
Alina kini sudah sampai di kantor nya Gilang, tempat dia dulu bekerja, dari kantor sini lah Alina bisa membantu meringankan kedua orang tua nya, dan di kantor ini lah Alina bisa bertemu dengan Gilang.
Alina turun dari mobil nya dan langsung berjalan dengan anggun ke dalam kantor.
Sepanjang dia berjalan senyuman nya tidak lepas buat para karyawan yang di kenal maupun tidak di kenal nya.
"Kantor ini tidak berubah, hanya karyawan nya saja banyak yang baru seperti nya." gumam Alina sambil melihat ke sekeliling kantor.
"Siang bu? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Riri karyawan baru di kantor itu.
"Oh saya mau bertemu pak Gilang." jawab Alina sambil tersenyum.
"Maaf apa ibu sudah membuat janji?" tanya Riri kembali.
"Oh iya saya sudah membuat janji dan pak Gilang sendiri lah yang menyuruh saya kesini untuk membawakan makan siang nya." jawab Alina.
"Siapa wanita ini? Apa benar yang dia ucapkan barusan." gumam bathin Riri.
"Memang nya ibu ini siapa nya pak," belum selesai Riri meneruskan kalimat nya ada suara yang Alina kenal.
"Bu Alina? Ibu tumben kesini? Gimana kabar nya bu? Si kembar sehat?" begitu antusias nya Hendra hingga dia terus memberikan peetanyaan yang belum sempat di jawab nya.
"Hendra? Ah, sudah lama kita ngga ketemu, seragam kamu sudah ganti ya Hen?"tanya Alina sambil melihat penampilan Hendra dari atas sampai bawah.
"Iya bu, saya di pindahkan di bagian produksi." jawab Hendra sambil tersenyum.
Riri yang memang karyawan baru hanya diam dan mendengarkan perbincangan mereka.
"Kok mas Gilang ngga pernah cerita ya?" gumam Alina.
"Ah iya gimana kabar istri dan para sahabat-sahabat kamu Hen?" tanya Alina.
"Alhamdulilah bu mereka pada sehat, Irman juga sudah di pindahkan bareng saya sedangkan Retno dan Suci kini menjadi ibu rumah tangga saja." jawab Hendra.
"Bagus kalau gitu, sayangi terus istri kamu ya? Oh iya kamu sudah punya anak berapa?"tanya Alina.
"Sekarang istri saya sedang hamil anak ke dua." jawab Hendra.
"Sayangi terus istri dan anak-anak kamu, jaga selalu mereka, mereka adalah titipan dari Tuhan buat kamu." jawab Alina.
"Iya bu, ini yang saya kangenin dari ibu." ucap Hendra sambil tersenyum pada Alina.
__ADS_1
"Kamu ini Hen, ya sudah kalau gitu saya ke ruangan nya mas Gilang dulu ya." ucap Alina.
"Mau saya antar bu?" ucap Hendra.
"Ngga usah saya masih hapal kok menuju ruangan nya, masih yang dulu kan?"tanya ALina.
"Iya bu, masih yang dulu."jawab Hendra.
"Ya sudah saya kesana dulu ya? Mari mbak." ucap Alina lalu pergi meninggalkan Hendra dan Riri.
"Pak Hendra, memang nya dia itu siapa?"tanya Riri yang sudah penasaran dari tadi.
"Dia itu istri nya pak Gilang, dulu pernah kerja di sini bagian HRD, orang nya ramah dan baik." jawab Hendra.
"Ya ampun, maaf pak saya ngga tahu kalau beliau istri nya bos kita, untung saya ngga bertindak yang ngga baik tadi." ucap Riri.
"Ya sudah ngga apa-apa, kamu kan masih baru di sini jadi pasti ngga bakalan tahu, tapi ingat sama siapa pun kamu harus bersikap sopan." ucap Hendra.
"Iya pak, terimakasih ya pak sudah memberitahu dan mengingatkan saya." jawab Riri.
"Sama-sama Ri, ya sudah saya makan siang dulu ya Ri." ucap Hendra.
Alina mengetuk pintu dengan lembut tanpa memanggil suami nya.
"Masuk" teriak Gilang dengan mata masih fokus sama berkas-berkas yang ada di hadapan nya.
"Ada apa bu Desi?" tanya Gilang tanpa melihat kepada orang yang sedang berdiri di depan nya.
"Saya hanya mau mengantar makan siang anda tuan." jawab Alina sambil tersenyum melihat suami nya yang lagi serius bekerja.
Gilang yang memang sudah hapal dengan suara yang dia dengar langsung mendongak kan kepalanya melihat sama orang yang sedang berdiri di depan meja kerja nya itu.
"Sayang? Kamu sudha sampai." ucap Gilang sambil berdiri lalu memeluk istri nya.
"Ini sudah jam makan siang mas, kenapa masih sibuk saja." ucap Alina sambil melepaskan pelukan nya.
"Biar bisa pulang cepat Yang." jawab Gilang.
"Ya sudah ayo kita makan dulu mas, jangan sampai kamu telat makan nanti kalau sakit ngga ada yang nyari duit lagi." ucap Alina bercanda.
"Tenang sayang, uang ku cukup kok untuk membiayai kalian sampai tua." jawab Gilang.
__ADS_1
"Iya deh percaya kalau sama pak CEO." jawab Alina sambil melangkah ke arah sofa.
Alina dan Gilang pun kini sudah duduk di atas sofa yang ada di ruangan Gilang, Alina membuka makan siang yang ia bawa dari rumah.
"Kamu yang masak Yang?" tanya Gilang sambil menatap makanan yang ada di depan nya.
"Bukan, bibi yang masak, karena aku di larang ngapa-ngapain sebel deh jadi nya." jawab Alina sambil menata makanan.
"Karena kita ngga mau kamu capek sayang." ucap Gilang sambil mengelus puncak kepala Alina.
"Tapi kan bosan mas berdiam diri di rumah terus." jawab ALina sambil mengerucutkan bibir nya.
"Cup." Gilang pun mencium bibir ALina yang sedang manyun.
"Mas ih, ini di kantor." ucap Alina..
"Biarin saja kan kita lagi ada di ruangan mas, lagian itu bibir nantang banget untuk di cium sih." jawab Gilang santai.
"Sudah ah, ayo sekarang kita makan saja." ajak Alina.
"Suapin ya Yang? Kalau di suapin itu berasa lebih enak dan nikmat." ucap Gilang sambil tersenyum.
"Kenapa sekarang kamu jadi manja dan mesum sih mas." ucap Alina sambil menyuapi Gilang.
Gilang hanya tersenyum sambil menerima suapan demi suapan dari istri cantik nya itu hingga makanan yang ada di tangan Alina bersih tanpa sisa.
"Udah ah Yang, udah kenyang." ucap Gilang.
"Ya sudah, sekarang mas minum, aku mau beresin ini dulu." ucap Alina sambil memberekan tempat makan yang sudah habis di makan mereka berdua.
Gilang pun menatap istrinya lalu menarik tangan Alina hingga Alina duduk di pangkuan Gilang.
"Mau kemana?" tanya Gilang sambil menarik tangan Alina.
"Aku mau cuci tupperware nya dulu mas." jawab Alina yang kini sudah berada di atas paha Gilang.
"Sudah nanti saja, sekarang temenin mas dulu." ucap Gilang sambil menyingkapkan rambut Alina kebelakang telinga nya.
"Kamu tambah cantik Yang, pipi kamu juga sedikit chubby, mas jadi gemas deh pengen cium terus." ucap Gilang sambil terus-terusan mencium pipi Alina.
Entah kenapa Gilang melihat Alina sekarang tambah cantik dan tubuh nya tambah berisi hingga membuat Gilang selalu ingin memadu kasih dengan istri nya itu.
__ADS_1