADS_1



Cindy dan Risma yang dari tadi hanya jadi penonton dan pendengar pun hanya diam dan saling menatap.



"Bukan nya kita hanya pura-pura akan pergi, kok Nazwa seperti yang sungguhan." gumam bathin Cindy.



"Grep." Ronald pun langsung memeluk Nzwa dari belakang dan menghentikan langkah Nazwa.



"Maafkan semua yang sudah kakak lakukan sama kamu Wa, semua yang kakak ucapkan semalam itu karena kakak sangat cemburu dan marah melihat kamu berduaan sama pria lain, kakak baru sadar kalau kakak ini sangat menyukai kamu dan kakak mencintai kamu." ucap Ronald hingga hembusan nafas hangat Ronald menyentuh kulit leher Nazwa.



"Wa, please lihat kakak." ucap Ronald sambil membalikan tubuh nya menjadi menghadap ke arah nya.



Ronald pun langsung bersimpuh di depan Nazwa sambil kedua tangan nya memegang erat tangan Nazwa.



"Wa, maafkan kakak atas semua yang telah kakak lakukan, kakak tahu kalau semua yang telah kakak ucapkan itu sangat menyakitkan hati kamu, kakak tahu kalau semua yang telah kakak lakukan itu susah mendapatkan maaf dari kamu, tapi kakak sadar karena semua itu kesalahan kakak yang terlalu cemburu melihat kamu berduaan dengan pria lain, sebelum kamu pergi kamu harus tahu kalau kakak ini mencintai kamu, kakak memang bukan siapa-siapa kamu, jadi ngga ada hak untuk menghalangi kamu untuk pergi, kakak hanya ingin kamu tahu kalau kakak mencintai kamu." ucap Ronald dan langsung berdiri dan pergi keluar dengan menahan sesak di dada nya.



"Kak." panggil Nazwa sambil menatap kepergian Ronald.



Risma dan Cindy pun menatap Nazwa dengan harapan Nazwa bisa menghentikan kepergian Ronald dan memaafkan nya.




"Aku juga mencintai kakak, bahkan aku menyukai dan mencintai kakak semenjak aku bertemu dengan kakak, selama ini aku mencintai kakak dalam diam." ucap Nazwa sambil memeluk erat tubuh Ronald dari belakang.



"Benarkah? Apa benar semua yang kamu ucapkan itu Wa?" tanya Ronald sambil membalikan tubuh nya dan menatap Nazwa yang sudah berderai dengan air matanya.



Nazwa hanya mengangguk sambil menangis dengan bibir sedikit tersenyum.



"Terimakasih Wa, jadi mau kah kamu jadi kekasih kakak?" tanya Ronald, Nazwa hanya mengangguk kecil di dalam pelukan Ronald.



Cindy dan Risma yang melihat adegan itu pun ikut meneteskan air mata sambil tersenyum, mereka merasa bahagia akhirnya usaha Nazwa tidak sia-sia.



"Badan kamu panas kak, kamu sudah minum obat belum? Tanya Nazwa yang baru menyadari kalau suhu tubuh Ronald panas.



"Belum." jawab Ronald sambil menggeleng kan kepala nya.



"Kalau gitu kakak minum dulu obat nya, ayo." ucap Nazwa sambil menarik tangan Ronald masuk kembali ke dalam kamar.

__ADS_1



"Perasaan yang punya rumah aku deh." ucap Risma bercanda.



"Ya ampun sampai lupa, maaf ya Ris sudah merepotkan kamu, oh ya kak makasih ya." ucap Nazwa sambil tersenyum kepada Cindy.



"Santai saja, selamat ya, akhir nya cinta kamu terbalas juga." jawab Risma.



"Sama-sama, selamat ya Wa, kalau gitu kita tunggu di depan ya." ucap Cindy.



Cindy tahu mereka butuh waktu untuk berdua, maka dari itu Cindy ngajak Risma dan Rehan pergi dari kamar.



"Kita semua tunggu di depan ya Wa, oh iya itu tadi aku sudah belikan bubur buat kak Ronald." ucap Risma sambil nunjuk ke arah bubur yang dia taro.



"Iya Ris, kak Cindy, kak Rehan makasih banyak ya." ucap Nazwa.



Mereka bertiga pun hanya tersenyum lalu pergi dari kamar itu.



"Kenapa kakak semalam hujan-hujanan? Sekarang jadi sakit kan? Kayak anak kecil saja, Jangan lakukan itu lagi." ucap Nazwa sambil mengambil bubur yang sudah di siapkan oleh Risma.



"Karena kakak berharap kamu keluar dan memeluk kakak." jawab Ronald sambil tersenyum.



"Konyol, kakak mau mati berdiri? Sudah tahu hujan masih saja berdiri di sana." cerocos Nazwa sambil memberikan suapan pertama untuk Ronald.



"Ternyata enak ya kalau ada orang yang perhatian sama kita itu." ucap Ronald sambil menerima suapan demi suapan dari Nazwa.



"Dari pertama bertemu juga aku sudah perhatian sama kakak, kakak nya saja yang tidak perduli dan tidak mau melihat walaupun cuma sedikit saja." jawab Nazwa.



"Bagus, orang di rumah sibuk dan khawatir nyariin kakak, ternyata kakak di sini malah enak-enakan pacaran dan saling suap-suap pan." teriak Dhea yang baru masuk sambil menepuk kan kedua tangan nya.



Ronald dan Nazwa pun spontan menatap kaget ke arah pintu.



"Ya ampun dek, maaf abang melupakan kalian." ucap Ronald.



"Ya, kita itu pasti dilupakan karena abang sekarang sudah punya yang baru." jawab Dhea.


__ADS_1


"Bagus lah kalau lo sudah ada yang baru, jadi gue bisa tidur dengan nyenyak." ucap Gilang.


__ADS_2